Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab56#


__ADS_3

Para pelayanan kini berdatangan untuk membantu sang permaisuri merapikan diri, huh ia paling tak suka di perlakukan seperti ini, apakah menjadi orang bisa sangat sulit di masa ini?, mengapa mereka semua sangat merepotkan, dan lagi ia lebih suka tinggal di antara para tabib tabib yang dengan tulus menyayanginya, dan tentu saja lebih menyenangkan dari pada para pelayan membosankan ini


Huh ia menghela nafas pelan, hidup yang penuh dengan peraturan kembali merebut dunia bebasnya, jika sudah seperti ini apa yang bisa ia lakukan?, kaisar sialan itu sepertinya memang sudah berniat, lihatlah yang ia lakukan?, ke chap militer membawa begitu banyak pelayan wanita yang benar saja, sepertinya kaisar es ini sangat bersemangat untuk kembali mengurungnya dengan segala peraturan menyebalkan itu, dan min tentu saja bukan gadis yang penurut, ia akan tetap melakukan apapun yang ingin ia lakukan, lihat saja, tindakan ini tak akan dapat menghentikannya


Setelah bersiap Min di antarkan ke jamuan makan bersama para jendral besar lainya, hey bukankah ini terlalu berlebihan, para rakyat sedang berada dalam kesulitan dan jatuh miskin namun para petinggi istana malah membuat jamuan, yah meskipun ia memiliki tabungan yang banyak tapi untuk memberikan ke rakyat?, sepertinya agak sulit, karena yah semua orang pasti akan mempertanyakan asal usulnya kan?, Min belum ingin terlihat hal menyebalkan lainya,


"Mohon maaf atas kelancangan budak ini yang mulia permaisuri, tapi itu jalan menuju dapur aula perjamuan berada di sayap timur," Ucap pelayanan dengan sopan, dan yah pada dasarnya Min belum ingin terburu buru ke aula perjamuan,


"Aku tak salah jalan, karena aku memang akan pergi ke dapur" Ucapnya ringan, setelahnya tentu saja ia segera berjalan menuju dapur, memerintahkan pelayanan dapur untuk masak makanan lebih banyak lagi, ia akan memberikan makanan itu pada para penduduk ini adalah perayaan atas usaha keras mereka selama ini, jika perayaan ini untuk penduduk maka mereka pun harus dapat menikmatinya bukan?, lagi pula para penduduk harus di rawat beberapa hari lagi untuk memastikan kesehatan mereka, ia rasa chap militer tak akan


jatuh miskin kan hanya karena ia membagikan beberapa makanan pada penduduk?, yah tentu saja tak akan miskin, chap militer memiliki keuangan yang stabil, yah tentu saja tak akan jatuh miskin

__ADS_1


"Baik yang mulia" Ucap pelayan menunduk sopan, mereka tentu saja tak bisa bertanya mengapa membagikan makanan pada penduduk?, setelah menyampaikan perintahnya min segera meninggalkan dapur, berjalan jalan sebelum ke aula jamuan cukup baik kan?


Langkahnya tiba tiba terhenti saat mendengar beberapa bisikan kecil dari para pelan yang sedang sibuk bergosip ria, jiwa bergosipnya meronta jika begini, bagai mana tidak, sepanjang jalan para pelayan terlihat begitu sibuk dengan bercerita, dan min bahkan tak mengetahui hal menarik apa yang terjadi saat ia meninggalkan chap semalam, bagai mana pun min hanyalah wanita bisa suka bergosip dan menggibah adalah hal yang ia bawa dari lahir, yah pada dasarnya tak ada kan yang bisa lepas dari wabah meresahkan itu?, sadarlah, bagai mana pun manusia tetaplah pada kodratnya,


"Kau tau, kerajaan Yong sudah rata dalam semalam" Ucap sang pelayanan dengan semangat 45 bercerita pada rekannya, ia sudah mendengar kabar yang beredar, untuk alasan yang tak di ketahui bahkan mereka merasa sangat bahagia, akhirnya kerajaan lalim itu runtuh, lahirnya pemerintahan raya Young berakhir dan itu pertanda mereka sudah berhasil lepas dari segala kesulitan yang mencekik mereka selama ini


"Benarkah?, siapa yang melakukannya?, sangat mengerikan menghancurkan sebuah kerajaan dalam semalam, dewa pasti mengutuk mereka karena kejahatan yang mereka lakukan selama ini" jawab lainya


"Apa yang kalian bicarakan?" Ucap Min mendekati ketiga pelayanan yang sedang sibuk bergosip itu,


"Ampuni hamba yang mulia" Ucap ketiganya membungkuk dengan wajah tertunduk.

__ADS_1


"Tak perlu setakut itu, aku tak akan menghukum kalian, angkat kepala itu" Ucap Min pelan, ah sepertinya bercengkrama dengan para pelayanan chap ini lebih baik dari pada menghadiri perjamuan makan itu, lagi pula para pelayanan di chap ini sangat baik dan ramah, mereka sudah sering bercengkrama sebelumya, dan yah setidaknya, para pelayan di tempat ini bisa membuatnya merasa yaman


"Budak ini tidak berani yang mulia" Ucapnya dengan gugup, mereka tentu merasa jika ini tak sopan, bagai mana budak rendahan begitu berani bercengkrama dengan seorang permaisuri, mereka masih menyayangi nyawa mereka, dan cara menyelamatkan nyawa. mereka adalah dengan tak bertindak sembrono di hadapan orang penting ini


"Bukankah kita cukup sering berbincang sebelumnya, tak perlu canggung"bujuknya, yah ini lah yang membuatnya tak menyukai posisinya, ia tak suka jika harus selalu di perlakukan sopan, ia hanya ingin pergi bermain, bercengkrama dan melakukan apapun yang belum ia coba di masa moderen,


"Katakan apa yang kalian bicarakan" Ucap Min duduk bersama ke tiga pelayanan itu, sang pelayanan terlihat canggung, semua tentu saja tak dapat di bandingkan, di masalalu para pelayan mengenal tabib han adalah sosok yang begitu ramah dan menyenangkan, tak ada yang mengira jika tabib han adalah seorang permaisuri yang sedang menyamar, ini terlalu tiba tiba untuk mereka,


"Istana Yong menghilang" Ucap seorang pelayanan agak ragu, si pelayan berharap jika ia tak melakukan kesalahan apapun dalam menyampaikan topik gosip mereka, yah semoga saja


Min mengguk pelan, tentu aja hilang, Min sudah membakar hangus istana beserta penghuninya itu, setelahnya ia hanya mendengar cerita para pelayan dengan antusias, ia lebih menyukai kehidupan seperti ini, di masalalu hidupnya sangat kaku, yah walaupun min bukan sosok yang dingin, namun pekerjaan selalu merebut kemerdekaan dan kebahagiaanya, dan di masa ini min memiliki kesempatan untuk mengubah kehidupannya yang kaku menjadi sedikit lebih menyangkan, ia hanya ingin hidup sedikit lebih bahagia, memiliki ibu yang selalu ada saat ia ingin bercerita, mempunyai adik yang bisa di jahili saat kau merasa kebosanan, ia tak menginginkan hal lebih, ia hanya ingin hidup bahagia, namun yah ia harus membayar dengan harga mahal hanya untuk sebuah kebahagiaan yang entah sampai kapan akan bertahan, yah semoga saja ia dapat mempertahan ibunya, membela adiknya dan membuat mereka bahagia

__ADS_1


__ADS_2