Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Anak Mafia


__ADS_3

"Sengaja oma mengumpulkan kalian semua disini karena ada hal yang penting yang harus kalian ketahui semua. Oma tidak ingin ada penyesalan dikemudian hari" oma Rachel menjeda ucapannya, tampak sedikit berpikir beberapa saat.


"Oma ingin kalian semua bekerjasama, karena musuh yang kita hadapi ini merupakan kelompok yang memang sudah terkenal kejam dan bengis" semua yang mendengar perkataan oma saling menatap satu sama lain seolah meminta jawaban. Meski sebelumnya oma Rachel sudah membahas tentang Redglass, tapi belum detail secara menyeluruh.


"Mereka adalah kelompok Redglass" Adrian langsung terbelalak. Dia sempat berurusan dengan mereka karena mencoba untuk mengambil wilayah milik Adrian. Apalagi mereka berniat ingin beroperasi memperdagangkan barang haram yang paling dibenci oleh keluarga Aston dari turun temurun.


Ya, narkoba. Keluarga Aston, memang dari dulu membasmi perdagangan narkoba. Apalagi jika mereka melakukan transaksi di wilayah milik keluarga Aston. Pasti bakal dihabiskan hingga menjadi debu, hal ini pernah dialami oleh Ronald. Kala itu, Hendry yang memimpin Blackhunter. Itulah awal mula permusuhan dengan Ronald, untuk membalas dendamnya Ronald menculik Kanaya. Dia berniat ingin mencabuli Kanaya yang masih kecil. Dia tergoda dengan kecantikan Kanaya yang begitu sempurna dimatanya. Sebab rasa kagum karena kecantikan Kanaya dan memang Ronald memiliki kelainan *** yang menyimpang. Itulah mendasari dirinya berubah menjadi transgender.


"Apakah ini semua karena Adrian oma?" tanya Adrian langsung mendapatkan perhatian.


"Maksudmu?" oma Rachel sedikit bingung dengan ucapan sang cucu.


"Adrian pernah berurusan dengan kelompok itu beberapa bulan yang lalu. Mereka ingin mengambil wilayah bagian barat. Oma tau sendiri kalau wilayah tersebut sangat strategis. Apalagi untuk melakukan bisnis haram tersebut" jawaban Adrian mengingatkan oma. Iya, dia ada mendapatkan perihal ketegangan Adrian dengan kelompok tersebut. Dimana mereka tetap ingin mengambil wilayah Aston. Mereka terlebih dahulu menyerang anak buah Adrian. Ada lima orang anak buah Adrian yang meninggal dan tiga orang lainnya masuk rumah sakit. Sedangkan pihak mereka, semuanya habis dibasmi oleh Adrian, Tony, dan juha Fery. Tidak ada ampun untuk para pengedar narkoba.


"Oh masalah waktu itu" Adrian terperangah dengan respon omanya tersebut. Semuanya pun juga menatap ke arah oma.


"Apakah mama tetap mengawasi gerak gerik kami?" tanya oma Ragu.


"Tidak juga, hanya menyelidiki untuk jaga-jaga saja" jawab oma agar Niki tidak terlalu merasa khawatir. Sebab oma Rachel tau apa yang tengah disembunyikan oleh anaknya tersebut. Padahal Niki melakukan hak yang mulia, tapi dia menutupinya karena tidak ingin dianggap ria ataupun dianggap baik oleh orang. Baginya cukup Allah yang tahu, seperti itulah didikan Adam pada anak semata wayangnya itu.


Niki membangun sebuah rumah asuh untuk anak yatim dan juga anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tua mereka. Hati Niki tergugah ketika melihat berita yang berseliweran di TV tentang penemuan bayi yang dibuang orang tuanya. Hati Niki begitu sakit, makhluk tanpa dosa itu dibuanh seperti sampah. Sungguh begitu teganya hati si pelaku.

__ADS_1


"Oma, oma sudah selesai belum bicaranya. Revan laper oma" celoteh Revan disaat yang kurang tepat. Kanaya terkejut mendengar ucapan sang putra bungsunya itu. Pasti oma Rachel akan marah, sebab Revan tidak sopan dengan menyela oma. Oma Rachel pun menatap ke Revan seperti menyelidik.


"Revan lapar sayang?" Revan pun mengangguk.


"Capek ya tadi habis berkelahi. Emang Revan jago kelahinya?" oma Rachel bukannya marah, malah kini dia mengajak Revan mengobrol. Sebab dia begitu sangat menggemaskan. Sulit rasanya untuk marah kepada anak selucu dan seganteng Revan.


"Belum jago oma, Revan masih kecil. Belum besar seperti abang. Revan mau seperti abang, punya pistol sendiri. Tembakan abang pun tidak meleset, pokoknya keren deh oma. Sama kayak yang di film-film" celotehnya begitu riang dan semangat yang menggebu-gebu.


"Revan ingin jadi apa kalau besar nanti?" tanya oma Rachel,


"Revan ingin jadi mafia tampan yang kaya di film itu oma. Jago menembak dan juga jago kelahi" kejujuran dari kepolosan seorang anaj kecil begitu terlihat di diri Revan yang sungguh menggemaskan. Oma Rachel begitu gregetan ketika ngobrol dengannya, dia sangat begitu pintar ketika diajak bicara. Jarang ada anak kecil seumuran seperti dia yang nyambung diajak bicara oleh orang dewasa.


"Oh, pengen jadi mafia. Kenapa?".


"Daebak!" Raniya menepok jidatnya.


"Kalau ngomong itu difilter ding. Jangan A-S-B-U-N" eja Raniya.


"Apaan tuh?" tanya oma yang penasaran dengan ucapan Raniya tadi.


"Itu, maksudnya "asal bunyi" oma" jawab Raniya sedikit gugup berhadapan dengan oma Rachel.

__ADS_1


"Oooooh....." oma pun tertawa karena merasa lucu dengan sifat anak-anak Kanaya ini. Benar-benar sangat begitu membahagiakan jika begitu banyak memiliki cucu ataupun cicit. Pantas saja mereka diluaran sana begitu membanggakan berapa banyak cucu ataupun cicit yang mereka punya jika saling berjumpa. Bukan bertanya berapa banyak mobil yang kamu punya? Berapa banyak tanah yang dipunya? Berapa jumlah aset yang dimiliki?


"Kalau papa Revan seorang mafia, bagaimana?" tanya oma Rachel.


"Pasti keren dong oma" yang menjawab Raniya. Dia kini terlihat antusias setelah oma Rachel mengatakan seperti itu. Sebab memang itu yang diimpikan oleh Raniya sejak dulu.


"Kami maunya seperti itu" jawaban Revan membuat Kanaya langsung kaget.


Hah, anaknya ingin menjadi anak seorang mafia. Mereka ingin memiliki orang tua mafia. Apakah dia tidak salah dengar? Apa bagus dan hebatnya sih mereka? Punya gudang masalah iya, kebanyakan nonton film ini mereka. Mulai sekarang akan dibatasi segala aktivitas mereka, serta tontonan apa saja yang boleh mereka tonton. Kanaya memikirkan hal pencegahan untuk anaknya tidak memikirkan hal yang aneh-aneh.


"Papa kalian mafia lo" ucapan oma Rachel kini yang menjadi sorotan oleh semua yang ada diruangan. Mereka tidak menyangka jika oma Rachel mengatakan hal ini kepada mereka semua secara langsung. Kanaya pun juga belum tahu tentang identitas Radit sebenarnya. Kanaya terlihat cemas, Adrian menggenggam tangan istrinya itu dengan lembut.


"Maksud oma apa?" tanya Kanaya yang merasa oma Rachel telah melakukan kesalahan. Mencuci otak anaknya yang ingin memiliki keluarga mafia.


"Radit adalah penerus sah dari kelompok Redglass, yang artinya merekalah kini yang menjadi penerus berikutnya".


"Kamu kurang paham, sekarang mereka adalah target Devan untuk menghabisi keturunan dari Darren sang pemimpin sah dan asli dari kelompok tersebut. Artinya Darren adalah kakek mereka".


"Devan adalah saudara angkat Darren, dia jahat dan berambisi untuk mengambil alih semua yang dimiliki oleh Dareen. Kemungkinan besar kematian Radit didalangi oleh dirinya" oma Rachel berusaha menjelaskannya kepada Kanaya. Lebih baik dia mengetahui hal ini daripada harus dirahasiakan. Oma Rachel menghargai Kanaya sebagai seorang ibu yang selalu melindungi anak-anaknya.


"Hore" teriak Raniya. Ekspresi Raniya membuyarkan ketegangan, kehebohan Raniya memberikan jawaban pasti kalau dia tidak merasa terbebani.

__ADS_1


"Sarang, diam" ucapan Randy yang tegas langsung menghentikan Raniya yang kegirangan. Ona Rachel dapat melihat dari sikap Randy yang sepertinya memang terlahir untuk menjadi seorang pemimpin.


__ADS_2