Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab85#


__ADS_3

Hari beranjak siang, setelah hampir semalaman bermain kejar kejaran dengan Ling Shi akhirnya , Yu Fang bisa kembali ke Chap, setelah berolahraga semalaman akhirnya ia bisa kembali ke rumah dan beristirahat, dengan langkah gontai ia berjalan kembali ke chap dengan rambut yang sudah acak acakan, Ling Shi sungguh selalu membuatnya kewalahan, bagai mana tidak, ia sudah berlari cukup jauh, namun siapa yang menyangka jika keberuntungan tidak berpihak padanya, bahkan Ling Shi sudah berdiri di hadapnya dan ia tertangkap dengan sangat mudah dan yah kalian tau apa yang telah di lakukan Ling Shi,


"Apa yang terjadi" Ucap pangeran Lan yang sedang bercengkrama dengan jendral Ling, Yu Fang berjalan mendekati Sang kakak, dengan penampilan yang sungguh memprihatinkan, dengan rambut yang acak acak serta wajah yang terlihat lelah, ada beberapa memar disana, jangan lewatkan telinga merah maha karya nona kediaman ling itu, benar benar mengagumkan bukan?


"Kakak kedua, jendral muda Ling" Ucap Yu Fang menyatukan tangan di dada memberi hormat pada Sang kakak, dan jendral Ling


"Saya meminta maaf atas nama adik saya jendral Yu" Ucap jendral Ling dengan rasa bersalah, jendral Ling tak mungkin salah tebak, selama ini bahkan tidak ada satupun yang bisa menindas jendral muda ini kecuali sang adik, Ling Shi Linfu, adiknya ini sungguh keras kepala jika berurusan dengan yang namanya cinta, sudah begitu banyak lamaran yang datang ke kediaman Ling namun sang adik bahkan masih begitu keras kepala, ia bahkan selalu mengatakan jika ia hanya menginginkan Yu Fang, ia sudah melewatkan begitu banyak lamaran semenjak ia berumur 14 tahun, dan tuan muda mana yang bisa menolak pesona sang nona kedua Ling, berwajah cantik, tumbuh dalam keluarga terpandang dan sangat ahli dalam beladiri,


"Segera rapikan diri, jamuan makan akan segera di mulai" Ucap pangeran Lan, ia tak perlu bertanya lebih lanjut, ia pun sudah dapat menebak siapa yang berhasil memporak porandakan adik ke enamnya ini, selain nona kedua kediaman Ling siapa lagi,


Yu Fang menghela nafas pelan dan membungkuk segera berlalu menuju kediaman untuk merapikan diri yang sudah berantakan karena gadis ling itu.


"Mari jendral Ling" Ucap pangeran Lan mempersilahkan si jendral Ling untuk segera menuju aula jamuan.


Setelah membersihkan diri Yu Fang berjalan anggun menuju aula jamuan, di dalam sana semua sudah duduk dengan tenang kecuali Sang kaisar dan permaisuri, Yu Fang menepuk keningnya, ia baru ingat jika telah meninggalkan Sang kakak ipar di pasar, kedatangan Ling Shi membuat yu fang sangat panik bahkan melupakan kakak iparnya, saat ini ia hanya bisa berharap jika kakak iparnya kembali dengan selamat


"Adik ke 6, apa yang terjadi?" Ucap pangeran Lan pelan, ia tentu dapat melihat raut wajah sang adik, begitu gelisah, apa yang terjadi?


"Kakak aku melakukan kesalahan yang sangat besar" Bisiknya pelan

__ADS_1


"Yang mulia kaisar dan permaisuri memasuki ruangan" Teriakan itu terdengar begitu jelas, di susul dengan kemunculan dua kandidat terpenting di negri ini, Min berjalan beriringan menuju tempat duduk yang telah di sediakan untuknya, lagi pula jamuan pagi seperti ini cukup menyenangkan dengan kehadiran beberapa jendral muda yang tampan, ia bahkan masih memiliki niat untuk mencari suami baru jika sewaktu waktu kaisar Zhou membuangnya.


Jamuan makan pun di mulai, jamuan berjalan dengan hening tak ada yang membuka suaranya takut jika kembali terkena amukan Sang kaisar, benar, kemarin Kaisar marah besar karena sang permaisuri menghilang entah kemana, para prajurit sudah di kerahkan di bawah kepemimpinan Sang kaisar sendiri, ia harus menemukan Sang permaisuri, permaisuri ini sungguh liar dan suka menyelinap, Yu fang menghela nafas lega saat melihat kakak iparnya, walaupun kakak iparnya cerdas namun ia meninggalkan Sang kakak di pasar bahkan saat malam hari, ini semua karena ling shi, andai saja ia tak muncul di pasar pasti yu fang akan menikmati perayaan lampion itu dengan tenang dan kembali bersama Sang kakak ipar, tapi?, kedatangan ling shi benar benar merusak semua rencananya, Jamuan makan di mulai dengan keheningan, baik Min atau siapa pun tak ada yang berniat membuka suara, hingga jamuan berakhir dan semua kembali ke kediaman masing masing.


Min berjalan anggun menuju gazebo dengan di ikuti beberapa pelayan


"Pelayan bawakan kotak yang berada di kamar ku" Ucap min pelan


Para pelayan hanya mengguk pelan dan meninggalkan sang permaisuri, pikiran Min melayang jauh, ah ia sangat merindukan selir ke lima, bagai mana kabarnya sekarang?, apakah para pengawal bayangan yang di kirimnya mampu menjaga keselamatan Sang ibu selir?, apakah mereka mampu mengatasi masalah yang terjadi di istana?, entah lah ada begitu banyak orang yang mengincar nyawanya dan semua orang yang berada di dekatnya, min hanya bisa berharap jika tak terjadi hal buruk apa pun pada orang orangnya, Saat asik melamun sebuah jubah dari bulu rubah berwarna putih menyelimuti tubuhnya


"Yang mulia" Ucap Min berbalik, di belakang sana sudah berdiri kaisar Zhou dengan wajah datar seperti biasanya


"Sejak kapan kau memperdulikan ku yang mulia" Ucap Min pelan, sangat pelan hingga bahkan kaisar pun hanya mendengarnya sayup namun cukup jelas, ia menjadi kesal dengan perlakuan ini, mengapa dulu kaisar tak memperlakukan Mian Li seperti ini?, jika Mian Li hidup dengan baik ia tak perlu terdampar di masa ini


"Kita akan kembali besok, apakah ada yang ingin kau persiapkan permaisuri?" Ucap kaisar Zhou pelan sambil menyesap teh yang baru saja di tuangkan oleh sang permaisuri


"Ah sudah mau kembali ya, ah baik lah" Ucap Min berdiri dari duduknya dan segera menuju beberapa kotak yang baru saja di antarkan oleh para


"Pelayan bantu aku" Ucap Min pada pelayannya

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Ucap kaisar Zhou mendekati istrinya yang nampak begitu sibuk dengan barang barang yang berada di dalam kotak besar itu


"Kau bisa melihat nya yang mulia" Ucap Min masih terus sibuk dengan kotak kotaknya


"Ah ini untuk adik ke dua dan adik ke enam" Ucap Min memisahkan jepit rambut pria yang terbuat dari emas murni dan bahkan terlihat sangat elegan itu,


"Untuk ibu selir" Ucap Min kembali memisahkan satu set perhiasan wanita giok darah terbaik untuk ibu tercintanya, dan setelahnya menyiapkan untuk semua yang berada di kediaman nya


"Anda memberi semua ini pada para pelayan?" Ucap kaisar Zhou tak percaya, perhiasan yang di beli oleh Sang permaisuri sangatlah banyak dan dalam kualitas yang sangat baik , bahkan Sang permaisuri begitu bahagia saat mengatakan jika seluruh perhiasan ini untuk para pengawal pelayannya,


"Tentu saja, mereka seperti keluarga bagi ku, lagi pula tidak ada yang menerima ku, tidak apa aku bisa tetap hidup dan bahagia tampa menjadi putri pertama dari kediaman jendral chen, bukankah begitu yang mulia" Ucap Min tersenyum bahagia di balik cadarnya dan sibuk mengatur segala barang bawaannya,


Kaisar zhou hanya diam dan beranjak ke meninggalkan gazebo, sepertinya sang permaisuri tidak membelikan barang apa pun untuknya, huh untuk apa berharap bukankah dirinya sendiri sangat kejam pada Sang permaisuri?, lalu apa yang bisa di harapkan dari tindakan tak manusiawinya selama ini, benar benar menyakitkan bila di ingat, kaisar melangkah jauh dengan segala kegelisahan dan penyesalannya, sedangkan yang di tinggalkan sama sekali tak perduli, lagi pula ia tak meminta kaisar untuk tetap tinggal, min masih sibuk memasukan perhiasan ke kotak kecil agar mudah di bagikan


"Ini untuk kalian, dan terimakasih telah membantu ku'' Ucap Min memberikan dua kotak kayu pada kedua pelayan yang sedari tadi membantunya


"Yang mulia, perhiasan ini sangatlah berharga, yang rendah ini tak berani untuk menerimanya" Ucap si perlahan pelan, hey ini adalah perhiasan kualitas terbaik, mereka bahkan tak berani bermimpi untuk memiliki barang seberharga itu


"Sayang sekali, aku bahkan tak pernah menerima bantahan, jika kau berani mengabaikan keinginan ku, maka bersiap lah untuk sebuah hukuman"

__ADS_1


"Hamba tak berani untuk menentang perintah yang mulia, terimakasih atas berkah yang mulai," Ucapnya membungkuk sembari tersenyum bahagia, perhiasan semahal ini?, bahkan mereka harus bekerja puluhan tahun agar bisa mendapatkan sepotong kecil dari perhiasan ini, bahkan perhiasan ini lebih berharga dari nyawa mereka, namun, sang permaisuri dengan begitu murah hari memberikan mereka satu set perhiasan dalam kualitas yang sangat baik,


__ADS_2