
Kita ke min ji ana yang kabur dari istana.
Min menghentikan kudanya di sebuah kedai makan yang berada di pusat kota, min berjalan pelan masuk dan duduk di meja yang berada di lantai dua kedai, ruangan itu bisa di gunakan oleh bangsawan tingkat atas yang memiliki beberapa pembicaraan yang serius
"Nona" Ucap seorang pria yang kini membungkukkan tubuhnya
"Duduk lah" Ucap Min, ia beranjak duduk,
Pria hitam itu mengeluarkan beberapa barang dari balik lengan jubahnya Botol porselen, dupa astestik yang tinggal setengah, dan sepucuk surat, min menaikan satu alisnya, surat?, sebuah surat ancaman?, min mengerutkan keningnya, siapa yang berani mengancam selir utama jendral Chen?,
Benda terakhir keluar membuatnya kembali mengerutkan keningnya, sebuah saputangan berisi sulaman berbentuk mawar yang mekar, siapa pemilik sapu tangan ini?,
Surat ancaman itu terlihat jelas jika selir jendral melakukanya dengan agak terpaksa, lalu siapa yang berada di balik semua ini, siapa yang begitu tega menyuruh selir jendral meracuni ibunya
"Kau yakin?"
"Hamba menemukan barang barang ini saat menyelidiki vapiliun nyonya jendral" Ucap pria itu
"Baiklah, kau bisa meninggalkan tempat ini, suruh anak buah mu tetap menyelidiki kediaman jendral" Ucap min dan segera berlalu meninggalkan kedai makan, segera memacu kudanya menuju hutan pinggiran kota
"Apa semua ini?, aku tak ingin percaya, tapi aku pernah melihat sulaman yang berada di sapu tangan itu" Ucapnya sembari menatap kosong hamparan bunga yang bermekaran dengan indah,
Sayang bahkan ia tak dapat menikmati suasana indah itu, pikirannya melayang, kematian ibunya bukan hal yang sederhana, tidak hanya karena persaingan antara wanita jendral, ada sosok di balik layar, siapa sebenarnya sosok itu?, apa masalahnya dengan ibunya?, mengapa begitu mencelakai bahkan membunuh ibunya.
__ADS_1
ia menghela nafas pelan, hari beranjak siang, kaisar pun pasti sudah menyelesaikan akan heboh mencarinya, huh kaisar memang sangat merepotkan semenjak hari ulang tahunnya itu, bukan hanya tak bisa tidur jika tak di peluk,
Kaisar selalu saja membungkamnya dengan ciuman, dan hal yang membuatnya semakin kesal adalah ulah kaisar yang selalu mengekorinya setiap saat, bukankah itu melelahkan?, saat ini ia harus segera kembali ke istana, jika tak ingin mendengar keluhan ling shi karena drama yang di buat kaisar
"Zui mari kembali'' Ucap Min pada kuda hitam kesayangannya,
Mereka sudah berada di luar dalam waktu yang cukup lama, dan sudah waktunya untuk kembali ke istana, jika tak ingin melihat istana yang hancur karena kaisar yang dengan sengaja memorak porandakannya.
Kuda berlari dengan cepat hingga mencapai jalan rahasia menuju valium bulan
" Nona, aku sangat mencemaskan mu" Ucap Fei Yang sembari menyambut kedatangan junjungannya yang bahkan tak bisa menetap dan duduk diam di istana, selalu saja memiliki rencana untuk bermain, jika kaisar mengetahui hal ini maka ialah yang akan menerima hukuman
"Kau ini, aku sudah sering keluar masuk, kau memperlakukan ku seperti bocah saja" Ucap Min sembari menggembungkan pipinya,
"Kau sudah kembali nona?, kaisar akan ke vapiliun bulan, aku akan membantumu bersiap" Yu Mi yang baru datang dengan napan berisi kudapan dan sepoci teh, untuk sang nona
"Bahkan aku baru menarik nafas dengan tenang beberapa hari ini, mengapa ia mengacau hari hari ku lagi, mahluk itu, Benat benar membuat ku kelabakan"
Ulah kaisar yang selalu saja datang dengan tiba membuatnya benar benar muak, namun?, ia tak bisa menolak kedatangan kaisar, karena kaisar sialan itu sangat tau jika ia tak bisa bergerak jika para pelayannya di jadikan sebuah ancaman
"Cepat bantu aku bersiap, ia akan curiga jika melihat ku seperti ini" Ucapnya duduk di depan kaca, yu mi dan fei yang mengguk pelan dan mulai merias wajah, menata rambut sang junjungan,
dalam perhitungan mereka kaisar akan datang dalam waktu dekat, mereka harus segera menyiapkan Min
__ADS_1
"Kaisar telah tiba" Suara itu terdengar bagai gemuruh besar di antara mentari yang cerah, Min menghela nafas pelan dan mulai mengatur expresinya sebaik mungkin
"Siapkan makanan" Min dengan nada pelan, entah mengapa tingkah aneh kaisar semakin menjadi, di mulai dengan hal yang aneh dan bahkan membuatnya selalu merasa sakit kepala,
Ia selalu datang ke vapiliun bulan hanya untuk sekedar menikmati sarapan, makan siang, Min hanya bisa menghela nafas, ia tak mungkin mengusir kaisar dari paviliunnya, dan berakhir dengan rutinitas ini, yang langkah Min tidak leluasa
"Salam pada yang mulia" Ucap lembut, saat kaisar tiba Min baru saja menyelesaikan riasannya, beruntung Fei Yang sudah menyingkirkan pakaian hitam itu terlebih dahulu jika tidak, semua akan tau apa yang akan terjadi, min sungguh tak sanggup jika kembali berakhir dengan gelutan panas itu, ia lelah tubuhnya remuk
"Bangkitlah permaisuri" Ucap kaisar dan duduk di balik meja dengan wajah yang terlihat begitu sumringah, ia selalu merasa bahagia saat melihat wajah indah milik permaisurinya ini
"Apakah urusan negara melelahkan?,anda harus beristirahat yang mulia" Ucap Min dengan pelan sembari menuangkan teh untuk kaisar, Kaisar Zhou menghela nafas pelan sembari menyesap tehnya dengan pelan, saat ini pikirannya sangat lelah, banyak hal yang terjadi, banyak kekacauan yang menggangu pikirannya, pemberontakan kian menjadi, mereka harus selalu waspada pada para penghianat,
"Hm baiklah kaisar ini akan beristirahat di sini, Li Er temani aku" Ucap kaisar Zhou pelan, Min memaksakan senyum terbaiknya, uh apakah harus selalu seperti itu?, menyebalkan
"Baiklah yang mulia, mari" Ucap min pelan, keduanya beranjak menuju kamar,
"Segeralah beristirahat yang mulia aku akan menunggu mu di sini" Ucap min pelan, kaisar zhou merebahkan tubuhnya yang sangat lelah ini, ia bahkan tak mengunjungi permaisuri tercintanya beberapa hari ini, tugas negara selalu menahannya di dalam ruangan
"Apakah periode mu sudah selesai permaisuri" Ucap kaisar Zhou pelan, ia sungguh tersiksa jika seperti ini, hasrat yang tak terlupakan, tumpukan dokumen negara, pemberontakan, maslah istana luar ataupun dalam uh lengkap sudah penderitaan nya
"Belum yang mulia, segeralah beristirahat, kau tak akan tidur jika memikirkan itu"
"Mengapa begitu lama?, aku merindukan mu" Ucap kaisar zhou yang kini menarik min ke dalam dekapannya
__ADS_1
"Aku bisa mencarikan gadis cantik untuk menemani mu yang mulia" Ucap Min pelan, ia tentu saja senag dengan periode ini setidaknya ia tak tersisa dengan nafsu buas suami mesumnya, siapa yang menyangka di balik wajah datar sedingin es itu menyimpan monster mesum yang menakutkan.