
"Bukankah bunganya sangat indah nona?" Ucap fei yang dengan girang, ia perlahan mendekat dan menghirup si bunga angrek merah yang menurutnya sangat indah, Min hanya terkekeh pelan beranjak duduk di tempat duduk yang berada di pinggir kolam, Yu mi menuangkan teh untuk sang nona, ini kali pertama yumi berkeliling istana ini, sebelumnya mereka hanya bolak balik ke valium angrek dan valium bulan, ia tak di beri kesempatan untuk berkeliling, dan kali ini ia mendapatkan kesempatan itu, tentu saja ia harus menikmatinya bukan?
"A fei duduk lah, kau juga yu mi, apakah kalian tidak lelah berdiri" Ucap min pelan, saat ini min sedang duduk nyaman di kursi taman, sedangkan kedua pelayan?, masih berdiri dalam diam seperti patung kayu
"Tapi nona, sangat tidak baik jika ada yang melihat, kami sudah terbiasa berdiri" Ucap fei yang pelan, suasana istana sedang ramai para bangsawan sedang berkeliling menikmati keindahan istana, bagai mana bisa mereka dengan terang terangan menunjukan kedekatan mereka, ia harus faham di mana posisinya, jangan sampai lupa diri hanya karena mendapatkan perlakuan baik beberapa saat
"Aiyooo, lihat lah siapa ini?, sampah ini sudah berani menampakan diri di istana utama nanti mengah ini" Ucap seorang gadis yang berdiri angkuh di hadapan min bersama kedua pelayanya itu, min tak perduli, ia masih sibuk dengan kudapan dan tehnya, tak menyangka, kedua sudaranya sangat perhatian, bahkan mereka menyadari jika gadis dengan pakaian terlihat sederhana itu adalah sang permaisuri, sungguh sangat terduga bukan?, ia sudah menyamar namun tetap di kenali, ada beberapa hal yang menarik pada seseorang yang membenci mu, mereka akan sangat mengenalmu luar dalam, mereka bahkan rela menghabiskan waktu dan tenaga mereka hanya untuk mencari cari kelemahan mu, dan yah pada kenyataanya mereka hanyalah penggumu, pengagum yang sangat malu mengakui jika kau lebih baik darinya, jangan sedih di musuhi orang, selagi kau tak berbuat hal yang merugikan orang lain maka kau hanya perlu mengabaikan mulut sampah mereka,
"Aiyo benar kakak, sepertinya sampah tak tau malu ini ingin tebar pesona pada para tuan muda" Balas chen ling ketus
"Ah, sudah lama tak berjumpa, ternyata masih tetap sama" Ucap min terkekeh pelan,
"Apa maksud mu?"
__ADS_1
"Ah tidak apa, permaisuri ini hanya sedikit kecewa, ternyata walapun memiliki tubuh yang cukup untuk orang dewasa, ternyata ke dua adik kesayangan permaisuri ini tak pernah berubah, masih sangat kekanak-kanakan” Ucapnya sembari terkekeh mengejek
"masih sangat kekanak-kanakan, ah permaisuri ini ingat saat kedua adik merengek hanya karena sebuah mainan, sangat menggemaskan bukan?" Ucapnya menyesap tehnya perlahan, bermain dengan saudara tak tau diri bukan ide yang buruk bukan?,
"Kau" Ucap chen ling, mengacungkan jari teelunjuknya pada min, sedangkan gadis di setelahnya hana diam,
"Plak" Itu suara sebuah tamparan, namun bahkan min tak bergerak, chen ling menampar wajahnya sendiri hingga meninggalkan bekas merah di pipinya,
"Kakak, aku hanya mengkhawatirkan mu, kehidupan di istana sangat keras, maaf kan aku karena telah membuat mu terasa tersinggung" Ucap chen ling terisak pelan, min menaikan satu alisnya, seperti yang di duga, uh dasar para pemain drama, ia ingin sekali tertawa keras melihat perubahan raut wajah keduanya, sungguh memalukan, bocah se kecil ini sudah di ajarkan bagai mana menjadi tertai putih, benar benar didikan sesat
"Apa yang kau lakukan pada ling er? " Ucap jendral chen tajam, ia tak suka jika putri kesayangannya di anianya seperti ini,
"Jika aku mengatakan jika aku tak melakukan apapun pada nya apa kau percaya?, AYAH?" Ucap min sengaja menekan kata ayah, min menaikan satu alisnya, menunggu jawaban yang sudah ia ketahui
__ADS_1
"Adik ke tiga hanya menanyakan kabar kakak pertama, sudah cukup lama kita tak ke istana, dan kami mengkhawatirkan keadaan kakak pertama" Ucap chen Qing dengan suara yang di lembut lembutkan, min hampir muntah karena jijik, ternyata benar di zaman ini para rubah tumbuh dan berkembang sangat banyak, sangat meresahkan dan merepotkan, ini bukan syuting drama dan untuk apa trik konyol itu?, bukankah ini terlalu klasik?
"Sekahwatir itu kah?, dalam ingatan permaisuri ini, para adik dan Ayah tak pernah mengunjungi permaisuri ini setelah hari pernikahan, ah mana mungkin, ah jangan tersinggung, salahkan ingatan permaisuri ini yang mungkin sedikit tergangu" Ucap min tak kalah lembut, baiklah mari memulai drama, ia bisa bermain lebih baik, tentu saja, meski bukan seorang artis ia bisa berakting dengan baik, mari memulai perunjukan
"Segera minta maaf pada ling er" Tegas jendral chen, ia tak suka jika melihat pertengkaran saudara, terlebih lagi saat putri ketiganya di perlakukan dengan tidak hormat oleh putrinya yang lain
"Jika, aku mengatakan aku tidak mau bagai mana?, apakah kau fikir permaisuri ini mau akan tunduk di bawah perintahmu jendral?," Ucap min memperjelas perbedaan status mereka, seorang jendral tak memiliki hak untuk mengatur seorang ibu negara, para jendral hanya bertugas untuk menjaga Kekaisaran, dan mengabdi kan seluruh hidupnya untuk negara, min berjalan mendekati chen ling dan yang berdiri memakai wajah teranianyanya, baik lah jika ia di tuduh bukankah akan lebih baik mencoba, sangat tidak menyenagkan jika kau harus mengakui kesalahan yang sama sekali tak kau perbuat,
"plak, plak" Beberapa tamparan mendarat di pipi mulus chen ling, min terkekeh pelan, ia hanya memberi pelajaran kecil pada adik tak tau diri ini, lagi pula ia hanya mewujudkan keinginana seorang chen ling saja, ia sangat menginginkan sebuah tamparan kan dari min?, maka tentu saja ia akan memberikannya dengan senang hati, Min hanya tersenyum samar saat melihat tanda merah yang tercetak indah itu, jangan lupakan darah yang sedikit mengalir dinujung bibir chen lingitu, siapa sudah menyematkan tanda lima jari itu di wajah sang adik laknat
"Kau.. " Ucap jendral chen menggeram kesal, sejak kapan sampah ini berani menggertak?, ia bahkan terlihat sangat angkuh
"Ah jendral, jika tidak ada hal yang penting, harap tinggalkan permaisuri ini, permaisuri masih memiliki banyak urusan, harap jendral tak menggangu ke tenagangan permasuri ini" Ucap min dengan suara mengejek, min hanya terkekeh melihat wajah kesal ketigannya, lihatlah, ia bukan chen mian li yang lemah, ia adalah min jiana pemimpin mafia yang sangat di takuti di masa moderen, mana mungkin bisa di tindas oleh manusia kuno seperti mereka ini.
__ADS_1
"Silahkan" Ucap fei yang setelah mendapat intruksi dari min, lagi pula mian li sudah terbiasa di perlakukan dengan buruk seperti ini, ia hanya membalas sedikit namun mengapa ketiga orang tak tau diri ini terlihat seakan ia alah yang paling teranianyanya?, uh lucu sekali.
"Apakah kehidupan istana sangat berat? , sehingga kau berubah menjadi sosok ini" Batin jendral chen, dalam diam langkah membawa tubuh tuanya meninggalkan taman