
"Sampai kapan kita seperti ini?" Ucap Yu Fang mengelus rambut Ling Shi dengan lembut, sejak kejadian beberapa waktu lalu keduanya memilih untuk bersama, ling shi sama sekali tak menyangka jika perjuangan berakhir manis,
"Sampai keadaan membaik" Ucap ling shi pelan, saat ini keduanya sedang berada di atas bukit Yao Lin,
Keduanya menikmati senja bersama, melepas rindu sejak beberapa minggu tak bertemu, Ling Shi harus mengatasi masalah kelaparan ini, sedangkan yu fang tentu saja sibuk dengan tugasnya sebagai seorang pangeran
"Mengapa?" Jawab Yu Fang tak habis fikir,
Mereka telah bersama namun bahkan keduanya tak bisa menunjukan keintiman di hadapan umum, terkadang yu fang berfikir jika ia hanyalah pria simpanan, lihatlah bahkan nona yang mengejar ngejarnya di masa lalu memilih untuk merahasiakan hubungan mereka
"Apa kau bodoh?, lihatlah keadaan Kekaisaran ini kacau, permaisuri dan kaisar tak bersama, kita tak mungkin menunjukan kemesraan di depan orang yang sedang patah hati, itu akan menyakiti perasaannya"
"Baik lah baik lah, pria simpanan mu ini akan mengikuti apapun yang kau katakan" Ucap Yu Fang yang hanya di balas dengan pukulan kecil di keningnya
"Kau menyakiti ku sayang"
"Kau menyebalkan" Ucap Ling Shi menggabungkan pipinya kesal, Yu Fang terkekeh pelan sembari menikmati keindahan yang tersaji di depan mata.
Fei yang berjalan dengan langkah lebar menuju ruangan tabib, wajahnya terlihat begitu panik, hingga ia bahkan tak sadar jika telah menabrak seseorang
"Ah maaf atas ketidak sopanan saya nyonya, salam yang mulia" Ucap Fei yang dengan hormat,
__ADS_1
Saat ini ia sedang berhadapan dengan dua orang penting, tapi tunggu dulu, kaisar Zhou?, apakah ia tak salah lihat?, ada angin apa yang membawa seorang kaisar ke sini, dan sejak kapan dia sembuh dari penyakitnya?,
"Ada apa Fei yang?, mengapa terlihat panik? " Ucap nyonya Chen pelan
"Permaisuri, permaisuri kesakitan, maaf atas kelancangan hamba, hamba harus segera memanggil tabib" Ucap Fei Yang,
Setelah menekuk lututnya Fei Yang segera meninggalkan nyonya jendral dan kaisar Zhou, kaisar Zhou bergegas menuju valium permaisuri, ia sangat terkejut saat melihat keadaan permaisurinya yang sangat buruk,
"Apa yang terjadi permaisuri?" Ucap kaisar Zhou menggenggam erat tangan sang permaisuri,
Min melotot marah, namun kaisar bahkan tak memperdulikan tatapan itu, permaisurinya meringkuk menahan sakit kaisar Zhou tak bisa diam saja, ia harus melakukan sesuatu yang dapat mengurangi rasa sakit yang sedang di alami sang permaisuri
"Permaisuri" Ucap kaisar Zhou dengan wajah paniknya, ia berteriak memanggil tabib, setelah beberapa waktu tabib tua datang, semua tabib membungkuk dan memberikan salam hormat pada sang pemimpin negri ini,
Tanganya masih menggem erat tangan mungil Min yang sedang mati matian menahan skitnya, perutnya memang belum sepenuhnya membesar namun kaisar Zhou dapat melihat benjolan itu dengan jelas, ia sangat ingin menagis melihat keadaan permaisuriya namun ia tak mungkin melakukan itu, ia akan kehilangan muka jika melakukan hal sememalukan itu di tengah keramaian seperti ini
"Apa yang kau lakukan?" Kaisar Zhou mengeram murka saat melihat tubuh min jatuh tak sadarkan diri, ia hampir saja membunuh si tabib, beruntung si tabib dapat memberi penjelasan di waktu yang tepat
"Permaisuri mengalami kontraksi akibat aktifitasnya selama mengandung, ia juga kelelahan akibat tertekan dan banyak pikiran, belum lagi permaisuri harus lebih mempertahankan bayinya saat racun Xu Fan sempat berada di tubuhnya" Ucap si tabib dengan gemetar
"Bagaimana kalian begitu lalai dan membuat permaisuri di racuni" Ucap kaisar Zhou frustasi
__ADS_1
"Salah kan diri mu yang mulia, kau sendiri yang membuat kakak pertama mengalami hal buruk itu, kau terlalu sibuk dengan segala penyesalan mu yang tak berujung dan tak berguna itu, sedangkan kakak pertama?, ia harus bekerja keras mempertahankan Kekaisaran setelah kau lepaskan begitu saja, jika kau bener benar menyesal kau tak perlu menyiksa dirimu, membuat rakyat menderita dan pemerintah Kekaisaran kacau" Ucap Chen Ling ketus, ia tak dapat menahannya lagi, apa itu?,
Jika benar benar cinta mengapa harus membuat diri semakin buruk, akan lebih baik berusaha keras agar mendapatkan maaf dari sang cinta, berdiam diri dan menyesal bukan cara untuk menyelesaikan masalah,
Wanita tidak membutuhkan janji ataupun kata kata yang manis, wanita membutuhkan pembuktian, mereka akan lebih menghargai bukti dari pada sebuah janji kosong
"Kau benar, ini salah ku, aku yang membuat permaisuri menderita" Ucap kaisar Zhou pelan, ia menatap sendu tubuh permaisuri yang hanyut dalam tidurnya, tubuh yang terlihat begitu kurus setelah terakhir kali bertemu
"Yang mulia, ampuni atas kelancangan Ling Er, ia hanya gadis naif yang masih terlalu muda untuk memahami hal seperti ini, yang mulia, anda tak perlu menyalahkan diri anda sendiri, semua adalah takdir dari dewa, Qing er bawa Ling er kembali ke halamannya" Ucap Gu Xin pelan, ia sangat mengetahui kekesalan putrinya, ia juga sangat faham dengan perasaan kaisar, nyatanya tak ada yang sanggup jika berpisah dari sang cinta, meski ia berhati batu sekali pun
"Silahkan" Ucap Gu Xin pelan, ia mengajak seluruh tabib dan yang lainya meninggalkan kamar sang permaisuri, mereka butuh ruang,
"Tak di sangka Kekaisaran menjadi seperti ini" Ucap jendral chen menghela nafas lelah, tubuh tuanya sudah hampir mah menyerah dengan segala masalah istana tak pernah berujung ini,
"Anda pasti mengetahui perasaanya tuan, bagai mana sakitnya saat di tinggalkan orang yang paling berharga dalam hidup memang sangat menyakitkan" Ucap Gu Xin menuangkan teh untuk sang Jendral
"Aku telah gagal menjadi ayah yang seharusnya melindungi putri ku, aku telah gagal menjadi seorang jenderal, nyatanya Kekaisaran kacau tak berarah, aku sudah gagal benar benar tak berguna" Ucap jendral chen menghela nafas pelan sembari menatap nanar taman di hadapannya
"Tuan, ini bukan kesalahan mu, takdir memang tak bisa di tebak, tuan hanya perlu yakin jika semua akan baik baik saja" Ucap Gu Xin pelan, ia menuangkan teh untuk sang Jendral
"Terimakasih, terimakasih untuk semuanya, setelah kepergian Xiang er kau selalu berada di samping ku, memperingati ku saat membuat kesalahan, dan memberi ketenangan saat aku merasa gelisah" Ucap jendral chen menggenggam erat tangan istrinya, mereka menikah tampa cinta, namun lihat mereka berakhir dengan bahagia,
__ADS_1
"Tuan, sebagai pasangan saling melengkapi adalah suatu kewajiban" Ucap Gu Xin tersenyum lembut, keduanya saling melemparkan senyuman sembari menikmati keindahan taman yang berada di hadapan mereka