Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Happy Birthday Niki


__ADS_3

Semuanya berkumpul dan makan malam bersama, tampak begitu akrab dan penuh canda tawa. Semuanya berbaur menjadi, mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing dan bercerita tentang keahlian mereka, siapa mereka? Dari sinilah Niki tau kalau mereka adalah orang-orang yang dipekerjakan oleh anaknya untuk membantu dalam lancarnya proses mengerjai dirinya. Mereka memang orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Putra dan Erika adalah make up artis yang ahli dalam menampilkan kengerian yang apik. Memang tidak dapat dipungkiri kalau tampilan bi Imah, papanya dan juga Adrian benar-benar seperti luka nyata. Tangan palsu yang tergeletak dilantai persis tangan asli. Hampir mirip dengan tangan Adrian,apalagi dalam keadaan gelap tidak terlihat sekali perbedaannya.


Memang sungguh sangat matang dan terperinci rencana yang dibuat oleh Adrian tersebut, hanya saja terlalu cepat dibongkar oleh suaminya karena takut dengan amukan istrinya. Dia sengaja berlatih berkelahi selama dua hari dengan Adrian tapi memang tidak bisa menandingi kehebatan Niki. Semua cerita dalam aksi ini disutradai oleh papanya sendiri, mengatur segalanya dilakukan oleh mamanya. Seperti menyuruh Kanaya bersembunyi di dalam lemari mamanya itu diperintah oleh oma Rachel lewat earphone yang dipasang di telinga masing-masing. Ternyata kesibukan Niki membantu urusan perusahaan memang disengaja oleh mereka


agar mudah dalam mempersiapkan hari kejutan ini.


"Oh ya ma, video mama nanti akan di edit oleh Anto dan diunggah ke aplikasi loutube" ujar Adrian membuat Niki membulatkan matanya.


"Apa? Video apaan? " tanya Niki yang terkejut.


"Video mama mulai masuk ke dalam rumah sampai mama berkelahi sama papa" kata Adrian dengan senang. Sedang Niki merasa dunianya akan benar-benar runtuh dipermalukan oleh keluarganya sendiri.


"Awas saja kamu kalau berani mengunggah videonya, mama akan ambil fasilitas yang kamu miliki sekarang" Niki mengancam Adrian.


"Mama yang akan mengunggahnya nanti, kamu berani melawan mama, fasilitas yang kamu miliki bakal mama ambil" giliran oma Rachel yang mengancam Niki. Seperti seekor semut yang baru diinjak Niki terdiam tidak berani melawan mamanya.


"Selalu membela cucu kesayangan daripada anak semata wayang" cibir Niki merasa kesal kepada mamanya.


"Kapan kira-kira videonya siap? " tanya oma Rachel kepada pria plontos berkacamata yang bernama Adit.


"InsyaAllah paling cepat besok, paling lambat lusa oma" jawabnya.

__ADS_1


"Kalau sudah selesai langsung unggah ke akun channel oma,kalau ada yang marahin kamu lapor saja ke oma" kata oma Rachel sambil menatap tajam ke arah Niki.


"Selama kami pergi ke Kalimantan kalian persiapkan semua keperluan untuk kita membuat video selanjutnya. Semau keperluan kalian nanti akan di urus sama Tony" ujar Adrian kepada kru yang sudah resmi bergabung dalam projek yang akan diluncurkannya.


"Kapan berangkatnya?" tanya Niki.


"Besok pagi ma, Andre nanti nungguin kita disana" kata Adrian membuat Niki tersenyum.


"Happy birthday mom, sorry mungkin ini terlalu berlebihan mengerjainya. But i love you mom" ucap Adrian membuat Niki merasa terharu, semua amarah dan kekesalannya hilang begitu saja dengan kata-kata tulus dari Adrian.


"Kami sudah menyiapkan semua keperluan mama untuk berangkat besok" kata Kanaya menggenggam tangan Niki.


"Semuanya papa yang mengurus ma, jangan marah sama papa lagi ma" ucapnya kemudian memeluk Niki.


Malam semakin larut dan para kru yang membantu mengerjai Niki juga sudah pulang. Oma Rachel dan opa Adam masuk ke kamar mereka setelah dirapikan oleh pembantu yang memang bertugas merapikan rumah. Angga masih tidak berani menatap Niki,dia mengedipkan mata ke arah Adrian yang hendak berdiri meninggalkan kedua orang tuanya yang masih duduk dalam kecanggungan.


"Sorry pa, aku nggak mau ikutan. Papa jinakin mama sendiri ya. Masa iya nggak berani sama mama, mama nggak gigit juga kok" ledek Adrian kemudian meninggalkan kedua orang tuanya. Mamanya pun berdiri dan pergi ke kamarnya meninggalkan Angga yang duduk sendiri.


"Aduh ini bisa bakalan terjadi perang dunia ketiga kalau begini ceritanya. Inj gara-gara Adrian sama mama nih" desis Angga frustasi.


"Tidak... Tidak bisa begini, harus gentleman. Aku harus berani, Angga tunjukin pesona" ucapnya menyemangati dirinya sendiri. Sambil berjalan perlahan Angga memasuki kamarnya. Dilihatnya tidak ada Niki didalam sana, mungkin sekarang dia lagi di kamar mandi. Tak pikir panjanh Angga langsung naik ke ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tak peduli apapun pokoknya malam ini dia harus bisa menghindari Niki, dia harus tidur lebih dulu. Semakin Angga berusaha untuk memejamkan mata, semakin rasa kantuk tidak menghampiri dirinya. Terdengar pintu kamar mandi yang menandakan kalau Niki sudah selesai dengan mantra-mantranya. Suara langkah kakinya

__ADS_1


terdengar pelan, Angga yang masih berada dalam selimut diselimuti perasaan cemas yang karuan. Tercium aroma parfum yang biasa dipakai oleh Niki merasuk ke dalam hidung Angga. Terasa getaran-getaran halus menelusuk ke dalam kulitnya dan bulu kuduknya merinding seperti ada hawa mencekam masuk ke dalam selimut.


Tiba-tiba saja selimut yang menutupi tubuh Angga di buka dalam satu tarikan oleh Niki. Angga pun terkejut dan menjerit memohon kepada Niki untuk memaafkan dirinya yang sudah ikutan mempermainkan dirinya. Dengan mata tertutup dia berbicara dan memohon agar melupakan masalah ini. Sebuah rangkulan di tubuhnya dari samping dan terasa Niki sedang menyandarkan kepalanya pada bahu Angga. Dia memberanikan diri membuka mata dan menghubungkan nafas dengan berat.


"Sakit ya tadi pa di pukulin sama mama?" tanya Niki sambil memegangi wajah suaminya yang terlihat sedikit ada lebam.


"Tidak terlalu ma" jawabnya dengan nafas berat karena dia tak kuasa melihat penampilan seksi Niki sekarang. Lingerie berwarna merah tua yang nampak sangat kontras dengan kulitnya yang putih serta kulit mulusnya yang lembut. Angga tampak gusar dengan hasratnya yang bergejolak,dia tak mampu menahan diri jika berhadapan dengan pesona Niki yang seperti ini.


"Buka dong baju papa, mama mau liat ada bekas pukulan dan tendangan mama tadi nggak" bujuk Niki sambil melepaskan baju suaminya. Angga merasa canggung seperti seorang pemuda yang baru mengenal perempuan.


"Kok papa dingin kaya begini sih, sudah nggak sayang dan cinta mama lagi" Niki bersuara seperti sedang merasa sedih dan membelai lembut tubuh Angga yang masih atletis meskipun sudah berumur lebih dari lima puluh tahun.


"Papa masih sayang dan cinta sama mama. Sumpah, seriusan" ucap Angga dengan mengangkat dua jarinya.


"Liat disini ada lebam bekas pukulan mama tadi, sakit pa" tanya Niki sambil menekan lebam di tubuh Angga.


"Tidak sakit ma, papa kuat kok menahan sakit apapun ditubuh ini. Tapi papa tidak sanggup kalau menahan sakit dihati ini" tunjuknya pada dadanya. Padahal dia kesakitan saat istrinya menekan bekas lebam pukulan pada tubuhnya. Masa iya dia bilang sakit, kan malu laki-laki tidak tahan dengan sakit bekas dipukul.


"Maafin mama ya tadi mukulnya terlalu keras, mama kan nggak tau kalau pria bertopeng itu papa. Lagian sih papa kok mau-maunya berperan sebagai psikopat begitu. Sudah tau istrinya tukang pukul, mau aja dipukul brutal begitu" Niki merasa sangat bersalah ketika dia dengan sekuat tenaga memukuli dan menendang pria bertopeng tadi. Seperti sedang kesurupan dia menghajar suaminya habis-habisan.


"Ini bukan salah mama kok, mama sudah nggak marah kan?" tanyanya untuk memastikan, Niki pun mengangguk untuk mengiyakan.

__ADS_1


Tak pikir panjang Angga langsung menyerang Niki dengan menciumi lehernya yang putih, hingga membuat Niki mendesah. Menurunkan tali lingerie yang berada di puncak bahunya dan menciumi nya hingga kedadanya. Secara perlahan dan penuh gairah dia mencumbui bibir istrinya yang selalu menggoda hasratnya itu dengan penuh nafsu birahi. Kembali lagi dia bermain-main dengan leher Niki dan menggigit kecil telinganya.


"Happy birthday sayangku" bisiknya di telinga Niki kemudian kembali ******* mesra bibir ranum milik istrinya itu hingga akhir permainan mereka. Setelah mencapai kenikmatan bersama, mereka saling memeluk dan menatap penuh sayang atas kehidupan yang mereka miliki.


__ADS_2