
“Ada apa?” Ucap pangeran lan lembut mengelus pipi halus Fei Yang, entah kenapa sejak tadi hatinya begitu gelisah, seperti sebuah firasat aneh yang membuatnya termenung saat sudah mencengkram anggur pengantin
“Yang mulia, apakah anda mengizinkan saya bertemu ji li terlebih dahulu?” Ucap Fei Yang pelan ini anggun tak benar, mengapa ia begitu cemas, kahwatir dan gelisah pada hal yang bahkan tak ia ketahui apa penyebabnya
“Apa yang terjadi?” Ucap pangeran Lan pelan
“Saya merasakan sebuah firasat buruk, maafkan saya karena mengundur ritual ini, saya harus memastikan satu hal, agar hati saya menjadi sedikit lega”
“Tidak maslah, ah Fei, mari ku temani keluar untuk memastikan kecemasan mu,” Ucap pangeran Lan pelan, sebenarnya ia merasa sedikit kecewa, tinggal selangkah lagi, selangkah lagi menyelesaikan ritual ini, tapi?, ia tak bisa memaksa
“Ji li, apa yang terjadi?, mengapa begitu ramai?”
“no…”
“Katakan cepat Ji Li” Desak Fei yang, ia tak suka dengan perasaan ini, sesak dan sangat tak mengenakan
“Permaisuri.., permaisuri kesakitan” Cicit Ji Li pelan
“Apa?, Nona?,“ Fei yang membulatkan matanya tak percaya, kegelisahannya terbukti kan?,
“Apa yang terjadi?” Ucap pangeran Lan pelan
“permaisuri akan melahirkan” Ucap Ji Li
Tanpa mengucapkan apapun Fei yang dengan berjalan cepat menuju valium bulan dengan sedikit tergesa, ia kahwatir, benar benar kahwatir dengan keadaan nonanya, semoga hal ini segera berakhir, nonanya akan baik baik saja bersama bayinya
__ADS_1
“Nona Ling”
“Fei Jie” Ucap Ling Shi langsung memeluk Fei yang erat, ia takut, sedih dan juga cemas, sama seperti Fei Yang saat ingin memulai sebuah firasat buruk datang tampa pemberi tahunnya,
“Jie, apa yang terjadi di dalam, dia akan baik baik saja kan?” Ucap Ling Shi lirih, kedua wanita yang menggunakan gaun pengantin yang saling berpelukan itu menguatkan hati mereka masing masing, firasat ini benar benar mengganjal, bahkan setelah mengetahui kebanaran pun mereka belum merasa lega, sebenarnya apa yang terjadi?
“Kakak” Ucap Yu Fang pelan,
“Saudara ke enam?, apa yang terjadi?” jawab pangeran lan pelan, ia bahkan tak menyangka jika pengantin adiknya pun menunda ritual arak pengantin mereka, hal yang benar benar tak terduga bukan?,
“Awalnya semua baik baik saja, sampai tiba-tiba aku di dorong menjauh, istri ku meninggalkan ku begitu saja, di susul dengan sebuah kabar bahwa kakak ipar sudah melahirkan” Ucap Yu fang menghela nafas pelan,
Pangeran Lan pun ikut menghela nafas pelan, yah bagai manapun sangat sulit bagi mereka untuk menahan hasrat setelah meneguk anggur pengantin yang yah tau sendiri apa isinya, namun nyatanya?, kedua Permaisuri pangeran itu tak menginginkan kedua pangeran malam ini, dan mereka tak bisa melakukan apa apa dengan sebuah kenyataan yang berada di depan mata, cerita malam pertama yang benar benar naas
“Yah, seperti itu lah, adik apa yang terjadi tubuh mu?, kau gemetar”
“Yang mulia?” Ucap Ling Shi dan Fei Yang bersamaan, suami mereka terlihat aneh saat ini, ataukah mereka mengantuk?, sedikit bergetar dan kening yang selalu mengerut
“Ah Pelayan, bawa pangeran kembali, dan panggilkan tabib, yang mulia, maaf kan saya, saya tak bisa menemanimu kembali, saya sangat kahwatir dengan nona” Ucap Fei Yang menyesal, ia tentu tak bisa menemani suaminya malam ini, mimpi buruk itu membuatnya harus bertahan di sini, memastikan jika nonanya baik baik saja, saat ini nonanya sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan keturunan kaisar ia merasa cemas
“Maafkan aku tak bisa menemani mu” Ucap Fei Yang lagi, pangeran lan mengguk pelan sembari mengelus rebut gadis muda yang saat ini berstatus istrinya
“Yang mulia, anda perlu istirahat” Ucap Ling shi, setelahnya kedua pangeran itu berjalan meninggalkan paviliun bulan di temani pelayan pribadi, untuk segera menuju kediaman mereka masing masing, oh tidak kedua pangeran itu takut kelepasan jika di temani pelayan wanita, mereka belum menyelesaikan ritual malam pertama pada kedua permaisuri pangeran itu, bagai mana mereka memberikan tubuh mereka pada wanita lain, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat menyisakan bagi kedua pengantin baru itu
“Jie, aku takut sekali, aku merasakan akan terjadi hal buruk” Ucap Ling Shi pelan
__ADS_1
“Nona Ling, kita hanya bisa mendoakan nona semoga ia bisa melewati semua ini” Ucap fei yang berusaha menenangkan gadis yang lebih muda darinya
“Yu Mi, bagai mana keadaan nona” Ucap Fei yang cepat, Yu Mi baru saja akan mendekat namun telah di hentikan oleh berbagai pertanyaan dari kedua permaisuri pangeran itu,
“Yang mulia masih dalam proses persalinan, tabib sedang menanganinya”
“Yu Mi, apakah kami bisa melihat?, aku sangat cemas” Ucap Ling Shi pelan
“Yang mulia, nona sudah di tangani oleh tabib, akan lebih baik kalian kembali beristirahat, udara malam tak baik untuk kesehatan, dan lagi para pangeran akan mengkhawatirkan kalian” Ucap Yu Mi pelan
“Tidak Yu Mi, aku akan menemani nona, aku kahwatir”
“Benar Yu Mi, aku mohon izinkan kami tetap tinggal,” Ucap Ling Shi memelas, Yu Mi menghela nafas pelan sebar mengguk
“Permaisuri berdua bisa menunggu di ruangan ini, saat persalinan selesai pelayan akan memanggil putri berdua”
“Yu Mi, bisakah aku”
“Maaf tak bisa menemani permaisuri berdua lebih lama” Ucap Yu Mi segera meninggalkan ruangan yang sedang di tempati oleh fei yang dan ling shi, keduanya menghela nafas bersamaan, ia tak bisa berbuat banyak, kaisar sedang menemani permaisuri, mereka tak bisa memaksa masuk tampa izin
Sejak mendengar kabar dari permaisurinya kaisar Zhou bergegas ke kamar, setelahnya segera menerobos paksa ke dalam kamar sang permaisuri, tak ada yang berani menghalanginya, dengan gerakan tergesa kaisar zhou menggenggam tangan sang permaisuri dengan erat,
Membisikan kata penguat agar permaisuri bisa melewati masa ini, ia bahkan saat menyesal dengan semua ini andai saja ia tak menghamili permaisuri, permaisurinya tak mengalami rasa sakit yang mengerikan seperti ini, ia merasa begitu kahwatir hingga bertekad jika tak akan memiliki anak lagi setelah ini, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti permaisurinya termasuk darah dagingnya
katakan lah jika ia egois, tapi ia tak akan pernah sudi melihat permaisurinya dalam keadaan buruk seperti ini,
__ADS_1
“Nona, ku mohon bertahanlah” Ucap Fei Yang pelan, ling shi duduk diam sembari memejamkan matanya
‘dewa, selama ini aku tak pernah percaya aka ada dirimu, tapi kali ini, aku bersimpuh pada mu, aku memohon pada mu, selamatkan lah permaisuri, aku menyayanginya seperti kakak ku sendiri, ku mohon, jauhkan permaisuri dari segala hal yang membahayakan’ Batin Ling Shi berdoa,