
Niki yang melihat Kanaya makan rujak buah dengan lahap merasa sangat senang dan sesekali ikut memakan. Adrian yang melihat Kanaya makan dengan lahap sedikit khawatir karena malam-malam begini Kanaya makan rujak. Takutnya kalau Kanaya nanti akan sakit perut.
"Sudah jangan makan terlalu banyak nanti kalau perutmu kenapa-kenapa" kata Adrian kemudian mengambil piring yang isinya rujak.
Kemudian Adrian memasukan sepotong buah nanas yang berbumbu gula merah campur kacang tersebut ke dalam mulutnya. Ada sensasi aneh tersendiri saat dia memakannya. Ini pertama kalinya Adrian makan rujak buah, karena sebelum-sebelumnya mana dia suka memakan buah seperti ini. Dia
mengambil potongan yang kedua dan seterusnya hingga isian buah rujak dalam piring tak tersisa. Bahkan sampai bumbu rujaknya yan didalam piring bersih tak bernoda.
Adrian seperti orang yang sedang kesurupan memakan rujak secepat kilat sampai rak bersisa. Semuanya kini menatap heran ke arah Adrian terutama Kanaya yang tercengang melihat Adrian memakan rujaknya sampai habis.
"Kok dihabisin sih. Aku masih pengen makan rujaknya lagi" kata Kanaya sambil menatap tajam ke Adrian. Setelah melihat penampakan pirinh yang kosong Adrian baru tersadar kalau dia baru saja telah memakan rujak buah seperti orang rakus. Ternyata seperti ini rasanya sensai makan rujak buah pikir Adrian merasa sedikit senang namun juga sedih karena membuat Kanaya kesal.
"Untung saja, mama beli lima porsi rujak tadi siang. coba kalau satu atau dua porsi mana cukup dimakan sama Kanaya dan juga mama" ujar mama Adrian dengan penuh bangga.
"Ambilin sini ma, aku mau makan rujaknya lagi" kata Adrian penuh semangat. Seperti seorang anak kecil yang menagih sesuatu kepada mamanya.
"Lha kenapa jadi kamu sih yang kegirangan makan rujaknya" kata oma yang terheran-heran dengan Adrian. Sedangkan Kanaya hanya terdiam dan kemudian tersenyum kecil. Saat melihat reaksi Adrian yang semangat ingin memakan rujak lagi.
"Seger aja oma. Hehehe" kata Adrian garuk-garuk kepala merasa sedikit malu. Seketika ruang keluarga pun penuh dengan gelak tawa semuanya.
"Kamu ini Adrian ada-ada saja, Jangan-jangan kamu juga ikutan ngidam kaya papamu dulu" kata opa Adam mengingat waktu Angga ngidam pas Niki hamil Adrian. Angga saat itu ingin sekali makan buah durian, tapi sayangnya masih belum musim buah durian. Akhirnya sengaja Angga pergi ke negara thailand hanya untuk makan buah durian. Belum lagi hal konyol lainnya, seperti Angga ingin makan spaghetti di depan menara pisa. Kalau bisa dibilang, hobi Angga ketika istrinya lagi hamil suka menghambur-hamburkan uang yang unfaedah. Tapi opa Adam dulu malah senang, karena bisa bebas menemani menantunya mewujudkan ngidam aneh-anehnya.
"Memang papa juga bisa ngidam ya opa?" tanya Adrian polos karena dia memang tidak mengerti masalah yang seperti ini.
"Hush...Kebanyakan nanya kamu ini Adrian. Tuh sumpel aja mulutmu itu sama nanas ini. Biar mulutmu nggak tajam kalau lagi ngomong" ucap oma Rachel.
__ADS_1
"Adrian cuma mau nanya, emangnya laki-laki bisa ngidam juga nggak. Oma langsung sewot tanpa mengerti maksud aku" kata Adrian sedikit kesal.
"Ya bisalah, asal istrinya pas lagi hamil. Dulu ni ya papamu pas mama hamil Andre paling benci kalau liat banci. Tapi mamamu malah pengen liat papamu berdandan seperti perempuan dan berbicara sama kaya para wanita jadi-jadian itu. Mau marah tapi ngidam istrinya mau begindang, ya jadi deh sehari menjadi Anggi. Hahaha "oma Rachel dan opa Adam tertawa serta juga Niki. Angga hanya diam dan menahan malu ketika ingat kejadian itu.
"Seriusan oma, jadi penasaran kaya gimana sih penampilan papa waktu itu. Pak Angga yang selalu terlihat berwibawa namun bisa juga penuh perhatian buat istrinya. Sampai jatuhin penampilan yang sok keren. Hahaha" kata Adrian meledek papanya.
"Dasar anak punya akhlak menindas papanya, seharusnya contoh dong papamu yang super ganteng dan baik hati ini dalam membahagiakan istrinya. Bukan kebanyakan mentertawakan, kualat nanti baru tau rasa" kata papa Adrian sedikit jengkel dengan putra sulungnya ini.
"Pah, nanti bisa nggak sewain yacht om Hendry? " tanya Adrian tiba-tiba kepada papanya.
"Memangnya mau kemana kamu jadi pengen sewa yacht Hendry? " tanya balik papanya yang aneh dengan keinginan Adrian tersebut.
"Adrian cuma pengen naik yacht aja, sambil selfie nanti sama Kanaya" kata Adrian santai kepada papanya. Sedangkan sang papa hanya tersenyum mengangguk tanda mengerti.
"Nggak yang papa nggak yang anak sama-sama aneh maunya kalau istri lagi hamil. Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Persis nih Adrian kayak kamu dulu Angga" gerutu opa Adam yang heran sama pikiran cucu dan menantunya yang sama. Sama-sama suka kemewahan.
"Tanya sendri sama papamu" kata opa Adam kemudian berdiri.
"Opa mau tidur dulu, kalau mau cerita lebih lengkapnya tanya saja yang bersangkutan. Ok" opa Adam berlalu pergi menuju kamarnya.
"Pa.... " belum selesai bertanya papanya sudah berdiri ingin pergi.
"Besok papa ada rapat, jadi mau mencek persiapan buat rapat dulu" Angga setengah berlari menuju ke ruang kerjanya takut ditanyain sama Adrian tentang acara ngidamnya yang sedikit kelewat aneh.
"Memangnya memalukan ya ma ngidamnya papa dulu? " tanya Adrian polos. Momen seperti ini lah yang sangat dirindukan oleh oma Rachel, dimana ada tawa, ada tanya dan juga canda di rumah ini. Kini hanya tersisa oma Rachel, Kanaya, Adrian dan juga mamanya.
__ADS_1
"Sudah, kamu jangan tanya lagi masalah itu. Papamu kan jadinya malu. Tiap orang itu memiliki kebiasaan ngidam yang beda-beda. Nggak sama tau tiap orang. Jangankan tiap orang, tiap anak itu hamilnya juga beda-beda maunya nggak mungkin sama" ucap Kanaya yang memberikan penjelasan karena dia sudah tiga kali mengalami kehamilan.
"Benar yang dikatakan Kanaya, kaya mama hamil kamu sama Andre dulu. Hamil kamu dulu mama nggak seperti orang ngidam. Papamu malah yang seperti orang ngidam. Dari muntah, nggak mau makan, sakit, sampai ngidam yang aneh-aneh. Mama yang hamil dia yang pusing, mama yang perutnya gede papamu yang maunya gede" jelas Niki mengingat zaman Angga ngidam waktu dia hamil Adrian dulu.
"Kamu tau nggak Adrian, papamu dulu ngidam pengen masuk ke dalam roket. Sampe bela-belain ke Amerika datang ke kantor NASA" kata oma Rachel mengingat hal konyol yang tidak mungkin pernah dia lupakan seumur hidup. Kanaya yang mendengar langsung tersedak pas memakan kedondong dan matanya seakan seperti mau loncat keluar. Dia merasa heran, papanya Adrian ngidam mau masuk ke dalam roket.
"Masih untung itu oma, coba kalau papa dulu ngidamnya mau ke bulan apa nggak sulit" celetuk Kanaya.
"Siapa bilang dia nggak mau ke bulan? Mau banget malah, tapi mama yang larang. Mama yang seharusnya ngidam dia malah yang aneh-aneh kemauannya. kamu liat nggak batu yang di dalam lemari didepan. Itu batu yang diambil langsung dari bulan sana. Sengaja dibeli sama papanya Adrian sebagai ganti nggak jadi pergi ke bulan" kata mamanya Adrian bercerita ke Kanaya.
"Pernah juga tuh, jalan-jalan sama mama ke taman liat abang-abang jual kerak telor. Papanya bilang mau makan kerak telor diatas puncak monas. Anehkan, gara-gara papanya ngidam yang aneh waktu hamil Adrian. Sekarang anaknya juga nyusul ngidam yang aneh" Niki menggeleng-gelengkan kepalanya saat ingat kejadian itu.
"Papanya Adrian dikenal sebagai menantu yang suka menghamburkan duit. Ya, sepadan sih. Dia suka membahagiakan keluarganya tentu nya. Makanya opa sayang banget, perhatian banget sama mertua, walau kadang ngomongnya nyelekit" ujar oma Rachel memuji menantunya.
"Sudah tidur sana, oma mau istirahat capek" kata oma yang kemudian pergi meninggalkan meteka bertiga.
"Yuk sayang kita masuk kamar, kamu juga perlu istirahat" ajak Adrian kepada Kanaya. Diapun hanya mengangguk menyetujui.
"Esok jadikan kamu mau pergi ke rumah teman kamu yang pas ketemu di rumah sakit tadi? " tanya mama Adrian.
"InsyaAllah ma" jawab Kanaya.
"Siapa? Maksud mama Ades ya? Ada acara apa memangnya? " tanya Adrian penuh penasaran. Mungkin ini kesempatan dia buat memberikan pelajaran kepada Ades.
"Katanya mau mengadakan syukuran buat kehamilannya dia" jawab mamanya Adrian.
__ADS_1
"Owh, ok lah. Besok nanti aku anterin kamu ke rumah Dio" kata Adrian menarik tangan Kanaya membawanya masuk ke kamar