
"Siapa yang bertugas membuatkan dan menyiapkan makanan untuk yang mulia?" Ucap Min pelan, saat ini ia sudah berada di sebuah ruangan tertutup, tentu saja ia harus menginterogasi para para pelayan, sebenarnya ia tak terlalu perduli mengenai racun ini, tapi?, racun ini ingin mengambil sang kaisar, sebagai istri yang baik dan benar tentu saja ia tak akan tinggal diam, seseorang berniat membunuh suaminya dan ia hanya memiliki tugas untuk menggagalkanya, meski belum mencinta bukan berarti min harus membenci kaisar zhou kan?, dunia tak boleh menghakiminya atas segala kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu, bagai mana pun setiap manusia memiliki cerita dan kisah mereka masing masing, terlebih bagai mana prosesnya biarkan menjadi rahasia di antara keduanya, dan mereka tentu bisa mencari penyelesaian yang terbaik
"Hamba yang mulia" Ucap seorang pelan muda bersjud di lantai, wajah si pelayan sudah sedari tadi memucat, yah pada dasarnya siapa yang tidak takut dengan kematian?, ia menghela nafas pelan menatap si pelayan dari kejauhan, pelayan ini sebenarnya masih terlalu muda untuk mati, tapi?, saat kau hampir di tabrak apakah kau memarahi mobilnya atau si pengemudi?, orang yang waras tentu saja kau akan memarahi si pengemudi kan?, menegurnya dan mengatakan agar lebih berhati hati saat mengemudi
"hamba bersumpah demi dewa yang agung, hamba tak pernah berniat untuk mencelakai yang mulia, hamba benar benar tidak tau mengengai racun yang berada di masakan hamba" Ucap si pelayan masih berusaha membela diri, Min berjalan mendekati pelayanan, baik lah meskipun intsting mafianya sempat lemah, namun ia harus membuktikan jika insting itu tak benar benar meninggalkannya, huh baik lah, mari menyelidik, tebakan ia tak pernah meset sedikit pun, sejak kecil ia dilatih untuk memahami bahasa tubuh dan untuk menemukan pelaku yang sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuknya, dan yah sepertinya ia selalu bertingkah konyol hanya saat sang kaisar berada di dekatnya, ia bukan mencari perhatian tapi, entah lah, ia pun tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya
ia menatap lekat mata sang pelayanan, ia dapat melihat jika tidak ada kebohongan di sana, baik lah jika bukan dari si pelayan satu maka ia harus melihat ke arah pelayan lainya bukan?, Mata tajam Min menatap ke seluruh pelayan, netra abu abu miliknya berhenti pada seorang pelayan muda di ujung sana, senyum samar itu?, membuat ia menjadi sedikit curiga,
__ADS_1
"Ah baik lah aku percaya" Ucanya ringan, setelahnya ia kembali berdiri di samping sang kaisar, kaisar memilih untuk diam membiarkan permaisuri menyelesaikan masalah ini, meskipun konyol permaisurinya tentu bukan orang bodoh, ia yakin jika ia bisa menyelesaikan dengan caranya sendiri, baik lah untuk saat ini sang kaisar tak ingin ikut campur akan hal ini, sangat jarang permaisuri memperhatikannya, karena ini kejadian yang langka maka ia memilih untuk menikmati pertunjukan ini
"Anda bisa kembali, hm baik lah, saya sudah menemukan pelaku, saya beri kesempatan untuk mengakuinya, saya memiliki kesabaran yang sangat tipis, dan sebelum di tarik paksa akan lebih baik, saya akan memastikan pastikan jika nyawa kalian dan keluarga kalian akan aman, tapi jika kau tidak mau mengaku maka jangan salahkan dunia yang kejam" Ucapnya menghela nafas pelan, wajahnya terlihat datar, tatapan yang tajam mengerikan memang sangat mengerikan jika melihat ke murkaan sepasang penguasa dunia ini, meskipun wajah sang permaisuri di tutupi kain hitam namun?, yah tentu saja tau bagai mana sebuah aura mencengkam bisa membunuhmu bahkan tampa harus melakukan apapun
"Apa tidak ada yang ingin maju dan mengaku?" Ucapnya ringan, semua yang ada di ruangan itu menahan nafas, nafas mereka terasa begitu sesak karena tekanan dari sang permaisuri, sungguh mengagumkan, tingkat kultivasi dan qi yang tak dapat mereka rasakan namun aura penekan ini memang sungguh nyata, huh baik lah saat ini aura itu tak terlalu penting, mari membahas hal yang lebih penting
para pelayan masih tertunduk sembari berlutut di hadapan sang permasalahan, mereka bahkan tak bisa menebak siapa yang berani bermain denga racun, huh saat ini mereka hanya bisa berharap jika permaisuri tidak sampai salah pilih dan mengorbankan nyawa mereka, yah semoga saja tak terjadi kesalahan teknis ya 😊
__ADS_1
"kau bisa meninggalkan tempat ini, dan mereka akan merasakan bagai mana siksa neraka dunia yang sebenarnya" Ucap min Datar, pelayan muda itu membungkuk sembari berjalan cepat meninggalkan ruangan, namun sayang bahkan kepala gadis itu telah terpisah saat ia baru saja mencapai pintu, para pelayan terlihat gemetar melihat kepala yang ber gelinding di lantai itu, darah yang menyembur membasahi dinding ruangan, mereka sama sekali tak menyangka jika di perlihatkan pemandangan seperti ini, sedangkan para bawahan kaisar masih terdiam kaku di tempatnya, apakah wanita di hadapannya seorang permaisuri, dan bukanya iblis yang haus darah?
"selidiki mayat ini, " Ucap min dengan suara datar, Min menghela nafas pelan, lihat lah, mereka mengeluarkan expresi yang sangat berlebihan, sudah lah min yak mau perduli mengenai hal ini, ia sudah menyelesaikan urusanya di sini dan sudah waktunya untuk pergi dari ruangan ini, toh pengkhianat itu sudah di bunuh,
langkah kecil itu segera beranjak meninggalkan aula pertemuan, tujuanya kali ini adalah tenda para penduduk yang sedang bersuka ria menikmati jamuan, keadaan mereka kian membaik dan mereka boleh segera meninggalkan chap militer dalam waktu beberapa hari kedepan
"Hormat pada yang mulia permaisuri, semoga di berkahi kebahagian serta umur yang panjang" Ucap para penduduk bersamaan sembari bersujud di hadapan dewi penyelamat sekaligus permaisuri agung mereka
__ADS_1
"Ah bangkit, nikmati jamuan ini, ucapkan selamat pada kita semua" Ucap Min tersenyum penuh keagungan, bagai manapun saat ini ia sudah berperan sebagai permaisuri,sedikit banyaknya ia tentu tak akan bertindak konyol, para Rakyat tersenyum lebar menatap permaisuri mereka, mereka beruntung memiliki permaisuri yang baik dan cerdik ini,
ternyata rumor tak dapat di percaya, permaisuri mereka adalah orang yang cantik baik tampa celah, bagai mana ada orang yang menyebarkan jika permaisuri mereka buruk rupa, bodoh, keras kepala dan tak memiliki kemampuan, hal ini tentu sajaa sebuah tipuan, permaisuri mereka adalah wanita yang sangat cantik, bahkan meskipun harus selalu mentutupi wajahnya dengan kain hitam