
Saat sibuk dengan perbincangan para nona muda yang membosankan kan ini, Tampa sengaja ling shi melihat ketiga gadis yang sibuk meloncat loncat menggapai buah persik, mereka terlihat sangat bahagia seperti ketiga nona muda itu sama sepertinya (Ling Shi) mahluk berjiwa bebas
"Apa yang kau lakukan di sini kakak ipar?," Sapa pangeran lan pelan, ia sedari tadi melihat kakak ipar dan kedua pelannya sedang sibuk bermain lompat lompat di bawah pohon persik, dan yah ia juga sudah merindukan gadis pujaanya, sambil menyelam minum air, lagi pula ia hanya bisa menatap gadis pujaan tampa bisa melakukan apa apa, ia masih sedikit malu untuk mengatakan hal ini pada kakak iparnya, yang terpenting adalah ia harus menyelesaikan para memberontak ini, setelah itu ia akan meminta pernikahan pada kakak permaisurinya ini, yah seperti itulah keinginan hati seorang pangeran lan
"Tidak ada, kami hanya bermain" Jawab min pelan
"Nona bukankah kita sedang berburu buah persik?" Ucap fei yang polos, sebelumnya nonanya mengatakan jika mereka berburu buah persik, dan saat di tanya oleh pangeran lan sang nona hanya mengatakan "tidak ada" Bukankah itu aneh?, Pangeran lan tersenyum kecil melihat kepolosan gadis pujaannya ini, mengapa semakin hari si gadis fei ini semakin menggemaskan dan cantik di mata si pangeran kedua, ah cinta memang buta.
"Hey lihatlah tuan muda itu, ia terlihat seperti tuan muda dari keluarga penting, dan lihat lah dia sangat tampan" Ucap chen ling, kedua nona muda kediaman jendral chen ini pun ikut serta dalam perbincangan para nona muda itu, tampa sengaja pendanganya jatuh pada beberapa orang yang sedang berbincang di bawah pohon persik itu.
"Ah siapa ketiga gadis itu?, hey bahkan pakaian mereka sangat sederhana, dasar para penggoda, tuan muda itu pasti tidak akan menyukai mereka, ada begitu banyak gadis cantik di sini, mana mungkin tuan muda setampan itu memiliki selera rendahan, dasar ******" Gadis lainya ikut kesal menatap beberapa orang yang sibuk berbincang di ujung sana
"Benar, lihat lah benar benar menyebalkan" Sahut Chen Ling kesal, mengapa keberuntungan selalu berpihak pada gadis buruk rupa itu?, ia mendapatkan kedudukan permaisuri dengan mudah dan kali ini gadis buruk itu malah mendekati tuan muda tampan itu, sebenarnya apa istimewa wanita buruk rupa itu?, benar benar menyebalkan.
Ling Shi beralih menatap pria yang sedang menjadi buah pembicaraan para nona muda ini, ia tentu saja asangat mengenal sosok ini, tapi ia masih merasa sedikit ragu, akan lebih baik ia memeriksa secara langsung, jika benar dia maka akan menepermudah pencariannya, ia tak Terima jika di tinggalkan begitu saja, hey Yu Fang pergi bagai angin, tak ada yang mau mengatakan kemana mereka pergi, maka Ling Shi akan mencari, meski ke ujung dunia ia pasti akan mendapatkan Yu Fang itu, setelah berpamitan pada para nona, Ling Shi berjalan mendekati ke tiga gadis sederhana itu, apakah benar ketua chap militer?, mengapa bisa mengapa bisa di sini?, Ling Shi menjadi penasaran, dan memutuskan untuk bertanya.
"Ah bukankah itu ketua pengawas nona? " Ucap Ling Xian pelan
"Benar, mari mendekat, lihat saja Yu Fang aku akan menghukum mu saat berjumpa" Ucap ling shi berjalan cepat mendekati mereka, ia harus segera menemukan yu fang bodoh itu dan menghajarnya dengan sekuat tenaga, lihat saja
"Ketua pengawas" Ucap Ling Shi membungkuk pelan, memberi gestur hormat pada pemimpin mereka di perbatasan barat
__ADS_1
"Nona?, .. " Ucap pangeran lan pelan, ia tak mengenali nona muda yang berada di hadapnya ini, cukup cantik, dan sepertinya dari kalangan bangsawan kelas atas, namun tenaglah pangeran lan tak akan tergoda gadis fei nya lebih menarik di bandingkan nona muda ini,
"Apakah Yu Fang bodoh itu juga berada di sini" Ucap Ling Shi, Ling Shi menggembungkan pipinya kesal saat mengingat terakhir kali ia bertemu dengan di dugu Yu Fang itu, enak saja, meninggalkan tampa kabar, lihatlah, ia kesusahan mencari, lihat lah jika yu fang bodoh itu di temukan, ling shi tak akan melepaskan dengan mudah
"Ah maaf kan ke lancangan nona hamba ketua pengawas" Ucap Ling Xian pelan, ia tentu tak bisa bersikap sembrono, bagai manapun yu fang adalah saudara dari ketua pengawas di hadapan ini,
"Ah.. Maaf kan aku nona muda ling, apa ini kau?" Ucap pangeran Lan ragu, bagai mana bisa gadis yang selalu di baluti baju besi ini berubah menjadi nona muda bangsawan nan anggun dan yah cantik, adik ke enamnya pasti juga tidak akan mengenali gadis ling ini, sungguh kejutan yang mengagetkan, seekor gagak hitam dan lusuh berubah wujud menjadi angsa yang begitu indah, ini benar benar sebuah kejutan
"Ku fikir kau melupakan ku ketua pengawas, hey kau?, bukankah kau gadis yang berada di Kerajaan young?, ah aku tak menyangka dunia ini sangat sempit ternyata" Ucap Ling Shi terkekeh pelan, merangkul Min dengan akrab, Min hanya membuang nafas pelan, gadis ini memang tak meninggalkan kesan buruk pada nya, namun gadis ini sangat cerewet dan sedikit menyebalkan,
"Ah baik lah, nona Ling, berbincang lah dengan nona muda lainya, aku masih memiliki beberapa urusan" Ucap pangeran lan, pelan, kakak ipar telah memberi kode padanya untuk segera meniggalkan tempat itu, yah apa boleh buat jika sudah di usir, pangeran lan membuang nafas pelan dan beranjak menuju ruanganya
"Duduk lah, yu mi bawakan kudapan dan fei yang segera ambilkan teh" Ucap Min menghela nafas pasrah, gadis kecil ini pasti akan mengatakan banyak omong kosong padanya, tapi setidaknya gadis ling ini bukan penjilat, berteman dengan seorang gadis berjiwa bebas adalah pilihan yang pas, mungkin mereka bisa berkeliling dan bersenag senang bersama,
"Ah ia ku dengar kau ingin mengambil buah persik, pengapa tidak jadi?" Ucap ling shi pelan
"Terlalu sulit untuk di gapai, sudah lah lupakan, aku akan mencari pohon yang lebih rendah nanti" jawab min acuh,
"Jika bisa sekarang mengapa harus menunggunya nanti, ayo ambil buah persik itu" Ucap liang shi menarik Min kembali ke bawah pohon persik
"Ling Xian, kau, segera panjat pohon itu" Ucap Ling Shi yang di angguki oleh pelayannya
__ADS_1
"Jika menyuruh orang lain maka sudah ku dapatkan sejak tadi" Ucap Min pelan, ia ingin mengambil sendiri buah itu namun kedua pelayannya itu tak mengizinkannya memanjat pohon dan berakhir lah dengan acara loncat loncat itu
"Kau ini sungguh gadis bodoh, Ling Xian kau hanya perlu menginjak dahanya, agar nona menyebalkan ini dapat menggapainya" Ucap Ling Shi malas
Min menatap Ling Shi, ah mengapa ia tidak kepikiran ya?, dasar Min dugu, kemana otak encermu bahkan kau di kalah kan oleh bocah tengil ini?, yang benar saja?
"Apa yang kau lihat?, menunggu buah itu berjalan ke mulut mu?, ayo cepat ambil" Ucap ling shi, Min tersenyum dan dengan senang hati mengambil buah buruannya, begitu pula dengan Ling, Fei Yang dan Yu Mi hanya melihat mereka dari kejauhan
"Mengapa kita tidak kepikiran ya menggunakan cara itu?, nona hanya ingin mengambil dengan tangan nya sendiri, terlepas cara mendapatkannya ia bahkan tak ingin perduli" Ucap Fei Yang dan Yu Mi menepuk kening mereka bersamaan
"Sudahlah, aku akan kembali untuk mengambilkan piring dan pisau, kau berjalanlah dahulu" Ucap Yu Mi yang hanya di angguki oleh Feig.
Setelah menyelesaikan acara memetik buah persik kedua nona muda itu kembali menuju mejanya, dengan senyum lebar, yah buah buruan nya sudah di dapatkan, bukankah sudah sewajarnya ia merasa bahagia?
"Ternyta kau cukup cerdik" Ucap Min mengelus buah persiknya dengan sayang
"Tentu saja, dunia kemiliteran harus memperhitungkan segalanya, aku sudah terbiasa dengan segala situasi mendesak hingga konyol" Ucap Ling Shi begitu semangat membanggakan dirinya, senyuman indah itu kembali terukir di wajahnya
"Kau ini" Ucap Min menghela nafas malas, baru di puji sedikit sudah besar kepala, dasar gadis tegil.
Kini mereka terlibat beberapa perbincangan ringan, Min ingin belajar mengenai strategi perang dengan putri jendral ling ini, lagi pula mereka teman tidak perlu merasa sungkan berbagi pengalaman dan cerita dengan seorang teman adalah hal yang wajar, lagi pula ling shi adalah gadis yang menyenangkan.
__ADS_1