
Oma Rachel kecewa dengan kelakuan Adrian yang tidak masuk akal.
"Kenapa kamu kaya begini sih Adrian, memangnya dikeluarga kita ada ajaran seperti itu? " oma Rachel kemudian menangis merasa malu dan telah gagal mendidik cucunya. Niki terkejut dengan reaksi mamanya yang menangis seperti ini, dia salah memprediksi akan seperti ini tanggapan mamanya. Dia mengira mamanya hanya memarahi Adrian saja seperti biasanya. Untuk dibilang fatal kesalahan Adrian ini tergolong tidak fatal. Masih bisa ditoleransi, tapi kenapa mamanya menangis seperti ini.
"Oma. Adrian minta ampun oma, janji nggak bakalan kaya begitu lagi oma" kata Adrian bersimpuh didepan omanya. Ades, Dio dan juga mamanya merasa sedih dan terharu dengan ketulusan Adrian meminta ampunan dari sang oma.
"Bu, maafin saja cucunya. Maafin saya juga mungkin saya ada salah bicara. Bukan bermaksud memburukkan nak Adrian, saya memang benar-benar tidak tahu. Jadinya saya asal bicara" kata mama Dio yang merasa bersalah kepada Adrian. Padahal kalau dipikir, ngapain juga harus minta mamanya Dio. Dia kan sebenarnya cuma curhat.
"Kami harus minta maaf kepada Ades, Dio dan juga Kanaya" perintah sang oma.
"Sudah oma, Dio juga Adrian suruh kerja diperusahaan Adrian. Posisinya dibawah Mely, bantuin Mely memantau keuangan perusahaan. Adrian beri dia gaji yang besar juga kok oma. Selain itu, Adrian memberikan mereka berdua tiket liburan ke Bali selama satu minggu. Anggap saja sebagai permintaan maaf Adrian dan hadiah untuk bulan madu mereka " ujar Adrian menjelaskan tentang permintaan dia pas datang kesini tadi.
"Syukurlah kalau kamu sadar diri".
"Oma tidak pernah merasa kecewa sebelumnya sama kamu Adrian, hari ini hati oma benar-benar hancur. Remuk seketika, semua impian oma. Cucu kebanggaan oma menorehkan luka dan membuat oma tak punya muka karena malu. hiks... " oma Rachel mendramatisir situasi dengan nangis pilu yang penuh kesedihan.
"Ini ada yang nggak beres nih" kata Niki dalam hati.
"Ma, sudah dong. Kita pulang saja ya, kita selesaikan semuanya dirumah" bujuk Niki yang sudah mulai curiga dengan gelagat mamanya yang seperti sedang berakting.
"Tidak, tidak bisa. Hal ini harus dibicarakan disini, yang menjadi korban ada disini. Kita tidak bisa lepas tanggungjawab seperti itu. Bagaimana kalau mereka mengalami trauma berat gara-gara perlakuan Adrian ini? " kata oma Rachel yang nggak mau dibujuk pulang oleh anaknya.
"Kalau dipikir benar juga, Ades saja sampai berlari dan menghindari Adrian. Mungkin itu bentuk dari rasa trauma dari dirinya" pikir Niki yang merasa perkataan mamanya sungguh masuk akal. Mungkin dirinya hanya terlalu paranoid saja kalau di prank lagi sama mamanya. Seperti satu bulan yang lalu, mamanya ditemukan dalam keadaan bersimbah darah dikamar mandi membuat satu rumah panik semua. Ternyata hanya sedang berakting adegan bunuh diri di dalam kamar mandi. Entahlah semoga saja sekarang ini mamanya memang benar-benar sedang marah dan kecewa.
"Nak Ades, oma mau tanya apakah nak Ades memaafkan Adrian? " tanya oma lembut dan menatap sendu ke arah Ades. Dia sungguh tidak tega melihat tatapab yang memelas seperti ini, Ades jadi merasa ikut sedih dan ikut menangis dan memeluk oma.
"Ades sudah maafin Adrian kok oma. Jujur memang Ades sedikit trauma dengan Adrian tapi ketika dia bilang minta maaf dengan tulus Ades rasa trauma terhadap Adrian hilang oma. Apalagi kak Kanaya bilang kalau sebenarnya Adrian orang yang baik oma" Ades berkata sesuai dengan isi hati dan juga pikirannya.
"Terimakasih sayang, kamu sudah mau maafin cucu oma yang brengsek ini" kata oma sengit menatao tajam ke arah Adrian. Sang pemilik tubuh hanya diam namun menggerutu. Hal itu masih bisa di dengar oleh para pemilik daun telinga di ruangan itu.
__ADS_1
"Salah sendiri yang maksa cucunya mau dijodohkan, giliran nyari perempuan buat nolak perjodohan malah disalahin. Dasar oma kejam" lirih Adrian pelan, namum masih terdengar. Mungkin dia pikir sudah berbicara pelan nyatanya masih kedengaran.
"Apa kamu bilang oma jahat? " teriak oma ketika mendengat bisikan Adrian. Adrian terkejut karena omanya masih bisa mendengar curahan hatinya.
"Hah, kedengaran. Mampus dah aku" kata Adrian dalam hati. Tak berani berkata mengeluarkan suara untuk mencurahkan isi hatinya.
"Kan oma juga yang maksa Adrian buat mau dijodohkan, Adrian kan nggak mau. Adrian bisa kok nyari sendiri untuk jodoh Adrian. Buktinya jodoh Adrian kan datang sendiri, biar bagaimana pun kalau belum sampai jodohnya ya belum bisa punya pasangan oma" Adrian menjelaskan agar tidak disalahkan terus menerus oleh omanya. Kalau benar-benar kecewa bisa semua aset yang dia miliki bakaln diambil sama omanya. Terus gimana cara dia menafkahi Kanaya dan juga calon buah hatinya. Masa iya dia mau numpang hidup sama Kanaya.
"Kalau kamu sudah menikah dengan Kanaya, kenapa tidak kamu perkenalkan dia pada oma? Sampai terjadi kecelakaan yang hampir membuat Kanaya keguguran" teriak oma yang tidak ingin pojokkan oleh Adrian. Seperti inilah rumitnya keluarga Adrian, ketika si keras kepala bertemu dengan suhunya keras kepala.
"Kanaya hamil juga ya" mama Dio terkejut mendengar hal ini karena memang mereka tidak diberitahu. Mama Dio menatap ke arah Ades seolah bertanya kenapa dia tidak beritahu, Ades hanya berisyarat kalau dia juga tidak tahu.
"Oma, Adrian rencananya memang mau memperkenalkan Kanaya ke oma. Tapi menunggu waktu yang tepat oma. Maklum kan oma pengantin baru, jadi sering bolos ke kantor" kata Adrian sedikit malu-malu.
"Adrian kan lagi berusaha sekuat tenaga agar bisa bikin Kanaya hamil, biar oma bahagia kalau istri Adrian langsung hamil. Hebat kan aku oma" Adrian tanpa malu mengatakan hal yang seharusnya tabu di telinga mama Dio. Dio tercengang dengan perkataan Adrian yang begitu gampangnya menceritakan hal hanya boleh diketahui pasangan suami istri.
"Sakit ma" hanya itu yang terlontar dari mulut Adrian.
"Kalau begitu, hubungan kamu dengan Kanaya sebenarnya bagaimana? " tanya oma ke Adrian.
"Ya, kami suami istri lah oma" jawab Adrian.
"Dalam menjalani rumah tangga harus saling menyayangi dan mencintai. Tapi oma rasa dalam hubungan kalian berdua tidak ada hal tersebut" kata oma dingin.
"Sebaiknya kamu sudahi saja sandiwara pernikahan kalian berdua. Untuk anak yang dikandung oleh Kanaya tetap akan kita beri nafkah. Dia tetap menjadi bagian keluarga Aston dan Anggara" kata oma tegas.
"Jangan begitu dong oma, Adrian sayang smaa Kanaya" Adrian memelas karena memang dia sangat menyayangi Kanaya.
"Tidak bisa, karena oma tidak ingin kalian mempermainkan sebuah pernikahan. Seharusnya kau Kanaya sangat mengetahui hal ini karena kamu sudah pernah menjalani biduk pernikahan" oma terlihat sangat begitu garang. Niki tidak pernah melihat mamanya seperti ini sebelumnya, apa dia benar-benar marah. Kalau dia serius, Niki bakal kehilangan mantu kesayangannya.
__ADS_1
"Oma jangan seperti itu dong, kasian Kanaya juga lagi hamil. Jangan membuat dia mempunyai beban pikiran oma" kata Adrian membujuk omanya. Dari tadi Kanaya hanya diam, sepertinya oma ingin mendengarkan pendapat Kanaya.
"Oma bukankah cinta bisa datang setelah pernikahan? Banyak lo oma yang saling mencintai sebelum menikah tapi akhirnya bercerai. Bukankah miris kalau seperti itu" kata Kanaya sedikit sarkas.
"Setidaknya mereka memiliki perasaan satu sama lain" jawab oma.
"Apakah itu bisa menjamin kebahagiaan seseorang? " tanya Kanaya sengit.
"Tapi menjalin hubungan tanpa ada perasaan akan menjamin bisa bahagia? " tanya oma yang tidak mau kalah. Kanaya benar-benar mengerti karakter oma Rachel yang memang tidak mau mengalah.
"Tentu saja bisa oma, selama keduanya saling bisa menghargai, saling bisa mengerti dan saling berusaha untuk membuka hati. Pasti cinta dan rasa sayang akan datang dengan sendirinya. Bukankah dalam agama di anjurkan untuk berpacaran setelah menikah daripada pacaran sebelum menikah oma? " strike, kata-kata Kanaya memang tepat sasaran yang langsung membungkam mulut oma. Mama Niki pun terperangah mendengar perkataan menantunya ini. Memang wanita yang berawawasan luas jauh berbeda dengan wanita yang manja.
"Bukankah akan jauh lebih berdosa lagi untuk memutuskan hubungan ikatan sebuah pernikahan. Bukankah bercerai adalah hal yang paling sangat dibenci allah oma" Kanaya lagi-lagi menyerang oma Rachel yang sepertinya sudah kalah telak.
"Kamu. Berani-beraninya sama oma.... " kata oma dengan lantang namun tiba-tiba memegang dadanya. Semau orang langsung panik. Apalagi oma sepertinya tidak sadarkan diri. Kanaya sangat ketakutan, semua ini karena perkataan darinya.
"Oma, maafin Kanaya. Kanaya nggak bermaksud berani sama oma. Tapi oma jangan maksa Adrian ninggalin Kanaya, Kanaya sayang sama Adrian oma" kata Kanaya sambil terisak sedih.
"Ini bukan salah kamu sayang semoga oma baik-baik saja" kata Niki menenangkan Kanaya. Sedangkan Adrian mencoba membuat omanya sadar.
"Adrian mau telpon ambulans dulu, sepertinya oma harus dibawa kerumah sakit" kata Adrian sedikit panik.
"Oma, ampuni Kanaya oma" rangkul Kanaya pada tubuh oma Rachel.
"Prank...... " seketika membuat semuanya terkejut. Kanaya saja seperti akan jantungan saat oma Rachel berkata seperti itu tepat ditelinganya.
Oma Rachel tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat mereka semua panik. Sedangkan semua yang ada disitu terkejut dengan keadaan oma yang terlihat sangat baik sekali.
"Gimana akting oma bagus tidak Kanaya? " tanya kepada Kanaya yang masih sembab matanya karena menangis. Kanaya pun tersenyum dan mengangguk kepada oma Rachel.
__ADS_1