Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab118#


__ADS_3

Kaisar menatap min dengan tajam, ia tak suka pembicaraan ini, tak akan ada siapapun antara mereka, kaisar sangat mencintai permaisurinya, meski kaisar zhou tau jika min belum sepenuhnya mencintainya namun kaisar zhou masih terus berusaha untuk meluluhkan hati sang permaisuri, lagi pula tak perlu buru buru, permaisuri adalah istri sahnya, milik nya dan sosok yang akan menemaninya sampai tua, ia tentu saja tak akan melepaskan permaisuri begitu saja,


Tampa aba aba kaisar zhou menarik tengkuk min membungkam ucapan konyol itu dengan ciuman, awalnya hanya ciuman kecil, namun lama kelamaan menjadi sebuah ciuman menuntut, min masih diam tak membalas ciuman itu, kaisar zhou menggeram kesal dan menggingit bibir min, min membuka mulutnya bersiap untuk mengomel namun kaisar zhou tak mungkin melewatkan kesempatan ini, kesempatan untuk memperdalam ciuman mereka, kini lidah kaisar dengan begitu semangat menjelajahi rongga mulut min, mengabsen detiap deretan gigi putihnya, setelah beberapa saat Kaisar melepaskan ciumannya membuat min dengan cetap menghurup udara, Kaisar zhou tak melewatkan kesempatan itu, ia menatap min dengan lekat, sangat menggemaskan ternyta, kaisar zhou menepis lelehan silva dari sudut bibir min, sambil tersenyum lembut


"Kau menggigitku" Ucap min mendengus kesal, lihatlah darah yang keluar dari bibirindanya, uh memang sedikit perih dan panas, bagai mana pun sebuah ciuman dari seorang kaisar es ini sungguh tak dapat di Remehkan


"Li er, kau tak berianisiatif membalas ciuman kaisar ini, kaisar ini hanya melakukan hal yang seharusnya" Ucap kaisar zhou tampa rasa bersalah, membaringkan tubuhnya dan terlelap dalam diam, yah seperti itulah kegiatan akhir akhir ini semenjak perjamuan ulang tahun kaisar bahkan sangat jarang absen ke valium permaisurinya, dan yah untuk beberapa hari ini ia sangat sibuk membuatnya sangat merindu, namun yah ia tak dapat mepaskan rindu dan keinginan dalam dirinya, permaisuri sedang dalam masanya, ia hanya bisa melihat namun tak bisa merasakan tubuh indah permaisurinya, uh ini sungguh penyiksaan yang hakiki, ia bisa melihat namun bahkan tak bisa menggapai permaisurinya, Min hanya menghela nafas pelan menatap kaisar dalam tidur tenagnya, min bahkan tak bisa bergerak karena kaisar dengan semangat memeluknya, setelah memastikan jika kaisar tertidur dengan lelap min perlahan melepaskan pelukanya itu, ia bangkit dan menyelimuti tubuh kaisar


"Dasar menyebalkan" Ucap min pelan, mereka telah bersama dalam waktu yang cukup lama, dan bahkan mereka telah menyempurnakan ritual pernikahan (malam pengantin), sedikit banyaknya min mulai memiliki persaan pada kaisar es ini, ia sudah memastikan dengan baik, ini benar benar cinta buka sebuah obsesi, ataupun keinginan sesaat ia ingin menemani kaisar seumur hidup dan menua bersama, uh itu terdengar cukup manis


"Fei yang" Ucap min pelan, fei yang perlahan mendekati nona yang yang sedang duduk di balik meja kecil sembari menikmati teh hijau hangat kesukaanya


"Menghadap nona" Ucap fei yang pelan

__ADS_1


"Aku memintamu untuk menyelidiki kediaman seluruh sudut istana, laporkan apapun yang menurutmu janggal" Ucap min pelan, ia berusaha untuk menolak, namun ia tentu harus tetap menyelidik, sulaman bungai mawar mekar adalah suatu simbol perintah dari wanita kaisar, min cukup mengerti itu,


"Baik nona"


"Dan kau yu mi, urus kaisar, pastikan jika ia tertidur dengan nyenyak, aku akan mengunjungi ibu selir" Ucap min pelan, kedua pelayan itu mengguk patuh, dan segera melaksanakan tugas mereka masing masing


Min berjalan ringan menuju valium angrek ada beberapa hal yang ingin ia tanyakan pada ibu selir kesayangannya itu,


"Permaisuri tiba" Suara terikan kasim kini menggema di valium angrek, tak lama kemudian munculah sosok mungil yang menggunakan gaun berwarna biru muda di padukan dengan riasan sederhana, (oh ia min hanya menggunakan pakaian resmi saat ia dalam acara resmi saja, untuk keseharian ia hanya menggunakan pakaian sederhana yang nyaman, untuk ini kaisar tak dapat mengatur, min selalu saja mengeluh dengan baju baju resmi yang beratnya minta ampun, ia lebih bahagia menjadi seorang gadis sederhana dan bebas, uh itu adalah keinginan yang sangat baik bukan, toh ka tak membutuhkan apapun lagi, semua ya telah ia dapatkan di sini, cinta, kasih sayang dan sebuah alasan untuk tetap bertahan)


"Salam pada ibu selir" Ucap min lebut, wajah cantiknya masih terbungkus rapi oleh kain hitam itu, kain hitam yang selalu menutupi sebagian wajah cantiknya, kaisar tak mengizinkan min melepaskan benda itu, ia tak mau berbagi kecantikan istrinya dengan siapapun


"ah sudah lah ibu selir tak perlu begitu formal aku hanya menunjugimu untuk memberi salam, bagai mana keadaan ada selir agung, permaisuri ini belum sempat mengunjungi mu, ku harap para pelayan istana merawatmu dengan baik" Ucap min pelan,

__ADS_1


"Janda ini menjawab, keadaan janda ini cukup balik, dan para pelayan istana sangat sopan, permaisuri sungguh pandai mengatur urusan istana dalam" Ucap selir chou tersenyum lembut, ia sempat mendengar rumor buruk mengenai wanita di hadapan ya ini, namun akhir akhir ini rumor itu menghilang, di gantikan dengan segala pujian yang selalu di katakan para penggosip pasaran,


"Ah Mei Mei, hari sudah larut, aku akan kembali" Ucap selir chou pelan


"Biarkan li yu mengantar mu jie" Ucap selir ke lima pelan yang hanya di angguki oleh sang selir agung.


Setelah selir chou menghilang di balik pintu min meraih tangan selir kelima


"Apakah dia menindas mu ibu? " ucap min khawatir


"Tidak li er, kau tak perlu cemas, selir chou adalah orang baik, kami berteman cukup dekat dan semuanya baik, li er tah perlu cemas" Ucap selir kelima pelan, min menghela nafas pelan


"Syukurlah" Ucap ku pelan, aku menunaikan teh untuk ibu selir dan ka dengan senang hati meminumnya, melayani ibu adalah impian min sejak kecil, dan ia mendapatkannya di sini,

__ADS_1


"Ah ibu ada yang ingin aku tanyakan pada mu" Min mengeluarkan benda yang berada dalam kantong kikunya,


"Dari mana kau mendapatkan benda ini? " Ucap selir kelima terlihat kaget.


__ADS_2