Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab59#


__ADS_3

Di aula pertemuan, semua orang masih sangat terkejut atas apa yang mereka lihat, yah baru saja, baru saja mereka melihat kepala yang bergelundingan di hadapan mereka, meskipun hal ini sudah sering di lihat di medan perang namun kali ini bahkan sangat mencengangkan, bahkan mereka masih belum percaya apa yang mereka lihat, wanita bertubuh mungil yang bahkan terlihat lemah itu mampu membunuh tampa mengedipkan mata, bukankah itu mengerikan?, mereka melihat dengan matanga sendiri bertapa ganasnya sang permaisuri dalam menjatuhkan sebuah hukuman


bagai mana wajah polosnya menatap kepala yang bergelinding di lantai, bagai mana langkah ringannya saat meninggalkan aula pertemuan, benar benar mengerikan, apakah permaisuri sudah berubah menjadi salah satu spesies dengan dewi kematian?, ah, semoga saja tidak, mari mendoakan hal yang baik untuk sang permaisuri


Kaisar menghela nafas samar dan berlalu tampa kata, ia rasa tindakan sang permaisuri lebih dari cukup untuk memberi peringatan pada pelayan lainya, jika ada yang berani melawan maka bersiaplah kepala berpisah dengan badan, hal itu juga membuktikan jika permaisuri kekeisaran Xianyang bukan sosok yang mudah di gertak, bukan sosok yang lemah seperti rumor yang sering beredar


"Urus jasad itu" Ucap pangeran lan pelan, ia hanya bisa menatap kepergian kaisar dan permaisuri dalam diam, huh baik lah, saat semua sudah selesai maka hanya tinggal mengurus jasat ini,


terlepas dari si pelayan memiliki niat jahat, ia tetaplah manusia dan harus di makamkan dengan layak, yah sebagai manusia sudah seharusnya melakukan itu bukan?, mesi si pelayan berkhianat namun ia pantas untuk mati dengan tenag


setelah selesai pangeran lan melangkah keluar bersama yu fang dan jendral lainya, para prajurit di minta untuk mengurus mayat ini, para pelayan berjalan keluar dengan tubuh yang bergetar dan wajah yang sangat pucat, bahkan permaisuri mereka bisa membunuh tampa mengubah expesinya, mereka menjadi semakin enggan bermasalah dengan permaisuri, mereka enggan mati sia sia


"Kakak tadi itu sungguh menakutkan, bagai mana bisa permaisuri menemukan pelaku dalam waktu yang sangat singkat, jika dia salah maka itu akan sangat tidak adil untuk si pelayan" Ucap yu fang pelan, ia bahkan masih mengingat kejadian tadi, walapun yu fang adalah seorang jendral besar, namun yu fang masih terkejut dengan yang ia lihat hari ini, bagai mana bisa sebuah kepala bisa terpisah dengan satu gerakan, hal yang bahkan sangat tak mungkin adalah senjata yang di gunakan sang permaisuri, bayangkan saja sebuah kecil imemisahkan kepala dari tubuh seseorang?, bukankah itu sangat sulit di percaya, namun seperti itu adanya, bahkan seluruh mata yang berada di aula itu dapat melihat dengan jelas kejadian itu, dan mereka dapat di jadikan saksi

__ADS_1


"Biarkan semua selesai sampai di telinga yang mendengar dan mata yang melihat, permaisuri adalah orang yang sangat hebat dan penuh pertimbangan ia tak mungkin salah, ia mengambil keputusan tentunya sudah di fikirkan terlebih dahulu, ah ia jangan sampai hal ini terdengar oleh orang lain, kau hanya perlu menyelidiki jasad itu, lakukan diam diam karena ini bisa jadi sebuah jebakan untuk mencelakai sang permaisuri, mereka pastinya sangat mengenal tampremen sang permaisuri" Ucap pangeran Lan berlalu begitu saja, ia harus tetap berhati hati, akan sangat bahaya jika seseorang menggunakan kesempatan ini untuk menyingkirkan sang permaisuri, huh baik lah, ia harus menyelidikinya


ia berjalan pelan menuju tempat aula pertemuan, masalah racun hanya perlu di selidiki diam diam, dan ada masalah lain yang harus di diakusikan, apa lagi jika bukan mengenai istana young yang lenyap dalam waktu semalam, tentu kerajaan ini akan di ambil alih oleh Kaisar di karenakan musnahnya raja dan seluruh keturunannya


''Yang mulia kaisar memasuki aula" suara itu terdengar jelas di telinga para penghuni chap militer ini, semua yang berada di ruangan membungkuk beberapa derajat untuk menayambut datnganya sang kaisar


"Salam pada yang mulia Kaisar, semoga di berkahi umur panjang dan kebahagiaan" mereka yang berada aula pertemuan


"Yang mulia, kerajaan young lenyap dalam semalam apakah kita harus menyelidiki motif dari semua ini?," Ucap seorang pria menggunakan pakaian besi, di sini tak ada para menteri dan pejabat lain hanya, dan tentu saja sang kaisar hanya akan berdiskusi bersama para jendralnya,


"Biarkan berakhir sampai di sini, lagi pula raja yong berniat untuk berontak, mulai saat ini kerajaan young di ambil alih oleh ke kaisaran, sampai menemukan pemimpin yang baru dan membuat istana yang baru" Ucap Kaisar zhou dengan penuh keaguangan, ia tentu tau siapa yang begitu sembrono melakukan kekacauan ini, ia memang tertidur malam itu, tapi, tentu saja tak akan mengendurkan kewaspadaanya, mantra itu tentu tak terlalu berpengaruh, ia bahkan tak menyangka sang permasuri memiliki dua mahluk kontrak, dan jika permaisuri ingin menghancurkan kerahaan young karena menolak keinginannya, dan sang kaisar tak perlu mempermasalahkan hal itu,


"tapi yang mulia, pengacau ini bisa saja memiliki niat lain" Ucap seorang jenderal, sebagai orang yang selalu menjaga keamanan perbatasan tentu saja ia merasa khawatir dengan kekacauan ini

__ADS_1


"tidak ada yang perlu di khawatirkan" Ucap sang kaisar, lihat lah, karena ulah sang permaisuri semua orang jadi mengkhawatirkan hal lah yang tidak penting,


"tapi yang mulia"


"jangan mendebat, biarkan semua selesai sampai di sini" jawab sang kaisar datar, ia tak akan membiarkan siapapun menemukan siapa yang sebenarnya membuat kekacauan, tentu saja ia tak ingin permaisurinya mendapatkan masalah karena ini, ia harus melindungi permaisurinya sebagai balasan atas perhatian yang di berikan sang permaisuri saat sarapan


"Baik yang mulia" Ujar si jendral dan melangkah mundur untuk kembali ke tempatnya semula, semua hanyah bisa diam saat sang kaisar sudah membuat keputusan maka mereka tentu saja tak memiliki wewenag untuk menentangnya, selain patuh tak ada hal lain yang bisa mereka lakukan


"Apa tidak ada lagi?" Ucap Kaisar datar, ia hanya ingin menyelesaikan pertemuan ini dengan cepat, dan menikmati hari yang menyenagkan bersama sang permaisuri, yah semoga sesuai dengan yang ia harapkan


"bubar" Ucapnya lagi


"Bubar" Teriak keras dari seorang kasim, Kaisar segera bangkit meninggalkan aula pertemuan dan tentunta di susul oleh bubarnya para jendral

__ADS_1


__ADS_2