
"Maksud oma?" Kanaya masih dalam kebingungan.
"Sayang.Ternyata, Radit adalah anak dari pemimpin Redglass yang merupakan mafia terbesar di Singapura. Aku juga baru mengetahui hal ini. Itulah sebabnya aku langsung mencari keberadaan kamu dan anak-anak. Apalagi setelah mama mengatakan kalau Randy dan Revan pergi dengan papa tanpa pengawalan" kini Kanaya paham, kenapa mereka semua tadi datang seperti orang yang akan melakukan konvoi.
Kanaya terlihat lemas, dia tidak menyangka jika hidupnya dan juga anak-anaknya akan serumit ini. Meski, anaknya terlihat begitu senang mengetahui hal ini. Mungkin bagi mereka ini adalah sesuatu yang keren. Mereka belum mengerti tentang resiko yang akan mereka hadapi. Hal ini bukanlah perkara hal yang mudah. Hidup mereka penuh ancaman sekarang, dia pun juga harus ekstra lebih waspada. Tidak hanya dari musuh keluarga Adrian tapi juga musuh almarhum suaminya. Sedangkan untuk keberadaan Ronald, orang dimasa lalunya dia belum bisa mengetahui dimana keberadaannya.
"Kamu tidak perlu khawatir Kanaya. Selain mereka akan mendapatkan pengawalan khusus. Mereka pun akan diberi pelatihan untuk bisa menjaga diri mereka sendiri. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini, sebaiknya kamu jaga kandunganmu saja. Sebenarnya oma tidak ingin memberitahukanmu masalah ini, om takut akan mengganggu kehamilanmu ini".
"Kini kamu dan Giselle tengah mengandung penerus Aston. Giselle mungkin tidak akan terlalu di perhatikan, karena dia hanya dari keluarga biasa. Sedangkan kamu berbeda, kamu anak Alfian. Orang yang paling disegani dulunya disini" oma Rachel menjelaskan kepada Kanaya karena terlihat dari raut wajahnya yang berubah cemas. Wajar saja, sebagai orang tua dia merasakan kekhawatiran untuk keselamatan anak-anaknya.
"Oma, Kanaya mohon bantuan oma untuk melindungi anak-anakku. Kanaya mungkin akan sulit menjaga mereka dengan kondisi seperti ini" ucap Kanaya yang menatap ke tubuhnya sendiri yang kini sudah membuncit.
"Tenang saja sayang, kan masih ada bapa" ujar Hendry yang menghampiri putrinya.
"Aku janji tidak akan ada yang pernah bisa melukai anak-anak kita sayang" peluk Adrian dari samping tubuh Kanaya. Dia paling tidak suka jika melihat belahan jiwanya ini bersedih dan khawatir seperti ini. Dia terlihat rapuh dan lemah. Mungkin pengaruh hormon juga dia seperti ini. Sensitif pastinya.
__ADS_1
"Ma, mama tidak usah khawatir. Randy akan melindungi semuanya. Randy akan melindungi ading Randy. Mama kan selalu bilang kalau Randy harus menjadi seorang abang yang tangguh dan juga kuat. Sebab Randy lah yang menggantikan posisi papa sebagai penopang hidup ading Randy semua" Kanaya terharu dengan kata-kata bijak yang diucapkan oleh Randy. Dia tidak menyangka jika Randy begitu dewasa dalam bersikap. Sama persis dengan almarhum Radit. Seharusnya mereka asyik bermain dengan teman seumuran mereka, tapi mereka malah harus dibelunggu permasalahan dari dua keluarga.
"Maafkan mama sayang" peluk Kanaya pada tubuh kecil Randy. Randy yang dulunya bergantung hidup pada dirinya, kini harus mampu berdiri sendiri dengan kekuatannya. Kanaya merasa miris dengan hal ini. Sungguh dia tidak pernah menyangka jika akan seperti ini masa depan anak-anaknya.
"Jangan khawatir Kanaya, mama akan selalu memantau mereka semua".
"Adrian bagaimana kalau Mely yang akan menjaga Raniya. Kalau Revan dijaga oleh Beni, dan Randy dijaga oleh Bastian" Niki memberikan usul.
"Tidak, mama sudah mempersiapkan orang yang secara khusus mengawal mereka. Robert akan mengawal Randy, sebab itu wasiat terakhir papa untuk melindungi Randy. Revan akan dikawal oleh keponakan Axel siapa ya namanya oma lupa" oma Rachel tampak, berpikir mengingat nama keponakan Axel yang begitu dipercaya sama oma Rachel dulunya.
"Kenapa oma jadi memilih Miko untuk mengawal Revan? Dia baru bergabung oma" tanya Adrian yang sedikit bingung dengan pilihan omanya. Padahal banyak kandidat yang bisa diandalkan dan juga memiliki pengalaman yang banyak.
"Dia petarung yang tangguh dan juga hebat".
"Darimana oma tahu tentang itu?" Adrian seakan masih belum percaya dengan keputusan sang oma.
__ADS_1
"Apakah kamu meragukan informasi yang oma dapatkan?" Adrian menggelengkan kepalanya karena mendapatkan tatapan tajam dari omanya.
"Panggilan jalanannya adalah "Stone" karena dia kuat seperti batu, yang tidak mudah untuk dihancurkan oleh lawannya. Lagipula dia sama dengan Revan, suka bercerita. Pasti mereka sangat cocok" jawaban dari oma Rachel kini dipahami oleh Adrian. Memang Adrian pernah mendengar dari Mario kalau Miko adalah seorang petarung jalanan. Tujuannya adalah untuk mencari pembunuh Axel om nya. Namun dia langsung tertarik ketika ada yang menawarinya bergabung menjadi anggota Blackhunter.
"Terserah oma saja, yang mana menurut oma baik. Bagaimana dengan Raniya oma?" sekarang giliran sang tuan putri yang belum mendapatkan pengawal khusus.
"Untuk Raniya sudah ada. Dia sekarang masih dijalan. Dia merupakan salah satu orang kepercayaan dari orang yang penting. Setidaknya ini sebagai buktinya untuk mengabdi hingga detik terakhir dihidupnya" jawaban ambigu dari oma membuat berbagai macam spekulasi dan juga pertanyaan dari semuanya. Hendry menatap ke arah oma, seakan meminta penjelasan. Namun hanya senyum manis oma yang didapatkan. Sepertinya orang yang akan mengawal Raniya adalah orang yang khusus. Hingga membuat oma sendiri tidak memberikan namanya terlebih dahulu.
Keputusan oma sudah bulat dan tidak bisa dibantah. Apalagi oma Rachel yang memang dikenal perfeksionis itu pasti sudah memikirkan hal ini dengan teliti dan perhitungan yang matang.
"Semuanya harus tetap waspada, dan juga lebih hati-hati".
"Untuk kamu Andre, pilih salah satu pengawak khusus untuk Giselle jika dia ingin keluar. Tapi oma sarankan, mending si Gentong yang mengawalnya. Meskipun dia sedikit tua, tapi kemampuan dia mengawal tidak perlu diragukan lagi. Dia pasti akan menjaga Giselle dengan baik, apalagi sikap kebapakan dirinya pasti akan memastikan anakmu selalu aman" oma Rachel memberikan pendapat nya untuk cucu bungsunya itu. Meskipun dia tidak terlibat dalam konflik ini, tapi sedikit banyaknya dia tetap akan menjadi target untuk melemahkan yang lainnya. Meskipun begitu oma Rachel sangat yakin dengan kemampuan cucunya itu. Lawannya pasti akan sangat mudah dikalahkan olehnya.
"Sebaiknya mulai sekarang kamu membantu Adrian mengurus bisnis yang ada disini untuk sementara waktu. Oma tau kamu betah tinggal di Kalimantan, tapi keberadaan kamu disana juga tidak aman. Akan lebih sulit bagimu untuk melindungi dirimu sekaligus istri dan anakmu yang masih dalam kandungan. Jika kalian disini, kamu tau sendiri. Keamanan anak dan istrimu pasti akan dijamin".
__ADS_1
"Anak-anak Kanaya pun juga akan segera dipindahkan untuk sekolah dan tinggal disini semua. Jika keadaan mulai kondusif, kamu bisa pulang Alfian untuk kembali mengurus semua bisnismu disana" Hendry pun mengangguk menuruti perintah mama angkatnya itu. Sedikit banyaknya, dia mengenal oma Rachel. Setiap keputusan yang dia ambil pasti sudah dipikirkan dengan matang. Semoga masalah ini cepat diselesaikan, dia merasa bersedih karena kebahagiaan putrinya selalu saja terhalang berbagai ujian. Apakah ini semua atas karma yang dahulu dia perbuat sebagai orang yang disegani? Rasa bersalah membuncah dalam dada Hendry.