
"Kaisar dan permaisuri memasuki ruangan" Teriakan kasim membuat para bangsawan menghentikan acara mengobrolny, beralih pada pasangan nomor 1 di Kekaisaran ini, Min dan kaisar zhou berjalan dengan anggun melewati semua pejabat dan perlahan mendudukkan diri di singgasananya kebesarannya
"Menyapa yang mulia Kaisar dan permaisuri semoga di berikan umur panjang dan hidup seribu tahun lamanya" Ucap mereka bersamaan, membungkuk, Min beralih saat ini para nona dan tuan muda bangsawan berkumpul, setidaknya Min melihat Rong Cheng, Ling Shi dan ia juga melihat tabib mu di antara para bangsawan itu,
"Bangkitlah" Ucap sang kaisar dengan nada datar, setelah mengucapkan beberapa kata sambutan sang Kaisar kembali duduk nyaman di singgasana dan para penari pun mulai berdatanga pertanda acara puncak akan segera di mulai, para penari mulai menunjukan kemampuan mereka bergerak dengan begitu anggun dan gemulai dan para tamu pun di persilahkan untuk mencicipi hidangan.
"Kau" Ucap Ling Shi menggeram kesal saat tampa sengaja melihat keberadaan pria dugu yang ia cari selama ini, Ling Shi ingin sekali menarik telinga pria bodoh ini, namun ia tak mungkin mempermalukan keluarganya, hanya karena hal ini, Ling Shi hanya berusaha bertahan untuk untuk menjaga reputasinya,
"Nona Ling, lihatlah aku memiliki beberapa permen, kau bisa memilikinya" Ucap rong cheng menunjukan senyum manisnya,
"Ah tentu tuan muda" Ucap Ling shi meraih beberapa permen yang di berikan rong cheng
"Bagai mana?" Ucap rong cheng pelan
"Sangat manis" Ucap Ling shi tersenyum lebar
__ADS_1
Min hanya terkekeh pelan melihat interaksi mereka benar benar gadis itu, ia bahkan tak menyangka jika seorang Ling Shi bisa bertingkat semanis itu
saat musik berakhir para penari pun menyelesaikan pertunjukannya, seperti biasanya acara seperti ini adalah kesempatan emas bagi para tuan dan nona bangsawan menunjukan bakat mereka, mereka berkesempatan untuk menarik perhatian tuan ataupun nona muda yang mereka inginkan
Para bangsawan muda itu akan maju satu persatu, untuk menunjukan keahlianya.
Malam sudah berlalu, saat ini mentari kembali menemani dunia, yah tentu saja dengan keperkasaan sinarnya, itulah kehidupan, tidak ada yang bisa di andalkan kecuali diri sendiri,
Seperti yang sudah di umumkan semalam, hari ini akan di adakan beberapa pertandingan hari ini, saat ini pun kaisar dan permaisuri sudah berada di lapangan istana, untuk menyaksikan pertandingan.
"Lihat saja nanti, akan ku pukuli kau" Ucap Ling shi menggembungkan pipinya kesal, ucapan ini tentu saja merujuk pada si yu fang bodoh yang dugu itu
Pertarungan di mulai, di awali dengan pertarungan para nona muda bangsawan, seperti biasa putri ke 7 dan kelima akan mengikuti pertarungan sengit itu,
Pertarungan di mulai, para nona bangsawan kini mulai, para nona muda melakukan yang terbaik namun pada dasarnya setiap pertandingan hanya mengeluarkan satu pemenang,
__ADS_1
Beberapa pertarungan berlalu kini yang tersisa hanya putri ke lima, ketujuh, nona muda bai huan dan beberapa nona muda lainya, termasuk chen qing dan chen ling yang merupakan adik dari sang permaisuri, sedangkan ling shi sengaja tak ikut dalam pertarungan ini, lagi pula dunia sudah mengetahui ke mampuanya, ia tak ingin menjadi gadis yang angkuh hanya karena sebuah pujian, sungguh memalukan
"Baiklah kali ini, putri ke tujuh, yang akan melawan nona yu an Mao" ucap si wasit, Kedua gadis bangsawan itu berjalan anggun menuju arena pertandingan, mereka menunjukan kemampuan mereka, dan berusaha untuk memberikan yang terbaik pada para penonton, pertarungan baru saja berakhir dan di menagkan oleh bai zian atau biasa di sebut sebagai putri ke 7,
Bai zian tersenyum lebar menyabut kemenangannya, saat ini hanya tinggal beberapa petarung, bai zian yakin ia akan kembali memenagkan pertandingan ini.
Pertarungan kembali di mulai kali ini putri kelima dengan nona muda wang, atau wang lu shi, gadis yang sempat menertawai Min beberapa waktu lalu.
Pertarungan berakhir dengan kemenangan yang di miliki oleh wang lu shi, putri kelima mendengus kesal, mengapa lagi lagi ia kalah di tahap ini?, bisakah ia naik satu tingkat saja setidaknya masuk dalam jajaran 5 terbaik, namun ah lagi lagi ia di kalahkan dan lagi lagi mendapat peringkat ke 6 , menyebalkan.
Kini hanya tinggal 5 peserta yaitu nona muda wang, nona muda bai dan putri ke tujuh, chen ling dan chen qing
Saat ini bai huan sudah berdiri di tenaga tengah ppanggung bahkan sang wasid belum mengumumkan lawanya,
"Mohon ampun yang mulia" Bai huan kini berlutut, kaisar zhou bahkan hanya memberikan tatapan dinginya
__ADS_1
"Hamba dengar permaisuri sedang berlatih ilmu pedang akhir akhir ini, maaf atas kelancangan hamba, apakah permaisuri sudi jika bertarung dengan hamba? " Ucap bai huan, ia memiliki kesempatan untuk mempermalukan saingan cintanya, lagi pula ia yakin jika ia mampu mengalahkan permaisuri sampah itu,