Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Ban91#


__ADS_3

tampa terasa beberapa hari telah berlalu, rombongan kaisar pun sudah menempuh hampir setengah perjalanan dan menghabiskan sekitar 3 hari lagi untuk sampai ke istana, perjalanan dari perbatasan barat memang sangat jauh jika menggunakan rombongan seperti ini, dan yah mereka harus menghabiskan beberapa waktu lagi agar dapat ke kota Kekaisaran, perjuangan kali ini mendapatkan hasil yang bahkan sangat memuaskan, kerajaan young sudah di ambil alih oleh sang kaisar, kaisar sudah menempatkan seorang mentri untuk mengatur tetatan kepemimpinan di Kerajaan tersebut, mengenai raja?, yah tentu saja di biarkan kosong, lagi pula siapa yang berani merebut tanah yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Xianyang yang berada di bawah kepemimpinan seorang kaisar zhou, mereka masih menyanyangi nyawa mereka dan menghindari masalah adalah pilihan yang sangat tepat untuk mereka ambil


"Kakak ke dua, aku tak melihat keberadaan kakak ipar dari beberapa hari yang lalu, dimana dia?, apakah sesuatu yang buruk terjadi padanya?" Ucap Yu Fang pelan,


da tentu saja keduanya sedang berbisik, agar tak di dengar oleh orang lain, keduanya saat ini berada di atas kuda dan berjalan beriringan, sedangkan sang kaisar berada di dalam kereta bersama beberapa kotak perhiasan yang di titipkan sang permaisuri padanya, apakah saat ini kaisar mulai belajar bagai mana menjadi seorang suami yang baik?,


"Entahlah adik kedua, kakak ipar dan yang mulia adalah sosok yang sulit di mengerti, jangan menyimpulkan suatu masalah dalam sekali pandang" Ucap pangeran lan pelan, ia tak ingin terlalu membahas sang kakak ipar karena hanya akan menyulut amarah sang kaisar saja, bahkan sang kakkak ipar dengan begitu mudahnya meninggalkan kaisar dengan barang bawaan yang sangat banyak ini, namun sang kakak hanya menerima dengan begitu pasrah dan malah menjaga barang barang yang di titipkan dengan baik, kakak ipar mereka sungguh sesuatu, bahkan kakak pertama mereka yang bengis di buat bertekuk lutut


"Sepertinya ada yang tidak beres aku harus mencarinya, aku tak ingin terjadi hal buruk pada kakak ipar" Ucap yu fang pelan, ia merasa khawatir dengan sang kakak ipar, bagai manapun ia tak bisa mempercayai kakak pertamanya yang bisa saja meledak sewaktu waktu, ia tak bisa menjadi jika kakak iparnya bisa terlepas dari kekejaman kaisar tiran ini, oh tidak ia tak akan membiarkan siapapun melukai kakak ipar mereka, tak akan, ia sudah terlanjur sayang, ia tak akan diam saat seseorang membuat kakak iparnya merasa tak nyaman


"Tidak perlu adik ke enam, mungkin kakak ipar sudah berada di istana sekarang, kau tak perlu cemas, kakak ipar bukan orang yang bodoh untuk di tindas" Ucap pangeran lan pelan, kakak iparnya bahkan berpamitan pada dirinya (pangeran lan)


"B.. Ba.. Bagai mana biasa?, bagai mana bisa kakak terlalu percaya padanya" Ucap yu fang, kakak ipar mereka sudah berada di istana?, apakah ini nyata?, atau kakak keduanya sedang membual, tapi?, seorang ketua chap militer membual?, yang benar saja,


hal yang bahkan tak pernah di fikirkan oleh nya adalah kepercayaan sang saudara pada kakak iparnya, bahkan mereka baru setengah perjalanan setelah berangkat dari chap militer 2 hari yang lalu, dan saudaranya sudah begitu yakin jika sang kakak ipar sudah berada di istana, uh baik lah, yu fang harus mempercayai ucapan saudaranya, yah ia tak memiliki pilihan lain, ia hanya bisa bercaya dan berharap jika yang di katakan kakak iparnya adalah kebenaran


Di istana semua terlihat begitu sibuk untuk menyambut kedatangan sang kaisar

__ADS_1


"A li, bersiap lah tak lama lagi yang mulia kaisar akan datang" Ucap selir kelima ppelan


saat seperti ini bahkan menantunya benar benar tidak memiliki niat untuk menyambut kepulangan kaisar, bagai mana bisa begitu, selir kelima bahkan tak akan membiarkan itu, sebagai seorang istri sudah sepatutnya menyambut kepulangan sang suami yang baru saja menempuh perjalanan begitu jauh


dan yah, pula selir kelima harus menyambut kepulangan ke dua anaknya dari pengasingan, hanya ribuan terimakasih yang bisa ia ucapkan pada permaisuri yang sudah menghujani mereka dengan cinta dan kebahagiaan,


beberapa hari lalu ia mendapatkan surat dari sang putra pertama, ia sangat bahagia saat tau jika kaisar sudah mencabut dekritnya, masa pengasingan telah usai, keluarga mereka akan kembali bersatu, kesedihan selama 5 tahun akhirnya berakhir sudah, permaisuri ini bagai kan dewi keberuntungan keluarga mereka, mereka bahkan sangat menyayangi sang permaisuri


"Apakah itu harus ibu?" Ucap Min pelan, ia belum sempat belajar tatakrama Kekaisaran, wajar saja jika ia tak tau, bahkan ia kabur saat sang kaisar memberinya hukuman


"Tentu A li, kaisar akan segera tiba mari segera ke gerbang" Ucap selir kelima pelan, ia akan menyambut kepulangan para putranya dengan hati yang gembira


"Permaisuri li dan selir janda kelima tlah tiba" Teriak seorang kasim yang kini menggema teriakan itu di susul dengan jalan yang perlahan terbuka tak ada yang berani menghalangi jalan sang permaisuri ini karpet merah terbentang begitu indah , Min dan selir kelima berjalan anggun mengambil posisi paling depan untuk penyambutan sang kaisar, para pejabat dan pengawal hanya membungkuk memberi gestur hormat pada sang permaisuri, yang bahkan sangat jarang menunjukan diri


"Selir janda keempat dan nona bai telah tiba" Ucapnya lagi, selir ke empat dan nona bai mengambil tempatnya yang berada di belakang sang permaisuri, bagai manapun posisi mereka tak mendukung untuk membuatnya berdiri di depan, huh tak masalah meskipun saat ini ia berdiri di belakang si sampah, namun ia yakin suatu saat ia pasti bisa berda di barisan terdepan, yah ia yakin itu


"Apakah masih lama bu?" Ucap Min dengan begitu bosan, ia sudah lama berdiri namun rombongan tak kunjung menampakan batang hidungnya, saat ini Min hanya ingin menjemput barang barang berharganya, ah ia sudah tidak sabar lagi, semua perhiasannya yang indah, ia sudah tak sabar melihat segala barang yang ia beri, mengenai kaisar?, siapa yang perduli dengan pria es itu, min harus mengeraskan hatinya agar tak jatuh cinta, yah ia tak ingin jatuh cinta pada kaisar, meskipun ia bahkan tak yakin jika ia bisa melakukan itu.

__ADS_1


Min masih berdiri dengan begitu bosan, kemana mereka?, mengapa tak kunjung muncul?, huh, lagi lagi ia menghela nafas lelah, seyum samar terukir di wajahnya saat setelah lama menunggu akhirnya rombongan yang di tunggu pun datang,


kedua pangeran nampak begitu gagah dengan kuda hitam dan baju besinya khas seorang jenderal, Min tersenyum bangga melihat kedua adiknya yang begitu mengagumkan ini, perlahan kuda berhenti dan Pangeran lan dan yu fang segera turun, bersama sang kaisar yang juga ikut turun dari kereta


"Hormat pada yang mulia kaisar semoga di berkahi umur panjang dan kebahagiaan di sepanjang kehidupan" Ucap semua bersamaan sembari membungkuk memberi salam hormat pada sang kaisar


"Permaisuri" Ucap sang kaisar pelan setelah berdiri di hadapan sang permaisuri, para prajurit dan pejabat istana hanya bisa diam tanpa protes, selma ini rumor buruknya permaisuri dan ke tidak perdulian kaisar telah menyebar luas di seluruh wilayah, namun apa yang mereka lihat hari ini bahkan sang kaisar bengis ini bicara begitu lembut pada seorang wanita, apakah mereka tak salah dengar?, seorang kaisar tiran menjadi begitu lembut pada seorang wanita dan, yah wanita itu adalah permaisuri li, permaisuri kekaisaran xianyang ini, permaisuri yang selama ini di rumor kan sampah, bodoh dan permaisuri yang tak di inginkan, namun saat ini?, sangat bertolak belakang bukan?, mereka mulai bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi?, apakah rumor yang mereka dengar itu benar?, atau hanya bualan kelas bawah yang tak berguna itu


"Yang mulia" Ucap Min menekuk lututnya pelan, hubungan keduanya sudah mulai membaik selama di chap militer mereka memutuskan untuk saling menghormati satu sama lain ,lagi pula itu bukanlah suatu pilihan yang buruk,


Min tidak akan meremehkan jika sang kaisar tak menatapnya dingin, ia tak akan berulah jika tak ada yang mengusik, yah tentu saja, dan yah ia sudah memutuskan untuk menutup rapat pintu hatinya, untuk apa memaksakan cinta pada pria yang bahkan tak pernah menginginkan mu, lagi pula ia adalah min jiana, seorang gadis mafia yang tak pernah mengenal apa itu cinta, bukan Chen Mian Li gadis bodoh yang bahkan mengorbankan diri hanya untuk cinta, sungguh kehidupan ini begitu kejam, yang lemah di injak dan yang kuat di agung agungkan, sejak zaman kuno manusia memang selalu pada sifatnya, jika tak saling menguntungkan untuk apa menjalin sebuah hubungan, manusia akan tetap menjadi mahluk yang serakah dan egois, yah memang begitulah fitrahnya,


"Bangkit lah" Ucap sang kaisar memegang bahu permaisuri, ia menatap sang permaisuri lekat, tatapan penuh cinta, mereka tak berjumpa hampir satu minggu ini, tentu saja ia merasa rindu dengan wanita yang berstatus istri sahnya ini, yah saat ini ia sedang merindu, dari ia harus menyelesaikan itu, setelah cukup lama saling bertatapan, sang kaisar beralih menggengam tangan sang permaisuri, seolah mengatakan pada seluruh dunia jika permaisuri hanya miliknya, tak ada yang bisa merebut istrinya, permaisuri adalah miliknya, dan bahkan tak akan pernah sudi berbagi dengan siapapun, lihat lah siapa yang begitu berani untuk menjadi saingan cintanya?, kaisar zhou mempererat genggamanya saat pangeran lan berdiri di hadapan mereka, saingan yang bahkan sangat berat baginya,


"Yang Mulia" Ucap kedua pangeran membungkuk sebagai salam hormat utuk wanita yang berperan sebagai kakak ipar mereka, yu fang bahkan tak menyangka yang di katakan saudara keduanya adalah kebenaran


"Bangkit lah pangeran" Ucap Min pelan

__ADS_1


"Selir janda" Ucap keduanya lagi


"Pangeran" Ucap selir kelima menepuk bahu lebar kedua putranya ini, ini seperti mimpi baginya sejak ke jadian itu mereka bahkan tidak berani untuk berharap di pertemukan, namun kehadiran min merubah hidup mereka dengan sangat baik, ia sangat merindu, namun?, ia tak bisa berbuat sembrono, ini adalah tempat umum, peraturan sudah mengatur segalanya dan bahkan tak ada yang bisa melanggar peraturan yang telah di buat oleh para leluhur


__ADS_2