
Kuda putih itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju kerajaan young, Ling Shi tersenyum lebar saat mulai memasuki perkotaan, kerajaan tempatnya tumbuh, tanah kelahirannya, Ling Shi menghentikan kudanya di sebuah kedai makan
“Jendral sudah sangat lama tak melihat mu, kau semakin cantik dari waktu ke waktu” Ucap si pelayan toko dengan ramah,
Ling Shi tersenyum ramah, yah ini adalah kedai yang sering ia datangi di kerajaan ini, bukan karena hal special, kedai ini milik kakak iparnya, istri dari kakak pertamanya, dari itu ling shi sangat suka menghabiskan waktu di sini dengan berbagai makanan lezat yang memanjakan lidahnya
“Kau semakin fasih Yu Ning, ah ia dimana kakak ipar?” Ucap Ling Shi pelan
“Ah nyonya sedang tidak datang jendral, nyonya sedang mengunjugi kediaman Xian untuk menyampaikan selamat pada nyonya Ling Li Wan atas kelahiran calon penerus” Ucap si pelayan dengan semangat,
Jendral muda Ling ini memang sangat di sukai penduduk selain kuat ia adalah gadis yang ramah dan sangat suka merakyat
“Apakah kakak melahirkan kponakan ku?, jika begitu aku akan menunda acara makan ini, aku akan ke pasar untuk membelikan hadiah” Ucap Ling Shi dengan semangat tak menyangka ia kembali di waktu yang tepat, akan lebih baik ia ke kediaman xian terlebih dahulu ia merindukan kakak ipar dan kakak pertamanya.
Kuda putih itu kembali melaju di keramaian, Ling Shi dengan semangat penuh melompat turun dari kuda dan berjalan ringan masuk ke kediaman Xian ini, sebagai adik satu satunya nyonya kediaman Xian, Ling Shi mendapatkan akses keluar masuk kediaman ini dengan bebas, lagi pula siapa yang berani menghalangi gadis yang sangat sadis di medan perang ini
“Jendral, nyonya sudah menunggu anda” Ucap seorang pelayan pelan, ling shi mengguk dan berjalan dengan riang mengikuti langkah pelayan yang di tugaskan menjemputnya
“A Ling, apakah ini benar bener A ling ku?” Ucap Fi Nin (kakak ipar Ling Shi), Ucap Fi Nin memeluk adik nakalnya, adik iparnya sudah meninggalkan kota cukup lama, ia merindukan keceriaan itu, senyum cerah itu dan tawa riang itu
“Kakak ipar, aku merindukan mu, bagai mana kabar mu, apakah gege masih suka menghukum mu?”
“Sampai kapan pun gege mu itu tak akan pernah berubah, biarkan saja dia melakukan hal sesuka hati” Ucap Fi Nin pelan
“A Ling bahkan kau mengabaikan kakak mu ini”
“Aiyooo kakak, jangan lah merajuk, aku merindukan kalian semua, di mana keponakan ku, aku ingin melihatnya”
“Jika membawa hadiah maka akan ku izinkan” Ucap Ling Lin tersenyum kecil,
“Tentu saja, aku jauh jauh dari kota Yu Ling hanya untuk menemui keponakan ku, mana mungkin aku Cuma bawa tangan kosong, kau terlalu meremehkan ku kakak”
“Kau sama sekali tak berubah”
“Aku tetap adik kecil kalian yang menggemaskan” Ucap Ling Shi pelan, pelayan datang dengan menggendong seorag bayi kecil
“hey anak yang cantik, saat kau besar kau harus menjadi seperti bibi mu ini ya, cantik, kuat dan menggemaskan” Ucap Ling Shi tersenyum lebar menatap bayi mungil itu
“Apakah tak ingin menyentuhnya?”
“Aku sangat ingin tapi aku tidak bisa, tubuh ku kotor, aku tak mau keponakan ku sampai sakit, aku hanya akan melihatnya, aku haru kembali ke kediaman untuk menemui ayah, aku akan kembali besok dengan tubuh bersih dan cantik” Ucap Ling Shi tersenyum lebar
“Kau berhutang cerita pada ku adik nakal”
“Kakak ipar kita bisa membicarakannya di kediaman kan, aku sedikit lelah dan butuh mandi dan istirahat, sampai bertemu di kediaman” Ucap Ling Shi tersenyum pada kakak iparnya ini
“Jika begitu Xi Rou akan mengantar mu” Ucap sang kakak pertama tersenyum lembut,
Ling Shi hanya mengguk dan beranjak meninggalkan valium kakaknya, ia harus kembali, untuk memeluk kakak tercintanya dan ayah yang sangat ia rindukan, kehangatan keluarga, ling shi akan datang.
Rembulan malam telah menyapa Ling Shi menatap gelapnya malam dalam keheningan, ia sudah berada di sini, kediaman jendral Ling, tapi?,
Ling Shi merindukan kehidupannya di istana kekaisaran dan Yu Fang yang sangat overprotektif padanya, ibu selir yang sangat menyayanginya, pangeran ke Sembilan yang sangat menggemaskan dan permaisuri bar bar yang selalu membuatnya jantungan, yah sudah genap dua minggu Ling Shi berada di kediaman jendral, hari hari berjalan seperti biasanya, berlatih pedang bermain bersama keponakannya dan yah menyelesaikan beberapa bandit kecil di pinggiran gunung
“Jendral” Seorang pria hitam berhenti di depan Ling Shi,
“Apa yang membuat mu menyelinap Yao Nan, kau bisa mati di cincang jika ketahuan, apakah tidak bisa lewat pintu depan saja?” Ucap Ling Shi menggembungkan pipinya, seorang pria menyelinap di halaman gadis muda sepertinya?
__ADS_1
“Maafkan hamba jendral, hamba hanya memberikan surat dari pangeran, dan memastikan jika surat ini sampai ke anda”
“Apakah harus menyelinap?”
“Tidak ada pilihan jendral, pangeran merasa sedikit aneh dengan balasan surat anda akhir akhir ini, hamba hanya memastikan jika surat dari pangeran tidak di sabotase” Ucap Yao
Nan pelan
“Surat apa yang kau katakan?” Ucap Ling Shi pelan, ia tak pernah menerima surat dan membalas surat, lalu kemana perginya surat pangeran ke enam?
“Surat yang selalu pangeran kirimkan melalui kurir”
Ling shi terdiam sejenak, siapakah yang berani mengusiknya dan atas dasar apa kurir itu tak menyerahkan amanah itu, Ling Shi menghela nafas pelan
“Baiklah aku akan menyelidikinya, ah ia apakah aku bisa melihat balasan surat itu?, aku sedikit penasaran” Ucap Ling Shi,
“Surat akan saya kirimkan besok, surat balasan itu masih berada di tangan pangeran”
“Baiklah, aku akan menuliskan surat balasan untuk Yu Fang bodoh itu, kau bisa kembali” Ucap Ling Shi menyerahkan gulungan sebagai surat balasan dari sang kekasih, Yao Nan mengguk patuh dan menghilang bagai di bawa angin,
Ling Shi menghela nafas pelan kembali menatap gelapnya malam, kemana pergi surat surat itu?, siapakah yang begitu lancang menghadang surat surat untuknya, dan membuat balasan yang aneh?, aneh seperti apakah yang di maksud?,
“A Ling, yang tadi siapa?” Ucap seorang wanita yang sudah sedari tadi berdiri di belakang ling shi
“Ah kakak ipar, kau membuat ku terkejut”
“Kau terlihat gelisah, jika ada masalah maka jangan sungkan”
“Kakak, selain kita apakah ada nona muda lain di kediaman ini, mungkin kerabat atau sebagainya?” Ucap Ling Shi pelan, ia merasa sedikit resah, jika surat itu hanya mengatakan omong kosong maka tak terlalu menjadi masalah, tapi bagai mana jika surat penting?, Ling Shi harus mencari surat surat itu dengan cepat, dan bertanya adalah pilihan yang efektif lagi pula ia mempercayai kakak iparnya
“Selain sepupu Lin tidak ada kerabat lain yang berkunjung”
“Aneh?, sepertinya tidak, hanya saja, hmmm, kakak pikir dulu” ucap fi nin menatap kegelapan malam, berusaha mengingat kejadian beberapa waktu lalu
“Ah ia kakak ingat, sepupu memang sedikit mencurigakan, bahakan cukup sering mendapat surat” Ucap Fi Nin pelan, yah ia pernah melihat lin li mengambil surat dari kurir
“Kakak bisakah kau membantu ku, lin bodoh itu ingin bermain dengan ku, ia sudah dengan lancang mencari masalah dengan menghadang surat surat ku, lihat saja bagai mana mainnya, Lin Li menyebalkan” Ucap Ling Shi menggembungkan pipinya kesal, surat Yu Fang di lihat dan di balas oleh orang lain, menyebalkan
“Apa yang terjadi?”
“Ah tidak tidak tidak apa apa”
“A Ling sudah bermain rahasia?”
“Kakak ipar kau akan tau sendiri nanti, sekarang, kau hanya perlu membantu ku, segera kabari aku jika sepupu Lin kembali mendapatkan surat, hmm kalau bisa saat si kurir berada di sana, kita lihat bagai mana aku menendang nona muda manja itu dari kediaman Ling, ia terlalu bebeas keluar masuk kediaman ini, aku tak suka, tidak suka melihatnya yang selalu menggoda kakak pertama” Ucap Ling Shi menggebu,
Lin Li adalah sepupu dari keluarga Ling, di masa lalu mereka telah membuat perjanjian pernikahan antara nona muda Lin dan tuan muda pertama keluarga Ling, namun sayang, semua tak berjalan dengan baik,
Saat menjalankan tugas di perbatasan kota, tuan muda pertama keluarga Ling jatuh cinta pada gadis bangsawan dari keluarga Wang, yah dia adalah nona ketiga keluarga Wang nona muda cerdas dan sedikit liar, tuan muda Ling Itu semakin tertarik hingga mengirimkan surat lamaran,
Tak menyangka lamaran itu di terima dengan baik, dan yah mereka menikah dan keluarga Lin marah, hanya saja jendral besar Ling bukanlah orang yang bisa di gertak, ia lebih mementingkan kebahagiaan dan perasaan putranya dari pada sebuah hubungan politik, dan begitu lah, nona Lin itu dengan tampa urat malu masih menggoda pria yang jelas jelas beristri, menyebalkan.
“Kau sangat bersemangat adik” Ucap Fi Nin terkekeh pelan,
Ia memang tak menyukai nona muda Lin yang tampa tau malu itu, tapi?, dia mempercayai suaminya, suaminya tak akan mendua, ia yakin itu, jika pun suatu saat jendral Ling ingin mengambil selir maka Fi Nin akan dengan senag hati memberinya, lagipula bukankah itu wajar?,
Bahkan kepala desa memiliki dua sampai empat selir, bagai mana dengan dirinya? (jendral muda Ling), dengan kuasa dan ketampanannya, memiliki sepuluh atau lima belas selir tak akan bermasalah kan?
__ADS_1
“Kau sangat baik kakak ipar, jika aku maka ku akan dengan senag hati membuat wanita menyebalkan yang menggoda suami ku kehilangan wajah, hingga tak akan ada yang mau menikahnya kelak, enak saja, jika Yu Fang mengambil Selir maka aku akan meninggalkannya, membuatnya menyesal seumur hidup dan bahkan dalam kematiannya” Ucap Ling Shi penuh tekat
“Adik tidak baik terlalu influsif, lagi pula memiliki wanita lebih dari satu adalah hal yang wajar kan?” Ucap Fi Nin pelan, begitulah kenyataanya, sebagai istri sah ia tentu saja harus berbesar hati, jika suatu saat suaminya tertarik dengan gadis lain dan membawanya masuk ke rumah untuk di jadikan wanitanya (Selir)
“Pria dan wanita memiliki kesetaraan yang sama kakak ipar, ingat saja jika kakak pertama berani mengambil selir, aku akan menemani mu mencarikan pemuda tampan untuk kau jadikan selir pria, enak saja mengkhianati kakak ipar ku yang cantik, di luar sana masih banyak pemuda tampan yang bisa kau jadikan Selir pria” Ucap Ling Shi dengan semangat yang menggebu
“A Ling, apa yang kau ajarkan pada kakak ipar mu?” Suara itu membuat ling shi berbalik menatap pria tampan yang berada tak jauh dari gazebo nya
“Aku hanya mengatakan jika aku akan mencari kan kakak ipar selir jika kakak pertama berani mengambil selir, itu saja” Ucap Ling Shi dengan tampa rasa bersalah
“Di seluruh daratan timur ini tidak ada yang namanya selir pria A Ling” Ucap Jendral muda Ling duduk di samping istrinya,
Menggenggam tangan istrinya erat, enak saja, adik kecilnya ini sudah berani mengajarkan kakak iparnya yang tidak tidak, mencari selir pria?, yang benar saja
“Yang tiada akan menjadi ada kakak pertama, kita lihat saja jika kau berani menyakiti kakak ipar ku” Ucap Ling Shi ringan
“Adik” ucap Fi Nin pelan,
Hey yang benar saja kedua kakak beradik ini sedang berdebat hanya karena masalah yang tak penting, memiliki selir adalah hal yang wajar,
Lalu mengapa terlalu di permasalahkan?, walaupun pada dasarnya tak akan ada wanita yang mau berbagi cinta dengan wanita lain, namun apalah daya mereka sebagai wanita, mereka hanya di wajibkan untuk setia, semua di atur dengan baik oleh orang tua mereka, dan bahagia atau tidaknya tergantung bagai mana menjalaninya
“Kakak ipar, ku tidak boleh di duakan, dan yang aku katakan ini benar dan akan ku lakukan jika kau berani mencoba"
"jangan menganggu dia milik ku"
"Aku hany mengingatkan kakak pertama saja, kau tau, permaisuri pun juga menggunakan hal yang sama, jika kaisar mengambil selir maka permaisuri mengambil selir bahkan jauh lebih banyak dari kaisar, jangan kan kalah, sama pun permaisuri tak sudi” Ucap Ling Shi dengan penuh semangat menggebu, yah apa yang tak ia ketahui mengenai masalah keluarga kekaisaran?
“Adik jangan meracuni pikiran kakak ipar mu” Ucap jendral muda Ling
“Aku hanya mengatakan kebenaran kak, meski di masa ini itu adalah hal yang mustahil terjadi, mencoba untuk puas dengan hanya di temani satu cinta saja memang sedikit sulit, namun apa salahnya mencoba”
“Istri, jangan dengarkan omong kosong adik ipar mu ini, bahkan dia tak menyambut kepulangan ku dan meracuni otak mu” Ucap jendral Ling menatap adiknya dengan sengit dan segera menggendong istrinya dengan posesif,
Ia tak akan membiarkan adiknya meracuni otak kecil istrinya yang memang pada dasarnya sedikit liar, apa itu?, mencari selir pria?, mana bisa begitu, ia tak akan membiarkan istrinya mengambil selir dan tak akan mengambil selir untuknya, adil bukan, mereka akan hidup bahagia tampa banyaknya pengacau tampa wanita atau pria ketiga
“Jendral” Ucap Fi Nin merasa sedikit malu, lihat lah semua pelayan menatap mereka, ini adalah tempat umum dan tak sepantasnya berkontak fisik di tempat umum seperti ini
“Ah kakak pertama, ternyata kau sangat mencintai kakak ipar ku, ah sudah lah, sana lepaskan rindu kalian”
“Kau mengusir ku adik ipar?” Ucap Fi Nin
“Tidak sama sekali kakak ipar, hanya saja sepertinya kakak pertama ku sangat merindukan mu, dan tentu tak akan menahan kalian lebih lama” ucap ling shi tersenyum lembut, jendral muda segera berbalik meninggalkan halaman miliki sang adik untuk kembali ke halaman,
“Kakak ku memang sangat tak tau malu” Ucap Ling Shi menghela nafas pelan dan kembali menikmati keheningan malam, hingga sebuah jubah melekat di tubuhnya
“Udara malam tak baik untuk kesehatan anda nona” Ucap Ling Xin yang merupakan pelayan pribadi milik Ling Shi
“Musim salju akan segera berakhir, aku hanya menikmatinya”
“Nona, bagai manapun angin malam sangat tidak baik untuk kesehatan” Ucap Ling Xian pelan
“Baik lah baik lah, kau masih saja selalu cerewet, kemana saja kau beberapa hari ini?, mengapa jarang terlihat”
“Hamba sedang menyelidiki ke janggalan di kediaman ini”
“Maksud mu?”
__ADS_1
“Yah kediaman jendral terasa sedikit aneh beberapa minggu ini, dan saya bahkan melihat nona lin sering keluar masuk kediaman”
“Sudah lah, mari masuk dan beristirahat, aku sedikit lelah” Ucap Ling Shi masuk ke kamar untuk segera mengistirahatkan tubuhnya yang letih.