Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab82#


__ADS_3

Setelah siap keduanya dengan begitu bersemangat menyelinap keluar chap, ah min dan yu fang sangat ahli dalam urusan ini, keduanya adalah mahluk bebas yang tidak suka terkekang, dan tentu saja keduanya sangat sering menyelinap untuk sekedar menenangkan diri,


"Wow" Ucap min saat berada di tengah pasar, ternyta pasar ini sangat ramai meskipun tak seramai pasar di Lai Cin di Xianyang namun ada begitu banyak barang yang di tawarkan, beruntung min membawa uang yang cukup agar bisa membeli beberapa barang yang menerutnya menarik


"Mari" Ucap Yu Fang dengan semangat menarik tangan min menuju rumah makan Pavoritnya, rumah makan yang terletak di pinggiran sungai, mata di manjakan oleh perahu perahu yang berlayar di sepanjang perairan, yah memang hari belum terlalu larut, tempat ini sangat terkenal karena ayam daun bawang adalah masakan khas kerajaan young, mari kita coba apakah sesuai dengan reputasinya?,


"Apakah kakak tau, ayam panggang dan anggur di sini sangat lezat, bahkan tempat ini adalah tempat yang paling terkenal di Kerajaan ini" Ucap yu fang dengan penuh semangat, dalam segara ocehanya ia masih ingat untuk mendudukan dirinya di sebuah meja yang memang sudah di siapkan untuknya, jangan lewatkan senyuman lebarnya, benar benar menyenangkan, peraturan kerajaan wilayah barat memang sedikit berbeda dengan Kekaisaran Xianyang, ysudah cukup lama ia tak kabur kaburan seperti ini,


"Adik yu, ternyata kau?, sunggu bocah yang nakal" Ucap min tak percaya, bocah 17 tahun ini bahkan menyukai anggur dan arak, sungguh ini tak pernah ia duga, meskipun seorang Min jiana terbiasa dengan berbagai jenis anggir, tapi bocah yang di hadapannya ini?, benar benar terlihat polos, hingga membuatnya bahkan tak percaya apa yang ia lihat


"Ah tentu saja hanya diam diam kakak ipar, jika sampai kakak kedua mengetahuinya maka aku akan di hukum menulis 10 lembar peraturan militer yang sudah seperti segerombolan semut itu" Ucap Yu Fang menyesap anggurnya pelan, lagi pula anggur bunga persik ini memiliki sedikit tekanan alkoholnya,


Min hanya terkekeh dan menyesap anggurnya perlahan, ia tentu saja tau bagai mana lezatnya minuman ini, bagai mana adik keduanya begitu tega melarang yu fang meminum minuman ini, acara makan ayam bawang dan anggurnya pun selesai, keduanya memilih untuk meninggalkan rumah makan untuk memulai petualangan,


waktu berjalan dengan begitu cepat hingga tampa terasa ia menyelesaikan acara makanya keduanya berkeliling pasar dan membeli apapun yang mereka inginkan,


Hari sudah mulai larut keduanya telah berkeliling dan bersenag senang namun tiba tiba Yu Fang menghilang,


"Hey kemana bocah itu?" Ucap Min pelan, sejak kapan ia meninggalkan bocah nakal itu, perasaan masih berjalan di sampinga, tapi kenapa sekarang ilang tampa jejak, dasar bocah itu

__ADS_1


"Sudah lelah bermain permaisuri?" suara dingin itu?, Min seperti pernah mendengarnya dan bahkan sering, dengan ragu Min memutar tubuhnya dan,


"Kau?" Ucap Min menunjuk pria yang sangat ia kenal ini, apa yang di lakukanya di sini?, dasar bodoh, dia adalah orang yang masih sakit, tapi kenapa malah keluyuran?, nanti kalo di serang lagi pasti dirinya juga kan yang repot, kalo sakit ia lagi yang harus repot merawat, benar benar kaisar bodoh


"apa yang kau lakukan di sini?, bukankah aku menyuruhmu beristirahat, mengapa begitu keras kepala" Ucap Min ketus bisakah pria ini tak menggunya?, sebentar saja, ia sudah sangat senang bisa kabur dari chap, namun siapa yang menyangka ia harus kembali bertemu dengan pria dingin ini?, yah, pria dingin yang di maksud tak lain adalah kaisar zhou suami nya sendiri,


setelah tidur beberapa saat kaisar zhou terbangun namun tak menemukan sang permaisuri, hingga penjaga bayangan melaporkan jika sang permaisuri sedang asik bermain di pasar raya dan tampa pengawalan, kaisar mulai merasa khawatir, bagai mana jika permaisuri menemukan pria dan menggangkatnya sebagai selir, seperti yang ia katakan beberapa waktu lalu, oh tidak ia tak akan membiarkan itu terjadi, tak akan pernah, ia tak akan pernah sudi berbagi istri dengan orang lain, tidak, kaisar mengeram kesal dengan segala pemikiran liarnya, dengan penuh emosi ia segera melesat ke pasar raya untuk menangkap kelinci liarnya itu, kelinci yang benar benar nakal yang membuatnya harus merasakan kekhawatiran setiap saat


"Sudah sepenuhnya pulih, kaisar ini tak akan membiarkan kelinci nakal terus berkeliaran sepanjang malam" jawabnya datar


"Kau ini selalu menyebut ku, kelinci, lagi pula ini belum terlalu larut" ia masih ingin bermain di pasar lagi pula tak lama lagi matahari akan segera tenggelam dan perayaan yang sebenarnya akan segera di mulai, ia tak mungkin melewatkan perayaan ini, lagi pula mereka harus segera kembali ke istana ia tak ingin kelewatan acara ini, kaisar juga mengatakan jika ia sudah sepenuhnya sembuh, tak masalh bukan sedikit bermain sebelum kembali ke istana, Min menarik lengan sang kaisar dan membawanya menuju toko bakpau isi daging, perutnya kembali lapar karena berkeliling sedari tadi, sedang kan Yu Fang? Ah lupakan bocah itu, mari nikmati hari dengan gembira, lupakan hal yang akan membuat mu menjadi kesal


"Tuan bakpau dua" Ucap Min pada sang penjual, Min langsung mendudukan diri di kursi yang sudah di sediakan, bahkan ia tak pernah menyangka jika ia benar benar berkesempatan ke dunia dongeng ini, dunia yang bahkan tak pernah ia bayangkan, namun yah kenyataanya ia sudah berada di sini, Min bukan orang yang tak bisa menikmati ini, lagi pula semua sudah terlanjur bukan?, mari nikmati saja, jangan banyak protes dan perbanyak beryukur, agar di kematian ke dua neraka tak kembali menolaknya, yah semoga saja, mari kita berdoa untuk itu


"Silahkan menggu pelanggan" Ucap sang pedagang tersenyum ramah, Min pun membalas senyuman itu, yah meskipun tak terlihat tetap di balas kan, yasudah jangan banyak memprotes, sejak awal Min datang bersama cadar di wajahnya, yah nikmati saja balasan senyuman yang tak terlihat itu, lagi pula bahkan balasan senyuman tak terlihat itu sudah berhasil membuat seorang kaisar zhou menatap tajam si penjual bakpau


Min duduk diam sembari menikmati keramaian kota yang sudah mulai gelap, cahaya lentera malam menambah keindahan, kapal kapal yang berlalu langan tadi pun masih sibuk dengan segala aktifitasnya, benar benar perayaan yang indah, tampa skema dan drama seperti yang sering ia lihat di TV, sedangkan sang kaisar zhou?, ia hanya memandangi istrinya lekat, gadis kuat cerdas dan sederhana, ah kaisar sangat menyesal karena telah mengabaikan istrinya di masalalu, namun apa boleh buat semua sudah terjadi dan saat ini sang kaisar hanya berdiri dengan segala penyesalannya,


Lamunan kaisar zhou terhenti saat Min mengulurkan bakpau ke arahnya, Min segera menarik sang kaisar meninggalkan toko, untuk lanjut berkeliling, lagi pula sipa suruh kaisar es ini mencarinya, ia masih ingin bermain, karena Yu Fang tidak ada maka ia akan menghabiskan malam bersama kaisar kaku ini, tidak begitu buruk, Sang kaisar menjergit pelan, sudah lama sekali ia tak mencoba makanan pinggiran seperti ini, ia hanya pernah berkeliling pasar saat berusia 10 tahun, setelahnya ia selalu sibuk dengan sekolah Kekaisaran hingga tak memiliki waktu untuk bermain,

__ADS_1


"Jangan terlalu suka melamun, makanan ini sangat lezat cobalah" Ucap Min menyantap bakpaunya dengan begitu semangat, Sang kaisar menatap bakpau itu dan menyantapnya dalam diam


“bagai mana?”


"tidak buruk" Ucapnya pelan, ia terlalu kaku hanya untuk sekedar memuji


"tentu saja, aku sudah beberapa kali mencobanya" Ucap Min dengan ceria menarik kaisar kesana kemari, melihat makanan, menonton pertunjukan akrobat, melihat pendongeng, dan membeli beberapa barang yang akan ia bawa kembali nantinya


"Apa sudah lelah?" Ucap kaisar zhou saat melihat istrinya


"masih membelikan perhiasan, jika yang mulia lelah yang mulia bisa kembali, aku tak akan lama" Ucap Min, bangkit dari duduknya, Min tersenyum lebar saat melihat penjual perhiasan yang berada tak jauh dari tempatnya, lagi pula ia harus membeli oleh oleh untuk di bawa kembali, Sang kaisar hanya mengikuti permaisurinya dari belakang, sebenarnya ia sangat menikmati pertualang ini, sejak kecil kaisar zhou adalah sosok yang kaku tak mengerti dunia luar, sepanjang hari ia hanya sibuk dengan pedang dan taktik militernya hingga tak memiliki waktu untuk bersenag senang, dan entah mengapa menghabiskan waktu dengan sang permaisuri terasa begitu menyenagkan, yah walapun sedikit melelahkan karena sudah puluhan kali berkeliling pasar, tapi tak masalah kaisar zhou sangat menikmati petualangannya kali ini


"Apa ini bagus?" Ucap Min menunjukan sebuah gelang gilok pada sang kaisar, Sang kaisar beranjak mendekat dan mengambil jepit rambut giok darah, dalam diam kaisar zhou menusukan jepit itu di sela rambut indah Sang permaisuri


"Hey aku menanyakan gelang ini" Ucap Min mundur memberikan jarak antara keduanya, sedangkan jepit rambut itu sudah tertusuk indah di sela rambut min


"Tidak buruk" Ucapnya pelan, kali ini tak ada tatapan tajam atau dingin, yang ada hanya tatapan yang lembut dan penuh kasih sayang, min tertengun sejenak hingga tiba tiba menggelengkan kepalanya


"Ah tidak Min jangan sampai kau menyukai kaisar bodoh ini, jangan sampai" batin Min, ia harus memikirkan tentang penyelidikan ibunya, tidak ada urusan lain, jangan sertakan perasaan dalam balas dendam, jika hal itu terjadi maka kau akan mengalami kesakitan yang tak kan terhenti dan tak berujung, tapi?, walau bagai manapun Min adalah gadis dewasa yang normal, memiliki perasaan dengan lawan jenis adalah hal yang sangat wajar bukan?, mereka telah tinggal bersama dalam waktu yang lama, dan.. , ah sudah lah, mari lupakan pikiran konyol itu, lebih baik memilih barang barang yang akan di beli, dari pada pusing mikirin perasaan konyol ini, jangan jangan sangkutkan perasaan saat kau hanya menjadi seorang pemeran pengganti, yang pada akhirnya kau akan pergi, membiarkan pemeran utama wanita dan pria bersatu, hidup bahagia dan membangun kehidupan yang bahagia, membangun sebuah Kekaisaran yang sejahtera, yah pada dasarnya ini bukan tempatnya, min tak ingin terikat, ia tak ingin jatuh cinta, pikiran konyol, enyahlah, ia tak akan memberikan cintanya pada seorang kaisar tiran sari Xianyang ini

__ADS_1


__ADS_2