
tak jauh dari sana terdapat beberapa nona muda yang sedang asik berbincang, Min hanya mendengar mereka dengan malas, lagi lagi mengatakan omong kosong benar benar tak berguna
"*Apakah kau tau, yang mulia kaisar adalah sosok pria yang sangat tampan, dan sangat hebat, para pangeran pun sama, mereka adalah pria pria titisan para dewa yang agung, Ah kira kira siapa yang beruntung masuk ke dalam keluarga istana kali ini?, aku hanya berharap jika aku adalah salah satu dari gadis beruntung itu" Ucap seorang gadis yang duduk tak jauh dari Min, Min hanya terkekeh pelan, meminta kedua pelayan yang untuk diam agar dapat menguping pembicaraan para nona muda itu,
ia baru tau ternyata ada banyak gadis tak tau malu di masa ini, bahkan mereka berharap pada pria yang jelas jelas telah beristri, memang wajar sih, wanita di masa ini tidak dapat memilih pasanganya, mereka hanya berkewajiban untuk setia pada pasanganya, hey bukankah itu sangat tidak adil, tidak ada wanita yang mau berbagi suami, jika ini terjadi di masa moderen maka seluruh* dunia akan hancur karena amukan pasukan wanita yang hebat
"Benar, ku dengar permaisuri adalah gadis jelek, bodoh dan keras kepala, bahkan kaisar tak pernah mengunjunginya selama 1 tahun pernikahan mereka, tidak ada salahnya untuk mengajukan diri menjadi seorang selir, hidup kita pasti akan menjadi lebih baik setelah menjadi wanita kaisar, bahkan para pangeran memiliki 3 sampai 4 selir, peluang masih terbuka untuk menjadi selir pertama yang mulia kaisar," Sahut gadis lainya, dengan semangat empat lima, menggoda kaisar es?, yang benar saja?, apakah kalian mampu mengikis es yang menggunung itu?, jika bisa maka kau benar benar orang yang sangat hebat
"Permaisuri sungguh bernasib malang" Sahut gadis bergaun hijau menghela nafas berat, bahkan ia tidak kertarik untuk menjadi selir, bagai mana bisa ia menikah dengan pria yang sudah memiliki istri, ia hanya berharap semoga ia satu satunya istri yang di miliki pasanganya kelak, meski itu mustahil, karena tidak ada wanita yang rela berbagi suami dengan wanita lainya, jika di suruh memilih maka ia lebih suka menikahi pemuda biasa, dan menghabiskan masa berdua tampa ada orang ke tiga, hidup dengan sederhana, tersenyum menyambut ke pulangan pasangan dari sawah, menikmati setiap hari dengan bahagia, Sungguh cita cita yang sangat sederhana.
__ADS_1
"Untuk apa mengasihaninya, begitulah nasib jika tercipta menjadi gadis yang bodoh dan buruk rupa, ia hanya beruntung karena permaisuri terdahulu memilihnya, jika tidak mungkin saat ini aku lah yang menjadi permaisuri" Ucap gadis menggunakan hanfu ungu itu dengan angkuh, ia bahkan jauh lebih baik dari permaisuri sampah itu, ia cantik, memiliki kulvikasi yang cukup dan yang paling penting adalah ia merupakan cendikiawan pertama wanita di kerajaanya, bukankah itu jenius?.
"Ku dengar kaisar adalah sosok yang berhati dingin,dan begis" Sahut yang lain, siapa yang tak tau pria yang bergelar Raja neraka dunia itu.
"Aku yakin bisa menahlukan hati kaisar es itu, lagi pula tidak ada pria yang bisa menolak pesona dan keindahan gadis muda" Ucap yang lainya
"Benar ia sangat beruntung bisa menjadi wanita kaisar, meski ia bukan permaisuri atau selir namun ia memiliki kedudukan yang cukup berpengaruh di istana ini,"
"Benar, kelak kita harus berhati hati denganya, karena ia adalah saingan yang berat untuk kita, aku bisa melihat kelicikan di matanya" Ucap nya menggebu,
__ADS_1
obrolan terhenti saat Seorang gadis mengenakan pakaian berwarna merah muda berjalan anggun menghentikan mereka,
"Nona muda ling" Sapa ke 5 nona bangsawan itu tersenyum lembut, menekuk lutut memberi gestur hormat pada putri ke dua dari jendral besar ling ini, Ling shi melakukan hal yang sama, dan tersenyum lembut, terlihat sangat halus dan lembut, siapapun tak akan menyangka jika ia adalah sosok jendral di medan perang,
"sepupu ling duduk lah bersama kami"ucap gadis menggunkan gaun hijau tadi, sang gadis merupakan keponakan dari jendral ling yang bernama xiang mi, Ling shi hanya mengguk sambil tersenyum, Min terkekeh pelan, para nona muda ini sungguh naif,
"Hm aku sudah merasa sedikit muak dengan bisik bisik para rubah kecil itu, bagai mana jika kita kembali berburu buah persik?, mendengarkan ocehan mereka hanya akan membuat kau merasa jijik" Ucap Min, berdekatan dengan para nona muda ini sungguh membosankan, lebih baik berburu buah persik, bukankah itu lebih menyenagkan, dalam peraturan ini tak ada yang boleh menggunakan kekuatan, mereka akan berusaha keras untuk mendapatkan buah itu, dan siapapun pemenangnya akan di beri hadiah misteri,
"Tentu saja" Ucap fei yang, ia juga merasa kesal, bagai mana bisa para nona muda itu berkata nona ya bodoh dan buruk rupa oh tidak mereka akan segera menyesal, bahkan nonanya sangat cantik dan pintar, dan tak dapat di bandingkan dengan para putri menyebalkan itu.
__ADS_1