Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Buka Aib


__ADS_3

Sebuah berita menghebohkan semua orang, terutama Hendry yang sangat terkejut. Pasalnya berita tentang penemuan mayat pak Herman yang tersimpan dalam sebuah koper dan dibuang di pinggiran sungai. Warga sekitar yang pertama kali menemukan mayat pak Rahman di dalam koper. Tidak butuh waktu lama untuk meringkus yang diduga sebagai pelakunya yakni polisi Danang.


Hendry bingung sekaligus juga kagum dengan menantunya ini dalam menyelesaikan masalah. Memang liciknya keturunan oma Rachel tidak bisa dibantah lagi.


"Adrian, semua ini kamu yang membuatnya?" tanya Hendry sambil menyodorkan sebuah koran di depan Adrian. Dia hanya tersenyum kecil, tidak menyangka kalau beritanya akan keluar secepat ini.


"Bukan pa".


"Mereka orang-orang yang profesional dalam tugasnya".


"Bukankah sudah sepatutnya seperti ini. Mereka yang jahat harus mendapatkan ganjarannya".


"Mereka yang merasa kebal hukum, harus diadili dengan cara yang lebih keji lagi" kata Adrian mengingat akan diri Hendry sendiri waktu masih muda dulu. Dimana dia selalu menjunjung tinggi kebenaran dan juga orang-orang yang lemah serta tertindas. Sampai sekarang pun masih dia lakukan, tapi sudah dengan cara yang berbeda.


"Ingat, istrimu lagi hamil" pesan Hendry.


"Tenang pa, bukan tangan ini yang melakukannya. Juga bukan kepala ini yang merencanakannya. Papa tidak usah khawatir mereka yang terbaik" ucap Adrian menenangkan mertuanya yang begitu khawatir.


"Kalau boleh tau, siapa yang melakukannya?" tanya Hendry penasaran.


"Papa pasti akan terkejut jika tahu".


"Mely" kata Adrian yang membuat Hendry langsung syok. Wanita cantik dan berkualitas itu yang membereskan hal ini begitu mulus.


Mereka pernah bertemu ketika Adrian memperkenalkan Mely sebagai akuntan dikantornya dan dia meminta Mely untuk mencek keuangan di perusahaan mertuanya dan juga milik istrinya. Satu kata yang terlintas dikepala Hendry pada saat pertama kali bertemu Mely adalah "cerdas". Memang wanita cerdas itu sangat berbahaya dan mematikan. Lebih baik memilih wanita polos yang pasti tentunya aman pikir Hendry mengingat Niki yang begitu pintar. Tapi sayang liciknya sungguh luar biasa. Keluarga Aston memang terkenal kesuksesannya dalam dunia bisnis karena kepandaian mereka dengan ide yang luar biasa kreatif. Memang sulit untuk merobohkan kerajaan dari keluarga Aston. Apalagi sekarang yang berkuasa adalah Adrian, persis seperti papanya oma Rachel. Mungkin sudah takdir dia untuk berada dalam lingkaran keluarga Aston.


"Papa hanya khawatir dengan kalian. Radit yang benar-benar bersih dari dunia hitam saja memiliki musuh. Apalagi kamu Adrian" Kata-kata Hendry sungguh menyentuh hati Adrian karena mertuanya begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Papa tenang saja, saya pasti akan selalu melindungi dan menjaga Kanaya dan anak-anak dengan nyawa saya" janji Adrian.


"Iya, sebaiknya kita lupakan saja hal ini. Kita tidak boleh merusak hari bahagia besok. Papa mohon sama kamu, tolong jaga Kanaya" pinta Hendry yang begitu khawatir. Semenjak dia mengetahui tentang Ronald yang kembali mengusik hidupnya membuat dirinya tidak merasa tenang. Seakan-akan kehidupan mereka sedang diawasi, hingga sekarang tidak ada yang dapat melacak keberadaan Ronald.


"Lagi bicarakan apa nih?" tanya Niki yang baru saja datang.


"Ini papa Hendry merasa sedih untuk melepas Kanaya" jawab Adrian.

__ADS_1


"Ah, lebay. Anak kamu kan juga anakku bang. Jadi nggak usah ada drama sedih seperti ini. Dasar cowok melankolis" kata Niki yang mulai meledek Hendry.


"Memang ya, dasar mak lampir. Ganggu momen mertua sama menantunya untuk saling menyatukan hati" gerutu Hendry kemudian menyentil dahi Niki.


"Yeeelah... Sejak kapan punya hati kamu bang? Habis oplas ya" canda Niki membuat Mira yang datang membawa sebuah nampan jadi tertawa membuat mereka semakin akrab. Kanaya yang ikut membantu mamanya membawa dua piring cemilan kue datang bersama Giselle yang juga membawa dua piring cemilan lainnya. Oma Rachel terlihat semakin sibuk dengan vlog aktivitas sehari-hari nya kini memperkenalkan anggota keluarganya pada para penonton setianya.


"Ah, rasanya bahagia sekali besok melihat kedua cucuku bersanding dipelaminan".


"Andre jangan mau kalah sama Adrian, harus langsung joss bikin Giselle hamil" oma Rachel tak malu untuk membahas masalah seperti ini, tapi Andre dan Giselle yang malah terlihat malu.


"Eh kalian mau tau nggak cerita lucu waktu mama kalian dulu waktu muda" oma Rachel memancing kedua cucunya untuk mengetahui kisah masa lalu mama mereka.


"Mama mau cerita apa?" tanya Niki sinis dengan wajah yang serius dan menatap tajam ke arah mamanya.


"Terserah mama lah, mau cerita yang mana. Suka-suka mama lah" kata oma Rachel santai.


"Tau nggak dulu, mama kamu ini sewaktu masih kecil manjanya itu minta ampun. Bikin oma sama opa pusing tujuh keliling".


"Mama kamu itu dulu pernah iseng order pizza, sekali pesan nggak nanggung-nanggung. Pesan seratus box pizza" kata oma Rachel penuh semangat membara.


"Yang jadi masalah itu bukan uang buat bayarnya, tapi siapa yang akan memakan seratus pizza nya" opa Adam menyambung perkataan oma Rachel.


"Akhirnya semua pizza dibagikan ke panti asuhan. Para anak-anak jalanan, serta mereka yang kekurangan".


"Setelah habis dibagi, datang lagi tuh orderan pizzanya. Untung cuma tiga kotak" kata opa Adam.


"Mama mesan lagi" tanya Andre.


"Iya, katanya pizza buat dia kan belum ada".


"Terus ngomong begini, besok kita bagiin pizza lagi ya" ujar opa Adam membuat yang lain tertawa. Sedangkan Niki merasa kesal, dia sudah lupa dengan kejadian itu. Tapi orang tuanya selalu mengingatkannya tentang hal itu. Untung dulu mesan makanan tak semudah sekarang, coba kalau semudah sekarang mungkin bukan cuma pizza yang bakal dia pesan.


"Mira, kamu masih ingatkan waktu kamu dicaci sama Niki" tanya oma Rachel yang membuat Mira merasa tidak nyaman dan membuat Niki langsung panik.


"Sudah ma, jangan ungkit masalah itu. Kan cuma salah paham saja" ujar Niki.

__ADS_1


"Jadi ceritanya gini..... " mulut oma Rachel langsunh dimasukin kue oleh Niki agar tidak berbicara.


"Papa kan janjian mau ketemu sama mama kamu, tapi karena ada urusan jadinya telat. Terus..... " mulut Angga langsung ditutup oleh tangan Niki. Dia begitu sangat berusaha agar mereka tidak ada yang membicarakan tentang aibnya. Mertua dan menantu memang sama-sama lambe turah.


"Sudah dong Niki, biar mereka tau kalau kamu itu cinta mati sama Angga" kata oma Rachel.


"Siapa juga yang cinta mati? " elak Niki.


"Coba kalau saat itu yang beneran kamu pergoki beneran aku gimana" tanya Angga yang langsung membuatnya ingin memakan suaminya itu.


"Memang apa yang mama lihat? " tanya Adrian penasaran. Dia memang tidak terlalu banyak mendengar cerita masa muda mamanya.


"Dia lagi mergoki papa sama mama" kata Hendry yang ikutan bicara membuat Niki seperti sudah kena skak.


"Maksudnya apa coba?" tanya Adrian.


"Jadi gini ceritanya, mama kamu kan beliin baju buat papa kamu. Nah kebetulan pas janji mau makan malam papa kamu nggak datang, curiga lah dia. Langsung dia pergi ke apartemen papa kamu. Jadi dia terkejut pas melihat sorang pria sedang bermesraan dengan seorang wanita. Dia mengenali sosok pria itu dari baju yang diberikannya sebagai hadiah. Ngamuklah Niki membabi buta memukuli dari belakang. Pas berbalik berhadapan kaget lah dia, ternyata Alfian yang lagi ada di apartemen itu bersama Mira asisten Angga" cerita oma Rachel versi singkat.


"Terus" kata Andre yang penasaran dengan kelanjutannya.


"Iya malu lah mama kamu" kata oma Rachel.


"Ma, sudah dong" rengek Niki malu.


"Jadi baju yang dipakai oleh Alfian itu baju pemberian oleh Angga. Ternyata Angga membeli baju yang sama dengan hadiah yang diberikan oleh Niki. Jadi Angga memilih baju yang diberikan oleh Niki untuk dia pakai daripada yang dibelinya".


"Seharusnya kamu senang kalau pasangan kamu itu lebih memilih hadiah dari kamu daripada yang dibeli sendiri olehnya".


"Ini malah ngambek sampai satu minggu uring-uringan dikamar" ejek oma Rachel kepada putrinya itu.


"Mama nyebelin" kata Niki.


"Ternyata mama bisa cemburu juga ya" kini Andre yang meledek mamanya.


"Baru bajunya yang sama, udah digebukin. Apalagi orangnya yang beneran sama. Auto tinggal nama" ujar Andre tertawa membuat yang lainnya tertawa. Hanya Mira yang tidak tertawa, karena hubungannya yang dingin dengan Niki bermula dari sana.

__ADS_1


__ADS_2