
"Kak apa yang kau lakukan di sini?" Ucap seseorang sedari berdiri tak jauh darinya, yah dia adalah pangeran lan yang sedang melihat lihat keadaan sekitar chap, tak menyangka jika ia akan bertemu dengan sang sang kakak, min sempat terkejut dengan kedatangan sang pangeran yang terlalu tiba tiba, huh untung ia menggunakan kain penutup wajah, jika tidak maka pangeran lan bisa menanyakan sesuatu padanya, dan tentu saja hal itu adalah hal yang tak perlu di katakan pada orang lain, biarkan min menyelesaikan masalnya sendiri
"Ah adik kedua, duduk lah, aku sedang dara segar di pagi hari, dan yah memang cukup menyenangkan, ah ia akhir akhir ini kuliat kalian sedikit sibuk" Ucap min pelan, yang di katakan min benar adanya, kaisar selalu sibuk dengan dokumen dan rapat, sedangkan pangeran lan dan yu fang tak pernah terlihat batang hidungnya, mereka selalu keluar masuk chap, entah apa yang di lakukan kakak beradik itu
"Kau mendapat tugas dari kaisar?" Ucap min pelan, pangeran lan hanya menjawab dengan sebuah aggukan pelan, sebagai bawahan mendapat tugas bukanlah hal yang langangka bukan?, lagi pula melindungi perbatasan bagian barat adalah tugasnya
"Ini akan menjadi kasus terakhir, setelahnya kita bisa segera kembali ke istana" Ucap pangeran lan tersenyum lebar, ah ia tak percaya dengan apa yang ia dengar, bahkan kaisar mengatakan bawa ia sudah menyelesaikan masa pengasingan, pengaruh apa yang di berikan kakak iparnya ini hingga sang kaisar yang dingin dan kejam itu luluh,
meski tak mungkin untuk kembali membangun hubungan baik pangeran lan sangat senang karena kakak tertuanya kembali memperhatikan mereka, yah pangeran tentu mengenali tempramen sang kaisar, di masa lalu mereka tumbuh bersama dan menghabiskan begitu banyak waktu bersama, sampai tibalah masanya ia di tuntut untuk menjalankan kewajiban, pangeran lah tak pernah membenci kakaknya karena ini, saat keluarga besar yu di eksekusi pun tidak, ia tak ingin menyimpan dendam pada kakak yang telah mengajarinya banyak hal, ia yakin jika sang kaisar tak berniat untuk melukai mereka hanya saja hukum tetaplah hukum, dan tetap harus di jatuhkan pada siapapun yang bersalah
__ADS_1
"Benarkah?, kau tidak bercanda kan? " Ucap min melompat kegirangan, jika pengasingan mereka selesai berati mereka akan kembali berkumpul dan kebahagiaan selir ke lima akan menjadi lengkap, kebahagiaan kecil yang selalu ia impikan akan segera datang, berkeluarga utuh, di temani kasih sayang dan di damping oleh kepercayaan, min tak menyangka jika ia bisa mendapatkan berkah ini, di masa lalu bahkan ia tak berani bermimpi untuk merasakan bagai mana hangatnya pelukan seorang ibu, bagai mana hangatnya tatapan penuh kasih dari seorang ibu, dan sekarang ia mendapatkan semuanya, min harus menjaga mereka, dan tak akan membiarkan siapapun menghancurkan kebahagiaanya
"Yang mulia kaisar telah mencabut dekritnya, dan ini untuk yang terakhir halinya" Ucap pangeran lan tersenyum melihat kebahagiaan kakak iparnya ini, sayang sekali, jika gadis yang di hadapannya ini belum menikah maka ia akan senang hati mengantarkan sebuah surat lamaran, namun?, ah, nyatanya gadis ceria dan cerdas ini sudah menikah dan bahkan sekarang menjadi kakak iparnya, pangeran lan tidak mungkin merebut apa yang bukan miliknya, ia cukup puas dengan posisinya saat ini, ia cukup puas dengan segala pencapaianya
Min tersenyum lebar dan tampa aba aba menghambur ke pelukan pangeran lan, ia sangat senang mendengar kabar ini, ah ternyata Kaisar es itu cukup mengerti dia ah ia harus mengucapkan terimakasih setelah ini, harus,
"Yang mulia" Ucap pangeran lan membungkuk, namun Kaisar mengabaikannya dan menarik lengan Min menjauh, ia tak suka, tak suka melihat kedekatan permaisurinya dengn pria lain sangat tak suka, min hanya miliknya dan ia tak akan pernah rela untuk berbagi dengan siapapun, yang menjadi miliknya akan selalu menjadi miliknya, jika ada yang mengusik maka bersiaplah menjalani kehidupan yang pahit
"Jelaskan" Ucap kaisar zhou menghempaskan tubuh Min ke ranjang, yah kaisar zhou membawa min ke kamarnya ia membutuhkan penjelasan, pelukan?, apa itu?, sangat tak pantas, bahkan kaisar zhou sendiri belum pernah di peluk oleh istrinya menagapa permaisuri dengan ringanya memeluk orang lain, yang tak terikat hubungan apapun denganya, kaisar zhou marah dan yah tentu saja sangat marah karena pada kenyataanya orang yang pertama kali di peluk oleh permaisurinya adalah saudaranya sendiri, kaisar zhou tentu tak menerima penghinaan ini
__ADS_1
"Hey ada apa dengan mu yang mulia, tidak ada hal yang perlu di jelaskan" Ucap Min menunjukan wajah polosnya, ia beranjak duduk namun kaisar malah menindihnya, semuanya sama saja, lihatlah kaisar ini?, selama pernikahan ia tak pernah menujukan ketertarinya pada sang permaisuri, tapi kenapa sekarang malah beralih selalu menempelinya,
"Jelaskan permaisuri" Ucap kaisar zhou mendekatkan wajahnya menatap min dengan tajam, Min mendorong sang kaisar, namun anehnya ia tak mampu, kemana pergi kekuatan yang ia kumpulkan selama ini?, mengapa ia selalu kalah jika berhadapan dengan kaisar ini?, hey ia sudah berusaha keras meningkatkan kultivasinya namun kenapa lagi lagi ia di kalah kan oleh aura menyebalkan itu, sial
"Yang mulia, ada apa dengan mu" Ucap Min pelan, Kaisar zhou yang baru menyadari akan perbuatanya segera bangkit dan menjauhkan tubuhnya dari sang permaisuri, dengan gerakan cepat sang kaisar kembali merapikan penampilannya, mengapa ia bisa kelepasan seperti ini, lagi pula apa pedulinya mengapa ia selalu merasa tak suka jika permaisuri terlalu dekat dengan orang lain, ada apa dengan dirinya?, mengapa semua terasa begitu menyiksa?,
"yang mulia apa yang terjadi?, apakah anda sedang cemburu yang mulia?, jika benar maka permaisuri ini akan mengatakan, jika cemburu anda sangat meresahkan, lihat lah pinggang permaisuri ini, sakit karena anda yang terlalu bersemangat menindihnya" Ucap Min pelan, ia beranjak mendekati sang kaisar, Kaisar zhou hanya mendengus kesal, setelahnya berlalu meninggalkan Min yang masih tersenyum mengejek,
bertingkah aneh dan tak mau mengaku jika dirinya sudah jatuh cinta, dasar pria es naïf, min bukan gadis bodoh yang tak mengerti dengan keanehan kaisar selama ini, Min merapikan pakaiannya setelah meminta pelayan membereskan kamar yang sempat di hancurkan kaisar saat murka tak bersebab itu, Min tak perduli soal itu, lagi pula bukan urusanya, berjalan anggun menginggalkan kediaman, untuk kembali bermain main di kota, semua orang sedang sibuk, Min merasa kesepian sedikit berjalan jalan adalah pilihan yang tepat untuk menghilangkan kebosanan
__ADS_1