Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Halo Ronald


__ADS_3

"Ma, saya percayakan keselamatan Kanaya sama mama" ucap Hendry yang sebelum oma Rachel berangkat untuk menyelamatkan Kanaya.


"Kalian tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Akan ada kejutan untuk kalian nanti".


"Hari ini akan oma pastikan Devin dan Ronald akan berakhir" ucap oma Rachel geram.


Flashback on


Rapat diadakan mendadak pada malam hari setelah panggilan telpon dari Kanaya. Oma Rachel meminta Hendry dan Andre serta anak buah yang ada di markas lainnya untuk berkumpul jadi satu. Oma Rachel membiarkan semua markasnya dikosongkan. Jika musuh mengambil alih markasnya akan lebih mudah bagi mereka untuk balik menyerang musuh. Sebab bisa dipastikan ketika mereka lengah. Mereka bisa bergerak secara diam-diam dan menyerang dengan cepat. Setelah semua anggota yang terpenting berkumpul. Rapat pun dimulai.


"Hari ini adalah hari yang tak akan bisa saya lupakan. Dimana musuh kita secara terang-terangan mengibarkan bendera perang. Saya harap untuk kalian semua, sudah siap untuk menghadapi semua hal terburuk yang akan terjadi nanti".


"Untuk Kanaya, dia sudah memastikan kalau dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Namun satu hal yang belum dipastikan, hal ini masih dicurigai. Yakni tentang Ronald" ucap oma Rachel membuat mereka semua diam dalam keheningan malam.


"Wanita ini dicurigai oleh Kanaya sebagai Ronald yang telah berubah gender menjadi perempuan. Hal yang menguatkan tentang kecurigaan Kanaya adalah luka pada punggungnya wanita yang bernama Rohana ini. Luka yang pernah dibuat oleh Kanaya ketika penculikan waktu dia kecil dulu" oma Rachel menjelaskan dan memaparkan kecurigaan Kanaya selama ini.


"Oh iya, Niki ingat. Waktu ditempat spa dulu. Tante Rohana bilang dia diserang orang gila. Jadi bingung kalai begitu, manggilnya tante apa om ya" Niki mencoba untuk mencairkan suasana biar tidak terlalu tegang. Siapa coba berani membantah ucapan Niki? Bakalan jadi sasak pukul Niki.


"Tunggu, wanita itu. Iya, wanita itu yang saya lihat dipelabuhan sekitar empat atau lima tahun yang lalu. Serta penerbangan ke Singapore saat kejadian dimalam opa Adam terbunuh" ujar Fery langsung mendapatkan perhatian penuh dari semuanya.


"Maksudnya?" oma Rachel bingung dengan perkataan Tony tadi.


"Begini oma, sebenarnya hal ini ingin saya bicarakan dengan Adrian siang tadi. Namun karena ada insiden penyerangan saya lupa untuk memberitahukan hal yang menurut saya penting ini" Fery menjelaskan tentang niatnya untuk bertemu Adrian. Dia pun meletakkan sebuah flashdisk tentang hasil penyelidikannya.


"Sebenarnya, wanita itu kemungkinan pelaku pembunuhan opa Adam. Walaupun ini hanya sebatas dugaan. Sebab, setelah satu jam kejadian yang menimpa opa. Wanita ini berangkat pergi ke Singapore. Meski dari penyelidikan Tony, wanita ini sudah pergi sebelum hari kejadian. Sepertinya itu hanya pengecoh untuk kita. Perempuan yang diselediki oleh Tony memang hampir mirip dengan wanita ini. Namun jika dilihat secara seksama mereka berbeda. Dari cara berjalan serta memegang tas kedua wanita itu berbeda. Kalian bisa lihat, sangat kentara sebenarnya. Saya sudah menemukan wanita ini. Dia bilang, dia diberi tiket gratis untuk jalan-jalan ke Singapore oleh seorang wanita yang bernama Rohana. Dia diminta menggantikan wanita tersebut untuk pergi berlibur ke Singapore selama tiga hari. Katanya sayang tiketnya hangus sia-sia. Selain itu juga, dia diberi uang saku oleh wanita yang bernama Rohana ini selama dia berada di Singapore " ungkap Fery menjelaskan tentang hasil penyelidikannya.


"Sudah jelas dipastikan perempuan ini pelakunya. Apalagi dari penuturan wanita yang menggantikannya. Itu menguatkan analisa saya" ucap Fery.


"Saya juga meyakini pendapat Fery. Sebab, dibalik suara panggilan pelakunya ada suara perempuan. Dia menyuruh seseorang untuk membereskan sesuatu. Saya mengira sebelumnya pelakunya pria yang berbicara dengan saya. Namun, setelah mendengar penjelasan dari Fery. Hal itu masuk akal, artinya pria yang menjadi lawan bicara saya adalah orang yang dia suruh untuk membereskan kekacauan yang dia buat" Andre memperkuat keyakinan analisa Fery.

__ADS_1


"Sebelumnya kalian mencari pria ini kan. Sebenarnya, saya pernah melihat dia pergi di pelabuhan tempat saya kerja dulu. Namun setelah beberapa tahun kemudian saya melihat wanita ini datang di pelabuhan itu lagi. Pria ini yang mengantarkan kepergian pria ini. Namun pria ini juga yang menjemput wanita ini" Fery menunjuk foto Fredy dan Ronald. Dia menceritakan tentang Ronald yang pergi diantar oleh Fredy di pelabuhan. Setelahnya Fery menunjuk Foto Fredy dan Rohana. Kemudian menceritakan tentang kedatangan Rohana di pelabuhan yang disambut oleh Fredy. Fredy mengantar dan menjemput orang yang terlihat berbeda Namun sebenarnya sama.


"Aduh, ribet sekali ini bestie" ujar Tony memegangi kepalanya seolah sedang mengalami sakit kepala. Tony memang rusuh. Orang lagi serius dia malah ngajak becanda. Adrian langsung mengeluarkan jurus keluarnya mata elang. Dia menatap tajam Tony. Tony memperagakan menutup mulutnya seperti sedang menarik resleting di bibirnya. Oma Rachel hanya bisa geleng-geleng kepala. Sebab dia tau sikap Tony seperti apa.


"Baiklah kalau begitu, saya rasa keyakinan Kanaya tentang Rohana adalah Ronald sepertinya memang benar. Apalagi, ditambah dengan hasil penyelidikan Robert tentang Rohana. Itu cukup menguatkan kalau Rohana adalah Ronald. Itulah sebabnya kita sulit untuk melacak keberadaan Ronald".


"Jadi untuk misi penyelamatan Kanaya biar saya yang langsung turun tangan. Sebab, ini urusan saya pribadi kepada Rohana" ucap oma Rachel tegas.


"Tapi oma" Adrian ingin menyela namun, melihat tatapan tajam dari oma Rachel dia diam dan tak berani berbicara.


"Urusan Kanaya biar oma yang menghandlenya. Untuk kalian, sebaiknya kalian mengamankan wilayah bagian utara. Kalian harus bisa mengambil alih kembali markas kita" oma Rachel memberikan perintah.


"Robert, Sam, Brandon serta yang lainnya akan membantu oma untuk menyelamatkan Kanaya. Jadi, kamu jangan khawatir dengan keselamatan istrimu" oma Rachel mencoba untuk menenangkan Adrian yang tampak gusar. Oma Rachel paham akan kegelisahan yang dirasakan oleh Adrian.


"Adrian percayakan keselamatan Kanaya dan juga anak Adrian sama oma" akhirnya Adrian pasrah dengan rencana yang diberikan oleh oma Rachel. Dia yakin jika omany pasti akan berhasil membawa pulang istrinya.


Pintu kamar tempat Kanaya disekap dibuka oleh seseorang. Kanaya masih berpura-pura tidur. Namun matanya sedikit dia buka untuk mengintip. Rupanya Rohana yang masuk ke kamar Kanaya disekap. Dengan masih berpakaian gaun tidurnya, dia berjalan menghampiri Kanaya.


"Setelah semua ini berakhir, kita akan hidup sebagai keluarga" ucapnya pelan namun matanya tetap memandangi wajah Kanaya.


"Hari ini adalah hari kehancuran untuk seluruh keluarga Aston" gumam Rohana pelan, kemudian berjalan ke arah jendela untuk membuka gorden kamar.


Dengan sigap Kanaya bangun dan meletakkan sebilah pisau lipat kecil yang diberikan oleh Davina kepada dirinya ke leher Rohana.


"Good morning om Ronald" ucap Kanaya berbisik di telinga Rohana. Tubuhnya mematung karena terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Kanaya?


"Maksud kamu apa?" tanyanya terbata-bata.


"Tidak usah berakting lagi om. I know you. She is you. Wajah anda mungkin bisa anda ubah. But habit no" ucap Kanaya sinis.

__ADS_1


"Tidak aku sangka, kamu bisa menyadari semua itu. Ternyata kamu memang wanita yang cerdas" puji Rohana alias Ronald kepada Kanaya.


"Of course. Aku bukan Ayu yang dulu, sekarang diriku adalah Kanaya" ucapnya kemudian menggoreskan pisau lipat tersebut pada lehernya hingga membuat luka. Darah segar pun mulai keluar. Meski lukanya tidak dalam. Namun perih karena goresan luka sudah pasti.


"Kamu tidak akan pernah bisa keluar dari sini, sebab penjagaan disini sangat ketat hahaha" ucap Rohana kemudian tertawa penuh kemenangan.


"Tidak masalah. Aku akan tetap keluar dengan caraku" jawab Kanaya.


"Adrian dan keluarganya akan mati hari ini. Asal kamu tau, tidak ada jalan keluar untukmu dari sini. Ucapkanlah selamat tinggal kepada ketiga buah hatimu hahaha" Rohana tertawa puas seakan telah berhasil melenyapkan ketiga anak Kanaya.


"Brengsek" pukul Kanaya telak di wajahnya Rohana yang langsung membuat patah tulang hidungnya. Dalam seketika Kanaya menyerang Rohana, kemudian membenturkan kepala Rohana pada dinding Kamar hingga membuatnya jatuh pingsan.


Tanpa pikir panjang, Kanaya langsung mengikat tangan Rohana. Kemudian menyumpal mulutnya dengan ****** ***** yang dia ambil dari dalam lemari.


"Sorry, i have to go" Kanaya menepuk wajah Rohana.


Kanaya keluar dari kamar tersebut kemudian mengunci pintu kamar pelan. Sebab kunci pintunya tertancap bebas pada handle pintu. Sehingga memudahkan aksinya untuk ganti menyekap penculiknya. Kanaya mengendap-endap keluar dari rumah tersebut. Kemudian Kanaya mendengar sesuatu.


"Saya akan menyerang Aston mansion. Sebab, mansion tersebut tengah kosong. Jadi mudah bagi kita untuk menggulingkan kekuasaan keluarga Aston" ucap seseorang pada panggilan handphone miliknya. Kanaya hanya melihat sekilas dari pantulan kaca lemari yang ada disana.


"Sebaiknya kita pergi sekarang ke Aston Mansion. Untuk Rohana, biar kita tinggal saja dulu. Cewe jadi-jadian itu sedikit ribet kalau diajak pas kita tengah galau" jelas laki-laki itu berbicara.


"Kita berangkat sekarang menuju ke Aston Mansion".


"Tamatlah riwayat kalian hari ini Aston's Family. Hahahahahaha" teriaknya seakan telah meraih kemenangan. Kemudian dia pergi menghilang dibalik pintu luar. Hingga suara deru mesin mobil sudah tak terdengar lagi disana.


"Kita harus berjuang ya nak. Jangan rewel, bekerjasama dengan mama ya sekarang. Kita harus bantu papa" ucap Kanaya mengelus perutnya.


"Sedang apa neng disini?" tanya seseorang memukul pundak Kanaya.

__ADS_1


__ADS_2