Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Hukuman


__ADS_3

Bulu kuduk Tora merinding. Dia kini sudah pasrah dengan apa yang terjadi?


"Hei Tora. Coba buka mata kamu" pinta oma Rachel setelah selesai tertawa.


"Maaf nyai kunti, saya tidak berani" ujar Tora masih menangkupkan kedua tangannya.


"Astaga ini bocah gede. Pesing amat sih bau kencingnya".


"Adrian sini" panggil oma Rachel kepada Adrian. Sambil melambaikan tangannya.


"Dasar tukang rusuh dan kurang ajar. Sini, cepat sini" seperti terhipnotis. Adrian menuruti dan langsung menghampiri oma Rachel. Setelah jarak yang lumayan dekat. Adrian baru mengenali sosok berbaju putih yang memanggilnya tadi.


"Oma, oma kan" teriak Adrian antara yakin dan tidak. Antara takut dan juga berani.


Tora yang mendengar perkataan Adrian tadi pun langsung mengangkat wajahnya untuk melihat penampakan hantu tadi. Tora ingin memastikan jika itu memang oma Rachel. Tora mendongak ke atas. Meski ada perasaan takut saat menatap wajah putih pucat dari sosok penampakan yang ditakutinya tadi. Tora tetap memandangi dan mengamatinya dari atas hingga ke bawah. Kemudian Tora melihat cincin pernikahan oma Rachel yang masih tersemat dijarinya.


"The Queen" teriak Tora kemudian terisak menangis.


Kini perasaan Tora bercampur aduk. Antara senang karena penampakan sosok hantu itu tidak nyata. Melainkan sosok oma yang bercosplay jadi kuntilanak. Namun disisi lainnya, Tora juga sedih. Sebab, dia harus menanggung malu didepan oma Rachel. Dia sudah mengompol di celana karena saking takutnya. Meski dia tahu kalau itu adalah oma Rachel. Tapi tetap saja, Tora merasa gemetar. Entah seperti apa nasib yang akan dia hadapi selanjutnya. Apalagi tadi, dia malah nanya tentang hasil pertandingan bola nanti. Apes, apes nasib Tora kali ini.


"Iya, aku memang omamu. Kenapa? Hah, kenapa?" oma Rachel menghampiri Adrian dan memukul bahunya kemudian menjewer telinganya seperti menghukum anak kecil.


"Ampun oma, ampun oma. Adrian pikir tadi ada setan oma" Adrian belum tua dimana letak kesalahan yang sudah dia lakukan.


"Dasar cucu kurang ajar. Omanya masih hidup malah di do'akan biar cepat mati supaya jadi setan. Bakal oma keluarkan dari daftar warisan kamu. Oma blacklist dari keturunan Aston kamu" oma Rachel memukuli Adrian membabi buta. Hingga rasa lelah menghampiri tubuh tuanya yang masih bugar. Oma Rachel menghentikan aksinya memukuli Adrian. Oma pun mengatur nafasnya yang sudah tidak teratur lebih dahulu. Baru mengeluarkan jurus ceramah satu jam bersama oma Rachel.


"Tora, kenapa kamu tidak berdiri dan membersihkan diri? Bau pesing tau" oma menutup hidungnya dan memperagakan seolah-olah dia ingin muntah.

__ADS_1


"Hah, kamu kencing dicelana Tora. Hahahahaha" Adrian pun tertawa terbahak-bahak. Sungguh bos kurang ajar, sudah menistakan anak buahnya. Kini malah menertawakan kesialan yang telah menimpa Tora. Kasian Tora.


"Pletak" sebuah jitakan mendarat dengan mulus di kepala Adrian.


"Ini juga salahmu Adrian. Kenapa kamu menyuruh Tora mengambil foto Kanaya secara diam-diam, hah" Adrian bergidik ngeri melihat tatapan tajam oma Rachel. Seakan dia tengah bersiap ingin menerkam mangsanya.


"Mampus dah" gumamnya dalam hati.


"Ampun oma, Adrian tidak bermaksud yang aneh-aneh. Adrian cuma kangen sama istri Adrian saja oma" rengeknya seperti anak kecil.


"Tapi kamu bisakan bicara sama oma kalau ingin menengoknya sebentar".


"Ini nih, alasan oma memisahkan kamu tidur selama Kanaya nifas. Kamu itu kalau dibilangin tidak pernah mau menurut. Gimana oma nggak khawatir sama Kanaya kalau tidur bareng sama kamu" oma menuduh Adrian dengan tajam. Adrian hanya menggeleng pasrah saja untuk saat ini. Meski dia merasa tidak mungkin melakukan hal yang dituduhkan oleh oma.


"Adrian minta ma'af oma" ucapnya tertunduk lesu.


"Hah, oma" rengek Adrian seakan tidak terima. Tapi, dia tidak berani untuk memprosesnya.


"Jangan coba-coba untuk protes. Kalau kamu tidak ingin ditambah lagi hukumanmu" ucap oma Rachel dengan santainya.


"Tora, sekarang kamu pergi. Bersihkan badanmu. Bau pesing tau" oma Rachel pun berlalu pergi.


"Huh, acara maskeranku gagal. Gara-gara tingkah gila cucuku" gerutu oma Rachel. Oma Rachel pun masuk ke dalam kamar setelah memberikan hukuman untuk Adrian.


*Flashback off*


"Hahahaha" Kanaya tertawa hingga membuat perutnya sakit. Bagaimana tidak? Adrian sama Tora benar-benar konyol sekali. Apalagi mendengar cerita tentang Tora yang mengompol. Itu merupakan hal yang luar biasa. Pria berbadan besar mengompol karena takut melihat setan.

__ADS_1


"Bang Tora itu gimana sih. Kok, malah takut sama setan daripada manusia sih" Kanaya mengemukakan pendapatnya.


"Saya ya neng, mendingan ngelawan sepuluh preman ketimbang melawan setan. Kalau setan mana bisa dipukul neng, kita bisanya cuma lari. Iya kalau bisa lari. Kalau mati mendadak karena serangan jantung, apa tidak ikutan jadi setan juga neng" kata Tora memberikan pendapatnya.


"Kalau sudah seperti itu, namanya takdir bang. Hahaha" Kanaya tertawa puas.


"Adrian mau bang, ngebersihin bekas ngompolnya bang Tora?" tanya Kanaya yang masih begitu penasaran.


"Mana ada, tetap saya juga yang membersihkannya. Katanya saya yang ngompol, ya harus saya juga yang membersihkan" jawab Tora.


"Eh, neng. Tau nggak, ucapan oma tentang pertandingan bola yang sempat saya tanyakan itu benar lo".


"Saya menang taruhan neng. Kayaknya oma Rachel punya bakat buat memprediksi deh" dengan santainya Tora mengatakan. Malah bernada bangga ada juga. Kanaya yang mendengar hanya bisa menepuk dahinya. Bang Tora memang tidak ada benarnya, somplak iya.


"Bang Tora ini ada-ada saja. Oma kan cuma asal menebak. Jadi kalau itu benar-benar terjadi semua cuma kebetulan bang" Kanaya berpendapat.


"Tapi saya yakin neng, kalau oma itu memang bisa memprediksi masa depan. Buktinya, oma Rachel tidak pernah gagal merencanakan sesuatu dalam karirnya selama ini" Tora pun tidak kalah untuk mengemukakan pendapatnya. Kalau sudah begini Kanaya hanya bisa diam saja. Bos dan anak buah sama-sama keras kepalanya.


"Eh, bang. Kanaya mau nanya sama bang Tora. Kenapa Andre sama Giselle nggak dipisah sama oma ya tidurnya?" Kanaya bertanya kepada orang yang salah. Sebab, Tora adalah si lambe turah yang selalu suka dunia perghibahan. Hehehe


"Bos muda itu orangnya penurut neng. Meski keras kepala, tapi dia tidak pernah bersikap seperti anak kecil atau melawan. Kalau bos Andre itu sikap dan pemikirannya lebih dewasa. Tapi orangnya gegabah kalau mengambil keputusan dan bertindak. Beda sama bos Adrian yang penuh pertimbangan. Kalau bos Adrian itu perpaduan antara oma dan almarhum opa".


"Kalau menurut saya, oma jadi membiarkan mereka tetap sekamar karena bos Andre bisa merawat istrinya dengan telaten. Secara, bos Andre itu orangnya lebih sabaran ketimbang bos Adrian".


"Ya namanya orang kan sifatnya beda-beda. Meski kakak beradik, pasti ada kelebihan dan kekurangannya" Tora bersikap begitu bijaksana.


Membuat Kanaya merasa haru, betapa beruntungnya Adrian memiliki anak buah seperti Tora. Kanaya tau, kalau Tora bukan sekedar anak buah saja. Melainkan sudah seperti keluarga. Kanaya bisa merasakan kalau Tora itu sudah seperti kakak bagi suaminya. Selama ini, dia tidak pernah sekalipun melihat Adrian memarahi Tora, kalau merasa kesal itu biasa. Tora memang lah orang yang bisa diandalkan selain Tony oleh Adrian.

__ADS_1


__ADS_2