Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab13#


__ADS_3

Setelah selir ke empat menghilang Min menghela nafas pelan, dan beranjak duduk di depan jendela kamarnya, memikirkan apa yang akan ia lakukan di hari esok, dengan keadaannya yang lemah seperti ini sepertinya mustahil ia bisa bertahan dengan pertarungan sengit istana ini, dari kejauhan istana aadalah tempat yang terlihat sangat mempesona, indah dan sangat menggiurkan, namun siapa yang menyangka jika tempat yang selalu mereka impikan tak ubah seperti sangkar emas, yang pada kenyataanya burung lebih suka berkeliaran bebas dari pada terkurung di tempat terkutuk ini, jika sudah terperangkap maka kau hanya bisa bertahan, kaki mu terikat oleh ribuan hukum yang bahkan terkadang tak masuk akal, min kembali membuang nafas kesal, tidak bisakah ia menjadi mahluk yang lebih berguna, ah ia tak ada pilihan lain ia harus istirahat total dan perlahan kembali berlatih ilmu beladiri agar otot otot nya tidak kaku, ia tak akan membiarkan peraturan istana mengekangnya, min adalah manusia bebas, sosok dari zaman moderen bukan orang yang bodoh, ia tak akan membiarkan siapapun merebut kemerdekaannya tidak akan.


"Ah Fei, apakah pemilihan pelayan sudah selesai?" Ucap Min pelan, saat ini ia sudah memulai ritual malamnya, di mulai dengan memakai masker,


"Belum nona, pemilihan pelayan akan menghabiskan waktu empat atau 5 hari, apakah nona memerlukan sesuatu?" Ucap Fei Yang pelan, saat ini Fei Yang sedang sibuk mengoleskan cairan aneh itu ke wajah nonanya


"Tidak ada, hm baiklah ku serahkan ini pada mu, aku yakin kau bisa memilih yang terbaik, ingat aku sangat membenci pengkhianatan, akan lebih baik mengutamakan kesetiaan, kau tentu tau bagai mana cara melihatnya kan?, ku rasa aku tak perlu mengajari mu trik itu, kita telah mempelajarinya sejak muda" Ucap Min pelan, ia percaya dengan kemampuan yang di miliki fei yang


“Baiklah nona, saya masih mengingat segala hal yang di ajarkan mendiang nyonya jendral, ah ia sudah waktunya beristirahat, saya akan membantu nona membasuh muka” ucap fei yang setelah menyiapkan perlengkapan junjungannya ini Fei yang membantu Min melepaskan masker dan beberapa irisan timun di wajah dan kelopak mata nonanya, yah mereka harus bekerja keras, memperjuangkan wajah cantik bukan hal yang mudah, yah, harus membutuhkan kesabaran serta melakukan perawatan extra pada wajah, siapa yang ingin memiliki wajah buruk rupa seperti ini?, tentunya tidak ada bukan?, Min tidak sudi memiliki wajah buruk rupa, ia memang tak menginginkan kaisar, tapi apa salahnya memanjakan diri sendiri, sebelum memikirkan orang lain akan lebih baik kau memikirkan diri mu sendiri, egois untuk kebaikan diri sendiri adalah hal yang harus di lakukan oleh setiap manusia bukan?,

__ADS_1


“Hm baik lah, oh ia Fei yang, aku akan beristirahat total selama sebulan, ku harap kau bisa mengatur semuanya, tubuh ini masih sangat lemah, aku butuh waktu sendiri, butuh ketengan, tidak ada yang boleh mengunjungi kediaman ku ini, bahkan kaisar sekali pun," Ucap Min menguap pelan, saat ini fei yang membantunya untuk melepaskan segala ikatan rambut yang meresahkan ini, menjadi mahluk kuno benar benar merepotkan ternyata, rambut yang di belit belit, baju yang tebal dan sangat berat, huh ini benar benar neraka dunia yang nyata


"Tapi nona, bagai mana jika kaisar marah?" Ucap Fei yang pelan, ia tak ingin membuat sangat kaisar merasa tersinggung, ia tak ingin membuat nonanya kembali dalam masalah


"Katakan aku akan menemunya setelah beristirahat, aku tak ingin ia membuat suasana hati ku hancur, lagi pula ia tak akan ke kediaman ku, ini hanya untuk berjaga jaga saja, ku ingatkan tidak ada yang boleh memasuki kediaman ku selama sebulan ini, dan kau tidak ku izinkan untuk masuk ke kamar ku, jangan biarkan siapapun mendekati kamar ku apapun alasnya, jika ada yang membantah maka akan ku hukum mati setelah aku beristirahat, apa kau dapat mengingatnya?" ucap Min, ia butuh waktu sendiri pemulihan sendiri, perawatan sendiri serta meningkatkan kultivasi sendiri, entah keberuntungan atau kebetulan tampa sengaja min melihat beberapa tumbuhan spiritual yang berada di halaman belakang ke diamnya,


"aku akan mengingat pesan anda nona" Ucap Fei yang pelan, ia sebenarnya ingin membantah namun ia dikalahkan oleh tatapan tajam miliki junjungannya ini, hingga dengan sangat tak berdaya Fei yang mengangguk, lagi pula nonanya memang membutuhkan ketenangan, selama ini ia selalu mendengar cacian tentang dirinya, yah mungkin nonanya sudah merasa lelah, maka dari itu biarkan ia menanamkan dirinya, fei yang hanya berharap jika nonanya bisa mengurus dirinya, meskipun ia adalah anak yang terabaikan namun mian li adalah sosok yang selalu di layani sejak muda,, jendral chen memang tak pernah memberikan kasih sayang namun secara finansial kebutuhan selalu di penuhi, baik itu pakaian, perhiasan, pelayanan, dan lain sebagainya


"Kau bisa kembali, malam sudah sangat larut, sudah waktunya beristirahat, kau pasti lelah kan melayani ku seharian ini? "

__ADS_1


"melayani anda adalah kewajiban saya nona,"


"baik lah baiklah, kau ini kaku sekali, segeralah kembali ke kamar aku segera beristirahat"


"mematuhi nona" fei yang mengguk pelan dan segera meninggalkan kamar sang nona menuju kamarnya untuk segera beristirahat, ia akan bekerja keras besok,


"ya dewa semoga penderitaan nona segera berakhir" batin fei yang pelan, setelahnya ia menarik selimut, dan mengistirahatkan tubuh lelahnya akibat beraktivitas seharian, tak butuh waktu lama akhirnya fei yang sudah terlelap dan memulai alam mimpinya,


di tempat lain, min masih sibuk dengan buku kunonya, niat awal yang akan segera beristirahat tertunda oleh beberapa lembaran ini, cukup menarik, baiklah, min tak akan menunggu lama ia akan memulai rencananya, ia akan berkultivasi

__ADS_1


__ADS_2