Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab73#


__ADS_3

Dari kejauhan Min melihat 3 orang pria yang bertarung di tepi jurang, ia dapat melihat seorang pria nampak terpental cukup jauh, dan kini kedua pria itu bertarung dengan kekuatan yang tak seimbang, aroma racun tercium sangat kuat, min hanya bisa menggeleng, dasar pengecut berperang menggunan racun?, hey mereka juga sudah bertarung semalaman?, apakah mereka tidak lelah?, min menghela nafas pelan, meraih botol porisilen, ia segera meneguk sebutir pil hitam, dan segera memacu kudanya mendekati pertarungan, pertarungan seperti ini tentu saja tak bisa di biarkan begitu saja


"Yang mulia" Ucap Min dengan panik, ia segera melompat turun dari kuda melangkah cepat menuju sang kaisar yang terduduk lemah di tanah, Min tentu saja tak tinggal diam saat melihat suaminya yang kuat seketika menjadi lemah tak berdaya, dan apa itu?, ia memuntahkan darah?, yang benar saja?


"A apa yang kau lakukan disini kembali ke istana" Ucap Kaisar zhou khawatir, bagai mana bisa permaisuri berada di sini?, bukankah ia sudah meminta prajurit kembali ke istana dan seharusnya sudah berada di tempat yang aman, lalu?, mengapa samapai di sini?, mengapa?, kecemasan yang bahkan tak pernah ia rasakan seumur hidupnya mendera dengan begitu kejam, bagai mana bisa begitu?, yah pada kenyataannya kekhawatiran seorang suami pada istrinya itu hal yang wajar


"Tentu saja mencari mu bodoh, kau meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini, membuat ku khawatir saja, apa kau tau?, jika kau mati aku akan menjadi janda, dan itu sangat tak menarik bagi ku, aku tak mau mengurus Kekaisaran sendirian, masalah ku sudah cukup banyak dan sangat memusingkan, dan itu sudah lebih dari cukup, kau di larang untuk menambahya lagi" Ucap Min kesal, tanganya bergerak cepat meraih pergelangan sang kaisar dan memeriksa denyut nadinya, Min menyipit kesal, bahkan sang kaisar terkena racun, sial siapa yang berani meracuni kaisar es ini?, awas saja, mereka berani menyentuh miliknya?, maka Min akan membalas sepuluh kali lipat dari yang ia lakukan pada orang yang sangat ia sayangi, Eh ??, apakah ia tak salah?.


"Segera kembali ke istana permaisuri, aku bisa mengatasi ini" Ucap Kaisar zhou yang masih terdengar begitu dingin, ia tak ingin terjadi sesuatu pada permaisurinya, tempat ini sangat berbahaya nyawa bisa melayang kapan saja, jika itu terjadi maka ia tak akan pernah memaafkan dirinya karena tak mampu menjaga sang permaisuri?, dan bagai mana ia bisa bertahan hidup di basa depan?

__ADS_1


"Lihatlah dirimu, dalam keadaan seperti ini kau masih memasang wajah menyebalkan itu dan sangat angkuh, apakah es mu tidak bisa terkikis bahkan sedikit saja, jika sakit maka segera katakan, jangan sok kuat dan malah menyisakan diri, dasar bodoh, jika kau tak mengatakan keluhan mu lalu siapa yang bisa membantu mu?" Omel Min jengkel, dengan ia membantu kaisar zhou menyandarkan tubuhnya di pohon


"bahkan kau terkena racun" Ucap Min segera mengeluarkan pil berwarna kecoklatan dari botol prosilen dan memasukan sebutir pil kedalam mulut sang kaisar, kaisar menggeleng keras, ia tau jika saat ini sang permaisuri memberikan obat agar ia tak sadarkan diri, tidak ia tidak mau jika ia pingsan siapa yang akan melindungi sang permaisuri, namun semakin keras kaisar menolak maka semakin keras min memaksa


"Hey cepat lah, segera makan pil ini, jika tidak kau akan akan semakin kesakitan, apakah kau sangat menginginkan kematian?" Ucap Min kesal saat sang kaisar menolak pilnya, ia hanya ingin menghentikan rasa sakit sang kaisar, setidaknya dengan cara ini kaisar bisa bertahan, racun yang berada di tubuh kaisar telah menyebar dengan cepat, jika ia tetap memaksakan untuk sadar maka kaisar bisa saja kehilangan nyawanya, dan Min tentu saja tak akan membiarkan hal itu terjadi


"Kembali ke istana"ucap kaisar, pelan dengan segala kekuatan yang tersisa, tempat ini berbahaya, ia tak ingin sang permaisuri terluka, ia sungguh tak ingin


"Merepotkan ku saja" Ucap min membersihkan sisa obat yang tersisa di mulutnya, min beralih melihat pertarungan tak seimbang itu Min mengeram kesal melihat pangeran lan yang juga sudah terpental ke pohon dan lagi lagi berhasil memuntahkan seteguk darah

__ADS_1


"Adik" Ucap Min berlari mendekati pangeran lan,


"kau tidak apa" Ucap min segera memeriksa denyut nadi sang pangeran lan, lagi lagi racun Fu ju namun sepertinya racun ini belum tersebar , min sudah tak mempunyai obat penenang, min hanya menotok jalan darah sang adik agar racun tak menyebar, ia harus membuat perhitungan pada pria hitam yang telah melukai miliknya itu, lihatlah bagai mana cara seorang wanita melakukan balas dendam


Tawa menggelegar di tengah peperangan yang sangat curang ini, wajar saja pria hitam ini bisa mengalahkan dua jendral dunia, merka menggunakan cara yang sangat licik, sungguh bukan seorang Ksatria, baiklah Min bukanlah orang baik jika pria hitam itu bermain dengan racun maka ia akan melakukan hal yang sama, toh dia yang memulai, min hanya akan mengikuti permainan yang telah mereka buat


"Hey sampah tak berguna, akan lebih baik kau pulang dan tunggu penyerangan di istana" Ucap pria itu tertawa keras, merasa kemenagan sudah pasti dalam genggamannya, lagi pula ia tak membutuhkan nyawa permaisuri sampah ini, kaisar dan adiknya tak mungkin bisa di selamatkan akibat racun berbahaya ini


"Kauu" Ucap Min mengeram murka, siapapun yang berani menyentuh milikinya akan segera lenyap, Min melesat dengan cepat dengan ranting kecilnya, Min menggeram kesal menyerang pria besar itu brutal, ia sedang berada di ambang batas kesabaranya, tidak ada yang bisa lolos, setelah menyerang Min hanya bisa melukai pipi sang pria besar min tersenyum

__ADS_1


Pangeran lan tercengang melihat kegesitan kemampuan kakak iparnya, selama ini ia hanya menggap kakanya sebagai gadis lemah namun cerdas, hal itu memang hal yang wajar karena selama ini tidak ada yang bisa melihat berapa tinggi tingkat kulvikasi yang di milki gadis kurus ini dan hari ini?, hari ini bahkan kakak iparnya jauh dari kata seorang gadis yang lemah, lihat lah pergerakannya, seperti seorang master beladiri yang sangat agung, benar banar tak menyangka


__ADS_2