
Di istana Kekaisaran Xianyang
"Bibik mengapa belum juga terdengar berita kematian permaisuri sampah itu" Ucap Bai Huan sembari duduk dengan kesal, saat ini bai huan sedang berada di kediaman milik selir bai, keduanya merasa heran mengapa kabar kematian si Mian Li belum mereka dengar, padahan mereka telah mengirimkan beberapa pembunuh bayaran untuk meng habisi permaisuri sampah itu sejak beberapa bulan lalu, namun anehnya para pembunuh itu menghilang bak di telan bumi, valium bulan pun masih terlihat seperti biasanya, tenang dan ceria, kemana perginya para pembunuh yang mereka bayar?, ataukah mereka di tipu?
"Benar A Huan, sebenarnya apa yang terjadi pada orang suruhan kita?" Ucap selir bai, ia sudah mengirim pembunuh terbaik dari organisasi gagak malam, organisasi yang paling di takuti di antara dunia bawah, namun mengapa mereka belum melaporkan hasil kerja mereka, Permaisuri sampah itu pun nampak masih sehat dan bugar, permaisuri sampah itu bahkan masih duduk dengan nyaman di valiumnya
"Bibik aku tak perduli, aku harus membunuh permaisuri sampah itu secepatnya, jika tidak maka usahaku selama ini akan berakhir sia sia" Ucap Bai Huan kesal, ia tak akan bisa menunggu lebih lama lagi, setelah kematian permaisuri sampah itu maka sang kaisar akan menjadi miliknya, yah memang hanya permaisuri sialan itu lah yang membuat bai huan kehilangan cintanya, dan saat ini iaa kan merebut kembali sang kaisar, merebut apa yang seharusnya ia miliki
"Tenang lah a huan, kita akan menunggu sedikit lagi, jika masih belum ada kabar maka bibi akan ke organisasi teratai Hitam dan akan meminta mereka mengirimkan pembunuh terbaik mereka" Ucap selir bai kesal, ia sudah menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk menyewa orang yang bahkan menghilang, namun mereka tentu saja harus mencoba dan terus mencoba hingga apa yang ia inginkan tercapai
__ADS_1
"Jika kalo ini mereka gagal lagi maka aku sendiri yang akan membunuh sampah itu, aku sudah begitu lama menunggu bi, mengapa semua menjadi sangat menyebalkan" Rengeknya
"Tahan emosi mu A huan, tidak baik jika sampai di dengar oleh seseorang" Ucap selir bai berbisik pelan
"Mengapa tidak?, selama ini aku selalu membohongi diri dengan bertindak seperti teratai putih yang begitu lemah tak berdaya, aku lelah bibi, aku lelah untuk terus berpura pura" Ucap bai huan kesal, memang di balik wajah halus dan sikap sopannya, tersimpan monster manja dan super nekat di dalam sana, sejak kecil ia sudah di ajar menjadi penjilat maka hal yang wajar jika ia merasa bosan dengan profesi ini, ia hanya menginginkan kaisar zhou, yang lainnya ia tak perduli dan tak akan pernah ingin perduli, ia tak pernah perduli dengan perebutan kekuasaan itu yang ia ingin kan hanyalah hati sang kaisar zhou, orang yang selalu ia impikan sejak kecil
"Jika tidak mau maka ,bersikaplah seperti biasa, jangan berbuat konyol jika tidak kau akan benar benar akan kehilangan yang mulia kaisar, bersabarlah beberapa saat lagi, bibi yakin suatu saat pasti kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan" Ucap selir bai mengelus surai panjang milik keponakan tersayangnya ini, ia harus bersabar dengan sikap manja nona Bai ini, ia masih membutuhkan tenaga nona bai untuk mencapai tujuan, ia masih sangat membutuhkan seorang nona bai di sampingnya dan memperalatnya, dan jika semua selesai membuang boneka adalah hal yang seharusnya di lakukan bukan?.
"Maaf kan A huan bibi, A Huan sudah membuat bibi selir kecewa" Ucap bai huan dengan suara lembut yang berbuat buat, yang di katakan sang bibik memang benar, jika ia menunjukan sifat aslinya maka ia akan di jauhi, ia tentu tak menginginkan hal itu, ia harus mendapatkan apa yang ia inginkan,
__ADS_1
"Baiklah, kau bisa kembali dan beristirahat lebih awal, agar kau bisa bangun dengan segar besok" Ucap selir bai pelan sambil tersenyum lembut pada sang keponakan,
"Baik bibi selir, kau juga beristirahat lah lebih awal bi, udara malam tidak baik untuk kesehatan mu'' Ucap Bai Huan menekukan lutut dan berlalu meninggalkan kediaman sang selir bai,
bai huan kembali ke kediaman nya untuk memikirkan langkah yang harus ia ambil, bagai manapun caranya ia harus mendapatkan kaisar es itu, ia sudah banyak berkorban namun bahkan sang kaisar tak pernah meliriknya, mereka sudah kenal dan bersama sejak muda, mereka telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk bersama, melakukan hal bersama dan mencari pengetahuan bersama, lalu mengapa?, mengapa permaisuri memberikan dekrit pernikahan itu seharusnya Bai Huan lah yang duduk di posisi permaisuri saat ini, mengapa dunia mengkhianatinya
setelah kepergian nona bai, selir bai berjalan angkuh kembali ke kamar,
"Aku harus bergerak cepat jika tidak bocah naif itu akan berbuat bodoh" Batin Selir Bai menyesap tehnya perlahan sambil menatap kegelapan, ah ia hanya bisa berharap jika pembunuh yang ia kirim ke valium bulan segera memberi kabar seperti yang mereka inginkan
__ADS_1