
Min melangkah dengan cepat menjauh dari istana, dalam diam menembus kegelapan malam melompat dari dahan satu ke dahan lainya benar benar menyenangkan, tak menyangka jika ia benar benar bisa melayang seperti ini, hidup di masa kuno seperti ini ternyata punya sensasinya tersendiri, huh baik lah saat ini min harus fokus menuju hutan terlarang dan keterbatasan barat secepatnya,
selain ia harus memperkuat tingkat kultivasi ia harus segera ke kota perbatasan, ada banyak nyawa yang di pertaruhkan di sana, Min berjalan dengan cepat, dari kejauhan ia dapat menengar suara keributan dari hutan gelap itu, min mengerutkan keningnya, orang bodoh mana yang berkelahi di tengah malam seperti ini, mereka pasti sangat kekurangan pekerjaan, namun sayang rasa penasaran lebih besar dari rasa tak ingin taunya, Min memilih mendekat, melihat dari dekat seseorang yang dengan bodohnya bertarung di tengah malam, huh, akunya min dapat melihat jika seorang menggunakan pakaian bangsawan sedang di cegat oleh bandit gunung wei yang terkenal kejam itu, apakah para bandit itu lembur?, saat tengah malam pun ia harus bekerja, sepertinya para bandit ini memiliki kesulitan ekonomi, si pria itu nampak kewalahan setelah pertarungan tak seimbang itu, Min menghela nafas pelan dan melangkah mendekat ke arah si pria, yah tentu saja saat si pria itu mengalahkan para bandit, ia tak ingin mengotori tanganya dengan darah bandit tak berguna itu
"Hey bangun lah" Ucap Min menepuk pelan pipi si pria bangsawan pelan, ia memang berhasil mengalahkan para bandit namun ia juga mengalami luka yang cukup parah, Min membantu menyandarkan tubuh sang pria ke pohon tak jauh dari tempatnya berdiri, dasar mahluk lemah, melawan lima bandit gunung saja kewalahan,
"Dia terkena racun chii" Ucap Min setalah memeriksa keadaan si pria, racun chii adalah racun yang berjesnis bubuk, umumnya si penghirup akan merasa kaku dan perlahan memah dan berakhir dengan kematian, racun ini adalah racun yang sangat mudah menyebar, beruntung belum sampai ke jantung sang pria, Min segera menyalurkan tenaga spiritualnya, meracik obat pun sudah tak sempat karena ia hanya memiliki sedikit waktu agar si pria tetap bertahan hidup, setelah hampir 1 jam menyalurkan tenaga spiritual akhirnya sang pria memuntahkan seteguk darah hitam, tubuhnya sudah merasa sedikit kelelahan karena terlalu lama menyalurkan energi pada si pria
__ADS_1
"Syukurlah racun telah keluar," Ucap min menarik nafas lega, setelah mengalir kan tenaga itu tubuhnya terasa sedikit lemah, min meraih sebotol pil dan memasukan ke dalam mulut sang pria,
"Tunggulah di sini, aku akan mencari tumbuhan obat untuk luka mu" Ucap min setelah pria sadar, Sang pria hanya menatapnya tampa mengatakan apapun, min perlahan menjauh, mencari rumput ruzela dan jamur tin untuk mengeluarkan sisa racun di tubuh sang pria, beruntung kedua ramuan itu tumbuh di sekitar tempat keduanya beristirahat
"Bertahanlah ini akan terasa sedikit perih" Ucap min sambil memakaian ramuan yang telah ia tumbuk, menempelkan kedua ramuan itu ke luka yang ada pada lengan dan kaki si pria
"Agh" Ringis pria itu, daun ruzela memiliki getah yang membuat rasa gatal, dan jika di
__ADS_1
"Bertahan lah, sedikit lagi" Ucap Min, setelah menyelesaikan pengobatannya min berdiri dari duduknya,
"Beristirahat lah, kau akan lebih baik besok" Ucap min pelan
"Terimakasih atas bantuan mu nona" Ucap si pria pelan bahkan tubuhnya terlalu lemah untuk membungkuk,
"Simpan trimakasih mu itu, keluar dari hutan ini secepatnya karena hutan ini cukup berbahaya, ini adalah kawasan gunung wei" Ucap Min pelan
__ADS_1
"Siapa nama mu? Aku berharap kita bisa bertemu di masa depan" Ucap si pria menatap min yang sibuk memaskangkan obat racik itu ke luka luka yang berada di tubuh sang pria
"Panggil saja min" Ucap min dan beranjak menjauh meninggalkan hutan, perjalan min cukup jauh ia harus bergerak cepat perbatasan barat bukanlah tempat yang dekat, ia akan sampai di hutan larangan setidaknya saat fajar menyingsing, ia harus bergerak cepat semakin cepat sampai di hutan maka akan semakin cepat meningkatkan kulvikasi dan ia juga masih memiliki kewajiban terhadap nyawa para rakyatnya.