
"Sial di mana lagi ini, hey siapa yang berani mempermainkan ku, tunjukan diri mu, dewa sialan, dewa bodoh tunjukan diri mu, apakah kau belum puas mempermainkan ku hah?, apakah sangat menyenangkan melihat seseorang dalam sebuah penderitaan, aku sudah menderita loh, menyenangkan, di buang ke tubuh orang jelek, dan di kucilkan, kali ini apa lagi yang kau inginkan?" Teriaknya dengan penuh kesal,
Sebelumnya Ia *sudah berada di ruang cahaya, ia di buang ke dunia aneh itu, tak butuh waktu lama ia malah datang ke tempat aneh lainya, apa yang sedang terjadi, mengapa dewa sialan itu sangat suka bermain main, apa susahnya tinggal membawa dan membuangnya ke neraka
Mengapa harus melewati begitu banyak drama mendatangi tempat satu dan yang lainya, ia sudah cukup lelah dengan permainan yang seperti ini*
Ia sudah terdampar di masa kuno apakah itu belum cukup dan saat ini ia malah berada di ruang kosong dan sunyi ini, dewa benar benar mempermainkannya,
"Apakah kau tau seumur hidupku aku tak pernah membenci seseorang seperti rasa benci ku pada mu, sekarang di mana kau bersembunyi, tunjukan dirimu pada ku"
Teriaknya dengan penuh kesal, ia suah cukup bersabar selama beberapa waktu ini, ia sudah
*cukup lelah menghadapi dewa neraka yang begitu kekanak kanakan ini, jika ingin menyiksanya maka lakukan dengan cepat, mengapa harus membuatnya terlantar seperti ini,
Berada di dunia ini dan itu, pergi dari tempat satu dan yang lainya, apakah dewa sialan itu tak mengasihaninya*?
Dewa menyebalkan, kepalanya benar benar pusing, jangan pernah meremehkan sebuah portal mimpi, apa lagi min yang tentu saja di tarik paksa menuju tempat ini, jika ngak terpaksa mah ogah banget kali,
Pusing cuy putar putar kayak permen gulali aja, min menghela nafas pelan, keduanya sudah lebih baik dari sebelumnya, kepalanya sudah sedikit nyaman
"Min," Ucap seorang gadis muda dengan wajah yang terlihat begitu *merdu, suara yang sangat indah di dengar
Min mengalihkan pandangannya ke arah suara itu berasal siapa dia mengapa ia berada di sini, apakah ia dewa neraka menyebalkan lainya?, apakah kedatangan kalo ini hanya untuk menertawai nasib seoang Min Jiana*
Tunggu bukankah ini wajah yang ia temukan di cermin beberapa saat lalu?, Namun wajah ini terlihat lebih terawat dan yah, cantik,
"Siapa kau, dan mau apa kau,?" Ucapnya ketus, ia tak suka di permainkan seperti ini
Para dewa sungguh menyebalkan, dengan seenaknya memindahkan roh dan sekarang malah kembali ke ruang cahaya ini
Dan siapa gadis ini memang cukup cantik, tapi, tunggu setelah di perhatikan lebih dekat bukankah ini adalah pemilik tubuh yang di tempati nya sebelum kembali ke tempat ini?
"Perkenalkan nama ku Chen Mian Li," Ucap gadis itu lembut dan memulai ceritanya,
Min membuang nafas kesal saat mendengar cerita menyebalkan itu, bagai mana bisa gadis Chen ini hidup dengan penghinaan yang menjijikan seperti itu, *ia suah menderita sedari kecil berharap pernikahan membawanya keluar dari kehidupan menyakitkan ini
__ADS_1
Namun pernikahan yang ia harapkan membawa setitik bahagia berubah menjadi luka, ia sudah menikah namun tak di cintai, lalu apa bedanya?, apa salahnya?, mengapa ia bahkan tak pernah di berikan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang bahagia*
Meskipun itu bukan dieinya, namun saat ini tubuh Mian Li adalah miliknya bagai mana bisa ia membiarkan tubuhnya di hina sekejam itu, ia adalah mahluk yang biasa di sanjung, akan sangat menyakitkan jika kau di rendahkan seperti ini
"Maaf kan aku karena telah menyeret mu ke masa ini, aku mohon bantulah aku Min Jiana, kau adalah wanita yang kuat dan cerdas, sedangkan aku, aku hanyalah wanita malang dan bodoh sejak kecil aku tak mendapat keadilan baik itu dari ayah ataupun semua orang, bahkan saat menikah pun aku di abaikan oleh suami ku, dan aku hanya di anggap sebagai pembawa sial dan sampah oleh masyarakat dinasti ini, berikan aku ke adilan" Ucap Mian Li yang kini terisak pelan menyedihkan memang, ah permaisuri sampah tak berguna apa itu?
Salahkan dirinya yang terlalu lemah dan tak bisa melakukan apapun, namun demi apapun ia tak ingin menyakiti siapapun, ia hanya ingin memiliki kehidupan lebih baik
ia tak pernah menyimpan dendam pada kaisar ataupun orang orang yang menyakitinya, semua adalah kesalahannya, ialah yang terlalu tak berdaya hingga bahkan tak bisa bertahan dan tak bisa memperjuangkan kebahagiaanya
Namun saat ini tubuhnya sudah berada di seoang gadis yang tepat, ia yakin Min akan mengubah semuanya, Min adalah gadis yang kuat dan masuk akal, ia akan memperbaiki seluruh cerita pahit yang ia rasakan selama ini
"Hey berhentilah menagis jangan membuat ku menjadi merasa bersalah, ini bukan salah mu kau tak salah, kau adalah wanita yang baik hati dan sangat mencintai suami mu, salahkan saja raja neraka yang dengan tak berperasaan menolak ku, aku biasa apa?, saat ini tubuh mu adalah milik ku dan yah aku harus membalas dendam mu, aku tak akan menjadikan apapun namun aku dapat memastikan dunia akan menyesal karena telah meremehkan kan mu, dan kau tenanglah serahkan pada ku bahkan aku akan membuat dunia bertekuk lutut di kaki ku" Ucap Min kesal,
ia merasa marah dengan ucapan Chen Mian Li, ia sudah mengalami begitu banyak penderitaan, hatinya Benat benar sakit
*Setelah mendengar cerita dari gadis malang ini darah Min memanas,
Keinginan untuk membunuh menguasai pikirannya seseorang begitu tak berperasaan menindas dan menyiksa tubuh yang saat ini ia miliki, tak ada manusia yang namanya pembawa sial, bahkan gadis malang ini sudah menderita sejak berumur 10 tahun di asingkan dari kediaman*,
Di hina bahkan oleh pelayan rendahan, di racuni, dan merusak wajah, kultivasinya di segel, di hina dan bahkan di benci oleh seluruh penduduk negri ini, tak ada manusia yang bisa hidup dengan penderitaan seperti itu, tidak akan ada
Bahkan ia sangat ingin sekali membentaknya, memukul kepala kecil itu hingga hancur, apakah cinta membuat orang sebodoh itu, setelah di sakiti dengan tak tau malunya masih membahas tentang cinta?, apakah gadis ini waras*?
ia sangat ingin memastikan jika otak gadis kecil itu masih di tempatnya dan tidak mengungsi di saluran pencernaan, gadis ini memang cukup cantik, jika membuang suaminya akan ada banyak pria yang datang untuk menjaga dan mencintanya tapi mengapa ia begitu bodoh dan memilih untuk tetap bertahan dalam ikatan rumah tangga yang tak sehat seperti ini, ia sudah di sakiti seperti itu, namun bahkan dengan tak tau malu memohon sebuah pengampunan untuk orang orang yang telah menyakitinya
Dengan penderitaan ini si Mian Li masih memikirkan perasaanya, dengan semua rasa sakitnya gadis ini l masih memperdulikan cintanya?, masih memikirkan orang lain?, memikirkan orang orang jahat itu?, sangat menyebalkan, bukan, perkataan cinta membuat orang bodoh adalah hal yang nyata,
ia sudah melihat begitu banyak kekejaman dunia, baru kali ini ia menemukan seseorang yang bahkan tak memiliki ambisi untuk membalas segala rasa sakit yang ia derita, apakah manusia berhati malaikat itu ada?
Umumnya seseorang akan melawan dan membalas jika di sakiti, namun gadis ini?, memohon pengampunan untuk orang yang jahat
*kejahatan tak akan bisa di atasi dengan kebaikan, karena sampai kapanpun yang hilang tak bisa kembali, seumur hidupnya ia selalu meyakini pemikirannya yang mengatakan jika kejahatan harus di balas dengan kejahatan pula
jika seseorang tak merasakan apa yang kita rasakan maka ia tak akan pernah tau bagai mana menderitanya atas sebuah rasa kehilangan dan penyesalan*
__ADS_1
jika itu terjadi pada seorang Min Jiana tentu target utama yang akan ia bunuh adalah kaisar dan menguasai dinasti xianyang ini, menunjukan betapa berkuasanya dia, menghukum siapapun yang telah membuatnya menderita*,
"Hey kau ini bodoh, bagai mana kau bisa jatuh cinta pada orang yang bahkan menganggap mu sampah" Ucapnya dengan kesal,
Manusia model apakah gadis di hadapannya ini?, dan terbuat dari apakah hatinya hingga sekuat itu, apakah seorang Min Jiana mampu hidup tampa membunuh?, bagai mana pun di masalalu,
Membunuh adalah hal yang selalu ia lakukan selama bertahun-tahun, dan kali ini?, apakah ia mampu untuk tidak membunuh orang orang yang sudah berbuat jahat padanya, Orang-orang yang telah berani menghinanya dan orang-orang yang sudah membuatnya berada dalam lingkar penderitaan selama bertahun-tahun,
Min jiana bukanlah gadis yang memiliki hati yang lembut , ia selalu percaya bahwa apapun yang kita tanam di masa lalu itu lah yang akan kita petik di masa depan
"Ku mohon, waktu ku tak banyak, dan aku hanya berharap jika kau bisa memberi ku dan ibuku keadilan, jangan sakiti siapapun, semua adalah salah ku, aku yang terlalu lemah, aku lah yang tak berguna, hingga tak bisa melindungi diri ku sendiri, ku mohon jangan sakiti siapapun, bagai mana pun mereka adalah keluarga ku, dan kaisar adalah suami ku" Ucap Mian Li lirih membuatnya hanya bisa menghela nafas kasar,
ia sangat ingin mengumpat atas segala pemikiran bodoh Chen Mian Li ketulusan tak akan bisa membuat seseorang sadar, bahkan sebuah ketulusan hanya akan membuat orang lupa diri dan berkahir dengan menyia nyiakan dan tak bisa menghargai apa yang menjadi miliknya
Makan tu cinta kenyang enggak gembung ia, mengapa sih ia harus berada di tubuh manusia naif seperti mian Li?, sudah berkali kali di khianati oleh kenyataan, dan ia masih memilih untuk tetap bertahan, benar benar mahluk yang bodoh
Apapun yang terjadi ia akan membalas, karena Mian Li terus memohon untuk pengampunan nyawa mereka maka Min akan mencoba untuk mempertimbangkannya, jika suatu saat ada yang mati maka jangan salahkan dia, karena ia adalah orang yang memiliki batas sabar yang begitu tipis
"*Aku tau pasti kau sedang mengutuk ku dan mengatakan bahwa aku adalah wanita yang begitu bodoh, melupakan semua rasa sakit demi sebuah perasaan yang tak masuk akal itu, aku tau kau adalah gadis baik, kau memiliki sisi lembut di dalam hati mu, aku percaya kau bisa membantu ku"
Mian Li berucap saat melihat perubahan wajah Min Jiana, ia tau ini terdengar konyol, hanya saja ia hanya berusaha untuk menjaga apa yang menjadi miliknya, ia akan berusaha menjaga dengan baik perasaan dan rasa cintanya pada sang kaisar*
"Kau emang angat bodoh, ku fikir otak mu sudah berpindah ke saluran pencernaan, kau begitu baik melepaskan mereka yang menyakiti mu, aku malah berharap akan memusnahkan dinasti ini, dan kau malah menyuruh aku menyayangi orang yang telah membenci mu, kau bercanda?" Ucapnya kesal,
Hati Mian Li sangat lah lembut hingga tak ada rasa dendam, namun Min harus tetap membalas dendam atas sakit yang dirasakan gadis malang ini, hal yang paling penting adalah memberi keadilan dan menyelidiki penyebab kematian sang ibu, nyonya besar di mayor jenderal
"Aku tau aku bodoh, tapi aku *hanya berusaha untuk menjaga orang orang yang aku cintai, ku mohon pada mu jangan sakiti siapapun, kehidupan ini sudah menjadi milik mu sepenuhnya, aku tak akan merebutnya, aku berharap kau pun ikut bahagia, suatu saat kau bisa mengejar cinta dan kebahagiaan mu sendiri"
"Bagai mana bisa aku mengejar cinta sedangkan aku terikat dengan suami mu, kau begitu naif, berucap seolah olah membebaskan ku menentukan takdir hidup ku, namun di balik itu kau tau dengan jelas jika aku sudah terikat dan tak bisa pergi kemanapun"
Ia berucap dnegan nada mengejek, mengejar cinta dan kebahagiaan apanya?, Mian Li adalah wanita yang sudah menikah, lalu?, kebahagiaan mana yang bisa ia kejar?, ia bahkan sudah terikat dengan status dari gadis bodoh itu
"Maafkan aku yang menyusahkan mu, aku yakin suatu saat kaisar pasti akan mencintaimu, kau bagus menjaganya dengan baik, aku pergi*"
"Eh kau mau kemana, masih banyak hal yang harus kau ceritakan pada ku, sial kepala ku pusing lagi, bisakah lebih kreatif?, aku lelah jika harus pusing gini, mendingan buat aku tidur dengan nyaman dan datang hanya dalam mimpi, mengapa harus menyeret ku secara paksa seperti ini" ia bahkan hanya bisa merutuk kesal,
__ADS_1
Bagai mana mungkin dewa sialan itu begitu tega, tega membuatnya merasakan sakit ini, hey pusing ini bukanlah pusing yang bisa di redakan oleh parasetamol, untung min memiliki tenaga yang cukup kuat, jika tidak?, dapat di pastikan ia akan mengalami muntah darah dan yah bisa jadi kembali ke alam kematian
Tubuh itu perlahan memudar dan Min merasakan ada seseorang yang sedang memanggilnya menariknya secara paksa dari ruang cahaya itu hingga akhirnya Min perlahan membukakan matanya, min menghela nafas pelan, pandangannya masih berputar, setelah beberapa waktu akhirnya pusing itu berkurang, min menghela nafas pelan, dan memejamkan matanya kembali, ia tak tidur, hanya ingin beristirahat karena tubuhnya yang begitu kelelahan