Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab31#


__ADS_3

Min menghela nafas perlahan, wajahnya memang menunjukan kekesalan, namun tentu saja tidak dengan hatinya, ia merasa sangat senang, hukuman ini akan memberinya ruang untuk meninggalkan istana, toh ia juga harus meningkatkan kultivasinya dan cara satu satunyaa dalah ke hutan terlarang yang terletak di kota perbatasan, Min menghela nafas dan dalam diam melangkah menuju valium bulan, hatinya tentu saja bersorak senang, ia tak menyangka jika kaisar menyebalkan itu menyambut umpan yang ia berikan dengan sangat baik, akhirnya ia memiliki kesempatan menikmati alam luar, sungguh ini adalah kebahagiaan yang tiada tertara bagi seorang min jiana


"Nona" Ucap fei yang datang dengan seorang wanita tua yang bertugas untuk mengajari min mengenai etiket bangsawan, memang sedikit menyebalkan sih, tapi tak masalah ia akan menghadapi wanita tua ini tampa harus membuat rencanya kacau, mari sedikit bermain trik.


Min hanya diam dan mendengarkan dalam diam, ia duduk dengan nyaman sembari mendengarkan segala ocehan wanita tua yang menjadi guru etikanya ini, saat ini ia hanya fokus menyusun rencana agar bisa keluar dari istana dengan aman, ia yakin jika rencana yang di susun dengan baik dan matang akan menghasilkan suatu yang baik pula, ia pun harus mencari jalan aman agar bisa terlepas dari pengawal istana dan prajurit bayangan itu, min tentu tau jika kaisar es itu diam diam memantau, ia hanya perlu mengelabuhi mereka dan tentu saja setelahnya kabur untuk segera menikmati keindahan di alam bebas.


Rembulan kini sudah menemani malam dengan cahayanya yang redup namun menenangkan itu, min baru saja menyelesaikan pelajarannya, saat ini ia memilih untuk duduk santai di gazebo sembari menikmati keindahan malam, huh baik lah, min sudah memikirkan ini, ia sudah menyusun rencana dengan matang, ia sangat tak terima dengan tindakan kaisar yang semakin semena menana padanya, datang dan pergi sesuka hati, ia merasa sangat kesal, bagai mana bisa ia selalu di kalah kan oleh aura menyebalkan milik kaisar Zhou itu, bagai mana ia bisa terus menerus kalah padahal sudah berusaha sekeras yang ia bisa, oh tidak bisa ini sungguh tak bisa di biarkan, bahkan Min tak tau tingkat kulvikasi yang dimiliki oleh sang kaisar, ya seperti yang ia lakukan, sang kaisar juga menyamarkan tingkat kulvikasinya, ia tak ingin terlalu mencolok dan menjadi perhatian, benar-benar menyebalkan, saat kau di tindas namun kau tak bisa melakukan apapun padanya

__ADS_1


"Yang mulia" Sosok hitam kini membungkuk di hadapan min


"Bagai mana penyelidikan mu?" Ucap min, wajahnya berubah datar ia selalu tegas jika berurusan dengan hal yang serius,


"Ampun yang mulia, keadaan di mayor Jendral masih terlihat seperti biasanya, tidak ada yang mencurigakan, dan tidak ada hal aneh yang terjadi" Ucap sosok itu membungkuk pelan, ia adalah salah satu dari sepuluh pengawal bayangan milik Min, ia tentu memiliki orang kuat di sisinya, min membutuhkan tenaga orang lain untuk membantu menyelesaikan masalahnya, ia tentu saja akan krepotan jika harus bekerja sendiri,


"Baik" Bayangan itu seketika menghilang, Min menghela nafas pelan, ia tentu saja tak bisa tenang jika ia tak memberi keadilan pada ibu Mian Li, dan membasmi semua orang yang telah membuat tubuh ini menderita, ia harus menyelesaikan misinya agar segera ke neraka dengan nyaman, ia tak memiliki tujuan lain, ia hanya ingin ke neraka saja mengapa dewa bahkan tak mau mengabulkan keinginannya

__ADS_1


"A fei siapkan pakaian ku" Ucap Min berjalan ke kamarnya, fei yang menggunakan kepalanya dan segera menyiapkan apa pakaian yang di inginkan oleh sang nona,


"Nona anda akan pergi kemana?, malam sudah sangat larut, untuk saat ini berada di luar istana bukan pilihan yang bijak" Ucap fei yang pelan, ia tentu saja merasa khawatir jika sang nona kembali menyelinap, di luar sangatlah berbahaya, ia tak ingin nonanya di ganggu oleh orang orang jahat


"Ada hal yang harus segera ku selesaikan, dan ini sangat mendesak, kau harus memainkan peran mu dengan baik hingga aku kembali" Ucap Min sambil mengikat kain hitam ke wajahnya, ia sudah memutuskan, ia tak bisa menunda lagi setelah kuat ia akan mengacau di kediaman jendral, ah ia sudah tak sabar menanti datangnya hari itu, lagi pula ia harus pergi ke perbatasan barat untuk membantu pangeran ke dua, ia adalah ahli medis yang handal, tak akan jadi masalah jika ia membantu, lagi pula sebagai ratu yang baik ia harus memikirkan rakyatnya kan?.


"Tapi kapan nona akan kembali, saya takut terjadi sesuatu pada nona di luar sana, di luar istana sangat banyak orang orang jahat" Ucap fei yang pelan

__ADS_1


"Aku akan kembali jika sudah waktunya, sampai jumpa" Ucap min pelan, ia segera menembus kegelapan dan segera meninggalkan istana, alam bebas tunggulah kedatangan seorang Min jiana


__ADS_2