
Baik lah kita tinggalkan pangeran yang sedang kasmaran itu, saat ini kita akan menuju Min yang sedang begitu sibuk bertarung dengan Seornag gadi yang selama ini selalu saja bersembunyi di balik topeng penuh kepalsuan itu,
Gerakannya terlihat begitu halus namun matikan setelah cukup lama bertarung Min hanya bisa membuat Xian Zi sedikit cedera, ia tentu saja tak bisa menyalahkan bocah ini, merasa marah dan kesal setelah kehilangan itu adalah hal yang bahkan sangat wajar karena pada dasarnya tak ada mahluk yang sanggup kehilangan orang yang di cinta,
Saat ini Min hanya berusaha untuk meringkus sang putri, ia tak ingin menyakiti putri Xian Zi ini, karena ia tau jika Xian Zi adalah gadis yang baik, hanya saja ia terjebak dalam ambisi balas dendam yang pasti akan berakhir dengan merugikan.
"Ternyata kau cukup hebat jie" Ucap Xian Zi dengan tersenyum sinis
"Adik, sadarlah, semua ini bukan jalan yang terbaik" Ucap Min dengan nada pelan, ia tentu saja harus segera menyadarkan putri ke Sembilan,
Is mengerti dengan perasaan dan dendam itu namun?, mengapa harus mengambil resiko ini?, mengapa melawan semua orang hanya karena sebuah dendam dengan mengorbankan semuanya
"Hahah tak ada yang tau apa yang terbaik untuk ku, sedari dulu bahkan mereka selalu mengatakan hal itu, mereka bahkan begitu gemar mengirimkan ku meninggalkan istana keluar masuk akademi satu ke akademi yang lainya dengan dalih demi kebaikan untuk ku, nyatanya para rubah itu ingin membuang ku, menyingkirkan ku dari istana ini, sejak kecil aku sudah kehilangan sosok ibu karena persaingan para wanita kaisar yang bahkan begitu kejam ini, sebagai orang yang telah di sakiti sedemikian rupa membalas dendam tidak salah kan?, aku hanya ingin menuntut keadilan untuk ku, ibu selir dan para wanita yang berakhir mengenaskan di karenakan persaingan wanita kaisar"
"Adik, semua bisa di selesaikan dengan baik, sadarlah, ini bukan jalan yang tepat, kau akan membuat Selir ke tiga kaisar terdahulu kecewa"
"Hahah Jie, siapa yang perduli dengan kaisar itu?, sejak kecil Ia selalu sibuk, bahkan aku lupa bagai mana rasanya sebuah pelukan dari kerabat yang menyayangi ku, huh meski kau tak ingin melukai ku tapi kau menjadikan diri mu tameng Kaisar bodoh itu?, aku tak menyangka jika jie akan sembuh secepat ini, racun ular hujan adalah racun yang sangat sulit di sembuh kan, sejak awal aku menyayangi mu jie kau adalah orang yang bisa menerima ku dengan ulus, tapi?, kau telah mengacaukan rencana ku, dan seperti tak ada pilihan lain, aku harus menyakiti mu, maafkan aku jie aku harap kau mengerti dengan kesulitan ku" Ucap Xian Zi dan kembali menyerang,
__ADS_1
"bugghh" Sebuah tendangan berhasil membuat min terhuyung, Chen Ling yang melihat hal itu dari kejauhan segera terbang ke arah kakaknya
"Apa yang kakak lakukan di sini?, keadaan kakak belum sepenuhnya pulih, lebih baik kembali ke mansion"
"Sebagai keturunan jendral melindungi rakyat adalah tanggung jawab, kakak tidak apa apa, ling er tak perlu cemas" Ucap Min dengan mantap untuk meyakinkan Chen Ling,
Ia kembali mendekati Xian Zi dan kembali bertarung, pertarungan kembali berlangsung sengit, kaisar masih sibuk dengan pemikirannya, ia tak menyangka jika Min masih memperdulikannya, ia masih diam kaku di tempat,
Tubuhnya sudah sangat lemah, ia tak bisa bergerak dan melawan, ia merutuki ketidak berdayanya, ia tak bisa melindungi istrinya, lihatlah bahkan istrinya sudah mengalami beberapa rapa luka, jika kaisar masih sibuk dengan penyesalan maka min masih sibuk dengan pertempurannya, namun lagi lagi ia terseret jauh, ia tak sekuat dulu, ia harus berhati hati saat ini ada nyawa yang harus ia lindungi,
"Kau telah melukai kakak ku" Geram Chen Ling murka, ia membunuh Xian Zi dalam satu tebasan, ia tak perlu mengeluarkan banyak tenaga jika kakaknya tidak berpesan untuk tidak melukai bocah tak tau diri ini, tapi saat seperti ini ia tentu tak bisa diam begitu saja
"Li er" Teriak kaisar, ia menggunakan sisa tenaganya untuk mengangkat Min ke pangkuannya, Min memuntahkan seteguk darah, dan setelahnya ia jatuh tak sadarkan diri
"Kakak" Ucap Chen Ling mendorong kuat tubuh Kaisar, agar menjauhi kakak tertuanya
"Menjauh dari kakak ku, kau telah membuatnya sangat menderita," Ucap Chen Ling mengambil alih Min dari pangkuan kaisar
__ADS_1
"Li er" Ucap kaisar lirih, namun ia tak bisa berbuat apa apa, ia sangat tak berdaya saat ini
"Xiou Li, segera bawa kakak kembali, dan kau kaisar, aku tak akan mengampuni mu jika terjadi sesuatu pada kponakan dan kakak ku" Ucap Chen Ling menunjuk kaisar,
Ia tak perduli dengan kedudukannya tinggi yang di miliki pria ini, ia sudah cukup bersabar untuk tidak menghancurkan istana, mereka telah membuat kakaknya menderita, ia takkan tinggal diam begitu saja jika kakak yang ia sayangi kembali dalam keterpurukan, tidak ini bagai mimpi buruk.
"Kponakan?, dia?" Kaisar Zhou tak menyangka kabar ini ia dengar dalam keadaan kacau,
Mereka sudah menghasilkan buah cinta, lalu?, kemana permaisuri pergi?, lalu mengapa permaisuri meninggalkannya?, mengapa permaisuri pergi tampa alasan?, mengapa?, pertanyaan itu yang selalu mengusik pikirannya sejak sang permaisuri menghilang
"Dia mengandung, dan itu adalah anak mu, dasar bajingan" Ucap Chen Ling ketus,
Saat keadaan hamil tentu saja peran seorang suami di butuhkan, tapi apa?, bahkan kakak tertuanya harus mengalami rasa sakit kerena hamil di saat Kekaisaran sedang kacau, Chen Ling menarik nafas pelan
"Apa?, menyesal?, sudah terlambat, bahkan sangat terlambat, kau membuatnya kecewa ia harus berjuang sendiri dalam keadaan ini, sedangkan kau?, apa yang kau lakukan pada nha?, kau hanya menjadikannya sebagai alat balas dendam, apakah anda tak puas?, sejak kecil ia selalu menderita, dan saat ini?, ia harus menelan kenyataan pahit ini, ia sudah kehilangan hangatnya kasih sayang dari sosok ibu sejak muda, dan apa anda tau?, ibu anda yang telah membuatnya kehilangan sosok ibu, ibu anda bahkan tak puas, dan menjadikan mu sebagai alat balasan dendam keserakahan dan tak berujung itu, apa yang salah dengan cinta, apa salah kakak ku? Mengapa ia yang harus menanggung beban dari perselisihan ibumu di masa lalu?, ah sudah lah saya tak perlu bercerita panjang lagi, saya ingat kan jangan pernah temui kakak pertama lagi, keluarga Chen masih memiliki harta yang banyak untuk menghidupi keturunannya dengan layak, dasar bajingan" Sambungnya lagi ,
Ia sudah menahan keinginannya ini cukup lama, Chen Qing selalu melarangnya berbuat konyol, ia tak perduli yang ingin ia katakan sudah di ucapkan, di masa depan ia tak perduli, ia bahkan rela di hukum mati demi kebahagiaan kakak pertamanya, dan yah hari ini ia merasa lega karena telah berhasil mengatakan apa yang ada di dalam otak kecilnya itu,
__ADS_1