
Saat Min mengumpat pangeran ke sembilan menatap permaisuri dalam diam, sejak kecil pangeran di ajarkan etika seorang pangeran dan mereka tidak akan memulai jamuan sebelum datangnya kaisar, dan baru kali ini ada yang berani mengumpat sang kaisar dengan terang terangan, makan tampa sopan santun dan bertindak semaunya, benar benar mahluk yang mencengangkan
"Apa yang kau lakukan di tempat duduk nona bai Permaisuri? " Ucap Selir Bai saat mendapati Min duduk di bangku yang biasa di gunakan Nona Bai, sedangkan Kaisar masih diam dan duduk di sampingnya dengan wajah yang, yah masih tetap datar, ia akan melihat pertunjukan lagi dari sang permaisuri, sang permaisuri menjadi semakin liar akhir akhir ini
"Apakah kau tak dapat melihatnya selir?" Ucap Min menekan kata Selir dan menyadarkan di mana tempat seorang selir agar tak melewati batasannya, meskipun selir bai merupakan selir kaisar terdahulu namun ia harus tetap memperhatikan kesopanannya pada seorang permaisuri di masa ini
"Ah maafkan ketidak tahuan selir ini, anda tak pernah melihat anda datang ke jamuan selama ini, maafkan selir ini karena telah melupakan anda" ucap selir kelima lembut, yah permainan antara selir dan permaisuri di mulai, dan seperti biasa selir bai yang angkuh akan terus berusaha menindas Chen Mian Li, jika tak bisa dengan cara kasar maka bermain lembut juga tak masalah,
"Yang mulia, hm kira kira hukuman apa yang pantas di berikan pada seseorang yang melupakan keberadaan seorang permaisuri?" Ucap min menaikan alisnya, baik lah jika selir bai ingin bermain maka min akan meladeninya
"Eksekusi" jawab sang kaisar singkat, minta terkekeh pelan, tak menyangka jika si kaisar es memainkan perannya dengan baik
__ADS_1
"Yah seharusnya seperti itu, tapi yang mulia, bukankah ini terlalu kejam?, para rakyat akan mencela ku karena melakukan hal influsip" Ucap Min lembut, benar benar mengikuti alur yang ia inginkan, sangat tak menyangka jika kaisar es ini dapat di andalkan
"Lakukan apa yang kau inginkan" huh Min tak akan menyembunyikan senyum lebarnya, dan yah senyum mengejek juga ia berikan pada nona kediaman bai itu,
"Hm pada dasarnya ini adalah kesalahan permaisuri ini, permaisuri ini tak dapat menyalahkan ingatan selir janda yang memang sudah berusia semakin senja, tapi mengingat selir janda telah berfikir sempit, maka permaisuri ini akan mengirimkan beberapa Mama (pelayan yang bertugas mengajarkan etika ke bangsawan pada setiap wanita yang akan masuk ke lingkungan keluarga Kerajaan atau Kekaisaran), agar selir janda dapat mengingat kembali hal hal yang harus di miliki seorang selir dari kaisar" Ucap Min lembut, baik lah mari kembali kirim selir bai ke pengasingan, Min akan membuat wanita tua itu tau di mana seharusnya ia berada, permaisuri Li (Chen Mian Li) sudah terlalu bodoh selama ini membiarkan harga dirinya di injak oleh seorang selir janda, benar benar permaisuri lemah dan memalukan
"Maafkan atas kelancangan hamba, kepala anda sedikit pusing, mohon diri untuk kembali ke kediaman" Ucap bai huan mengepal tangannya erat, ia harus bisa mengontrol emosi dan selalu terlihat tenang ia tidak mungkin meluapkan emosinya di sini, jika itu terjadi usahanya selama bertahun-tahun akan menjadi sia sia, permaisuri bodoh itu semakin semakin menunjukan sifat aslinya, permaisuri yang gila hormat dan sangat berkuasa
"terimakasih atas perhatian yang mulia, hamba merasa lancang karena telah berani menerima perhatian anda" Ucap bai huan pelan, Min menaikan alisnya, benar benar rubah berbakat, bayangkan saja, ia berani menghina seorang permaisuri di balik kata kata lembutnya itu?, benar benar lancang
"hati anda sungguh mulia nona bai, dan jika kau merasa bersalah karena telah menerima perhatian dari permaisuri ini maka beberapa pelayan akan mengantar mu ke kuil untuk merenungi kesalahan mu" ucap Min tak kalah lembut,
__ADS_1
"Ah pangeran kecil mari mengunjungi valium anggrek, seperti kau sudah sangat merindukan selir janda" Ucap Min tersenyum menatap pangeran ke 9 dan membawanya dalam gendongannya tersenyum lebar dan sesekali menepis air mata yang mengalir di pipi sang pangeran kecil
"Lancang, selir ke 5 menjalani hukuman karena telah berbuat tidak sopan pada putri ke 5 dan berkhianat pada Kekaisaran" suara sarkas itu berhasil membuat Min menaikan alisnya, dan yah ia beralih melihat siapakah gerangan yang berani menghentikan langkahnya, yang bahkan tak bisa di kendalikan oleh sang kaisar, benar benar sesuatu,
si pangeran berdiri dengan penuh percaya diri, mereka telah menonton pertunjukan sedari tadi mulai dari permaisuri yang makan tampa menanti datangnya kaisar, menjatuhkan hukuman pada selir bai, mempermalukan nona bai huan, bahkan belum cukup sampai di sana, ia masih ingin berulah dengan mengunjungi kediaman anggrek, tempat selir kelima di asing kan, dan anehnya bahkan kaisar tampak tak perduli dan menikmati acara makanya, tidak seperti biasanya kaisar akan marah jika ada perbincangan di meja makan namun bahkan permaisuri nya berbuat keributan di sini, tapi sang kaisar nampak tak mempersoalkan nya, ada apa dengan kaisar?, hal yang sangat mengejutkan adalah sang kaisar malah mendukung segala perbuatan permaisuri yang bertindak semaunya
"Ah kau lucu sekali pangeran, kelancangan apa yang di buat oleh seorang ibu pada anaknya?, anak muda seperti mu memang naif, karena kau mengacungkan jari mu, itu adalah suatu pertanda jika pangeran tak begitu memahami etika, ah baik lah permaisuri ini akan dengan senang hati mengajarimu cara bersikap, pelayan seret pangeran ke empat ke kediaman, dan salin peraturan sebanyak lima ratus kali, jangan biarkan dia meninggalkan kediaman tampa seizin ku dan yang mulia" Ucap min tersenyum menatap pangeran itu dengan tatapan meremehkan, senyum mengejek dan merendahkan, ia adalah ratu, bagai mana bisa di bandingkan dengan seorang pangeran yang lahir dari seorang selir, dia bisa melakukan apa yang ia inginkan, selagi kaisar tak mempermasalahkan maka ia bisa melakukan apapun, dan yah kaisar hanya diam, berarti tidak ada masalah, min berlalu meninggalkan aula perjamuan berjalan dengan riang menuju vapiliun anggrek, uh ia tak menyangka saat pertama kali menghadiri jamuan makan ia malah menjatuhkan hukuman, bukankah itu lucu?,.
Setelah kepergian sang permaisuri kaisar zhou berdiri dan meninggalkan jamuan makan begitu saja, apa itu?, permaisuri kembali menghukum seseorang yang meremehkannya, permaisuri sudah menjadi jelmaan gadis yang gila kekuasaan
"Sampah sialan" upat putri ketujuh mengikuti langkah ibu beserta nona bai, acara makan pagi ini kacau akibat ulah sang permaisuri, sedangkan pangeran ke empat sudah di bawa kembali ke valium untuk menjalankan hukuman dari permaisuri.
__ADS_1