
Pangeran lan menghela nafas pelan sbari menatap gadis cantik yang berada di belakang kakak iparnya, yah ia hanya bisa melihat tampa bisa menggapai, dan pada kenyataannya bahwa ia merasa terlalu malu jika harus bertindak lancang, dari itu akan lebih baik ia mencintai dalam diam, menanti waktu yang cepat untuk mengungkapkan, yah semoga saja mereka masih memiliki waktu,
ah ternyata cinta pandangan pertama memang benar adanya, waktu itu sang gadis terlihat begitu cantik dan menyenagkan, sehingga membuat pangeran lan jatuh hati pada gadis fei, telinga pangeran lan memerah malu bahkan gadis ini terlihat bertambah cantik setelah ia tinggalkan beberapa bulan lalu, ah apa yang sedang ia fikirkan mengapa menjadi vulgar seperti ini
"Apa yang kau lihat adik kedua" Ucap Min pelan, pandangannya beralih pada adik keduanya yang tiba tiba termenung dan jangan lupakan telinganya yang memerah, keninya mengerut, apa yang sedang ia fikirkan
"Adik,mengapa telinga mu memerah, apakah serangga menggiti mu?," Ucap Min menatap si pangeran polos, ia sama sekali tidak mengerti mengenai hal ini, di dunia moderen ia tak pernah menemui hal seperti ini, dan yah hanya ada satu kemungkinan, serangga menggigiti telinga sang pangeran, benar
"A fei, yu mi segera cari serangga yang menggigit telinga adik kedua" Ucap Min
Kedua pelayan yang sama sama polosnya itu, keduanya hanya mengguk semangat dan bersiap mencari hewan lancang yang telah menggigiti pangeran lan ini, selama ini tak ada serangga yang berani menggit ataupun mengusik mereka
"Tidak ... tidak apa kakak, aku tidak apa apa, aku baik baik saja" Ucap pangeran lan tergagap, untung saja ketiga gadis ini begitu polos sehingga ia tak perlu menanggung lebih bayak rasa malu, pangeran lan beralih menatap sang ibu yang hanya menggeleng sembari tersenyum kecil, seorang wanita di zaman ini tau betul jika telinga yang memerah adalah suatu tanda rasa malu yang di miliki pemilik, lalu?, selir kelima jadi penasaran yang manakah di antara mereka yang berhasil menarik perhatian sang pangeran, ia dapat memastikan jika sang permaisuri tak termasuk dalam hal ini
"Jika begitu maka Bangkit lah, duduk di sini " Ucap Min pelan, yah jika memang tak ada serangga maka tak masalah, ia akan tetap meminta para pelayan membersihkan valiumnya nanti,
__ADS_1
"Ada apa kakak memanggil kami? " Ucap yu fang pelan, untuk mengalihkan perhatian sang kakak ipar, ia pun baru mengetahu gadis yang selalu di bicarakan oleh kakak keduanya ini adalah orang orang kesayangan kakak ipar mereka, huh benar benar tak menyangka bukan?,
"Tidak ada, bukankah kita sudah lama tak berkumpul bersama ibu selir?, membuat pesta minum teh bukan hal yang salah bukan?" Ucap min menyesap tehnya dengan perlahan
"Yang mulia" Ucap para prajurit membawakan 3 kotak kayu besar,
"Segera letakan di sini" Ucap min bersemangat, ia sudah tak sabar melihat barang barangnya, dan sudah tidak sabar membaginya, ia sangat tak sabar melihat ekspresi bahagia mereka
“apa itu A li?” Ucap selir ke lima pelan, kotak ini?, bukankah ini kotak yang sama yang di bawakan oleh sang kaisar
"Harta karun ibu," Ucap Min tersenyum lebar, dengan gerakan ringan ia membuka kotak itu dengan semangat yang menggebu, ia harus membagikan hadiah ini pada kaisar sebagai ucapan terimakasih karena telah menjaga barang barang berharanya, yah ia sudah memutuskan untuk memberi kejutan pada si kaisar es
Kedua pelayan itu terlihat ling lung, apakah permaisuri mereka bercanda?, ini adalah hadiah pertama dari kaisar, mengapa dengan muda membagi bagi?, meskipun bingung keduanya hanya mengguk patuh dan mulai mecari tempat yang sedikit nyaman untuk membagikan isi dari kotak kotak besar itu, yah apa boleh buat?, hadiah dari dewa sekali pun jika sang junjungan meminta untuk membuang maka merekaa kan tetap mematuhi
"Ini untuk mu ibu selir" Ucap min tersenyum lebar dang dengan girang mengulurkan kotak berukir naga yang terlihat rumit namun indah, ini adalah hadiah khusus yang ia siapkan untuk sang permaisuri
__ADS_1
"Untuk adik ke dua dan ke enam" Ucap Min memberikan kedua kotak itu dan di sambut dengan senyuman, selir kelima hanya menatap min dalam diam, bahkan min sudah sangat akrab dengan kedua putranya, bukankah mereka tak pernah bertemu sebelumnya?, lalu?
"Dan ini, pelayan bawakan kembali ke kamar" Ucap min memberikan sebuah kotak sederhana, yah hadiah khusus yang sudah ia siapkan untuk orang khusus pula, yah ia sudah menyiapkannya dan akan memberinya secara langsung, mengucapkan terimakasih untuk jasanya
Wajah selir ke lima terlihat gusar, namun ia memilih untuk tidak memperdulikan kegelisahan yang ada dalam fikiran ibu selirnya, lagi pula bukan hal yang besar untuk di khwatirkan, Min hanya akan mengucapkan Terimakasih pada pria baik hati yang mau menjaga barang barang berharganya
"Kakak ipar maaf kan aku, karena meninggalkan mu waktu itu" Ucap yu fang dengan rasa bersalahnya, ia sudah meninggalkan kakak iparnya di tengah pasar saat di kerajaan young, yah keduanya tentu saja terlihat dalam naungan bisik bisik
"Tak perlu di fikirkan adik keenam, aku memang sempat kesal pada mu karena meninggalkan ku bersama es itu, tapi tidak apa lah, aku akan membalas mu nanti, kapan aku memiliki waktu luang" Bisik min pelan, ia tak ingin ibu selirnya tau jika ia sudah kabur dari istana,
''Ibu selir bisa membukanya" Ucap min dengan riang, selir kelima membuka kotak itu dengan gerakan lembug
"Giok darah?" Ucap selir kelima tak percaya, giok darah ini biasa di gunakan saat acara pernikahan, dan giok darah melambangkan semangat dan kasih sayang yang tak pernah putus, lalu?, mengapa barang seberharga ini di berikan padanya,
"Apa ibu selir suka?" Ucap min tersenyum lebar di balik cadarnya, yah giok darah adalah giok yang sangat indah
__ADS_1
"A li, yang mulia kaisar sudah merepotkan diri memberi perhiasan untuk mu, lalu mengapa kau membaginya?" Ucap selir kelima pelan, tentunya ia tau jika ini kotak yang di berikan kaisar dan ini adalah hadiah pertama yang di berikan kaisar selama satu tahun pernikahan, namun mengapa sang permaisuri membagikan seolah benda ini bukanlah hal yang berharga.
"Tidak apa ibu, ini memang sudah di persiapkan untuk ibu selir, dan semuanya" Ucap min menggengam tangan ibu selirnya, ia tak ingin melihat ibunya merasa tak enak seperti ini, lagi pula semua ini bukan hadiah dari kaisar, min memilihkannya sendiri ya walapun memang menggunakan uang kaisar, lagi pula tak ada salahnya bukan?, sudah sewajarnya seorang istri menghabiskan uang suami, memang seperti itu lah peraturannya bukan?