Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab127#


__ADS_3

Ke adaan istana benar benar menjadi kacau kaisar yang semakin begis dan suka mengamuk, keadaan sang kaisar tentu saja tak jauh berbeda dari saudara sepeninggalkanya, dia adalah yu fang atau biasa di kenal dengan pangeran ke enam, saat ini ia tak lebih dari seorang pangeran yang putus asa seakaan telah ke hilangan gairah hidupnya, kepergian Nona muda dari keluarga Ling itu dapat membuatnya kacau, ia sudah mencoba mencari hiburan namun bahkan ia tak bisa terhibur, yu fang, pangeran putus asa yang menghabiskan hari dengan arak,


setelah kepergian Ling Shi tiga bulan lalu, Yu Fang menjadi benar benar kacau, minggu pertama ia merasa baik baik saja, minggu ke dua ia merasa sedikit kesepian dan minggu ketiga ia memilih untuk pergi ke perbatasan barat, mengungkapkan isi hatinya, namun usahanya sia sia, nona muda dari keluarga ling pun sudah tak berada di perbatasan,


jendral ling mengatakan jika Ling Shi mengelilingi dunia untuk menenangkan diri, meninggalkan cinta bukan hal yang mudah, kau akan merasa kesakitan di setiap saat, dan yah ling shi memilih pergi untuk memulai kehidupan baru, dan kisah baru, ia hanya mengikhlaskan sosok pangeran ke enam itu, kenyataanya cinta tak bisa di paksakan, dan ia tak ingin terjebak dalam cinta yang buta ini, biar cinta Yu Fang menjadi semangatnya untuk menghentikan segala kejahatan dimanapun kakinya berpijak,


"Adik ke enam, apa yang kau lakukan, ini bukan diri mu" Ucap pangeran ke dua menarik kendi arak yang selalu menemani Yu Fang setiap harinya, prihatin, tentu saja ia sangat prihatin, adik ke enamnya ini adalah sosok yang sangat kuat tapi kenapa ia bisa kalah seperti ini?,


"Ah kakak ke dua, kau sangat beruntung, kau bisa melihat gadis yang kau cintai setiap hari, setiap saat dan setiap detiknya, kau bisa melindunginya dan berinteraksi bersamanya, sedangkan aku?, nona muda sialan itu menghilang setelah membuat ku jatuh cinta, menyebalkan, bahkan aku di kalahkan oleh gadis Ling itu" Racau yu fang,


"Adik ke enam, sadarkah, istana sedang kacau, kau tak boleh seperti ini, kau harus bangkit, lagi pula nona ling hanya mengelilingi dunia, belum pergi ke dunia lain, kau masih memiliki kesempatan" Ucap pangeran lan menyemangati namun yu fang bahkan hanya menggeleng sembari meneguk araknya kembali


"Kau tak akan mengerti kakak, kau tak pernah merasakan kehilangan, kau bisa mencoba jika ingin tau, rasanya sangat menyakitkan"

__ADS_1


"Adik ke enam, mari kembali ke kamar, kau tak bisa seperti ini, kau adalah pemuda kuat, jangan sampai kau kalah oleh cinta"


Yu fang terkekeh pelan mendengar ucapan kakak keduanya, ia pemuda kuat


"kakak kau bercanda, yang mulia kaisar juga pria yang kuat, bahkan sangat kuat, tanyakan padanya berapa hancurnya perasaanya saat ini, di tinggalkan itu sangat tidak enak" Ucap Yu Fang terkekeh, pangeran ke dua menarik nafas pelan, kini istana kacau balau, pemberontak semakin meresahkan namun pertahanan istana semakin lemah, kaisar sedang dalam masa keterpurukan maka para bawahan lainya ikut terkena dampaknya, pemerintahan kacau, yah memang kehilangan adalah hal yang paling di takuti oleh setiap manusia,


"Pelayan, buatkan sup herbal" Ucap pangeran lan, ia segera merebahkan tubuh yu fang di ranjang, setelah meracau panjang akhinya ia jatuh pingsan, ia bukan pemuda yang kuat dengan arak, yu fang bahkan sangat terntan.


Saat Keadaan istana kacau, di mision jendral, seorang wanita sedang terbaring lemah di ranjangnya, di sampingnya sudah berdiri beberapa orang


"Tabib?" Ucap seorang wanita paruh baya, wajah tuanya terlihat kelelahan, ia sudah berjaga selama beberapa hari ini, ia tak mungkin bisa tidur nyenyak jika putri sulung keluarga chen ini dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan


"Kita tak bisa menunggu lagi, aku akan segera mengirimkan surat ke istana, tabib Kekaisaran tentu akan menyelamatkan Li er" Ucap jendral chen kacau, ia tak ingin kehilangan putri pertamanya, sungguh ia tak ingin

__ADS_1


"Maafkan paman jendral, sebelum kakak permaisuri pinsan ia berpesan agar tak mengatakan apapun pada kaisar, maaf jika lancang, sepertinya kaisar dan kakak permaisuri berada di dalam masalah besar, lebih baik kita tak ikut serta dalam masalah mereka, kita hanya bertugas untuk menjaga, aku tak ingin kakak permaisuri semakin kecewa pada kita" Ucap seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka, dia adalah Wu Lanyou, tuan muda bermarga Wu yang merupakan sepupu Mian Li, Wu Lan adalah keponakan dari Wu Xiangru, mendiang nyonya pertama kediaman jendral,


"Tapi?, paman sangat khawatir dengan kandungan li er, jika tak di berikan perawatan yang maksimal" Ucap jendral chen, ia tak ingin melukai perasaan putrinya, tapi ia juga tak bisa membiarkan sang putri terbaring lemah, seperti ini


"Menjawab jendral, keadaan kandungan permaisuri cukup baik, permaisuri hanya kelahan, mungkin permaisuri akan terjaga esok atau lusa" Ucap sang tabib pelan


"Hm baik lah tabib, Terima kasih telah merawat putri ku, berharap agar tabib tak mengatakan apapun di luar mision" Ucap jendral chen pelan, ia menghormati keputusan Mian Li, setidaknya Mian Li tak akan marah besar saat terjaga,


kemarahan Mian Li memang tak bisa dihindarkan, mereka pantas mendapatkan itu, atas segala dosa yang telah mereka buat selama ini, kini kamar Mian Li menjadi sunyi, hanya ada jendral chen dan Mian Li yang berada di ruangan itu, jendral Chen berjalan mendekati ranjang dan duduk di samping mian li, ia menggengam tangan mian li dengan erat, begitu banyak penyesalan pada dirinya, ia bahkan tak pantas di sebut ayah


"Cepat sembuh putri ku, ayah tau kau wanita kuat, meski kaisar tak menginginkan mu, ayah adalah tempat kau pulang, kau bisa menceritakan segala keluh kesah mu, maaf atas keterlambatan ini, ayah sangat menyayangi mu, ayah berusaha untuk menjauhkan mu dari keluarga kaisar, mengatakan rumor buruk agar tak ada yang melirik mu, tapi sepertinya mendiang permaisuri tak melepaskan mu, dia bahkan rela mengorbankan putranya untuk membalaskan dendam yang tak berujung ini" Ucap jendral Chen, jendral Chen terus bercerita hingga malam larut, ia menghela nafas pelan saat seorang pengawal memanggilnya, menyatakan jika ada rapat dadakan di istana,


"Ayah harus pergi, lagi lagi ayah mementingkan tugas negara, maaf kan ayah, ayah memang bukan ayah yang baik, namun ayah berjanji akan melakukan apapun agar kau bahagia," Ucap jendral chen mengecup kening Mian Li dan segera menuju istana,

__ADS_1


Akhir akhir ini pemberontakan merajalela, keadaan kaisar bisa di bilang tidak baik, para rubah istana mulai beraksi, menggunakan waktu ini untuk mengambil alih kekuasaan, keluarga chen sudah setia dengan kaisar turun temurun, dan itu berlaku hingga sekarang, ia tak memihak siapapun, ia hanya melakukan tugasnya dengan baik, keluarga chen tak ikut konspirasi mengenai apapun, mereka telah cukup puas dengan pencapaian mereka.


__ADS_2