
Mentari bersinar terang di langit kekaisaran, musim salju baru saja berlalu, dan musim semi sudah datang, istana kerajaan saat ini sangat ramai oleh tamu, acara pernikahan besar akan di laksanakan, tentu saja tamu datang untuk mengucapkan selamat pada ke empat mempelai, pangeran Lan dan Yu Fang menikah di hari yang sama,
istana di hias sedemikian rupa, dengan ornamen merah yang mendominasi
kedua pengantin wanita di sana juga terlihat begitu cantik dan mempesona, bahkan mengalahkan para bidadari,
Min tersenyum lebar menatap fei yang dan ling shi dari singgasana menyaksikan acara pernikahan dengan wajah yang berseri, yah setelah kejadian peperangan itu, min memilih untuk membuka cadarnya, meskipun awalnya kaisar tak setuju namun ia tak bisa berbuat apa apa, pada kenyataanya ia harus berbagi kecantikan istrinya pada orang lain,
“Memberi penghormatan pada para dewa” ke empat mempelai itu membungkuk ke langit nan luas pertanda ia membungkuk pada para dewa yang memberi mereka sebuah kehidupan
“Orang tua” mereka membungkuk pada deretan orang tua yang berada di hadapan mereka
“Pada pasangan” mereka saling membungkuk pada pasangan masing masing, Min tersenyum lebar, Ling Shi mendapatkan Yu Fang, dan pangeran Lan menikah Fei Yang, ia sangat bahagia, tugasnya sudah benar benar berakhir, semua sudah selesai
“Permaisuri” Ucap Kaisar Zhou pelan, ia tak suka, sangat tak suka dengan tatapan orang orang pada permaisurinya yang sedang tersenyum senang
“biarkan saja yang mulia, mereka hanya bisa melihat kan?, kau tenang saja, aku hanya milik mu” Ucap Min berbisik pelan, apa itu posesif sekali, hanya di lihat, ngak bikin rusak kan?
Kaisar Zhou menghela nafas pelan dan meraih tangan Min genggamnya erat, setelah upacara pernikahan selesai, ke empat mempelai di giring ke kamar pengantin mereke, dan pesta pun di mulai dengan meriah.
__ADS_1
Rembulan malam telah menyapa, min masih duduk di tempatnya dengan antusias, ia masih sangat menikmati perayaan ini, entah sejak kapan ia menyukai perayaan masa kuno yang menyebalkan ini,
“Permaisuri” Ucap Kaisar Zhou pelan, Min beralih menatap kaisar Zhou yang menatapnya sejak tadi
“Kau lelah?” Ucapnya lembut
“Tidak yang mulia” Ucap Min sembari tersenyum, bagai mana mungkin ia merasa lelah, saat semua orang sedang berbahagia
“Wajah mu sudah pucat, mari beristirahat” kaisar Zhou cemas, saat ini kandungan min bahkan sudah mencapai masa persalinan, hanya tinggal menunggu hari jam dan waktunya saja
“Yang mulia, saya bisa kembali sendiri, anda tidak bisa meninggalkan tamu begitu saja” Ucap Min pelan, ia terlalu antusias hingga lupa jika ia sudah bergerak terlalu aktif
“Yang mulia, kita sudah sampai, akan lebih baik anda kembali, meninggalkan tamu terlalu lama adalah hal yang tidak sopan” Ucap Min saat berada tak jauh dari kamarnya,
“Permaisuri, kau selalu bersemangat jika mengusir ku” Ledek kaisar Zhou,
“Permaisuri ini tidak berani Yang mulia”
“Kau sudah melakukanya sayang, ah sudah lah sebelum pergi kau harus berikan kaisar ini sebuah kecupan” Kaisar Zhou mulai menggoda min
__ADS_1
“Yang mulia” Ucap Min memerah malu, mereka masih di ikuti oleh para pelayan, dan kaisar mesum ini?, dengan tak tau malu mengatakan hal yang begitu tabu
“Semua berbalik” Ucap Kaisar Zhou datar, dengan satu instruksi semua pelayan yang mengikutinya berbalik, Kaisar Zhou tersenyum lebar dan menarik Min mendekat, mengecup bibir manis itu singkat, bibir yang selalu menjadi candunya, namun sayang kecupan singkat itu malah beralih menjadi sebuah ciuman panas, salah kan kaisar Zhou yang terlalu bersemangat hingga melakukan hal memalukan itu tampa mengenal tempat, setelah ciuman panas selesai kaisar Zhou tersenyum lebar, dan segera kembali ke perjamuan dan memakai mode wajah datar andalannya, seakan ciuman panas itu tak pernah terjadi,
“Sangat tak tau malu” Gumam Min pelan, para pelayan mengulum senyum mereka, bagai mana tidak, semakin hari kaisar semain manis, lihat lah bahkan berciuman di depan gerbang vapiliun bulan?, sangat manis dan romantis,
“Fei.. ah maaf kan aku, Yu Li siapkan air mandi untuk ku” Ucap Min pelan, ia harus segera membersihkan diri, karena ia harus beristirahat setelah ini
“Mematuhi yang mulia” Ucap si pelayan pelan, Min bahkan selalu menyebutkan nama yang salah, bagai mana tidak, Yu Mi sibuk mengurusi Ling Shi sedangkan Fei Yang?, yah dia tak bisa bersama mereka seperti dulu lagi, Min jadi merindukan hari hari bersama kedua gadis konyol itu
“Datang lah” Ucap Min pelan, si harimau putih sang berkuasa itu pun datang
“Menghadap nona” Ucapnya pelan
“Kau awasi pesta ini, entah mengapa, perasaan ku tak enak akhir akhir ini”
“baiklah nona, akan lebih baik kau beristirahat, udara malam tak baik untuk kesehatan mu” Ucapnya pelan, Min hanya mengguk sebagai jawaban
Xian li pergi meninggalkan valium bulan untuk mengawasi keadaan istana, seperti yang di katakan min, Xian li juga merasakan hal yang sama, seperti akan ada yang kehilangan, hal yang paling berharga.
__ADS_1