Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab152#


__ADS_3

Mentari pagi bersinar redup,


“huh” Fei Yang menghela nafas untuk yang sekian kalinya, waktu berlalu dengan begitu cepat, mereka selalu menghabiskan hari hari mereka di paviliun pangeran kecil untuk sekedar melihat keadaannya,


seketika semua terasa membosankan, tak ada canda dan tak ada keributan di antara mereka, kehidupan yang terlalu datar dan menyebalkan, mau bagai manalagi bagai manapun keduanya sudah terikat status, mereka bahkan tak bisa berbuat sesuka hati lagi,


“Udara sangat segar, sudah cukup lama kita tak berkeliling, apakah Fei jie mau menemaniku menikmati bunga?, jujur saja aku sangat bosan di istana sepanjang hari, takada tempat yang bisa ku kunjungi, ibu selir sangat sibuk, sedangkan valium bulan kau tau sendiri kaisar bahkan sudah memblokirnya sejak kejadian oti” Ucap Ling Shi pelan, Fei Yang mengguk dan keduanya berjalan beriringan menuju taman istana


“Tentu saja suasana istana terasa sangat membosankan” Ucap Fei Yang menghela nafas pelan,


menatap hamparan bunga sakura yang baru saja berkembang, musim semi baru saja tiba, bermain di kota pasti akan sangat menyenangkan tapi? dia tak bisa keluar masuk istana begitu saja, pada dasarnya menjadi keluarga kekaisaran itu sulit, sagat sulit malahan, harus hidup dengan segala peraturan konyol,


Di larang makan ini itu dan yah setiap hari harus menghadapi sup pahit sebagai dalih untuk mempercepat kehamilan, woy nikahnya aja belom sampai satu bulan, gimana mau hamil?


“Hey lihatlah bukankah itu?, mari mendekat” Ucap Ling Shi pelan, Fei Yang hanya mengguk sebagai jawaban,


keduanya berjalan menuju sebuah gazebo di taman, di sana ada beberapa orang yang berkumpul, dan hal itu membuat Ling Shi ingin mendekat, untuk bergabung meskipun tampa undangan, lagi pula siapa yang berani menolaknya


“Yang Mulia” Ucap Fei Yang Dan Ling Shi bersamaan,


keduanya tersenyum lembut menyapa suami mereka yang sedang di goda oleh beberapa gadis bangsawan, dasar gadis menyebalkan, udah tau ada yang punya masih aja ganjen


“Hamba memberi salam pada yang mulia permaisuri pangeran, ini adalah putri kedua yan jian dan ke empat saya yan shin” Ucap mentri Yan tersenyum sopan


“Memberi salam pada kedua permaisuri pangeran” Ucap keduanya dengan lembut, Ling Shi tersenyum kecil menatap kedua gadis cantik yang nampa sangat mempesona itu


“Ternyata nona kedua dan ke empat kediaman yan sangat cantik dan mulia” Ucap Ling Shi tersenyum lembut menatap kedua gadis itu, namun yakinlah tatapan itu sangatlah mengerikan bagi pangeran ke enam, ada senyum mengerikan terselip di atara senyuman kecil yang indah itu


“Suatu kehormatan bagi kami bisa bertemu langsung dengan kedua wanita hebat di kekaisaran ini” Yan Jian lembut,


Ling Shi mengguk pelan segera mengambil tempat duduk di samping Yu Fang begitupun dengan Fei Yang yang duduk di samping sang pangeran ke dua,

__ADS_1


Perbincangan membosankan dan menyebalkan dimulai, mentri Yan sangat gesit ternyata, bahkan pembicaraan nya tak jauh dari hal hal yang berbau politik dan yah menjual putrinya, dasar bodoh mau mau saja di jadikan tumbal oleh keluarga,


menyebalkan memang benar benar menyebalkan mendapat pasangan yang selalu menjadi sorotan, Ling Shi tak suka, tak suka berbagi jika berani mencoba maka lihatlah apa yang akan ia lakukan setelah ini, bahkan pria bodoh yang berani mempermainkan nya akan di buat menderita bahkan saat kematiannya, liat saja


“Dasar menyebalkan, lihat saja Yu Fang, awas jika sampai tergoda, aku akan mengumpulkan puluhan pria tampan di kediaman ku, lihat saja” Batin Ling Shi kesal,


mereka baru saja menikah namun beberapa pejabat sudah mulai bergerak dan saling berlomba menjadikan putri mereka sebagai Selir para pangeran, mereka baru saja menikah mengapa sudah berfikir mengenai selir? Dasar pejabat kurang kerjaan, Ling shi menghela nafas pelan,


ia merasa kesal dan akan marah jika memaksa untuk tinggal, ia harus menjaga nama baik dirinya, keluarganya, dan bahkan kekaisaran ini, ia tak bisa bertindak gegabah, hal yang fatal akan terjadi jika membuat kesalahan sedikit saja


“Istri?,” Ucap Yu Fang Pelan,


Ling Shi dan Fei Yang sudah berdiri, menandakan keduanya akan segera meninggalkan tempat ini, Yu Fang tak ingin permaisurinya salah paham, lagi pula siapa yang mau mengambil selir, satu istri saja sudah membuat Yu Fang babak belur bagai mana jika dua, tiga?, Yu Fang bisa mati mengenaskan jika sampai terjadi, Yu Fang masih menyayangi nyawanya


“Saya hanya merasa sedikit pusing, yang mulia tak perlu merasa kahwatir” Ucap Ling Shi pelan, namun ucapan itu bagaikan makian di telinga Yu Fang,


“Aku akan mengantarkan mu” Ucap Yu Fang pelan,


Yu Fang menatap punggung permaisurinya dengan tatapan yang sulit di artikan, saat ini permaisurinya sedang marah, bahkan dengan tak berperasaan menolaknya di hadapan semua orang, namun?, yah Yu Fang harus tetep tingga karena Ling Shi mengatakan jika ia tak akan menganggu, maka itu berarti Ling Shi tak mau di kejar dan di ganggu, Yu Fang menghela nafas pelan, membujuk istri galak yang sedang merajuk akan sedikit menyulitkan, kedua pangeran menatap kepergian kedua permaisuri mereka dalam diam


Di sisi lain yang di tatap sudah sepenuhnya menjauh dari taman, membiarkan perbincangan itu berlanjut sebagai mana seharusnya, ia tak ingin mengacau, pangeran Lan belum di resmikan menjadi raja dan para selir sudah berdatangan,


Yah Fei Yang tak bisa berbuat apa apa, pada dasarnya memiliki selir adalah suatu keharusan bagi seorang raja, keturunan akan menipis jika hanya menetap dengan satu wanita saja, dan pangeran Lan butuh dukungan dan mengambil selir adalah jalan yang tepat,


Fei Yang tak berhak marah, menikah dengan pangeran adalah suatu berkah yang sangat ia syukuri, ia tak bisa memaksa pangeran hanya mencintainya, tidak ada wanita yang mau berbagi suami dengan wanita lainya, namun?, fei yang menyadari dari mana asalnya, ia tak bisa egois, biarkan semua ia telan dalam diam


“Menyebalkan, benar benar pejabat yang menyebalkan, pernikahan baru saja di laksanakan beberapa minggu yang lalu, meskipun kaisar telah menunjuk Yu Fang sebagai raja, bahkan Yu Fang bodoh itu belum menduduki istana dan para pejabat itu sudah membahas mengenai Selir?, benar benar menyebalkan,” Ucap Ling Shi kesal, rombongan pelayan yang mengikuti mereka telah di usir sejak tadi, saat ini hanya tersisa, Ling Xian dan Ji Li yang merupakan kedua pelayan pribadi


“Kau bisa mempercayai ucapan pangeran ke enam, tak perlu terlalu cemas”


“Bagai mana tidak cemas, perayaan pernikahan baru saja selesai dan sudah membicarakan soal selir?, aggh menyebalkan benar menyebalkan,”

__ADS_1


“redakan amarah mu adik, ah ia ku dengar ada perayaan di balai kota, apakah kau mau menemani ku melihat lihat?” ucap fei yang pelan,


Suasana hati sedang buruk jika di biarkan terus di istana akan semakin buruk, sedikit bersenang senag tak akan jadi masalah kan?, lagi pula mereka sudah terkurung di istana cukup lama,


“Baiklah” Ucap Ling Shi lesu


“jangan terlalu sedih, di pusat kota pasti memiliki beberapa keindahan, mari pergi dengan angin” bisik fei yang pelan,


Seketika senyum Ling Shi mengembang, keluar di temani para pengawal akan sangat menonjol, akan lebih baik berkeliling sendiri dan bersenang senag dengan bebas, menikmati keindahan dengan tenang dan nyaman tampa peraturan bangsawan dan etika menyebalkan itu


“Benar sekali, kau memang kakak ipar terbaik, lihat lah Yu Fang bodoh ku pastikan jika aku akan mendapatkan selir yang jauh lebih tampan dari mu lihat saja, jika kau bermain main maka kau harus merasakan akibatnya,” Gumam Ling Shi,


Fei Yang tersenyum manis sembari menggeleng pelan, Ia benar benar tak habis fikir dengan tingkah kekanak kanakan adik iparnya ini


“Ah baiklah aku akan segera bersiap” Ucap Ling Shi dengan semangat menggebu,


ide kakak iparnya sangat cemerlang, jika yu fang mengambil selir maka Ling Shi tentu tak mau kalah, lagi pula ia masih sangat cantik dan masih sangat mampu mengait seseorang, pasti ada tuan muda kaya yang meliriknya hidup dengan di kelilingi banyak pria tampan bukan hal yang buruk bukan?


“Baiklah adik, segeralah bersiap aku akan menunggumu di tempat biasa” Ucap Fei Yang tersenyum setelahnya ia kedua permaisuri pangeran itu berjalan menuju valiumnya masing masing,


Mereka akan menikmati perayaan di luar istana, dengan bebas tampa peraturan istana, uh sangat menyenangkan bukan?


“Nona, apakah anda yakin ingin keluar?” Ucap Jia Li pelan, tangan kecil itu dengan terampil menata rambut Fei Yang dan melepaskan tusukan rambut yang berat itu


“ISTANA sedikit tak menyenangkan akhir akhir ini, sang kaisar selalu saja mengunci valium bulan, ibu Selir sedang sibuk mengambil alih tugas istana dalam, semua orang sedang sibuk degan aktivitas dan persiapan kembali ke kerajaan, istana menjadi tempat yang sangat membosankan karena takada permaisuri” Ucap Fei Yang pelan, Jia Li hanya diam mendengarkan ucapan nonanya,


“Baiklah, kau tetaplah tinggal, jangan katakan pada siapapun kepergian kami, aku percaya pada kalian, jika kalian berkhianat maka”


"kami tak akan pernah berkhianat" Ucap ji li dengan penuh tekat


“Apakah semua akan baik baik saja?, bagai mana jika yang mulia mencari” Ucap Ling xian pelan

__ADS_1


“Katakan saja jika aku sedang tak ingin di kunjungi, ah sudah lah aku pergi dulu, daa” Ucap Fei Yang tersenyum dan dengan cepat meninggalkan valiumnya


__ADS_2