
"Peraturan mana yang di langgar?, lalu katakan siapa yang membuat peraturan itu, tidak ada yang salah dengan kedekatan antara mertua dan menantu, peraturan istana sungguh tidak masuk akal, dan sudah ku putuskan kau akan memanggil ku dengan sebutan kakak ipar" Ucapnya ternyum sambil mengajar pangeran kesembilan menulis, min bicara begitu ringan seakan kedudukannya tidak berarti apa apa,
"Hamba tidak berani Permaisuri" Ucap pangeran ke dua pelan, tentu ini sangat menyalahi aturan derajat mereka jauh berbeda, ia tentu tak bisa bertindak lancang, dan bertindak gegabah
"Aku tak pernah menyukai penolakan, tidak ada tuan dan pelayan dalam sebuah keluarga, kau tau itu kan?" Ucap Min menggembungkan pipinya, ia tak suka di panggil yang mulia atau apalah itu, sangat tidak cocok, ia hanya membanggakan diri di hadapan musuh, untuk orang yang baik?, tentu saja ia menjadi sosok yang hangat dan menggemaskan, dan yah ia sudah menetapkan jika keluarga selir kelima adalah keluarganya, dan tentu saja ia tak akan membiarkan bertindak sungkan
"Hormat pada permaisuri selir ke lima dan pangeran ke dua" Ucap seorang kasim memberi hormat pada ketiga orang penting itu,
"Berdirilah" Ucapnya pelan,
"Hamba membawakan pelayan yang telah di pilih" Ucap si kasim dan tak lama sekitar 70 pelayan berbaris rapi di hadapannya, segar, muda dan cantik, secara fisik sudah memenuhi kriteria dan semoga saja mereka benar benar berkualitas, yah semoga saja
__ADS_1
"Baiklah kau sangat bisa di andalkan" Ucapnya lebar lembut, mendengar pujian dari sang permaisuri si kasim memerah malu, terkadang permaisuri mereka bisa bersikap manis walau kadang juga mengerikan, dan saat ini tak ada yang berani mengusiknya, pangeran lan hanya menatap dengan penuh tanya, apa lagi yang akan di lakukan sang permaisuri pada kediaman ini
"Kaisar telah tiba.." teriak kasim namun di hentikan oleh suara dingin dari sang permaisuri
"Diam lah" Ucap Min bisakah kasim ini tak berteriak?, telinganya sakit jika seperti ini, lalu apa yang membuat kaisar es itu mengunjungi kediaman neraka yang akan di sulap menjadi kediaman yang nyaman oleh Min ini?, min menyuruh kasim membawa pelayan kembali ke tempatnya semula, ia akan melihatnya nanti, min tentu saja akan memilih siapa yang layak menemaninya, pelayan yang bersedia mengabdikan hidupnya hanya pada valium bulan, pelayan yang memiliki pendirian dan tak mudah di gertak, yah tentu saja pelayan valium bulan haruslah kuat, karena min tak akan sudi menempatkan orang lemah di sisinya
"Salam pada yang mulia kaisar, semoga di berikan kebahagian serta umur yang panjang" Ucap selir ke lima menekuk lutunya sopan dan itu pun di lakukan oleh pangeran kedua an pangeran kesembilan, kecuali min, ia masih terliah duduk dengan santai bersama tehnya, ia bahkan merasa tak terusik atas kehadiran sang kaisar, ia pernah menunduk pada siapapun dan ia erlalu arogan untuk mengakui kekuasaan sang kaisar es ini
"Bagai mana keadaan anda" Ucap kaisar zhou datar, ia masih memakai wajah andalan yang, datar dan dingin,
"Terimakasih telah bertanya yang mulia, keadaan hamba sangat baik" Ucap selir kelima tersenyum tulus, menatap anak yang ia asuh dari kecil itu, ah selir ke lima jadi rindu masalalu yang indah, saat ia melihat kedua anaknya tumbuh dan bermain bersama, namun semua hanya tinggal masa lalu kehangatan dan kasih sayang itu sudah menghilang sejak 5 tahun yang lalu, semua sudah berakhir, dan yang tersisa hanyalah sebuah kenangan yang mengharukan di memori masing masing
__ADS_1
"Baiklah, aku tak akan berbasa basi, aku telah mengirimkan tabib ke perbatasan barat lalu kapan kau akan pergi" Ucap kaisar zhou dengan suara dingin dengan wajah datar yang menyebalkan, min beralih menatap si kaisar es, apakah sang kaisar sedang mengusir?, benar benar mahluk yang tak memiliki hati
"Bukanlah pangeran baru saja sampai?, apakah anda tak memberikannya waktu untuk sekedar beristirahat dan melepas rindu pada keluarganya?" Ucapnya cepat, ia tak bisa menerima jika adik yang baru di temuinya ini di usir begitu saja, bagai mana pun ia adalah keturunan kaisar terdahulu keluarga istana, sangat tak pantas di perlakuan seperti itu, ia butuh waktu, melepaskan rindu pada ibu dan adiknya, dan kaisar es itu?, dengan tak berperasaan mengusirnya dari istana, benar benar kaisar es yang menyebalkan
"Wilayah barat membutuhkannya" Ucap kaisar zhou dingin, keduanya beradu tatapan tajam, keduanya selalu terlibat perdebatan saat bertemu, dan yah, tak ada satupun di antar mereka yang mau mengalah, karena keduanya merasa jika kebenaran berada di pihak mereka, benar benar pasangan yang jauh dari kata harmonis
"Omong kosong," Ucap Min sarkas, masih banyak orang yang bisa melindungi perbatasan, mengapa harus mengirim pengeran kedua dengan cepat, di sana sudah ada beberapa jendral dan Kerajaan young?, tentunya harus bertanggung jawab atas hal yang terjadi di wilayahnya,
"Ada apa dengan mu permaisuri, dari hari kehari kau semakin lupa akan sopan santun, apakah begini cara seorang permaisuri beraikap?" Ucap kaisar zhou kesal, sang permaisuri sudah berhasil membuatnya merasa gelisah beberapa minggu ini, dengan perubahan yang sangat tiba tiba ini membuat kaisar menjadi tertarik, selama ini ia selalu menutup mata dan telinga jika menyangkut sang permaisuri, namun kali ini?, bisakah kegelisahan ini di sebut dengan benih cinta?, entah lah, terlalu dangkal untuk mengira ngira, dan yah kita hanya bisa berdo'a semoga perdebatan ini tak berkelanjutan
"Dan kau?, kemana rasa kemanusiaan mu?, kemana hati mu?, berbuat tak sopan dengan menghukum istri dari ayah mu yang berati ibumu, memisahkan anak dan ibu, dan kau bahkan tak memberinya kesempatan untuk beristirahat sejenak, pangeran lan adalah adik mu dan dia juga manusia yang pastinya memiliki titik lelah,
__ADS_1
"Dia sudah bekerja keras, bisakah kau menghargai itu?, bisakah kau sedikit menggunakan nurani mu, menjadi kaisar tiran memang bukan pilihan yang buruk, tapi kau tentu harus tau di mana harus meletakan kekejaman mu itu," ucap min kesal, kaisar es ini benar benar selalu menguji kesabatanya