
Di istana kaisar zhou masih setia memejamkan matanya, kehidupannya sudah terlanjur hancur berantakan, ia hidup sendirian di istana besar ini,
Tak ada yang benar benar mengasihinya, bahkan ibu kandungnya sekalipun, melakukan hal tercela hanya untuk menempatkan kaisar Zhou didalam penyiksaan neraka dunia tak berujung ini,
Ia sudah kehilangan ayah, ibu dan seluruh saudaranya, dulu ia masih memiliki tujuan untuk permaisurinya, tapi sekarang?, semua hilang, ia di racuni, tubuhnya melemah, ia memang tak lebih dari seorang pria yang putus asa
"Yang mulia, waktunya minum obat" Ucap seorang pelayan yang kini berdiri di sampingnya, kaisar zhou masih diam di tempatnya, dengan mata yang masih terpejam
"Yang mulia, hamba mohon minumlah obat anda, anda tak perlu khawatir semua di jamin aman" Ucap sang gadis yang masih berdiri di hadapan kaisar,
Ia hanya mengecilkan volume suaranya saja, ia tak mungkin membiarkan siapapun mendengar hal ini, ia sudah berada di valium ini cukup lama, dan semenjak ia datang ia yang selalu menghidupkan dupa,
Namun usahanya terlihat sia sia, bahkan kaisar tak pernah menyentuh obatnya, apakah kaisar khawatir?, tentu saja, tidak ada mahluk yang tidak takut dengan kematian itu, dengan agak ragu Yu Mi mendekatkan diri ke arah kaisar
__ADS_1
"Ternyata anda sangat berputus asa hingga ingin meninggalkan dunia, sangat lucu, siapa orang bodoh yang mengatakan seorang kaisar Zhou berhati batu dan kuat bak raja neraka, bahkan anda kalah oleh cinta, sungguh kehidupan yang sangat ironis" Ucapnya mendecih kesal,
Gadis kecil itu tak lain adalah Yu Mi, ia sudah bersusah payah menyakinkan selir Bai untuk membiarkannya mengurus kaisar di valium, dan yah berkat kerja keras akhirnya selir mengizinkannya, tapi?, bahkan kaisar es ini tak menghargai perjuangannya, selama beberapa minggu ini kaisar tak pernah menyentuh obat yang ia bawa, menyebalkan, ia ingin sekali marah namun tak tega,
Kaisar Zhou nampak sangat sedih dan keadaan yang benar-benar mengkhawatirkan, ia ingin sekali marah, namun untuk apa?, bahkan mereka yang hanya diam dan melihat merasakan dampak dari suasana hati tuanya, bagai mana mungkin ia sanggup menanggung beban sepahit ini,
"Ah akhirnya setelah mengatakan omong kosong ada sudi membukakan mata," Ucap Yu mi menekuk lututnya sembari menampilkan kan senyuman sinisnya
"Si siapa kau?" Suara itu terdengar sangat datar dan yah lemah,
Toh memprovokasi adalah cara yang paling jitu untuk menjatuhkan lawan dan membangkitkan kawan, terkadang hal kecil sangat berguna jika kita tau di mana hal tersebut di letakan
"Anda tak perlu khawatir, sup ini aman, beruntung ada memiliki cinta dari seorang wanita yang begitu tulus, anda hanya perlu bangkit dan memulai hidup dengan nyaman, jangan membuatnya kecewa dan menunggu lebih lama dari ini, ah baik lah, saya sudah terlalu banyak mengatakan omong kosong hari ini, segera habiskan obat anda, saya akan datang beberapa saat lagi" Ucap Yu Mi beralih menuju pintu utama dan segera meninggalkan kamar kaisar,
__ADS_1
Tugasnya sudah selesai, ia hanya perlu membuat kaisar es itu sadar jika mati bukan pilihan untuk menyelesaikan suatu masalah, sebagai ke satria tentu harus berani menerima kemungkinan apapun, sedangkan kaisar yang ia tinggal masih terdiam dengan tatapan kosong beserta wajah pucatnya, pelayan itu benar, ia harus bangkit, ia tak akan melepaskan permaisuri begitu saja, saat ini mereka sudah memiliki buah cinta, ia akan berjuang untuk meyakinkan permaisuri akan cintanya yang tulus, setelah mengumpulkan tekat ia kembali merebahkan tubuh dan terlelap dalam keheningan suasana Malam.
Mentari kembali menyapa, dua minggu telah berlalu, istana masih terlihat sama, begitu banyak pelayan dan prajurit yang berlalu lalang, para putri pun terlihat dalam keadaan baik, seakan tak terjadi hal buruk di Kekaisaran ini, para putri bahkan tertawa dengan riang, saling bercerita dan kadang saling mengolok ngolok, Yu Mi menghela nafas pelan melanjutkan perjalanannya ke valium kaisar untuk memberikan sup obat,
"Yang mulia" Ucap Yu Mi pelan, ia melakukan sup di atas nakas dan berdiri tak jauh dari pintu, seperti perintahkan yang baru ia dapatkan dari sang nona, ia harus mengawasi kaisar, dan memastikan jika ia telah menghabiskan sup obat itu.
Dalam diam kaisar meneguk obat dan menghabiskannya, benar ia harus segera sembuh, lagi pula ia yakin dengan pelayan kecil ini, jika tak salah mengingat pelayan kecil ini adalah pelayan yang berada di sisi permaisurinya, meskipun memakai penyamaran kaisar tentu saja mengenalinya, lagi pula ia tak akan membiarkan permaisuri menunggu lama, ia harus sehat dan melanjutkan hidup, demi sang permaisuri dan anaknya kelak
Yu Mi tersenyum kecil sepertinya akan ada kabar baik, setelah kaisar sembuh tentu saja sang nonanya tak perlu memaksakan diri untuk melakukan tugas Kekaisaran perut min sudah semakin membesar membuatnya sedikit kelimpungan untuk bergerak, jika kaisar pasti dapat mengatasi segalanya, Yu Mi sangat bersyukur, sepertinya kaisar mencerna ucapannya dengan baik, ia bukan tak memiliki rasa hormat, namun ia tak akan tega membuat nonanya berada dalam maslah dalam keadaan ini, ia tak ingin hal buruk terjadi pada nona dan calon bayinya, oh tidak yu mi tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, ia akan melakukan apapun untuk melindungi nonanya
"Kau, adalah pelayan yang berada di sisi permaisuri" Ucap kaisar zhou pelan, saat yu mi membereskan sisa obat yang ia letakan di nakas
"Yang mulia, akan lebih baik untuk tak membahas hal ini sekarang, yang mulia harus banyak beristirahat" Ucap yu mi sopan, setelah membersihkan sisa obat yu mi berlalu meninggalkan paviliun kaisar, keadaan kaisar membaik, ia akan segera kembali di sisi min, uh ia sudah sangat tak sabar menanti hari itu, berada di istana tampa fei yang dan nona muda dari jendral ling itu sangat tak menyenangkan, bahkan suasana begitu mencekam bagai istana mati
__ADS_1
"Hm baik lah, mari memulai dan berjuang" Ucap kaisar zhou pelan, ia beranjak bangkit, mendekati jendela, menatap keindahan suasana pagi di valiumnya, pagi yang sangat cerah, meski semua hampa tampa permaisuri, ia akan berusaha lebih keras lagi, ia yakin permaisuri masih menginginkannya, buktinya ia telah menempatkan pelayan kesayangannya di sisi kaisar,
Ia tak boleh menghancurkan harapan sang permaisuri, ia harus bangkit demi Kekaisaran xiangyang dan calon penerusnya, setelah membersihkan diri Kaisar zhou berjalan dengan tegap ke aula pertemuan, ia harus membereskan maslah yang ada, ia tak bisa lepas tangan begitu saja, keadaan semakin kacau, Kekaisaran ini akan hancur, para rubah sudah di bereskan, yah walapun masih ada beberapa yang menjadi buronan Kekaisaran, keadaan istana mulai stabil dan itu semua karena kaisar zhou tak ingin Tahta penerusnya di ambil oleh para rubah tak berguna itu.