Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Meminta Bantuan


__ADS_3

Sebulan setelah meninggal Ivanka, keluarga Adrian berencana akan menyelenggarakan pesta perayaan perkawinan Adrian dengan Kanaya. Serta Andre dengan Giselle yang akan dilaksanakan bersamaan. Setelah memastikan keadaan yang lumayan kondusif. Tidak ada pergerakan musuh akan menyerang lagi. Maka mereka mengambil kesempatan ini untuk memperkenalkan para menantu keluarga Aston dan Anggara. Selain itu juga dikhawatirkan kalau terlalu lama menunda, akan sulit bagi Kanaya bergerak karena perutnya kini mulai membesar. Selain itu juga Giselle kini tengah hamil muda. Sedang masa mabuk mengidam. Jadi akan di adakan secepatnya, tidak perlu dirayakan besar-besaran. Cukup dengan pesta yang sederhana namun tetap mewah.


Para undangan yang akan berhadir pun hanya para keluarga dan kolega bisnis yang penting. Hal ini diperuntukkan demi keamanan semuanya. Segala sesuatu keperluan pesta dihandle langsung oleh Niki. Dia sengaja turun tangan agar bisa memastikan sendiri semuanya akan berjalan dengan lancar dan juga aman.


Orang tua Kanaya beserta anak-anaknya datang. Begitu juga dengan Andre dan Giselle. Rombongan dari Kalimantan yang datang kini menambah keceriaan di dalam rumah besar oma Rachel. Dia begitu sangat bahagia melihat kondisi rumahnya yang begitu ramai. Apalagi kehadiran anak-anak Kanaya yang begitu sangat dirindukan oleh oma.


"Alfian, kenapa kamu tidak kembali tinggal di Jakarta saja? Lihat rumah ini, begitu terlihat sangat ceria" kata oma Rachel dengan penuh rasa haru yang bahagia. Hingga menitikkan air mata.


"Ma, saya punya kehidupan yang jauh lebih tenang disana. Saya janji sama mama, akan lebih sering datang berkunjung ketika punya waktu luang" ucap Alfian memeluk tubuh oma Rachel dari samping.


"Janji" oma Rachel memberikan kelingkingnya untuk meminta janji Alfian. Alfian pun memberikan kelingkingnya melingkarkan ke jari kelingking oma Rachel. Oma Rachel pun tersenyum merasa lega dengan janji yang diberikan oleh Alfian. Betapa dia sangat merindukan anak angkatnya ini selama bertahun-tahun. Kini rasa sempurna hidupnya kembali bersama dengan orang-orang yang disayangnya.


"Ma, ada tante Rohana".


"Mama tidak bilang ke dia kalau kita lagi ada tamu" untuk pertama kalinya Niki berkata sinis tentang kehadiran Rohana. Entah sejak kapan, Niki merasa kesal dengan kedatangan Rohana. Menurutnya Rohana begitu sangat mencurigakan, entah ada keperluan apa seolah selalu ingin mengetahui yang terjadi di keluarganya.


"Mama tidak tahu dia ada perlu apa kesini. Ya sudah mama temui dulu" sahut oma Rachel.


Dia pun segera menemui Rohana yang sedang menunggu diluar. Oma Rachel sebenarnya sedikit merasa jengah dengan Rohana. Dia selalu datang menemuinya, meski tidak terlalu ada yang penting. Padahal kalau mau main ke rumah tidak harus datang setiap hari juga kan.


"Dah lama jeng, maaf ya ada tamu" sapa oma Rachel yang langsung merangkul Rohana.

__ADS_1


"Ah tidak lama kok, maaf ya jeng ganggu. Aku terpaksa datang kesini mau minta bantuan jeng Rachel".


"Keponakanku masuk rumah sakit dan perlu biaya operasi. Uangku kurang jeng, soalnya baru habis bayar para karyawan dan juga baru selesai pembayaran lahan buat proyek".


"Nggak banyak kok jeng, cuma seratus juta saja. Bulan depan nanti aku ganti".


"Kalau semua uangku buat keperluan biaya operasinya saja, nanti buat berobatnya tidak ada. Maaf ya kalau merepotkan".


"Dia satu-satunya keponakan yang aku punya jeng" cerita Rohana dengan penuh deraian air mata. Memang seperti sangat bersedih, tidak terlihat gaya centil yang khas melekat pada diri Rohana. Oma Rachel pun menjadi tak tega terhadap dirinya. Mungkin selama ini dia merasa kesepian karena tidak memiliki keluarga yang utuh seperti oma Rachel


"Jangan sedih, aku akan pinjami kamu uang. Semoga lekas sembuh keponakanmu itu Rohana" peluk oma Rachel menguatkan agar Rohana tetap tegar.


"Tunggu aku ambil handphone ku dulu ya" oma Rachel masuk kembali ke dalam rumah untuk mengambil handphonenya.


"Maaf ya jeng sedikit lama, tadi ngobrol sebentar sama Niki" kata oma Rachel.


"Tidak apa-apa jeng. Oh ya, yang barusan lewat tadi siapa ya? Soalnya baru liat disini" tanya Rohana yang sedikit heran dengan orang asing yang baru saja dia lihat tadi.


"Owh itu Alfian. Anak angkatku yang tinggal di Kalimantan" jawab oma Rachel penuh rasa bangga. Rohana pun mengangguk seolah mengerti.


"Ganteng anaknya ya, aku jadi iri sama kamu jeng" ucap Rohana penuh rasa kagum.

__ADS_1


"Ingin rasanya aku memiliki keluarga sepertimu, tapi apa boleh buat. Semua keluarga yang aku miliki telah direnggut dan diambil secara paksa oleh mereka yang kejam berbuat keji kepadaku" isak Rohana mengingat semua kejadian pahit yang dia alami sebelumnya. Dimana dia kehilangan putri tunggalnya karena putrinya melakukan aborsi. Sehingga membuatnya harus meregang nyawa diatas kesalahan pria yang tak bertanggungjawab.


"Yang tabah ya jeng".


"Kirim nomer rekening kamu jeng aku mau transfer uangnya" ucap oma Rachel. Dibalas anggukan oleh Rohana. Tidak berapa lama masuk notifikasi uang yang ditransfer tadi


"Sudah masuk jeng, terimakasih ya atas bantuannya" ucap Rohana kemudian memeluk oma Rachel.


"Sama-sama, semoga cepat sembuh ya keponakanmu itu. Seandainya aku tidak sedang sibuk, inginnya aku menjenguk dia. Tapi maaf lagi sibuk buat acara resepsi Adrian" kata oma Rachel.


"Akhirnya, senang aku mendengarnya jeng" kata Rohana.


"Hari minggu nanti datang ya jeng, acaranya akan digelar di "Aston Hotel", hanya acara sederhana saja jeng" ucap oma Rachel sedikit tersenyum dibalas tawa oleh Rohana.


"Pasti ini akan menjadi momen yang paling membahagiakan bagi kamu kan Rachel".


"Aku yakin, setelah ini kamu akan lebih sangat bahagia" ucap Rohana dengan tersenyum manis. Membuat oma Rachel sangat senang mendengar pernyataan yamg keluar dari mulut sahabatnya ini.


"Ya sudah, aku langsung pamit dulu. Aku mau langsung ke rumah sakit untuk membereskan biaya administrasinya dulu".


"Lagian nggak enak juga menganggu kamu yang sedang sibuk dan lagi kumpul dengan keluarga. Aku titip salam buat Kanaya ya, aku pasti akan datang di acara resepsi nanti" Rohana berpamitan dan pergi setelah saling merangkul dengan oma Rachel.

__ADS_1


Kini suasana hati Rohana terlihat sangat baik sekali. Masih teringat jelas bayangan Alfian yang melintas dihadapannya. Dia benar-benar telah terpesona dengan sosok yang sangat begitu menampakkan aura kharismatik.


"Masih tetap tampan dan gagah seperti dahulu" ucap Rohana dalam hati.


__ADS_2