Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Ide Bisnis Kanaya


__ADS_3

"Kamu mau aku hubungi Andre?" Biar dia tahu tentang perbuatanmu ini" Adrian mulai untuk mengintimidasi Chandra.


Raut wajah Chandra langsung berubah pucat pasi. Dia takut jika Andre akan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya seperti perkataan Adrian dan Tora tadi. Demi mendapatkan untung banyak, Chandra rela berurusan dengan Andre yang notabene berasal dari keluarga Aston. Selama ini dia hanya mendengar cerita yang baik saja tentang Andre. Banyak orang yang mengatakan jika Andre dan Adrian bak malaikat dan iblis perbedaan diantara mereka berdua. Chandra tentunya lebih percaya dengan perkataan Tora dan Adrian yang pastinya orang terdekat Andre. Mungkin cerita tentang perbedaan Andre dan Adrian itu sengaja dibuat, agar publik tidak tahu betapa mengerikannya keluarga Aston. Hanya itu yang ada dalam pikiran Chandra saat ini.


"Kenapa kamu begitu berani mengajak Andre taruhan? Punya nyawa berapa kamu? Aku rasa hal yang kamu lakukan itu kurang pantas. Sebab, yang kamu lakukan itu seperti sebuah hinaan bagi keluargaku. Apa salahnya jika Andre memiliki anak perempuan? Bukankah itu bukan urusan kamu?".


"Aku sangat yakin pada saat tahu tentang hal itu, jika kamu mencoba untuk menantang kami. Dengan menawarkan sebuah taruhan konyol terhadap Andre. Aku rasa bukan hanya kamu yang konyol tapi Andre juga begitu bodoh menerimanya. Jika itu aku, sudah aku bungkam mulutmu saat itu juga. Asal kamu tau, kamu itu beruntung masih hidup hingga sekarang".


"Jika bukan karena oma Rachel, sudah aku pastikan kamu tidak dapat bernafas lagi setelah kamu mengajak Andre taruhan. Kamu paham itu".


"Enak sekali, kamu membuat taruhan yang merugikan kami. Kamu hanya memberikan sebuah mobil mewah terbaru kepada Andre. Sedangkan kamu meminta sebuah wilayah strategis milik keluargaku jika kamu menang taruhan konyol tersebut. Bukan konyol itu namanya gila" teriak Adrian yang merasa begitu sangat emosi. Dia pun langsung menghajar Chandra dengan keras. Dia begitu sangat geram atas segala perbuatan Chandra.


"Bugh... ".


"Bugh... ".


"Bugh... ".


Adrian melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah rupawan Chandra. Hingga wajahnya tak berbentuk lagi. Wajah Chandra bengkak seketika karena pukulan yang diberikan oleh Adrian.


"Ampun kak. Ampun kak. Saya janji tidak akan berbuat hal yang seperti itu lagi".


"Ampun kak. Huhuhuhu" Chandra menangis.


Dia meringis kesakitan karena pukulan yang diberikan oleh Adrian. Akibat dari pukulan yang dilayangkan oleh Adrian. Salah satu gigi Chandra lepas. Bisa dibayangkan, betapa kuatnya pukulan yang diberikan Adrian pada wajah Chandra. Kanaya yang melihatnya saja langsung bergidik. Dia tidak menyangka jika pukulan sang suami begitu penuh tenaga. Adrian begitu sangat keren di mata Kanaya saat ini. Dia seperti sedang jatuh cinta lagi kepada Adrian. Akhirnya, keinginan Adrian untuk tampil keren dan menawan di depan Kanaya terwujud. Meski tidak dengan cara menolong Kanaya dari para penculiknya. Melainkan, marah karena menganggap Chandra telah menghina keturunan keluarganya.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, mukanya sudah bonyok begitu. Masa masih pengen dibikin remuk sih. Kasian tuh nangis bombay begitu anak orang. Anak mami tuh kayaknya" ledek Kanaya yang melihat tingkah Chandra yang menangis seperti anak kecil.


"Dih cemen" ujar Fery melihat Chandra yang menangis.


"Makanya kalau mau jadi penjahat itu jangan nanggung. Harus serius dalam mendalami peran. Jangan lembek begini dong, baru dipukul begitu saja sudah mewek".


"Penjahat karbitan kayaknya nih" tambah Fery lagi meledek Chandra.


"Kalian anak buahnya ya?" tanya Fery kepada pria-pria orang suruhan Chandra yang berwajah sangar.


"Bukan bang, kami cuma orang sewaan yang disuruh sama bos Chandra" jawab si kepala plontos. Fery pun mengangguk paham dengan situasi bisnis diantara mereka berdua.


Fery menatap ke arah Tora seakan meminta sebuah pendapat. Tora pun seakan mengerti dengan isi pikiran Fery. Dia pun langsung mengangguk.


"Sekarang maju dan serang aku. Aku ingin menguji, seberapa hebat kamu hingga bisa menjadi orang bayarannya si kutu kupret lebay itu" tunjuk Tora kepada Chandra yang masih memegangi wajah bengkaknya. Wajahnya terlihat sangat begitu lucu, seperti balon yang baru saja ditiup. Hingga berulang kali membuat Kanaya tertawa kalau melihat wajahnya Chandra.


"Saya tidak berani" jawab si kepala plontos dengan ragu. Dia takut melawan Tora, karena dia yakin pasti akan kalah jika melawannya.


"Kenapa kamu tidak berani melawan saya?".


"Apakah kamu ragu dengan kemampuan yang kamu miliki?".


"Saya saja yakin kamu memiliki kemampuan yang mumpuni, sekarang kamu berdiri dan lawan saya" perintah Tora dengan tegas kepada si kepala plontos.


Tapi dia tidak bergerak sedikitpun, malah menundukkan kepalanya. Dia tidak menuruti perintah dari Tora tadi. Hal ini langsung membuat Tora menjadi geram. Tora pun langsung meraih kerah jaket yang si pria kepala plontos tersebut kenakan. Tanpa aba-aba Tora langsung memukul perutnya dengan keras. Sehingga membuatnya langsung tersungkur.

__ADS_1


"Gimana? Kamu masih mencoba untuk tidak melawan. Kalau kamu tidak melawanku, maka akan aku pastikan. Tubuhmu ini akan aku remukkan" kata Tora dengan nada yang tinggi.


Kini Kanaya, Adrian dan Fery menyaksikan aksi Tora mengerjai si kepala plontos. Fery yakin jika pria tersebut memiliki kemampuan yang pantas untuk direkrut. Sebab, beberapa hari yang lalu Adrian menyuruh Fery untuk merekrut beberapa anak buah untuk menjadi pengawal khususnya. Seperti halnya Tony dulu, Adrian juga pernah memintanya untuk memiliki anak buah pribadi. Hingga saat ini, anak buah Tony memang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dan sangat bisa diandalkan. Begitulah cara Adrian memiliki banyak anak buah. Dia mempercayakan kepada orang-orang kepercayaannya untuk merekrut seseorang untuk bergabung dalam kelompoknya.


"Ayo lawan aku" teriak Tora yang sudah mulai merasa geram karena tidak mendapatkan perlawanan dari si kepala plontos. Namun tiba-tiba dia mulai melayangkan tinju yang langsung mengenai pipi kanan Tora telak. Hingga langsung membuat sudut bibirnya berdarah.


"Tenaga kamu lumayan juga".


Tora pun langsung melayangkan pukulan untuk membalas, tapi si kepala plontos langsung menghindar. Hingga akhirnya terjadilah perkelahian sengit diantara keduanya. Hal ini menjadi tontonan yang menarik bagi Adrian, Kanaya dan juga Fery.


"Coba kalau ada popcorn, pasti lebih seru nih" celetuk Fery yang begitu asyik melihat pertarungan mereka berdua.


Sedangkan Chandra duduk di pojokan masih mewek meratapi wajah bengkaknya. Berulangkali dia melihat wajahnya dari kamera handphone miliknya, yang lainnya duduk dipinggiran tembok ikut menonton salah satu temannya berkelahi dengan Tora.


"Benar banget kata kamu Fer, lebih seru nontonnya kalau ada popcorn. Coba tadi kamu kesini beli popcorn dulu, kan asyik nih ada pertandingan MME gratisan".


"Seru juga kali ya, kalau kita punya bisnis pertandingan kayak MME. Selain dapat cuan, dapat keseruan juga lihat pertandingan mereka" dalam kondisi seperti ini, ide bisnis tetap terlintas dalam kepala Kanaya. Memang pada dasarnya dia memiliki otak bisnis yang sungguh luar biasa.


"Ide bagus tuh, nanti kita bikin ajang pertandingan seperti itu. Selain untuk bisnis, kita juga bisa merekrut mereka yang kompeten".


"Bagaimana menurut kamu Fer?" tanya Adrian meminta pendapat Fery atas ide cemerlang Kanaya.


"Usulan yang bagus itu, kebetulan juga kan proyek pembangunan buat gedung olahraga kita bisa kita jadikan untuk pertandingan street fighter nanti gedungnya kalau sudah selesai. Gimana?" Fery mengusulkan gedung olahraga yang semula dibangun untuk lapangan sepak bola dijadikan untuk acara pertandingan untuk para petarung yang ahli bela diri.


"Ide yang brilian. Wah, aku benar-benar beruntung dikelilingi orang-orang yang pintar" kata Adrian tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2