Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Musuh Beraksi Lagi


__ADS_3

"Kita harus lebih hati-hati, sepertinya ada mata-mata disini" Adrian menatap dingin ke arah anak buahnya.


"Mel, tolong kamu periksa anggota baru di organisasi kita" ucap Adrian menyuruh Mely


"Baik bang, selain itu menurutku kita juga harus meevaluasi anggota yang lama. Mungkin saja mereka ada yang membelot" Mely memberikan usul, agar mereka yang baru saja menjadi anggota tidak merasa terlalu dicurigai. Selain itu dia hanya ingin bersikap adil.


"Atur saja menurutmu baik".


"Oh ya, apa ada hal yang mencurigakan terlihat pada CCTV di markas ini Mario?" tanyanya pada pria berbadan tambun yang bertugas untuk memantau kamera pengawas di markas.


"Tidak ada bos, cuma saya hanya ingin melaporkan sesuatu kepada bos nanti" kata Mario dengan tatapan mata yang ingin berbicara hal penting.


"Apa yang ingin kamu laporkan?" Adrian mencoba menguji, apakah ini sesuatu yang penting dan rahasia atau kah hal yang biasa saja.


"Bos besar pernah datang untuk berkunjung" kata Mario namun sorot matanya masih menyimpan sesuatu hal yang perlu di bicarakan olehnya kepada Adrian.


"Oh begitu, baiklah. Nanti kamu ke ruanganku. Tolong antarkan rekaman video selama dua bulan terakhir ini. Aku ingin mencek kegiatan kalian selama berada di markas" Mario pun mengangguk memahami perintah bosnya tersebut. Sedangkan Mely masih berkutat di depan layar komputer untuk mencek para anggota kelompok "Blackhunter". Tony memberi isyarat kepada para anggota yang ada untuk bubar. Namun matanya tertuju kepada anggota baru yang masih sangat muda sekali umurnya.


"Hei, kamu kemari" perintahnya melambaikan tangan.


"Siapa nama kamu?" tanya Tony sambil menatap nya heran.


"Miko bos" jawabnya begitu tegas dan bersemangat.


"Berapa umurmu?" Tony menebak umur dia mungkin masih berkisar delapan belas tahunan, karena dia terlihat sangat begitu muda sekali.


"Umur saya dua puluh dua tahun bos" ucapannya membuat mata Tony terbelalak tak percaya, meskipun begitu dia tetap masih muda. Dia hanya tidak ingin anak muda sekarang memutuskan untuk bergabung dalam dunia hitam di umur yang masih belia.


Adrian hanya terkekeh geli melihat kelakuan konyol sahabatnya itu, kenapa harus meurusi hal yang tidak terlalu penting seperti ini.


"Aku dengar dia jago stand up comedy bro, apa mungkin kamu mau mendengarkan dirinya untuk menampilkan bakatnya?" tanya Adrian mendapatkan lirikan yang tajam ke arahnya dari Tony.


"Oh ya bos, saya cuma ingin mengucapkan terimakasih kepada bos karena sudah menyelamatkan saya beberapa tahun yang lalu" ucapnya sambil membungkukkan badan dan tersenyum senang dengan tetesan air mata di pipi.


Kini Adrian dan Tony yang malah dibuat bingung oleh nya. Siapa yang telah menolong dirinya? Sedangkan mereka tidak mengingat wajah yang ada di depan mereka. Meski mereka banyak menolong orang, tapi tidak pernah mereka akan lupa dengan wajah-wajah mereka yang baginya cukup berkesan.


"Siapa yang menolongmu?" tanya Adrian.

__ADS_1


"Bos Tony" si pemilik nama menunjukkan jari ke arahnya sendiri seperti sedang bingung. Dia benar-benar tidak ingat dengan wajah Miko.


"Hah, kapan?" tiba-tiba saja ada dua anak buahnya datang dengan buru-buru ingin melaporkan sesuatu.


"Bos, rumah singgah di barat diserang oleh sekelompok orang" sontak membuat Adrian dan Tony langsung berdiri dari kursi.


"Siapa yang berada disana?" tanya Adrian.


"Cuma ada sekitar lima orang, salah satu yang selamat menghubungi ke markas".


"Siapa yang selamat?" tanya Tony.


"Fredy bos".


"Aku akan segera ke sana. Aku harus menyelamatkannya, dia sudah pernah menyelamatkanku. Aku berhutang nyawa kepada nya" ucap Tony dengan raut wajah yang cemas. Adrian mengangguk setuju ucapan sahabat karibnya itu.


"Aku akan ikut" ucap Adrian mengambil jaketnya.


"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya. Lebih baik kamu menyelidiki beberapa hal disini. Aku rasa Mario ingin menyampaikan sesuatu kepadamu" kata Tony sambil menepuk bahu Adrian.


"Hei kamu, kita akan lanjutkan ceritamu nanti" Tony mengedipkan sebelah matanya ke arah Miko.


"Tolong panggilkan Mario" perintahnya kepada kedua anak buahnya yang baru saja melapor.


"Kamu, dibagian mana kamu ditugaskan disini?" tanya Adrian kepada Miko.


"Saya hanya ditugaskan mencek keperluan para anggota disini bos".


"Tapi sebenarnya saya, keahlian saya seorang hacker" ucapnya sedikit malu, namun ada nada yang seolah membanggakan dirinya pada kata "Hacker".


"Benarkah, kalau begitu tolong kamu bantu Mely untuk mencek para anggota lama dan juga anggota baru di kelompok ini".


"Mel, bagi tugasmu dengannya. Aku tidak ingin kamu terlalu lelah, karena ada hal penting yang akan segera kamu urus" Mely hanya membulatkan tangannya ke udara yang mengartikan OK. Miko langsung duduk disamping Mely dan mengoperasikan komputer untuk melakukan tugasnya.


"Bos memanggil saya, maaf untuk rekaman video CCTV belum selesai lagi bos" tanya Mario yang menghampiri Adrian.


"Itu nanti bisa kamu taruh saja di ruanganku, aku hanya penasaran dengan apa yang belum kamu sampaikan tadi" Adrian langsung berbicara keintinya yang dia ingin ketahui.

__ADS_1


"Perihal itu, saya sebenarnya curiga kepada Fredy bos" Mely yang mendengar langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Mario. Adrian pun sebaliknya, dia juga terkejut dengan penuturan yang diberikan oleh Mario.


"Maksud kamu apa?" tanya Mely yang bingung dan melangkah mendekat ke arah Mario dan Adrian.


"Saya pernah memergokinya berbicara ditelpon tentang penyerangan, selain itu juga dia pernah mengakses data para anggota. Kemungkinan dia sudah mengcopynya, tapi saya tidak memiliki bukti yang akurat untuk menuduhnya" jelas Mario.


***


Tony melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membelah jalan raya yang tidak terlalu padat. Dia melihat ke arah benda bulat yang ada ditangan kirinya, menandakan waktu jam tiga lewat lima belas siang hari. Hal yang konyol mereka melakukan penyerangan pada siang seperti ini, apa mereka secara terang-terangan ingin mengekspos diri mereka. Tony benar-benar tak kuasa menahan amarah dan rasa cemasnya kepada Fredy.


"Fredy, ku mohon bertahanlah".


"Aku tidak akan membiarkan hal yang buruk menimpamu" Tony mencoba mencari benda pipih dalam sakunya, tapi tidak ada. Mungkin saja benda itu tertinggal di markas, karena diselimuti perasaan cemas dia tidak fokus dengan barang bawaannya.


Saking cepatnya dia mengemudi membuat mobil yang dia kendarai berdecit nyaring dan berputar-putar saat dia merem dengan mendadak. Ada sebuah mobil yang tiba-tiba saja muncul di persimpangan menuju ke arahnya. Kondisi yang tidak stabil hingga membuat mobilnya menabrak sebuah pohon yang berada di sebelah kanannya. Kepalanya terbentur dan mengakibatkan darah segar mengalir ke arah matanya. Dia mencoba membuka mata dan menatap ke arah luar. Terasa berat dan pusing kepalanya saat ini, ada dua orang yang keluar dari mobil yang muncul secara tiba-tiba tadi.


Namun mereka membawa sebuah balok yang berukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Panjangnya mungkin sekitar satu meter, dengan lebar sekitar dua puluh centimeter mungkin saja lebih. Tony berusaha untuk menyadarkan dirinya, karena dia tau kini dirinya dalam bahaya. Tony melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu, dia harus keluar dari mobil ini jika ingin selamat. Diambilnya sebilah belati yang memang sengaja dia simpan untuk hal darurat seperti ini. Dia berjalan ke arah mereka yang menghampiri. Diayunkan balok tersebut oleh salah satu orang ke arah Tony, namun meleset karena Tony langsung menghindar dan menyerangnya dengan melukai tangannya dengan belati yang ada ditangannya.


Perkelahian pun sudah tak bisa dihindarkan, Tony masih mampu melumpuhkan kedua orang tersebut dengan begitu mudah. Setelahnya Tony berjalan mendekati mobil hitam yang dinaiki oleh dua orang tadi, kemudian keluar lah beberapa orang dari mobil itu. Dengan senjata-senjata yang sengaja sudah mereka siapkan. Tony merasa dirinya sekarang benar-benar diuji kemampuan bertahannya. Kali ini dia yakin tidak akan tumbang seperti dahulu. Dimana dia harus kehilangan teman karibnya Axel. Tiba-tiba saja muncul dalam benaknya dimana momen dia dan Axel menghadapi musuh mereka. Senyuman Axel yang menguatkan dirinya untuk bertahan.


Perkelahian dengan mereka begitu sengit dan begitu menguras tenaganya. Sekali lagi dia memenangkan perkelahian ini, dia berhasil membantai mereka semua. Saat Tony tengah mengatur nafasnya, seketika tubuhnya ditabrak sebuah mobil. Badannya terhempas begitu keras, namun dia masih selamat dan bisa membuka matanya. Tony melihat ke arah mobil yang menabraknya tadi. Terlihat lima orang pria keluar dari mobil tersebut dengan seringaian puas melihat kondisi Tony sekarang. Tony berusaha bangun dengan susah payah, namun sepertinya tangan kirinya terkilir akibat berguling untuk menghindari cidera fatal tabrakan tadi. Tenaganya sudah terkuras habis akibat perkelahian sebelumnya. Kini dia terbayang senyuman Amanda, wajah sedih Amanda menangis ketika diperlakukan kasar oleh mantan suaminya. Sekali lagi dia harus berjuang untuk hidupnya, dia harus selamat demi orang yang dicintainya. Kini dia berdiri tegap menghadang serangan dari mereka.


***


Ditempat Adrian, Miko yang masih fokus dengan data anggota kelompok "Blackhunter" terkejut dengan profil salah satu anggotanya. Dia terkejut saat melihat foto pada profilnya, dia pun langsung mencetak biodata tersebut untuk diserahkan kepada Adrian.


"Bos, ini. Orang ini, dia yang menyerang bos Tony di pelabuhan dulu" ucap Miko menyerahkan selembar kertas biodata. Orang yang dilihatnya dulu pernah menikam Tony saat Tony menyelamatkan dirinya. Adrian pun terkejut melihatnya, sekujur tubuhnya kini bergetar hebat. Melihat hal ini Mely meraih kertas yang dipegang oleh Adrian, dia pun juga terkejut. Kini dia menjadi panik dan mencari handphonenya untuk menghubungi seseorang. Tapi sayangnya dia tidak menemukan handphonenya, mungkinkah handphonenya tertinggal di dalam mobil Tony.


"Damn" ucapnya sambil menendang kursi yang ada disampingnya. Adrian berdiri dan akan menyusul Tony. Berharap dia tidak terlambat untuk menyelamatkan sahabatnya yang sudah seperti saudara itu.


***


Sebuah mobil tiba-tiba menghalangi antara Tony dan kelima pria yang sudah siap untuk menghabisi Tony. Sebuah kaki keluar dari pintu kemudi di iringi satu kaki sebelahnya. Sesosok pria yang tengah mengenakan kacamata hitam keluar dari mobil tersebut. Dia menatap ke arah Tony kemudian melepaskan kacamatanya. Tony terkejut melihat sosok tersebut, kini dia melangkah mendekat ke arah Tony.


"Fery...... " ucapnya memanggil sosok tersebut.


"Sepertinya kita akan mengulang cerita dimasa lalu" jawabnya diulas sebuah senyuman.

__ADS_1


Sebenarnya biodata siapa yang diserahkan oleh Miko kepada Adrian? Siapa sebenarnya musuh didalam selimut Adrian? Apa yang akan dilakukan oleh Fery terhadap Tony?


Jangan lupa di like ya sebagai dukungan kalian. Terimakasih sudah mampir diceritaku ya. Happy reading ^-^


__ADS_2