
Semua berjalan dengan baik, laporan Robert dan juga dari Jimmy tentang apa yang oma Rachel ingin ketahui kini semakin memantapkan dirinya untuk membuka tabir tentang semua masalah ini kepada keluarganya. Apalagi kehamilan Kanaya yang sudah semakin besar, mengharuskan dirinya mengutamakan keselamatan keturunan Aston berikutnya. Oma Rachel akan mengadakan rapat intern dengan anak dan cucunya.
***
"Sayang, hari ini aku akan mengajak Randy olahraga dilapangan "Pertasi Kencana" dan juga Revan" kata Angga yang sudah siap dengan pakaian olahraganya dengan membawa satu bola disebelah tangan kanannya.
"Jangan sekarang lah pa, nanti saja. Sekarang Tora lagi tidak ada ditempat, tidak ada yang akan menjaga kalian" Niki memperingatkan suaminya yang selalu tidak peduli dengan keselamatannya.
Dia selalu berkata "kalau memang sudah takdir ya biar bagaimana pun mencoba untuk dihindari ya tetap akan terjadi" itulah tanggapan Angga jika Niki memberikan pengertian kepada suaminya. Sejak kepergian papanya, Niki lebih overprotective kepada suami lawaknya itu.
"Tenang saja istriku tercinta dan tersayang, suamimu yang super kece dan super keren seperti Jackie ini akan aman saja nanti".
"Apa kamu lupa, kalau suamimu ini sudah belajar taekwondo? Jadi siapa yang ingin menyakitiku, akan aku libas seperti bruce lee".
"Waacaaoooo" bergaya dan berlagak seperti bruce lee. Dengan jari mentoel hidungnya. Tingkah Angga seperti ini membuat Niki tertawa kecil, karena sang suami sangat begitu pintar sekali mengubah moodnya. Tadi Niki merasa cemas sekarang dia merasa suami tersayangnya ini memang seperti Jackie Chan yang suka menghibur.
__ADS_1
"Ok... Tapi nanti akan ada yang menyusul. Coba saja kalau aku tidak sibuk. Aku yang akan menemani kamu pergi".
"Tadi mama menyuruh kami berkumpul. Entahlah, apa yang mama mau bahas? Dan apa rencana mama berikutnya? Aku sendiri tidak bisa mendapatkan bukti siapa pelaku pembunuh papa. Sungguh rumit sekali. Semoga saja mama bisa menemukan pelakunya" keluh Niki yang merasa dua minggu ini pikirannya terforsir mencari siapa pembunuh papanya. Sebuah ciuman didaratkan oleh suaminya pada kening Niki. Dia mengulas senyum bahagia, karena suaminya sangat pintar membuat mood Niki menjadi lebih baik.
"Ya sudah, aku berangkat dulu ya. Randy sama Revan sudah menunggu dari tadi diluar. Mereka sudah tidak sabar untuk bermain bola" ucap Angga tersenyum lalu pergi meninggalkan istrinya.
"Bagaimana guys. Are you ready?" tanya Angga penuh semangat kepada Randy dan juga Revan anak-anak Kanaya. Hal ini mengingatkan dirinya akan masa-masa dia menjadi ayah dua orang anak laki-laki, Adrian dan Andre. Dimana dia selalu mengajak kedua putranya itu untuk pergi bermain bola di lapangan sepak bola dekat rumah mereka. Sekarang dia juga akan mengajak kedua anak laki-laki itu ketempat dimana Angga sering menghabiskan weekend dulu bersama kedua putranya.
"I'm ready" sahut keduanya dengan sangat riang dan antusias.
"Let's go" teriak Angga kepada dua anak kecil yang telah rapi dengan pakaian olahraganya. Memang bibit unggul semua, meski cuma memakai baju olahraga seperti ini. Keduanya terlihat sangat begitu ganteng, tampan dan kharisma seorang bintang sepertinya sudah terlihat sejak dini di diri mereka.
Mereka bertiga kompak bernyanyi dengan riang sepanjang jalan menuju ke lapangan. Mulai dari menyanyi balonku, disambung pelangi, burung kakatua, terakhir mereka bertiga menyanyikan lagu kebunku. Ketiganya tampak begitu ceria dan sesekali Angga bertingkah konyol dengan menggoyangkan tubuhnya. Sehingga Randy dan Revan tertawa dengan tingkah konyol yang ditampilkan oleh Angga.
Semula tempat lapangan sepak bola mereka bermain begitu sepi, hanya ada beberapa orang. Sekarang terlihat lebih ramai, mungkin karena harinya semakin siang jadi semakin ramai.
__ADS_1
"Tambah ramai orang yang mau olahraga ya anak-anak" kata Angga sambil meminum air dalam botol yang dibawa dari rumah tadi. Orang-orang yang baru datang tidak tampak mencurigakan dari sorot mata Angga, namun berbeda dengan pandangan dengan mata Randy. Jelas sekali mereka bukan datang untuk berolahraga. Insting seorang Randy kali ini diuji, apakah dugaannya meleset atau memang seperti firasatnya?
"Bukankah orang-orang kalau ingin berolahraga pada waktu weekend itu pasti pagi hari. Bukan menjelang siang. Kalau menjelang siang ataupun mau siang hari sekalian, pasti mereka akan melakukan olahraga indoor bukan outdoor" Randy mengutarakan analisisnya. Revan yang mendengar hal ini langsung melihat ke arah Randy. Dia pun mengangguk kepada adik bungsunya itu. Dengan sigap Revan langsung mengirim pesan ke kakeknya.
"Kek, ada orang dewasa yang mencurigakan. Sekitar dua belas orang. Opa Angga tidak menyadari hal ini namun abang Randy memahami situasi sekarang. Bolehkah kami bermain-main sebentar? Tenang saja, Revan bawa ketapel".
Revan pun mengangguk ke Randy, seakan memberitahukan kalau dia sudah mengirim pesan kepada kakeknya Hendry. Keduanya hanya saling mengode dengan kedipan mata dan juga anggukan.
"Maksudmu apa Randy?" tanya Angga yang mulai terlihat pucat, dia berharap jika apa yang ada dalam pikirannya tidak sesuai dengan situasi saat ini. Bagaimana cara dia untuk melawan mereka semua dan menyelamatkan anak-anak? Kini dia meneguk kembali air dalam botolnya, seakan tenggorokannya tiba-tiba saja menjadi kering. Namun air itu begitu terasa sangat sulit untuk melewati tenggorokan yang perlu dia basahi. Mungkin itu adalah efek gugup serta takut yang kini melanda Angga. Meksi dia sudah pernah berlatih ilmu bela diri, tapi sepertinya sulit untuk merealisasikan semua itu ke dalam dunia nyatanya.
"Kamu siapkan semua barang yang abang perintahkan tadi malam kan?" tanya Randy ke Revan. Dua jempol diberikan oleh Revan. Artinya iya dan semuanya beres.
"Bagus, kita akan bermain-main. Ya sekalian uji coba latihan kita selama ini. Benarkan my bear" kata Randy ke adiknya. Revan mengangguk setuju dengan abangya. Sedangkan Angga tidak mengerti sama sekali dengan pembicaraan keduanya.
"Bear" adalah julukan yang diberikan oleh Randy kepada adik bungsunya itu. Dia memberikan julukan tersebut karena sang adik sangat menyukai tokoh beruang dalam kartun, boneka beruang, pokoknya apa saja yang berbau dengan beruang. Hal itulah yang menjadi pertimbangan baginya untuk memberikan panggilan khusus untuk revan. Sedangkan untuk Raniya, Randy memberikannya panggilan dengan sebutan "MissSarang". Hal itu dilatar belakangi oleh Raniya yang sangat menggemari sesuatu yang berbau korea. Miss Sarang dia ambil dari kata "Saranghae" Raniya pun merasa sangat senang dan menerima panggilan khusus yang diberikan oleh abangnya itu seperti sebuah berkah.
__ADS_1
"Lihatlah apa yang akan aku berikan kepada kalian jika mencoba menggangguku" ucapnya dengan pandangan yang sudah siap untuk menerkam musuhnya.