Wanita Pengganti

Wanita Pengganti
Seorang Putra


__ADS_3

"Yah, nggak punya tahanan lagi buat dihajar kalau lagi kesal" curhat Adrian ke Tora setelah selesai melakukan prosesi pemakaman Gerald.


Kematian Gerald sengaja disembunyikan dari pihak keluarga. Kuburannya berada di pemakaman umum di daerah agak terpencil. Sebab, keluarga Gerald mencurigai Adrian yang telah menculiknya. Mereka tahu, jika Gerald tengah berurusan dengan Adrian. Dari semua orang yang bermasalah dengan keluarga Aston, pasti akan kembali dengan keadaan tak bernyawa. Untuk menenangkan isu yang tengah beredar, dibuatlah skenario kalau Gerald kabur keluar negeri untuk menghindari pembayaran utang-utangnya. Adrian pun datang bak seorang pahlawan, membantu perusahaan keluarga Gerald dari krisis kebangkrutan. Adrian pun mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Gerald kepada ayahnya Gerald. Bantuannya, hanya sekedar rasa kemanusiaan untuk saling tolong menolong. Pandai bukan, namanya juga keluarga Aston. Apalagi ada aktris senior yang sangat begitu pandai membuat skenarionya.


"Yaelah bos. Galaunya sampai segitunya. Jangan-jangan bos ada rasa ya sama Gerald" gurauan dari Tora membuyarkan lamunan Adrian. Dia tidak membunuh Gerald, melainkan Gerald sendiri yang mengakhiri hidupnya. Sebuah jitakan pun mendarat di kepala Tora. Adrian kesal dengan ucapan tak senonoh dari anak buahnya yang rese bin nyebelin. Padahal kan kata-kata Tora biasa saja. Apa Adrian lagi mau mens ya? Jadi tidak bisa bedain becanda sama serius. Hehehe


"Bulan ini gajihmu aku pangkas sebesar enam puluh persen" Adrian berteriak kesal dan pergi meninggalkan Tora yang menjerit frustasi tak terima dengan perkataan Adrian tadi. Dia pun berlari mengejar Adrian untuk merayu dan membujuknya. Supaya tidak dipotong, melainkan dikasih bonus sebanyak enam puluh persen.


"Bos, jangan gitu dong. Bos Adrian" teriak Tora.


"Saya tau, bos pasti sakit kepala kan gara-gara belum empat puluh hari" kini Adrian benar-benar geram dengan ucapan Tora. Meski ucapannya tidak sepenuhnya salah. Sudah lama sekali Adrian berpuasa dengan kebutuhan hasrat lelakinya.


"Selama dua bulan kamu tidak akan mendapat gajih" ucap Adrian geram. Meski ada perasaan takut jika ancaman yang diberikan Adrian benar. Tapi Tora tetap senang sudah membuat Adrian kesal. Untuk masalah gajinya, kalau Adrian tidak memberikan dia bisa memintanya langsung ke oma Rachel.


Adrian mengelus dadanya yang tidak bisa menahan diri untuk marah. Adrian teringat adegan romantis dan panasnya dengan Kanaya. Dia merasa begitu tersiksa. Apalagi sekarang Kanaya tampak begitu cantik, memukau dan terlihat lebih menggoda. Membuat Adrian selalu mengurut dadanya. Gerak geriknya selalu diawasi oleh oma Rachel. Malah untuk sementara waktu, oma Rachel lah yang menemani Kanaya tidur dan membantu Kanaya mengurus bayinya. Oma Rachel sangat begitu senang sekali dengan kehadiran cicit pertamanya. Mau tidak mau, suka tidak suka Adrian harus menurut dengan peraturan yang diberikan oleh omanya. Setelah dua bulan berlalu, baru oma Rachel mengizinkan Adrian tidur sekamar dengan Kanaya.


*****

__ADS_1


"Tenang bro, jangan takut dan panik seperti itu. Giselle pasti baik-baik saja menjalani operasi sesarnya" Adrian mencoba untuk menghibur Andre yang tengah menanti kelahiran anaknya dan Giselle. Giselle diharuskan melakukan operasi untuk proses melahirkan. Sebab, Giselle memiliki panggul sempit. Sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.


"Mana bisa tenang. Aku bisa tenang setelah mendengar kata operasinya berjalan lancar" ucap Andre dengan nada ketus. Dia sebal melihat sikap Adrian yang tidak ada memperlihatkan rasa simpati atau dukungan.


"Jangan ngegas dong, berdo'a saja semoga operasinya lancar. Jangan mondar mandir kaya lagi nyari lubang semut begitu" Andre pun memberikan tatapan tajam kepada Adrian.


"Diam, berisik tau" bentak Niki langsung membuat keduanya terdiam. Andre pun langsung duduk disamping Adrian. Meski sudah duduk berdampingan, tetap saja kaki mereka saling injak menginjak. Persis kaya anak kecil lagi merajuk dan marahan.


"Alhamdulillah, operasi bu Giselle berjalan dengan lancar. Selamat, atas kelahiran putranya untuk pak Andre" ucap dokter beberapa waktu setelah aksi Andre dengan Adrian tadi.


Tapi Andre terlihat begitu terkejut mendengar ucapan selamat dari sang dokter. Matanya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Selamat ya" Adrian menepuk pundak sang adik.


"Padahal perempuan atau laki-laki sama saja" celetuk Adrian seolah merasa Andre seperti tidak menginginkan anak perempuan.


"Iya sama saja. Tapi aku menginginkan anak laki-laki" ucapan Andre langsung mendapat tatapan tidak suka dari Adrian dan juga Niki. Yang menemani Andre saat ini di rumah sakit hanya Adrian dan juga Niki. Oma Rachel lagi mengurus rapat perusahaan bersama Hendry. Sedangkan Kanaya disibukkan dengan mengurus bayinya, Adrian juga tidak mengijinkan Kanaya untuk ikut menemani.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, bukan begitu maksudku" Andre langsung menyanggah tanggapan Adrian dan mamanya. Semua terlihat dari tatapan tidak suka mereka berdua setelah mendengar kata-kata Andre tadi.


"Adrian kan sudah memberikan mama cucu perempuan, jadi Andre ingin memberikan mama cucu laki-laki. Jadi biar mama punya cucu sepasang" ucapan Andre langsung mendapatkan senyuman manis dari Niki. Dia merasa begitu terharu dengan perhatian Andre. Memang sejak dari kecil Andre sangat pandai mengambil hati Niki maupun oma Rachel dengan perkataan manisnya dan sikap manisnya.


Padahal faktanya, Andre menginginkan anak laki-laki bukan karena keinginan untuk memberikan Niki cucu biar sepasang. Melainkan dia mempunyai taruhan dengan teman lamanya. Jika anak Andre laki-laki, maka dia akan memberikan Andre sebuah mobil mewah dengan keluaran terbaru. Namun jika Andre memiliki anak perempuan, maka Andre harus memberikan temannya itu lokasi bisnis Aston bagian utara.


Andre sempat menolak dan menyangkal permintaan taruhan dari Chandra yang sangat merugikan dirinya dan keluarganya. Tapi Chandra yang terus menabuhkan genderang perang terhadap Andre, akhirnya Andre menerima taruhan tersebut. Namun setelah dia berkonsultasi dengan omanya terlebih dahulu. Andre pun menerima taruhan tersebut. Selain itu juga, omanya ingin tahu pria yang bernama Chandra tersebut secara detail. Apa niatnya dibalik taruhan yang dia suguhkan kepada Andre?


"Bocah bau kencur" itulah julukan yang disematkan oleh oma Rachel terhadap Chandra yang ingin bermain-main dengan keluarganya.


Oma Rachel malah memberikan pecutan semangat kepada Andre untuk menegakkan kepalanya seperti Adrian. Agar tidak ada seorangpun yang berani untuk meremehkan dirinya. Andre yang memang sedari kecil memiliki perasaan yang jauh lebih lembut dari Adrian. Sedikit sulit untuk melakukan hal yang diinginkan oleh oma Rachel.


"Ambili wudhu dulu sana, adzani jagoanmu nanti. Jangan lupa kasih nama yang bagus biar dia jadi anak sholeh".


"Aku jadi mengingat kembali saat mencari nama yang bagus untuk putriku Regina" Adrian tersenyum mengingat perdebatan antara dirinya dengan Kanaya.


Dimana Kanaya ingin memberikan nama Rani, sedangkan Adrian ingin memberikan nama Rossi. Keduanya saling ngotot ingin memberikan nama keinginan masing-masing. Namun, saat Revan menimang adiknya yang belum punya nama tersebut.

__ADS_1


"Hai adekku yang cantik, abang panggil adek Regina ya. Abang sudah siapin nama buat adek, kalau laki-laki namanya Raihan, kalau perempuan Regina. Adek maukan abang kasih nama Regina" keduanya mendengar celotehan Revan yang menggemaskan tersebut. Akhirnya Adrian dan Kanaya tersenyum dan saling mengangguk. Setuju dengan nama yang diberikan oleh Revan. Regina Ayudria Aston. Ayudria merupakan gabungan nama Kanaya dengan Adrian. Nama Ayu lah, yang menjadi cinta pertama Adrian sebelum Kanaya berganti nama.


"Untuk pemberian nama putraku nanti, akan aku serahkan kepada Giselle. Sebagai hadiah atas perjuangan dia selama ini, mengandung anak kami dan melahirkannya dengan selamat" Andre tak kuasa untuk menitikkan air mata. Mengingat Giselle yang begitu kesusahan bergerak dengan kehamilannya. Gelisah tidur, serta kurang nyenyaknya tidur malamnya. Andre benar-benar begitu sangat menghargai perjuangan istrinya. Tak pernah mendengar keluhan sedikitpun dari Giselle. Dia terlihat lebih dewasa dari sebelumnya, setelah mengalami fase kehamilan Giselle jauh lebih lembut, penyabar dan pengertian kepada Andre.


__ADS_2