Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab101#


__ADS_3

"Pengawal" Teriak Wang Lu Shi, ia tak Terima dengan penghinaan ini, para nona muda ini tentu memiliki status rendahan, bagai mana bisa ia di kalahkan oleh orang rendahan seperti para nona muda sederhana ini,


mendengar keributan para pengawal mulai berdatangan ke taman, ia ingin melihat siapakah yang sudah berani berteriak di depan permaisuri mereka, mereka sedikit prihatin melihat gadis berpakaian mewah itu, ia pasti akan di jatuhkan sejauh-jauhnya oleh permaisuri ini, sungguh nasib yang malang, terlalu angkuh hingga lupa diri, dan malah membuat masalah dengan ibu negri yang paling di segani ini,


"Hukum gadis ****** ini" Ucap Wang Lu Shi dengan angkuh, sedangkan Min hanya terkekeh pelan, tidak ada yang berani maju, hahah tentu saja para pengawal mengenali junjungannya dengan baik, meski menggunakan pakaian sederhana pun junjungan nya tetap memancarkan keagungan seorang permaisuri, ia berada dalam porsi yang pas, cantik, cerdas berstatus tinggi namun tak sombong, bukankah itu langka?.


"Mengapa masih diam?" Teriak Wang Lu Shi kesal, melihat para pengawal hanya diam dan bahkan mereka tak bergerak sedikitpun, malah saling tatap dalam diam, Para pengawal akhirnya mengguk, Wang Lu Shi tersenyum puas, akhirnya gadis ****** di hadapannya akan mendapatkan hukuman, lihatlah ia akan meminta ayahnya untuk menjatuhkan hukuman yang berat karena telah mengatainya sebagai wanita rumah bordir, namun para pengawal bahkan berjalan melewati Min, Min hanya terkekeh pelan saat para pengawal malah memegang tangan Wang Lu Shi dan pelayan yang ia bawa,


"Hey apa yang kalian lakukan, lepaskan aku, aku adalah putri mentri, kalian akan segera di hukum karena telah berbuat lancang pada ku" Teriak Wang Lu Shi murka ia tak bisa di perlakukan seperti ini, ia adalah putri tunggal dari mentri yang di hormati, bagai mana bisa ia di permalukan di depan umum seperti ini, Min membuang nafas pelan, gadis angkuh tak tau tempat.


"Kau salah memilih lawan Nona Wang, ku ingatkan jangan suka menindas orang yang berstatus rendah, lihat lah kau di permalukan di depan umum seperti ini, dan lihatlah lah bagai mana kelanjutan keluarga mentri yang kau banggakan itu" Ucap Min terkekeh pelan, ia harus menghentikan keributan ini, ia harus menyusun rencana agar dapat meraih buah persik itu, hm baik lah, kali ini ia tak beruntung ia akan mencoba lagi nanti, ia harus membuat siasat yang bagus agar bisa mengambil buah itu, sungguh perjuangan yang besar, ia bahakan sudah di hadang dua kali,

__ADS_1


"Lepaskan mereka, kurung nona Wang di halamannya, jangan biarkan dia keluar sebelum hari perayaan, ia harus menyalin tiga ribu etiket seorang putri bangsawan, sepertinya nyonya kediaman perdana menteri terlalu longgar pada putrinya hingga melupakan hal ini" Ucap Fei Yang, Para pengawal itu mengguk dan melepaskan Wang Lu Shi, akan sangat tidak enak di pandang, saat seorang putri di seret para pengawal yang benar saja


"Silahkan nona Wang" Ucap salah satu pengawal dengan hormat


"Sialan kau rendahan siapa kau yang berani memerintah ku" Ucap Wang Lu Shi murka, ia bahkan malah menyerang para pengawal


"Nona, jangan mempersulit, lebih baik jika nona menurut" Ucap seorang pengawal pelan,


Min memilih untuk duduk di rerumputan agar dapat menonton pertarungan ini dengan baik, ternyata para pengawal istana cukup kuat, yah walaupun tak mungkin bisa di bandingan dengan pengawal valium bulan yang ratusan kali lipat lebih kuat, bahkan hampir setara dengan para panglima Kekaisaran


"Tontonan yang menyebalkan nona, lihat lah para pengawal itu malah kewalahan, apa aku boleh membantu mereka?, mereka terlalu lemah" Ucap Fei Yang sembari duduk di samping Min, Yu Mi pun melakukan hal yang sama, namun ia tak berniat untuk ikut campur, lagi pula jadi penonton yang baik saja sudah cukup kan?, tak perlu terjun langsung ke tempat kejadian.

__ADS_1


"Lihat lah, sudah ku katakan, aku yang terkuat, dan kau gadis ****** bersiap lah, aku akan membuat mu hancur" Ucap Wang Lu Shi melesat dengan cepat ke arah Min, namun Min dengan santai menepisnya, menekan beberapa saraf hingga Wang Lu Shi tak dapat bergerak, karena totokan dari si permaisuri, ia tak perlu banyak bergerak hanya untuk menghadapi nona muda nanti naif ini


"Nona Wang, sebenarnya aku tak terlalu suka menghukum mu, aku tak ingin menghukum mu dengan berat, namun sepertinya kebaikan ku ini tak di inginkan, hm baik lah, katakan hukuman apa yang pantas untuk orang yang telah menghina permaisuri? , yah kau benar nona wang, MATI" bisik Min pelan, Wang Lu Shi tentu tak dapat menyela, saraf nya terasa kaku, bahkan ia adanya bisa mendengar tampa menjawab.


"Tapi ini masih terlalu ringan, membunuh mu sangat mudah nona Wang, tapi aku tak tertarik dengan nyawamu, aku lebih tertarik dengan tenaga mu, pengawal bawa nona wang ke halamannya, dan jadi jatuhkan hukum pukul sebanyak 10 kali karena telah menghina ku, setelahnya ia akan di hukum kurung dan menyalin etiket bangsawan sebanyak lima ratus kali, sebarkan rumor jika setelah ini nona kediaman wang tak akan pernah di izinkan memasuki istana," Ucap Min, dan berjalan meninggalkan tempat tempat itu, ia lebih tertarik untuk menyusun rencana agar dapat meraih buah persik itu,


"Nona, Wang Lu Shi itu sangat bodoh, lihat lah bahkan ia mempermalukan dirinya sendiri" Ucap yu mi terkekeh pelan, keduanya berjalan menuju bangku taman yang berada tak jauh dari tempat keributan tadi.


"Nona muda manja itu pantas mendapatkannya, dasar tak tau diri, berlagak sok berkuasa di hadapan wanita paling berkuasa?, yang benar saja?, bahkan ia malah menggertak mu, kau sangat pintar memilih hukuman, setelah semua ini orang mana yang begitu bodoh mendekatinya, semua orang akan menjauhinya hanya karena rumor yang kau sebar" Ucap Fei Yang dengan semangat yang menggebu, pada dasarnya pada masa ini harga diri lebih berharga dari nyawa, jika seseorang terkena rumor buruk maka tidak akan ada yang mau berada di sisinya, terlebih memiliki perselisihan dengan keluarga istana, ia pasti akan di kucilkan dan di buang dari keluarganya sendiri, dan beginilah cara si pendiam membalas dendam, jika tak sadis maka tak akan seru bukan?


"Ah lupakan dia, sekarang mari menyusun strategi" Ucap Min duduk di bangku yang berada di pinggir kolam, ia harus mendapatkan buah persik itu, ia tak akan melepaskan dengan mudah, enak saja, sudah membuat tertarik malah gak mau tanggung jawab, mana bisa begitu,

__ADS_1


__ADS_2