
"Tinggalkan aku" Ucap kaisar menepis tangannya kasar,
"Hey kau kenapa?, bagai mana bisa aku meninggalkan mu dalam keadaan ini" Ucap Min dengan nada kesal, saat sakit memintanya pergi?, yang benar saja, apa kaisar Zhou ini memiliki gangguan kejiwaan, orang bodoh mana yang begitu tolol mengusir satu satunya orang yang bisa berpotensi membantunya dalam keadaan yang genting ini?
"Tinggalkan tempat ini" Ucap kaisar zhou mendorong Min kasar
"Hey kau ini kenapa kaisar?, "
"Cepat tinggalkan tempat ini aku akan bertahan, tolong pergilah" Ucap kaisar Zhou melemah, mata tajam min dengan cepat menatap sekelilingnya, ia tak bisa tak menggeram kesal saat pandangannya menjumpai sebuah hal yang benar benar membuatnya sadar jika saat ini ia dalam keadaan yang bahkan tidak baik baik saja, dengan langkah cepat ia segera mematikan dupa yang masuk dalam pandanganya, apa ini?, dupa Nyipin Xiang, benar benar hal yang sangat membahayakan.
"Oh tidak saat ini aku dalam bahaya" Ucap Min yang baru mengerti akan situasi yang sedang berada di depan matanya, Min terdiam menatap kaisar yang kini melemah, menahan gairah yang berkecamuk tampa bisa menuntaskan tentu saja sangat menyakitkan, Min berjalan mendekati Kaisar, namun belum sempat Min mendekat kaisar sudah berdiri dan mengejarnya, oh tidak ia harus menyelamatkan diri dari kaisar yang sedang kacau ini
"Oh tidak kaisar jangan, jangan aku, ku mohon jangan aku yang mulia" Ucap Min berlari menghindar, kaisar Zhou menatapnya dan terus mengejar dengan keringat yang mengalir di keningnya, kaisar menatap Min dengan tajam, hal ini membuatnya menjadi bergidik ngeri, selama ini sang kaisar bahkan tak pernah menunjukan wajah itu selama ini, min masih tetap berlari dan kaisar masih mengejarnya, hingga pada akhirnya ia berhasil mencapai pintu, namun bahkan keberuntungan tak berpihak padanya, pintu terkunci dengan rapat
"hey siapapun buka pintu, siapapun di luar" Teriak Min memukul mukul pintu, ia dalam keadaan yang sangat berbahaya saat ini,
"Tolong, kaisar, jangan mendekat, kau bertahan sebentar, akan ku cari beberapa gadis untuk mu" Ucap Min namun sang kaisar malah mengabur ke pintu, Min dengan cepat menghindar, melempar apapun yang ia lihat, baru kali ini ia merasa sangat ketakutan selama ini, ia tak pernah gentar dengan musuhnya, bahkan ia berani menerjang maut, tapi apa ini?, ia sangat ketakutan jika berhadapan dengan kaisar zhou ini
"Jangan mendekat, atau aku tidak akan sungkan lagi pada mu" Ucap Min yang ingin melemparkan guci ke kaisar, ia tak memiliki cara lain, tapi ia juga tak ingin melukai kaisar, Min sangat menyesal mengapa ia meninggalkan obat obatnya, setidaknya itu bisa membantu, jika dalam situasi seperti ini Min sendiri tidak tau harus melakukan apa, ini bukan perihal kecil, jika Min memukul kaisar hingga pingsan ia tak yakin kaisar akan bisa kembali membuka matanya besok pagi, Min dilema, tubuh kaisar melemah, dan jatuh ke lantai, ia sudah tak sanggup untuk bertahan,
__ADS_1
"Yang mulia, kau tidak apa apa?" Ucap Min dengan sedikit ketakutan berjalan mendekat, ia merasa takut namun ia juga khawatir dengan keadaan suaminya, apa yang harus ia lakukan?,
Kini Min sudah berada di samping sang kaisar mengguncang tubuh sang kaisar agar tetap terjaga, dupa xiang bukanlah dupa sembarangan jika gairah sipenghirup tak terpuaskan maka sipenghirup akan mati dalam waktu beberapa jam saja, sungguh licik orang yang menggunakan cara ini untuk menjebak kaisar, tapi setidaknya jika ingin menjebak kaisar beri laporan dulu padanya, agar ia tak terseret dalam masalah, lihat lah bahkan kini Min ikut terjebak dalam permainan para rubah istana.
Saat Min sibuk dengan lamunannya, kaisar zhou membuka matanya dengan cepat ia menarik Min dan menindihnya, Min hanya bisa pasrah saat ini, ia takut namun ia juga tak ingin kehilangan kaisar, entah mengapa ia menjadi sangat perduli dengan kaisar akhir akhir ini, dan yah ini tentu saja demi kedudukan permaisurinya, yah ia yakin itu, mana mungkin, mana mungkin seorang Min jiana memiliki perasaan khusus pada kaisar es ini, yah mana mungkin bisa begitu
"Permaisuri" Suara serak itu berasal dari kaisar yang masih menindih tubuh Min, matanya memerah, keringat bercucuran di tambah dengan tubuh dan degup jantungnya yang bergetar hebat, Min tak mempunyai pilihan lain, ia harus mengorbankan dirinya agar kaisar bisa bertahan hidup
"Lakukan, dupa xiang akan membunuh yang mulia jika hasrat yang mulia tak tersampaikan" Ucap Min memejamkan matanya, ia pasrah kali ini, ia harus kembali mengorbankan diri untuk orang orang sekiranya, ah kali ini sungguh pengorbanan yang besar baginya, ia bahkan tak pernah berciuman lalu? Ah lupakan, salahkan nasibnya yang sial
"Kau yakin? " Udara itu terdengar serak menatap wajah sang permaisuri dengan lekat
Seorang gadis berjalan cepat meninggalkan valium naga, wajahnya menggelap, marah kesal dan ingin membunuh itulah yang ingin ia lakukan saat ini, lagi lagi rencananya gagal, bahkan ia tampa sengaja membantu ****** sialan itu menjadi semakin dekat dengan kaisar.
Brraakk pintu kamar vapiliun teratai di buka dengan kasar,
"Aghhhhhh" Teriaknya kesal, siapa yang menyangka seorang nona Bai yang terkenal dengan kelembutan nya berteriak di tepat ini, benar benar tak terduga bukan?
"Ada apa lagi A huan?, mengapa kau masih di sini bukankah seharusnya kau ke valium?" ucap selir bai pelan, ia bahkan sempat terkejut dengan dobrakan dan teriakan putus asar dari sang keponakan tersayangnya
__ADS_1
"****** sialan itu mendahului aku bi, ****** sialan" Teriaknya kesal, benar benar kesal, rencana yang telah ia buat dan susun dengan rapi menjadi begitu kacau karena si permaisuri sialan itu
"Yang kau maksud permaisuri li?, bagai mana bisa ia ke valium naga saat hari larut seperti ini?" Ucap selir bai pelan,
"Entah lah bi, kelihatanya ia memang berniat untuk menggoda kaisar, menyebalkan ****** sialan, kaisar pasti menendangnya keluar, yah pasti, benar hemat menyebalkan" Ucapnya kasar, Selir bai menghela nafas lelah sembari berjalan mondar mandir seperti ada hal yang berat sedang menganggu pikirannya
"Ada apa bik?" Ucap Bai Huan menatap bibinya dengan tanya
"Pintu kediaman naga sudah bibi beri jimat, pintu hanya bisa di buka sekali saja, setelah masuk tidak ada yang bisa keluar" Ucap selir bai menghela nafas lelah
"Apa?, jadi benda itu?"
"Iya, pintu hanya akan terbuka setelah pagi, kita hanya bisa menunggu hasilnya besok" Ucap selir bai
"kau istirahatlah di sini, vapiliun mu di huni banyak orang kau tentu tidak nyaman kan, kau sudah cukup menderita beberapa waktu ini"
"Benar bi, para nona bangsawan menyebalkan itu selalu saja mengusik ku, mereka sangat merepotkan" Ucap bai huan menghela nafas lelah, ia bahkan sangat tak menyukai para putri bangsawan itu
"Baiklah kau segera beristirahat, kita akan menunggu hasilnya besok, mungkin permaisuri bodoh itu akan berakhir di tiang gantungan"
__ADS_1
Keduanya tersenyum, nona bai sudah tak sabar menanti hari itu