Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Janji Andre


__ADS_3

"Hahaha... Apa kamu mengingat semua itu sayang?".


"Bagaimana penampilanku, sangat cantik bukan?".


"Apa kamu menyukai perubahanku ini?" senyum Rohana mengembang dengan mata yang berbinar penuh kebanggaan.


"Dasar gila. Kamu itu benar-benar sakit Ronald". Rohana menatap tajam ke arah Adam dengan tatapan marah.


"Ronald sudah mati. Kini hanya ada Rohana yang cantik, anggun dan menggairahkan"


"Bukankah seperti itu sayang?" tanyanya dengan bangga.


"Menjijikkan, najis aku dengan orang seperti mu itu" ucap Adam marah.


"Bugh... " sebuah pukulan mendarat di wajah Adam hingga dia terjatuh kelantai.


"Hama seperti dirimu memang harus di musnahkan dari muka bumi ini" Rohana menyerang Adam dengan menusukkan sebilah pisau diperutnya.


"Aku akan membuatmu menderita terlebih dahulu, sebelum ajal menjemputmu Adam".


"Setelah kau saksikan Andre cucumu itu sudah tak bernyawa" seringai kejam ditampilkan oleh Rohana.


Opa Adam mengkhawatirkan Andre, dia khawatir dengan keselamatan cucunya itu. Dia teringat dengan permintaan dirinya kepada Andre.


Flashback


"Andre, opa minta kamu janji. Kamu tidak akan pernah mengikuti jejak kakakmu Adrian".


"Opa tidak ingin kamu berada dalam dunia hitam. Cukup Adrian saja. Jadilah cucu kebanggaan opa".


"Jangan pernah membunuh orang. Hargai nyawa setiap orang meski mereka bersalah. Jangan pernah mengambil keputusan melenyapkan nyawa seseorang itu keharusan".


"Kecuali keadaan terdesak, dimana kamu hanya membela diri. Antara dibunuh dan membunuh"


Flashback off

__ADS_1


Keadaan opa Adam sekarang pun juga tidak dalam keadaan baik. Dirinya juga tengah menghadapi kesulitan. Namun sedikitpun dia tidak merasa takut untuk menemui ajalnya.


Hanya ada sedikit rasa sedih belum memberikan kejutan spesial untuk ulang tahun istri tercintanya.


"Andre, opa harap kamu tetap hidup dan berjuang bertahan untuk hidup lebih lama. Maafkan opa yang meminta dirimu untuk tidak mengikuti jejak Adrian. Tapi ternyata kamu tetap diincar oleh musuh kita. Sekali lagi maafkan opa" opa Adam berkata dalam hatinya dengan menitikkan air mata kesedihan. Seandainya dia sama seperti Adrian, kemungkinan ada keseganan musuh untuk menyerangnya. Tapi dihatinya paling terdalam, dia yakin cucunya itu akan tetap hidup meski dirinya tidak.


****


Sebuah hantaman mengenai punggung Andre. Untung saja dia melihat sebuah bayangan orang memegang kayu yang hendak memukulnya. Sehingga dia sempat menghindar sedikit. Jika tidak, maka kepalanya yang akan kena hantaman keras tersebut. Mario pun menjerit takut melihat hal ini.


Rupanya pria tersebut menyerang setelah suasana sepi, kini hanya ada Andre dan Mario. Sedangkan rekan bisnisnya sudah pergi. Untung sedari tadi Andre tetap menjaga kewaspadaannya.


"Sialan" ucapnya kesal. Ternyata mereka ada berlima. Padahal sedari tadi yang membuntutinya hanya ada dua orang.


"Siapa yang mengirimmu?" tanya Andre santai. Dia sudah waspada sejak awal Adrian meminta Tigor untuk menjaga dirinya. Dia tahu ada yang tidak beres dan mempersiapkan dirinya untuk hal ini. Namun tidak dia duga, akan secepat ini.


"Kamu tidak perlu tau siapa yang menyuruh kami. Sebaiknya kamu persiapkan dirimu untuk menemui kematianmu" jawab salah seorang dari lima orang yang sudah siap menyerang Andre.


"Mario, sebaiknya kamu mundur. Hubungi Tigor atau om Hendry".


"Let's play guys" ajak Andre sambil meregangkan otot tangannya.


"Sudah lama sekali aku tidak pernah latihan, aku harap tidak akan mengecewakan kalian".


Sesuai ucapannya tadi Andre hanya akan mencoba bertahan selama mungkin dia mampu. Namun musuh terus saja menyerangnya, hingga sebuah goresan dari pisau mengenai lengannya.


"Andre.... " teriak Mario yang khawatir dengan Andre. Ingin dia membantu namun dia takut, apalagi Andre berulang kali memberi kode untuk tidak ikut campur.


"Kalian telah mencari lawan yang salah. Mari kita serius" ucap Andre dengan raut wajah seriusnya yang terlihat mengerikan dan kejam. Kini aura membunuh terlihat diwajah Andre.


"Opa, i'm sorry. Aku belum ingin mati, aku memilih untuk membunuh karena aku ingin melihat anakku yang ada di dalam kandungan Giselle. Maafkan papa mu nak, papa hanya membela diri" Andre bersuara dalam hatinya.


Kelima orang itu menyerangnya secara bergantian kadang secara bersamaan. Satu persatu mereka dia tumbangkan. Kini sosok Andre yang bengis dalam menghadapi musuhnya telah kembali. Pertumpahan darah sudah tidak dapat terelakkan lagi. Andre lah yang memenangkan pertempuran lima lawan satu. Mario berteriak histeris dari belakang karena melihat Andre menang melawan mereka.


Namun raut wajah bahagianya berubah menjadi takut ketika Andre berbalik menatap ke arahnya. Wajah Andre, baju Andre serta tangan Andre kini semua penuh dengan darah. Tatapan tajam matanya membuat bulu kuduk Mario berdiri. Sosok Andre yang jahil dan suka bercanda kini telah hilang. Sosok yang berdiri dihadapan Mario adalah sosok seorang pembunuh berdarah dingin.

__ADS_1


Mobil Tigor datang bersamaan dengan mobil Hendry. Mereka berdua terkejut dengan penampakan yang ada dihadapannya. Tubuh Andre bersimbah darah. Hendry pernah melihat keadaan Mely setelah bertarung, tapi keadaan Andre jauh lebih mengerikan. Dia tampaknya bertarung habis-habisan. Terlihat jelas kebrutalan yang disebabkan olehnya. Sebuah nada dering panggilan dari handphone salah satu yang menyerang Andre berbunyi. Andre pun mengangkat panggilan tersebut.


"Apakah sudah beres?" tanya seorang perempuan dari panggilan seberang.


"Sepertinya rencana anda gagal nyonya, anak buah anda sudah saya lenyapkan. Maaf jika kabar ini mengecewakan anda" jawab Andre bernada sinis. Panggilan pun langsung diputus. Rupanya si pemanggil merasa kesal hingga langsung mematikan telponnya.


****


"Sial" umpat Rohana kesal. Rencananya untuk membunuh Andre gagal. Lima pembunuh bayaran profesional yang sengaja dia sewa gagal hanya untuk membunuh seorang Andre. Apakah segitu hebatnya dia hingga mampu melawan lima orang pembunuh terlatih?


"Kenapa kamu kesal? Apakah cucuku tidak berhasil dibunuh?".


"Hahaha, kamu tidak akan pernah menang melawan keturunan Aston. Kamu pasti tau, sepak terjang keluarga Aston bukan. Tidak mudah dikalahkan" opa Adam merasa senang ketika tau kalau cucunya selamat dan masih hidup. Dia mencoba untuk memanggil Adrian, namun sayangnya panggilannya terhubung ke Alfian.


Rohana langsung menerkam Adam membabi buta. Dia menusukkan pisau di berbagai tempat di tubuh Adam. Dia sangat kesal selalu gagal dalam meruntuhkan kejayaan serta ke angkuhan keturunan Aston. Setelah menikam Adam, Fredy masuk ke dalam hotel untuk memberitahukan kalau Iwan sebentar lagi akan datang.


""Bereskan semuanya Fredy. Aku lelah dan ingin pulang. Hariku benar-benar buruk sekali" ucap Rohana yang langsung meraih tasnya dan keluar dari kamar hotel.


Fredy akan membereskan semuanya seperti rencana yang sudah diatur. Namun Fredy sangat terkejut ketika mengetahui kalau opa Adam sempat menghubungi seseorang yang bernama Alfian. Dia tau siapa Alfian, anak jalanan yang dipungut oleh Adam.


****


Tiba-tiba sebuah panggilan masuk di handphone Hendry dari opa Adam.


"Alfian... Alfian... " sebuah suara yang terdengar lemah dari panggilan masuk di handphone nya. Sudah bisa dipastikan pemilik suara tersebut adalah opa Adam. Namun kenapa terdengar sangat lemah sekali? Apa yang sedang menimpa dirinya saat ini? Hendry menatap ke arah Andre.


"Bereskan semuanya Fredy. Aku lelah dan ingin pulang. Hariku benar-benar buruk sekali" terdengar percakapan dari panggilan masuk. Hal itu juga didengar oleh Andre karen Hendry sengaja mengaktifkan speakernya.


"Ah sial, dia menghubungi seseorang. Alfian" gerutu seorang pria.


"Halo" ucapnya.


"Aku akan membunuhmu brengsek" kata Hendry.


"Aku menunggumu" jawabnya. Panggilan pun terputus.

__ADS_1


__ADS_2