Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab104#


__ADS_3

Seorang pria menggunakan jubah berwarna merah dengan sulaman benang emas membentuk naga, langkah nan penuh wibawa itu memiliki satu tujuan, yaitu pohon persik yang terdapat gadis beberapa gadis muda yang sedang berbincang, lihatlah, bahkan mereka tak terikat status pelayan dan tuan, mereka berbincang layaknya nona muda yang statusnya setara


"Yang mulia kaisar tlah tiba" Suara itu lagi lagi mengejutkan Min, namun kali ini bukan Min saja yang memberikan expresi kurang bersahabat Ling Si pun sama, bahkan Ling Shi menyemburkan tehnya karena terkejut dengan teriakan kasim yang luar biasa itu, para pelayan berdiri mengambil tempat tak jauh dari nona mereka, mereka bisa di hukum jika kaisar melihat ini, mereka bisa di anggap melanggar aturan


"Apakah di istana seperti ini?, bahkan kasim itu mengalahkan teriakan di medan perang" Ucap Ling Shi menggembungkan pipinya kesal, sembari mengelap bajunya yang sedikit basah akibat teh yang muncrat keluar, kekesalan Ling Shi hanya di balas anggukan oleh Min, pada kenyataanya memang begitu, kehadiran mahluk berstatus kaisar ini benar-benar meresahkan dan merepotkan mu


"Yang mulia" Ucap Min berdiri menekuk lututnya, ling shi pun melakukan hal yang sama, ia tentu saja harus menghormati pria yang sedang berdiri agung di hadapanya


"Sepertinya aku harus pergi, tatapan elang kaisar sunggu mengerikan" Bisik ling shi pelan, yah seperti itu langkah yang tepat, ling shi sebenarnya tak ingin meninggalkan min sendiri, tapi tatapan kaisar bahkan membuatnya harus pergi, kaisar mengusirnya, dan apa lagi yang bisa ia lakukan selain melarikan diri?


"Sepertinya ada hal penting yang akan yang mulia bahas, saya mohon diri" Ucap ling shi membungkuk, sebelum pergi ling shi mendekati Min


"setelah ini kita bisa menyambung ya di kediaman angin" bisik ling shi, pelan, min hanya menghela nafas pelan, ia tak menyuruh ling shi pergi atapun memintanya untuk tinggal, ia hanya berdiri di tempat dengan mulut yang terkunci rapat


sebagai tamu ling shi memang di letakan di valium angin yang awalnya hanya di tempati nona muda bai karena acara ini valium itu menjadi cukup ramai, beberapa nona bangsawan juga tinggal di sana, valium angin merupakan valium khusus untuk tamu, is tana sedang menerima begitu banyak tamu hal yang wajar jika valium yang biasanya tenang menjadi sedikit lebih ramai dari biasanya


"Duduk lah yang mulia, fei yang, yu mi bawakan teh dan sup herbal untuk kaisar" Ucap Min pelan, ling shi sudah menjauh, ia tak memiliki alasan untuk pergi bukan?, maka, apa lagi yang bisa ia lakukan?, ia harus tetap berada di sini menghadapi sang kaisar dengan segala tingkahnya yang bahkan sangat tak tertebak


Saat permaisurinya meminta untuk duduk kaisar zhou hanya bisa terseyu sama, ia mengangkat tangannya, pertanda para pelayan dan kasim harus segera meninggalkan tempat itu, saat ini ia tak ingin di ganggu, ia hanya ingin menikmati waktu bersama permaisurinya

__ADS_1


"Mengapa di luar, bukankah kau kurang enak badang permaisuri?" Ucap kaisar zhou pelan


"Permaisuri ini sudah sedikit lebih baik, berkeliling istana dan menikmati bunga akan mempercepat proses pemuliahan" Ucap Min pelan, yang hanya di angguki kaisar


"Bagai mana?, apakah yang mulia sudah menemukan kandidat selir yang cocok?, atau gadis yang anda inginkan?" Ucap Min menyesap tehnya pelan, Min mengupas buah persik yang masih tersisa dan menyantapnya


"Tidak akan ada selir" Ucap kaisar zhou membuang wajah kesal, lagi lagi membahas selir, untuk apa lagi pula memilki satu istri yang di cintai saja sudah cukup, Fei yang dan yu mi datang dengan dua napan, meletakkannya di meja, sembari mendengar pembicangan mereka, sebenarnya mendengar perdebatan suami istri ini cukup seru, banyak hal tak terduga yang bisa saja terjadi di antara keduanya


"Permaisuri ini sudah melihat beberapa nona bangsawan, menurutku nona dari kediaman Qin, ling dan juga ye, mereka gadis yang baik dan cerdas, hanya saja ku saran kan jangan main main dengan nona muda ling, dia adalah gadis yang cerewet dan sedikit mengerikan" Ucap Min berdiri dan menuangkan teh di samping kaisar,


Sang kaisar mendegus pelan pembahasan ini lagi?, apakah sang permaisuri tak memiliki topik lain, mengapa hanya kata selir yang selalu keluar dari mulut indah itu, apakah ia sangat ingin berbagi suami?, tidak, kaisar zhou tentu tak akan membiarkan itu terjadi, ia tak akan membagi meskipun permaisuri mendorongnya untuk itu, tidak, hatinya terlalu kecil untuk menampung orang lain, ia hanya menginginkan sang permaisuri maka siapapun tak bisa memaksanya, dalam diam kaisar meraih tangan dan menarik Min hingga duduk di pangkuanya, kaisar zhou menarik tengkuk min, dan membuang kan mulut kecil itu, ia tak ingin mendengar kata selir keluar dari mulut permaisuri, min mendorong tubuh kaisar sekuat tenaga, apa ini?, bahkan kaisar begitu tidak sopan membungkamnya kaisar ciuman, meskipun hanya sebuah ciuman yang terhalang kain hitam, namun jantunya yang berdebar itu nyata, berciuman terhalang kain hitam bukankah momen yang sangat tak terduga?,


"Jika membahas hal ini di masa depan maka kaisar ini akan tak akan segan bertindak lebih" Bisik kaisar zhou pelan sambil memenangi bibirnya, ia tak perduli dengan tatapan kedua pelayan yang masih berada di dekat mereka (Yu mi dan fei yang), lagi pula min adalah permaisurinya yang sah, ia bebas memeluk, mencium bahkan merasakan tubuh permaisurinya, dan siapa yang berani melarangnya?,


"Yang mulia, minum lah obat mu" Ucap Min berusaha melepaskan tangan kaisar dari pingganya, akan sangat tidak baik jika di biarkan begini, ia selalu ke asal dan marah saat ia tak bisa berkutik di hadapan kaisar es ini, menyebalkan, ia sudah melatih ilmu kultivasinya dengan keras namun bahkan ia tak mamapu melawan, menyebalkan, memang sangat menyebalkan.


"Bantu kaisar ini minum obat" Ucap kaisar zhou pelan


"dan hal yang harus permaisuri ingat dengan baik, jangan pernah membahas tentang selir di masa depan, atau akan benar benar berakhir dengan hal yang tak pernah permaisuri bayangkan" ucap kaisar zhou mencium pipi Min,

__ADS_1


"A.. A baiklah yang mulia.. Aku akan membantu mu minum obat, lepaskan aku" Ucap min terbata,


"Berjanji tidak mengungkit soal selir" Ucap sang kaisar berbisik pelan


"Ah ia, ia, permaisuri ini berjanji, sekarang lepaskan aku" Ucap Min, saat ini ia hanya bisa merutuki ketidak berdaya ah,


"Gadis baik" Ucap kaisar zhou kembali mengecup bibir min sekilas, setelahnya kaisar melepaskan pelukanya, dan tersenyum ke arah permaisuri, ah kaisar tersenyum?, bukankah itu langka?,


"Anda terlihat mengerikan jika tersenyum yang mulia" Ucap Min meraih mangkuk sup dan mulai membantu sang kaisar meminum obatny.


Dari kejauhan seorang gadis nampak begitu murka, apa itu?, bahkan sosok kaisar zhou yang dingin kini tersenyum ke permaisuri sampah itu?, bahkan sang kaisar memeluk permaisuri dan menciumnya, tangan mungil itu terkepal erat di dalam lengan bajunya


"****** sialan" Ucapnya kesal, berjalan cepat menuju valium teratai


"A huan, ada apa lagi?" Ucap selir bai saat melihat wajah kesal sang kponakan tersayangnya


"****** itu bi, ****** itu benar benar akan merebut yang mulia kaisar, bahkan ****** itu menggunakan cara rendahan untuk menggoda kaisar" Ucap nona bai dengan kesal,


"Jika dia menggunakan trik murahan menggoda kaisar, maka kau harus menggunakan trik yang jauh lebih baik darinya,"

__ADS_1


"Benar bik, apapun yang terjadi aku harus menjadi istri kaisar, aku sudah lelah bi, sudah terlalu lama aku menunggu aku harus mendapatkan kaisar dengan cara apapun" Ucap bai huan penuh tekat


__ADS_2