
Tampa terasa hari sudah mulai larut, perayaan akan di mulai beberapa saat lagi, kaisar zhou berjalan pelan menuju valium bulan untuk mengunjungi permaisuri nya, meski pekerjaanya cukup menyibukan namun kaisar menyempatkan waktu untuk datang menemui permaisuri
"Yang mulia" Ucap fei yang dan yu mi menekuk tutut, mereka tidak ikut serta dengan perjalanan Min, Min memilih untuk menyelinap agar lebih mudah,
"Di mana permaisuri? " Ucap kaisar zhou dengan nada datar
"Ampun yang mulia, permaisuri sedang tidak berada di kediaman," jawab fei yang gugup,
"Katakan"
"Hamba tidak tau kemana permaisuri pergi yang mulia" Jawab yu mi pelan, mereka tentu saja tak bisa menahan langkah seorang min jiana, dan tak berhak, mereka hanyalah seorang pelayan tak pantas menentang apa lagi berani lancang dengan melarang kepergian seorang permaisuri
Kaisar zhou tak bisa tak membuang nafas kesal, lagi lagi permaisuri nya menyelinap keluar istana, sebenarnya apa yang sedang di carinya?, mengapa sangat suka kabur kuburan?, apakah istana seburuk itu hingga membuat permaisurinya selalu tak betah dengan kesal sang Kaisar berlalu meninggalkan kedua pelayan yang sedang tertunduk takut
Min baru saja tiba di dekat valiumnya, ia sudah berkeliling seharian, dan ia sudah merasa sedikit lelah dan mari kembali serta beristirahat, dengan senyum lebar Min segera bergerak dan memanjati tembok
"Permaisuri" Suara itu mengejutkan min dan membuat ia kehilangan keseimbangannya hingga jatuh, untung kaisar zhou dengan sigap menangkap nya
''Ah yang mulia, apa yang Anda lakukan di sini?"
ucap Min gagu
" Bukankah seharusnya aku yang bertanya permaisuri?, dari mana saja?, mengapa memanjat tembok?"
__ADS_1
" Ah baik lah, turun kan aku dulu yang mulia, aku akan bersiap, bukankah sebentar lagi perayaan akan di mulai? "Ucap Min
" Kau akan di hukum terlebih dahulu, "ucap kaisar zhou membawa Min meninggalkan valium bulan menunju valium naga
" Ah yang mulia, acara akan di mulai, kau bisa telat jika menghukum ku" Ucap Min, enak saja ingin menghukumnya
" Kaisar ini memeliki banyak waktu untuk memberi hukuman untuk kelinci nakal yang sangat suka meninggalkan kandangnya"ucap kaisar zhou,
" Ah baik lah, baik lah tapi tolong turunkan aku, lihat la banyak orang yang sedang melihat kita "ucap Min, namun kaisar tak perduli lagi pula ia menggendong istrinya siapa ya g berani melarang?.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya kaisar menurunkan min di ranjang nya, kaisar langsung menindih tubuh sang permaisuri, menatap Min dengan tatapan lapar, alaram tanda bahaya Min mulai berbunyi, mengapa ia terasa begitu gugup dan bahkan, hey apa ini ia sedang ketakutan,
"Ah yang... Yang mulia, bukankah kita harus segera berkemas?," Ucap Min entah mengapa ia terlihat seperti orang bodoh di hadapan kaisar zhou saat ini,
"Kaisar ini akan menghukum mu terlebih dahulu" Bisik kaisar zhou di telinga Min, tubuh Min menegang, ia sungguh tak sanggup jika harus kembali di hukum, mengapa hidupnya sangat soal?
"Lalu?, apa yang akan kaisar ini gigit setelah ini" Bisiknya pelan, oh tidak mimpi buruk Min kini menjadi nyata,
"A.. Ya.. " Min belum menyelesaikan ucapanya, namun sang kaisar langsung mengecup dan melahap habis bibirnya, hingga keduanya terlibat ciuman panas dalam waktu yang cukup lama, ciuman itu terlepas karena keduanya yang memerlukan pasokan oksigen
Min mendorong tubuh kaisar menjauh, ini tidak baik, jika di lanjutkan ia akan benar benar menjadi budak *** suami es nya ini, ah Min bahkan tak menyangka jika kaisar es ini sangat brutal jika berurusan dengan ehmz ranjang
"Lihatlah kau membuat ku berantakan" Ucap Min beranjak duduk, jika ia lengah kaisar es ini bisa kembali menerkam nya
__ADS_1
"Hukuman untuk kelinci nakal yang suka menyelinap" Ucap kaisar zhou bangkit, "Xio zi, bawa fei yang dan yu mi ke sini"ucap kaisar zhou, bangkit dan merapikan penampilan nya
"Segera berkemas, aku akan menjemput mu nanti" Ucap kaisar zhou meninggalkan ruangan itu.
Min membuang nafas kesal, ia sangat kesal mengapa ia selalu kalah oleh kaisar, sebenarnya apa yang terjadi padanya?, kemana pergi sikap angkunya, Min membuang nafas kesal berjalan dan duduk di depan cermin,
"Nona" Ucap yu Min dan fei yang yang kini berada di belakang Min
"Sudah lah, bantu aku merapikan diri" Ucap Min, fei yang dan yu Mi pun mulai merias sang nona
"Wah nona anda sangat cantik menggunakan baju resmi ini" Ucap fei yang tersenyum lebar,
Min hanya membuang nafas pelan, ternyta standar kecantikan masa ini sungguh penyiksaan yang nyata, bagai mana bisa ia berjalan dengan baju yang beratnya bahkan tiga kali lipat dari pakaian yang biasa ia kenakan
"Gunakan beberapa saja, baju ini sudah membuat ku pusing, jangan letakan perhiasan yang berlebihan di kepala ku," Ucap Min pelan
"Ah baik nona, kali ini perhiasan tidak terlalu banyak" Ucap fei yang menata rambut Min dan meletakan dua jepit berbentuk bunga teratai serta sebuah tusuk rambut gilok yang sempat di berikan xio zi beberapa waktu lalu
"Apakah cukup? " Ucap yu mi
"Ini lebih baik" Ucap Min, memandangi wajahnya dari cermin, Min meraih potongan kain itu dan kembali menutup wajahnya,
Pintu perlahan terbuka, seperti yang telah di janjika kaisar akan menjemput sang permaisuri saat setelah berhias
__ADS_1
"Yang mulia" Ucap Min, ke dua pelayan nya pun melakukan hal yang sama
"Acara akan di mulai, mari" Ucap kaisar zhou mengulurkan tanganya, Min menyambutnya, keduanya berjalan beriringan menuju perayaan