Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab29#


__ADS_3

"Hamba di utus permaisuri untuk memanggil pangeran ke 2 agar segera ke valium angrek dan sarapan bersama" Ucap fei yang pelan, ia memang tidak takut dan gentar, namun ia masih memiliki kesopanan dan etika yang cukup, meski di larang untuk merendahkan diri namun min melarang bawahanya untuk tidak menghormati sesama, dan yah begitulah Min sangat membenci seseorang yang tak patuh, dari itu fei yang dengan penuh tekat berani menerobos dan mengacau perjamuan keluarga Kekaisaran ini, fei yang tak akan membuat nonanya merasa kecewa, sungguh itu adalah hal yang takan pernah ia lakukan sampai kapan pun


"Hey hanya karena itu, kau mengacaukan perjamuan?, keluarga Kekaisaran?" Ucap putri ke lima membuka suara, ia tentu saja masih sangat kesal dengan sang permaisuri yang telah mempermalukannya dengan dalih mendisiplinkan, ia bahkan belum sempat membalaskan dendam atas penghinaan yang di lakukan sang permaisuri beberapa hari lalu, lihat saja ia tak akan melupakan masalah ini begitu saja, citranya sebagai putri bangsawan rusak oleh permaisuri sampah ini,


"Perintah yang mulia permaisuri adalah hal yang mutlak, menjalankannya adalah suatu kewajiban saya, hamba mohon yang mulia tidak mempersulit, Pangeran ke 2 harap ikuti saya" Ucap fei yang pelan, ia tak ingin membuat keributan dan mengulur waktu, nona nya lebih penting, ia tak akan membiarkan nonanya menunggu terlalu lama, hanya karena halangan tak berarti dari putri kelima ini


Pangeran lan masih terdiam menatap gadis pemberani ini, sungguh kekuasaan permaisuri tak dapat di remehkan, bahkan pelayan yang berani mengacau di jamuan, hanya untuk memenuhi perintah sang junjungan, pelayan yang berani wajib di acungi jempol, namun bukankah ini sedikit keterlaluan mengacau jamuan makan para bangsawan hanya karena menjemput sang pangeran lan, merusak suasana hati seluruh keluarga kerajaan hanya untuk mematuhi perintah wanita yang bergelar permaisuri itu?, hal ini tentu saja sangat mengejutkan baginya


Pangeran lan membuang nafas pelan, permaisuri ini sungguh berani, bahkan menentang kaisar secara terang terangan seperti ini, dan dengan bangga menunjukan pada dunia betapa berkuasanya dia, dan pangeran lan melihat ada ke anehan pada sang kaisar, bahkan sang kaisar hanya diam tak berkomentar, ini bukan kaisar yang ia kenal selama ini, kaisar yang ia kenal adalah sosok tampa ampun, pelayan ini bisa saja kehilangan kepalanya jika hal ini terjadi beberapa tahun yang lalu, sungguh pemandangan yang langka

__ADS_1


"Maafkan atas kelancangan hamba, hamba mohon diri" Ucap pengeran lan pelan, ia segera membungkuk kan tubuhnya sebagai salam perpisahan setelahnya ia segera beranjak meninggalkan aula jamuan, kakak iparnya memanggil maka ia harus memenuhi panggilan itu,


"Ah pangeran, lain kali kau harus lebih bisa melawan jangan hanya diam dengan ucapan para putri manja itu, mereka mamang sangat menyebalkan, dan perlu di beri pelajaran" Ucap fei yang tampa sadar sudah bicara tak sopan pada pangeran ke dua,ia merasa kesal, bahkan para bangsawan itu berani menghina kakak mereka, pangeran lan adalah pangeran ke 2 dinasti xianyang ini, ia seharusnya di hormati dan di segani, namun fei yang malah melihat jika para adik laknat itu malah mengolok ngolok si pangeran lan, yang membuat fei yang menjadi kesal,


"Kau.?" Ucap pengeran ke dua tak habis fikir, sebelumya tak ada pelayan yang mau membuka suara padanya, tapi?, ah sungguh permaisuri bahkan pelanyanya sungguh sesuatu, pangeran lan pun sudah mendengar jika para pelayan terpilih bahkan sangat pemberani, namun ia tak menyangka jika seberani ini.


setelah menyadari kelancanganya fei yang menutup mulutnya dengan kedua tangan, semoga saja pangeran lan tak tersinggung dengan ucapanya, yah semoga saja, ia benar benar tak sengaja mengatakan hal tidak sopan itu, suasana yang tadinya penuh dengan ocehan seketika hening saat fei yang menyadari kesalahanya


"Kau ini, sudah ku katakan panggil aku kakak ipar, pokoknya aku tak mau tau, aku kakak ipar, jangan panggil aku yang mulia atau sejenisnya, itu benar benar membuat ku risih" Ucap min yang kini berubah manja, entah mengapa ia akan menjadi sangat maja dan terbuka pada selir ke lima dan putra putranya, mereka telah di anggap sebagai saudara oleh min sendiri, ia mempercayai selir ke lima dan anak anaknya ayaknya kepercayaan seorang putri pada ibu dan adik adiknya.

__ADS_1


"Ah maafkan kesalahan adik ini" Ucap pangeran ke lan dengan rasa bersalah, ia tentu merasa sedikit tak nyaman dengan panggilan itu, tapi apalah dayanya yang tak bisa menolak, ia tak ingin kembali bertengkar dengan hatinya sendiri, pada kenyataan ya setelah menghabiskan waktu bersama pangeran lan merasa nyaman pada wanita yang berstatus ibu negri ini


"Ah lupakan, mari makan, aku tau kau belum sempat makan kan di perjamuan tadi, Ah ia mereka selalu menunggu kedatangan kaisar yang tidak disiplin itu, datang dan pergi sesukanya menyebalkan," Ucap min menggembungkan pipinya kesal,


"Itu adalah sebuah peraturan A li, para keluarga istana akan memulai jamuan jika sudah datangnya kaisar" Ucap selir ke lima pelan, tentunya min faham akan hal ini, kehidupan di istana sangat ketat, di jaga dengan begitu banayak peraturan dan etika bangsawan yang merepotkan ini, jangan kan acara makan, cara berjalan dan bernafas pun sudah di atur dalam peraturan yang menyebalkan ini,


"Tapi kenapa harus repot repot menunggu lama?, bahkan makanan di tempat perjamuan pun sudah dingin," Ucap min, ia tak setuju dengan peraturan ini, sungguh sangat tidak masuk akal dan sangat membosankan, bayangkan saja, kau harus menunggu saat aroma makanan sudah masuk ke indra penciuman, dan kau hanya bisa melihat tampa bisa menggapainya, bukankah itu sangat tak mengenakan?


"begitulah peraturannya,"ucap selir ke lima pelan menatap expresi wajah min yang berubah rubah,

__ADS_1


"Ah baiklah ibu lupakan, mereka bahkan sangat tidak penting, yang pasti kita kan menyantap makana yang lezat, biarkan para rubah menyebalkan itu makan makanan dingin karena kelamaan menunggu" Ucap min tersenyum lebar dan segera menyantap makanannya ah lupakan urusan di jamuan, saat ini makanan lezat berada di depan mata makan menghabiskan merupakan suatu kewajiban, Min menyantap makanannya dengan lahap, ia selalu menyukai masakan masa ini, sangat enak dan begitu menantang, Min menyukai segala jenis makanan, entah itu pedas, manis ataupun asin, semua masuk ke dalam perut seorang Min jiana tampa ampun, tangan ajaib para koki istana itu memang sangat mengejutkan.


__ADS_2