
Foto sebuah pemakaman, disitu tertulis kalau yang dimakamkan adalah anaknya Ronald. Kejadian tersebut telah terjadi tiga belas tahun yang lalu. Sebuah kebakaran gudang milik Ronald yang dibakar oleh Hendry. Sebuah tender yang dimenangkan oleh Niki karena mendapatkan dukungan masyarakat yang akan dibodohi oleh Ronald. Foto terakhir yang dilihatnya adalah foto kematian Radit. Serta Foto Kanaya yang tengah terikat, apakah foto Kanaya ini diambil sewaktu dia diculik di Kalimantan waktu itu seperti cerita Adrian.
"Pak bos, menyuruh saya untuk selalu mengawasi dan menyelidiki tentang Ronald. Sejak pertama kali dia memberikan ancaman kepada bos Adam. Apalagi setelah kejadian yang menimpa Ayu atau nona Kanaya yang sekarang".
"Saya tidak bisa mendapatkan semua tentang Ronald secara detail. Namun dari cerita yang saya dapatkan. Dia sangat frustasi dan menggila ketika kehilangan putri kandungnya. Putri yang tidak dia ketahui. Setelah kematian sang ibu, seorang gadis remaja datang dan mengaku anak Ronald dari kekasihnya yang dia tinggalkan saat dia kuliah dulu. Ronald tidak percaya jika dia adalah anaknya, namun setelah tes DNA yang menyatakan gadis itu adalah anaknya. Ronald sangat begitu bahagia karena memiliki keturunan. Dia memanjakannya, hingga akhirnya anaknya meninggal karena melakukan aborsi. Diduga kekasih sang anak tidak ingin bertanggungjawab. Sejak saat itulah Ronald menghilang".
"Semua foto yang saya dapatkan berasal dari salah satu orang yang pernah berurusan dengan Ronald. Meski tidak bertemu langsung dengannya hanya dengan kaki tangannya yang bernama Fredy" Adrian, Tony, Mely, Andre dan juga Hendry bereaksi terkejut.
"Mereka salah satu orang yang ikut dalam rencana pembunuhan Radit" tangan Adrian mengepal mendengar nama sahabatnya disebut. Dia merasa geram karena sahabatnya itu dibunuh hanya karena urusan balas dendam atas perbuatan yang tidak dia lakukan.
"Dari analisa saya, pembunuhan Radit suami pertama Kanaya dilatar belakangi karena sakit hati kepada Alfian dan juga ingin membalas dendam kepada Alfian".
"Brengsek, beraninya dia menyakiti orang yang tidak bersalah. Seharusnya dia menghadapiku secara langsung" Hendry melayangkan tinjunya ke arah tembok karena merasa geram. Dia tidak menyangka jika menantunya itu menjadi sasaran balas dendam dari musuhnya di masa lalu.
Oma Rachel mengangkat tangannya untuk menyuruh Robert berhenti memberikan informasi yang dia dapat. Oma Rachel kembali melihat isi dalam amplop tersebut lebih seksama. Dalan ruangan tersebut semua menggerutu kesal dan marah.
"Jangan luapkan semua amarah kalian sekarang. Lakukan hal yang sekarang harus dilakukan. Percepat evakuasi keluarga para anggota kita" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari bukti penyelidikan Robert.
__ADS_1
"Niki, kamu mengambil langkah yang hebat. Selangkah lebih dulu dari musuh. Urusan keamanan para anggota aku serahkan kepadamu" oma Rachel memandangi anak semata wayangnya yang dulu sangat manja dan tidak pernah menyangka jika dia bisa mewarisi keberadaannya sekarang ini.
"Adrian, fokus pada para pengunjung hotel. Cari petunjuk siapa saja yang datang pada hari kematian opamu. Pasti ada celah yang tidak mereka sadari untuk kiat menemukan siapa pelaku pembunuh opamu".
"Kalian semua, jangan bertindak hal-hal yang diluar dari ucapanku. Hendry, aku ingin kamu mengurus villa barat bersama Jimmy untuk sementara waktu. Bawa Randy bersamamu, latih dia dan persiapkan dia" Hendry langsung terpana dengan ucapan oma Rachel. Dia bingung dengan perkataan mama angkatnya itu. Begitu juga dengan Adrian, kenapa anak sambungnya itu diikutsertakan dalam hal ini.
"Oma, kenapa anakku dibawa juga?" Adrian ingin protes terhadap omanya itu. Namun Niki mengodekan ke Adrian untuk tenang saja. Niki yang terlebih dulu mengetahui keinginan omanya yang menjadikan Randy sebagai penerus Aston. Selain itu juga dia sudah banyak mengetahui masalah ini. Tentang pembunuhan papanya dan juag ancaman untuk Kanaya.
"Dia harus ikut serta dalam hal ini".
"Ma, tapi dia masih anak-anak" kini Hendry yang protes karena tidak ingin cucunya itu celaka.
"Randy tahu kalau papanya itu dibunuh, bukan karena kecelakaan. Dia adalah orang pertama yang mengetahui hal ini" Hendry syok mendengar berita tersebut. Pertama kali dia tahu kalau menantunya itu dibunuh dia seperti sedang merasakan kekecewaan yang teramat sangat. Kali ini dia jauh lebih merasa sangat kecewa tidak mengetahui hal sepenting ini. Darimana cucunya itu mengetahui hal ini?
"Kamu pasti bertanya bukan, darimana dia mengetahui hal tersebut. Dialah yang menerima pesan ancaman untuk Radit. Dialah yang mengetahui kalau Radit itu akan dibunuh. Tapi dia tidak menceritakan hal itu kepadamu ataupun mamanya. Sebab dia mengira hal itu hanya sebuah lelucon atau pesan iseng dari orang asing. Dia sengaja menghapus semua pesan ancaman tersebut agar papanya tidak merasa khawatir. Kamu bisa memberikan pendapatmu tentang cucumu itu. Bagaimana dia menanggung beban itu selama ini? Bagaimana dewasanya dia tidak ingin membuat kalian khawatir? Hingga sekarang dia tetap membuat kalian untuk tidak khawatir. Dia berusaha untuk melindungi keluarganya dengan tubuh kecilnya tapi dengan keberanian yang begitu besar pada hatinya" oma Rachel menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya.
"Dia juga yang mengambil sebuah ancaman yang ditujukan kepada Kanaya baru-baru ini" sontak semua yang berada dalam ruangan tersebut terkejut. Mereka tidak menyangka jika anak kecil itu bernyali besar.
__ADS_1
"Maksud oma?" tanya Adrian bingung.
"Apakah ada yang mengancam Kanaya ma?" kini Hendry yang bertanya.
"Ronald sudah memberikan ultimatum sebelum kematian Adam. Jika dia akan balas dendam kepasa semuanya, terutama pemeran utama yang menjadi targetnya adalah Kanaya" Adrian dengan spontan menendang sofa yang ada di depannya. Semuanya pun menatap ke arahnya. Dia benar-benar merasa tidak berguna, bagaimana dia tidak mengetahui hal seserius ini?
"Kalian semua tidak usah merasa frustasi. Sekaligus hari ini saya ingin memberitahukan kalian bahwa Randy adalah calon pemimpin Aston selanjutnya" semua mata menatap ke arah oma Rachel.
"Hendry, aku harap kamu bisa mempersiapkan Randy di Villa barat bersama Jimmy" Hendry tidak mampu untuk bersuara apapun lagi. Otaknya kini merasa bingung, entah apa yang dirasakan dalam hatinya kini. Semuanya terasa mendadak dan mengejutkan. Namun di satu sisi dia merasa bangga dengan cucunya itu. Dia sudah bisa mengambil tanggungjawab yang begitu besar.
"Adrian, perketat untuk penjagaan Kanaya dan juga Giselle. Jangan lupa, sekarang mereka tengah mengandung keturunan keluarga kita. Untuk anak-anak Kanaya, berikan mereka pengawal pribadi. Jangan pernah biarkan semuanya sendirian. Untuk orang-orang yang masuk ke dalam rumah harus diperketat. Jangan biarkan orang masuk. Kamu paham" Adrian pun mengangguk.
"Andre, kamu bantu Adrian".
"Baik oma".
"Kalian boleh keluar, kecuali Jimmy dan Robert".
__ADS_1
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian berdua" semuanya pun keluar seperti yang diintruksikan oleh oma Rachel. Jimmy dan Robert pun tinggal seperti yang dikatakan oleh oma Rachel tadi.